
Haa....
Melayang diatas udara,
Memandang langit sejenak lalu tersenyum membayangkan wajah putra mahkota.
Memejamkan mata,
Mulai mengulurkan tangan.
“Dasar laki-laki gila....” ucap Zili geram, telah memiliki kekuatan serta keberanian ketika membayangkan wajah laki-laki yang dia cinta.
Tali dari jam tangannya mulai keluar dengan cepat, mendarat disebuah jendela lalu berhasil mengait diteralis jendela tersebut hingga membuat Zili melayang didinding gedung, bergerak cepat menaiki dinding ketika tali jam tangannya menarik gadis itu naik, lalu berpegangan ke teralis jendela setelah melepaskan tali dijam tangannya kemudian mengulurkan tangan lagi menuju keatap gedung.
Mengarahkan tali jam tangannya lagi kekawat pembatas yang berlubang dengan menggunakan keahlian Klannya sendiri.
ASTAGA.
Gumam gadis itu dalam hati ketika tidak sengaja melihat pasangan yang sedang bercinta dari balik jendela.
Bodoh sekali mereka,
Lanjutnya lagi dalam hati karena saat Zili berada dijendelapun, pasangan yang sedang bercinta tersebut tidak menyadari kehadirannya, “setidaknya, tutuplah jendela kalian” teriak Zili membuang wajah lalu menarik Tangan hingga tali jam tangan membawanya naik keatas udara menuju keatap gedung.
Teriakan Zili sontak mengejutkan pasangan didalam kamar, mereka terlihat menghentikan kemesraan lalu mulai melangkah menuju jendela tetapi ketika sampai, mereka tidak menemukan siapapun disana.
Mulai naik keatap gedung,
Melompat,
Gadis itu masih memandang punggung putra mahkota yang tampak sedang berdiri dipertengahan atap gedung.
__ADS_1
“Kalau tahu kau akan pergi secepat ini..” ucapan putra mahkota terdengar hingga ketelinga Zili yang sedang melompat “harusnya waktu itu aku tidak meninggalkanmu pergi” lanjut laki-laki tersebut mengernyitkan dahi Zili yang telah mendarat.
Mau kau pergi ataupun tidak,
Aku juga tidak peduli.
Gumam Zili dalam hati lalu bergerak cepat mendekati punggung putra mahkota.
“Tendangan berputar, tendangan mematikan, tendangan menyamping, tendangan membabi-buta” ucap gadis itu sembari mengangkat kaki keudara berkali-kali tepat dibelakang putra mahkota tetapi tidak sedikitpun menyentuh tubuh laki-laki tersebut. “pukulan mematikan, cakaran harimau, tinjuan Spanyol” lanjut gadis itu lagi sembari menggerakan tangannya keudara berkali-kali masih tidak menyentuh tubuh putra mahkota yang saat itu sedang berdiri.
HMm...
Gadis itu mulai tersenyum, “laki-laki kejam memang pantas menerima pukulan dan tendangan” lanjutnya masih bergumam dalam hati setelah menghentikan seluruh gerakannya.
mulai mengangkat kaki keudara kembali.
“Hiyak, hiyak, hiyak, hiyak... hiiiiiiiiyaaa....
Mulai menurunkan kaki.
Aaahh...
Matilah aku..
Gumam gadis itu dalam hati, tertegun menolehkan kepala kesamping, tidak ingin membalas tatapan tajam putra mahkota.
“Apa yang kau lakukan disini..?” tanya putra mahkota yang telah melepaskan earphone miliknya lalu melingkarkan benda tersebut dileher belakang.
Mulai mengangkat kepala, menengadah, memandang dagu putra mahkota karena belum berani menatap matanya “aku adalah pelayanmu, tuan” jawab gadis itu membingungkan putra mahkota.
Masih memandang penuh tekanan “aku tidak butuh pelayan” ucap laki-laki tersebut mulai berbalik arah.
__ADS_1
Mulai berpikir cepat, karena memang tugasnya saat itu adalah menjaga putra mahkota. “Kunci anda tuan” Zili mengeluarkan Kunci Apartemen putra mahkota lalu menggantungnya diudara.
Berbalik dengan cepat “kenapa kunciku bisa ada ditanganmu...?” tanya putra mahkota tampak begitu marah sembari meraih kunci tersebut dari tangan Zili.
“Aku hanya membersihkan ruanganmu, tuan”, ucap Zili berbohong “aku adalah pelayan yang diperintahkan ayahmu untuk mengurusi segala keperluanmu t....
Belum sempat Zili melanjutkan ucapannya, kaos yang Zili kenakan telah ditarik oleh putra mahkota pada bagian atasnya dengan satu tangan hingga membuat tubuh Zili naik keudara dan terpaksa menatap mata putra mahkota sampai keringat dingin tiba-tiba keluar dan bercucuran jatuh kebawah.
Matanya tajam, tapi wajahnya datar. “perlukah kuulangi kembali perkataanku...,?” tanya putra mahkota begitu menekan, meskipun demikian, raut wajah kesedihan tak terlepas sedikitpun dari sana.
Tertegun memikirkan jawaban ditengah-tengah kengerian yang saat itu sedang ia hadapi “ sebagai teman Zili, aku hanya tidak ingin kau menderita separah ini karena kehilangannya” gadis itu mulai memandang lekat mata putra mahkota hingga membuat detak jantungnya terasa berdegup kencang seperti ketika mereka biasa bertemu, hanya saja, dia mungkin berpikir bahwa saat itu ia sedang merindukan putra mahkota dan melihat laki-laki tersebut ada didalam tubuh laki-laki yang saat ini sedang menarik bajunya hingga kakinya naik keudara. “percayalah Zili masih hidup, 2 bulan....” ucapan gadis itu mengernyitkan dahi putra mahkota.
wajahnya yang tadinya datar, saat itu telah berubah menjadi bingung. “2 bulan...?” mulai bertanya,
Putra mahkota dengan cepat melepaskan tangannya dari Zili hingga melegakan Gadis yang telah mendaratkan kaki dilantai atap gedung.
Menengadah kepala “ hanya.. “ memandang lekat kemata putra mahkota yang tampak menunduk membalas tatapannya “ dalam dua bulan kedepan, kupastikan bahwa Zili akan kembali lagi”
“Konyol, kau kira aku perc....
“Terakhir aku berhubungan dengannya, dia berkata begitu...” teriak Zili keras menyela kalimat putra mahkota “Zili,..hiks..” tak kuat menahan tangis “ Zili mungkin saat ini sedang bersembunyi dari musuh karena dia tahu bahwa dia adalah kelemahan putra mahkota..” ucapnya lemah mengejutkan putra mahkota.
“Konyol sekali ucapanmu” lanjut laki-laki itu lagi masih belum mempercayainya. “mana mungkin dia melakukan hal itu karena aku akan selalu melind.....
“Percayalah padaku, percayalah padaku hiks hiks” masih menundukan kepala sembari menangis sesunggukan “dia pasti punya alasan sendiri melakukannya” lanjut gadis itu lagi semakin mengejutkan putra mahkota yang langsung meraih kedua pipi Zili, menekannya dengan jari-jari tangan dan menengadahkan kepala gadis itu, memaksanya mendongak untuk menatap matanya.
Menatap lekat hingga Zili terpaksa membalas tatapan laki-laki itu “bagaimana mungkin aku bisa mempercayai perkataan konyolmu padahal Sudah jelas semua bukti bahwa putri mahkota telah mati..?” tanyanya terus menerus memberi tekanan kepada Zili.
Butiran air mata masih mengalir hingga membasahi jari-jari tangan putra mahkota “kau bisa membunuhku jika dalam 2 bulan Zili belum juga muncul dihadapanmu” Ucap gadis itu berusaha meyakinkan laki-laki dihadapannya.
Tampak sedikit mempercayai gadis itu, putra mahkota mulai melepaskan tangannya yang begitu menyakitkan dipipi Zili, Menatap tajam, menegunkan gadis yang sedang mengelus kedua pipi dengan kedua tangan “baiklah..” jawab putra mahkota mengejutkannya “ aku akan mempercayaimu dengan syarat...” dia mulai mengantungi kedua tangan masih menatap tajam kearah gadis itu “jangan pernah berani pergi dariku sebelum dia kembali kesisiku...” pinta paksa laki-laki tersebut “atau aku akan mencarimu kemanapun kau pergi, dan setelah menemukanmu pasti....” menekan kejiwaan Zili dengan ucapannya “aku akan membunuhmu detik itu juga” lanjutnya memberi ancaman.
__ADS_1
Menghela nafas berat “Kesisimu bagaimana...!” Jawab Zili cepat karena kesal sembari membuang pandangan kedada putra mahkota masih dengan mengelus pipinya “dia hanya akan kembali kesisi putra mahkota, itupun kalau putra mahkota masih menginginkannya.. ”lanjut gadis itu lagi “kalau tidak ya..” dia mulai memberanikan diri memandang mata putra mahkota “dia akan menjanda sampai akhir hayatnya” tegas Zili lalu membuang wajah karena takut dengan laki-laki dihadapannya.