
Setiap kali, ia hanya bisa melihat dan mendengarkannya.
Bagaimana cara berbicara Putra Mahkota ketika berhasil mengalahkan musuh?
Tidak hanya satu ataupun dua kali saja hal itu ia saksikan.
Kemampuan mengingat cepat gadis itu selalu menyimpan dengan baik setiap perkataan Putra Mahkota.
Tangannya yang sakit, ia tahan.
Perlahan-lahan lingkaran tali terlepas karena tangan Zili yang licin.
Lalu pukulan keras mendarat di bagian belakang dua orang yang duduk di samping gadis itu. Setelah berhasil mengambil pistol, dengan cepat gadis itu menembaki kepala ketiga orang yang duduk di bagian mobil paling belakang, lalu gerakan tangannya yang lebih cepat mulai teracung ke kepala pemimpin kelompok di sana.
Bakkk kemudian pukulan keras terdengar lagi, mengenai belakang leher pengemudi mobil hingga sang pengemudi membungkuk badan, tak lagi sadarkan diri.
“Mati.”Doooorrrr, tak lagi membuang-buang waktu, gadis itu segera menembak kepala Pemimpin yang tidak sempat berucap kata hingga laki-laki itu terjatuh membungkuk bersimbah darah.
Tidak ada lagi rasa takut di dalam hati ketika membunuh manusia. Bukankah seorang yang telah sengaja dan terbiasa membunuh akan terus membunuh jika ia memiliki kesempatan? Tidak ada lagi rasa takut di dalam hati mereka karena kebiasaan itu telah mendarah daging, maka orang seperti itu memang layak untuk dibunuh, pikir gadis itu ketika mengingat bahwa laki-laki tersebut telah berniat untuk membunuh para pelayan di kediaman Xu, tadinya.
Tiiiiiiiiitttttttt...
Mobil berhenti menabrak pohon,
Semua musuh dari mobil lain mulai berhamburan keluar dan bergegas mendekati mobil yang mengalami kecelakaan tersebut.
Tidak ada lagi tawanan mereka,
“Dia kabur.” Teriak seorang dari mereka dengan matanya yang membelalak lebar. “Cepat cari dia!, Jangan sampai kita kehilangannya!” tambahnya memberi perintah sembari mengecek satu persatu keadaan orang-orang di dalam mobil sana.
********
__ADS_1
Pergerakan sang pelari cepat yang telah terlatih memang tidak perlu diragukan lagi.
Keahlian seni bela diri yang terus ia latih ditambah dengan keahlian menghitung, membuatnya semakin mudah untuk meloloskan diri.
Dengan mencuri ponsel dan pistol salah seorang anggota musuh, dia mulai melompati jurang curam lalu mendaratkan kaki dengan sempurna di dahan pohon yang kokoh setelah meraih ranting pohon tinggi dan besar di bawah jurang tersebut.
Kembali ia melompati pohon menuju pohon yang lain pada malam itu dengan bantuan dari senter ponsel lalu mendarat dengan sempurna di dahan pohon lainnya itu.
Dalam hitungan menit saja, ia telah berhasil meninggalkan mobil musuh dalam jarak ratusan meter jauhnya.
KReseeekkkk.. Kakinya kini telah mendarat sempurna di tanah yang terpenuhi tumpukan dedauanan kering.
Hal tersebut sontak membuat Zili tersenyum mengingat dirinya yang sangat lemah di masa lalu hingga melarikan diri dari Pangeran Istana yang menculiknya sekalipun, ia bahkan harus mendapatkan pertolongan dari Pangeran Xu dan merasakan sakit yang luar biasa karena tubuhnya menabrak beberapa dahan pohon yang tidak mampu ia pijaki dengan sempurna.
Terdapat jaringan,
Memang di Negara NC sendiri tidaklah sulit hanya untuk menemukan sedikit jaringan meskipun berada di belantara hutan yang sangat sepi.
Hal tersebut digunakan untuk mempermudah para pencari tumbuhan liar atau pekerja hutan lainnya untuk berkomunikasi.
Tetapi sayang sekali, tidak ada Aplikasi NCB yang bisa digunakan untuk menghubungi keluarganya di ponsel itu karena memang di Negara NC sendiri, hampir seluruh penduduknya berkomunikasi melalui Aplikasi tersebut. Mungkin karena takut keberadaan mereka dilacak oleh Negara hingga Aplikasi komunikasi tersebut juga tidak ada di dalam Layanan Aplikasi Market, Aplikasi Penyedia serta penjual berbagai jenis aplikasi seperti Playstore.
Sepertinya Ponsel tersebut merupakan Ponsel yang dibeli dari luar negara hingga Aplikasi Market tidak menyediakan Aplikasi NCB yang memang tidak semua negara di dunia menyediakan aplikasi tersebut berada di dalam Aplikasi Market milik mereka.
Tidak ada NCB, maka pasti sangat mustahil jika Aplikasi Militer Negara, MCNC ada di dalamnya hingga ia juga tidak mungkin menghubungi pihak militer negara dengan ponsel tersebut, maka hanya ada satu cara yang bisa ia lakukan pada malam itu, yaitu menghubungi orang secara langsung melalui nomor kartu komunikasi.
Tetapi, tidak ada seorangpun yang dapat ia hubungi bahkan nomor ponsel ayahnya juga telah berganti dan dia tidak mengetahuinya.
Ingatannya muncul kembali ketika ia sedang menyamar menjadi Tanpa Nama di masa lalu dan bertemu dengan teman laki-laki yang kini telah membencinya.
Sebuah nomor masih tersimpan di dalam otaknya. Nomor yang dulunya diberikan teman laki-lakinya tersebut di atas kertas kecil itu dengan terpaksa ia hubungi sembari terus berjalan perlahan-lahan mengenakan sandal rumah di belantara hutan yang gelap.
__ADS_1
“Hallo.”
“Suho, Jangan matikan?” Pinta Zili teramat memohon ketika panggilan telah diterima dan dia mulai menghentikan langkah.
“Zili.”
“Tolong,” Ucap gadis itu menahan tangis.
“Apa?” Suara laki-laki dari balik headset terdengar sedang terkejut. Ia tidak menyangka bahwa gadis yang telah ia lukai hatinya masih mau meminta pertolongan kepadanya.
“Tolong katakan kepada Putra Mahkota bahwa aku baik-baik saja agar dia tidak khawatir dan terus melanjutkan pekerjaannya.” Jelas gadis itu melanjutkan permintaannya sembari mulai melangkah kembali mencari tempat yang aman di kedalaman hutan sana.
Krssskkkk..
Wk wk wk wk..
Auuuuuuuuuummmm..
Suara dedaunan kering bercampur dengan suara monyet yang nyaring serta suara auman srigala terdengar hingga ke telinga.
“Kau, kau dimana?” Tanya khawatir laki-laki dari balik ponsel yang digenggam gadis itu.
“Hutan, “
“Zili, Tunggu aku.” Ucap laki-laki tersebut dengan suara laptop yang terdengar menyala. Sepertinya dia sedang berencana melacak keberadaan Zili.
“Tolonglah Suho, Katakan padaku yang sebenarnya?” Pinta gadis itu mengingat kembali kejadian di wilayah Altai, negara Mongolia. “ Kau bahkan berani mengkhianati kakakmu sendiri demi aku, mana mungkin kau sampai tega membenciku, bukan?,” Tebak gadis itu penuh keyakinan. “Suho, sebelumnya aku tidak pernah mengetahui rasanya berteman baik hingga sampai berbagi ilmu bersama, aku juga tidak pernah merasa dihargai kecuali kau yang melakukannya, Suho, kau selalu membantuku di saat aku kesulitan, jadi bagaimana mungkin aku percaya kalau kau mengkhianati aku?” Ungkap gadis itu mengeluarkan seluruh isi hatinya. “Aku tidak tahu apa yang terjadi diantara kau dan Putra Mahkota, tapi aku percaya pada kalian berdua, padamu sebagai teman baikku dan pada Putra Mahkota sebagai guruku. Siapapun diantara kalian berdua yang menyebabkan masalah, Sungguh aku tidak akan pernah marah, aku tidak mau marah, aku benci marah, sakit sekali rasanya jika terus marah.” Lanjut jelas gadis itu mulai menitihkan air mata lalu menghapusnya dengan cepat setelah melihat sebuah tembok besar di atas bukit yang tinggi dan sepertinya ia mulai mengenali tempat dimana saat ini ia berada.
“Aku yang salah.” Ucap laki-laki itu cepat dengan kecemasan yang menyelimuti hati.
“Tolong, katakan pada Putra Mahkota bahwa saat ini aku berada di desa Xu 48.” Ucap Zili mulai mempercepat gerakan kakinya menuju ke atas bukit di sana. “ Baterai ponsel ini tidak banyak lagi, aku harus segera memutuskan panggilan, jadi Suho, mohon tolonglah aku sebagai orang selalu menganggapmu sebagai teman terbaik.” Lanjut gadis itu lalu memutuskan panggilan kemudian mulai berlari kencang menaiki bukit yang terdapat tembok di atasnya.
__ADS_1