
“Ahhh.. gatal gatal gatal... “ berkali-kali guru putra mahkota mengibaskan telapak tangan yang menggenggam Kaki Zili sebelumnya ke udara, terkadang ia juga menggaruknya sampai warna telapak tangan tersebut berubah menjadi merah.
Zili menghela nafas lega, “ percuma saja kau mencoba mengalahkan Laki-laki tua bangka itu“ dia mendengarkan dengan baik ucapan putra mahkota “kau tidak akan mampu melakukannya” lanjut laki-laki tersebut dari balik headset milik Zili “kau hanya perlu menghancurkan Sisa human machine dan aku akan membukakan pintu keluar untukmu” Jelas nya terdengar begitu cepat memainkan jari-jari tangan diatas keyboard laptopnya.
“Hmm yang mulia” angguk Zili cepat lalu melirik kearah robot yang berdiri ditengah-tengah kerumunan pekerja yang tampak ingin melindungi benda tersebut.
Bergerak cepat menuju kearah robot “kau mau kemana..?” guru putra mahkota sudah ada didepan mata.
Menendang,
Zili berhasil menunduk, lalu berguling maju dan berdiri.
Guru putra mahkota menyerang dari belakang, menendang dari samping, Zili berhasil menggenggam kakinya, karena tak kuat menahan tenaga laki-laki tua tersebut, dia terpental jatuh menabrak meja komputer hingga benda-benda diatasnya berjatuhan, namun dengan cepat, dia segera berdiri.
“Aduh duh duh, gatal sekali” ucap laki-laki tua mulai menggaruk Kakinya.
Baaaaaaakkk...
Buuukkkkk.
Uhuk uhuk...
Mantan ketua Klan Co terpental keudara setelah menerima serangan pangeran istana yang begitu kuat.
Guru putra mahkota bergerak cepat menangkap tubuh temannya agar tidak jatuh menabrak salah satu meja komputer disana, setelahnya ia mulai menyerang pangeran istana yang telah bergerak cepat menuju kearahnya.
Memukul,
Serangan pangeran istana berhasil diterima.
Benar saja, Warga Klan Campuran satu itu memang sangat kuat bahkan kekuatannya melebihi warga asli Klan shen Sendiri.
Melompat lalu menendang dari atas,
Tendangannya berhasil ditahan dengan kedua tangan pangerana istana, tapi sayang, laki-laki tua pembimbing putra mahkota tersebut berputar dan kakinya berhasil lepas dari genggam pangeran istana setelah itu ia menendang dari arah samping.
Uhuk uhukk...
Pangeran istana terpental beberapa meter jauhnya tetapi dia masih bisa bertahan berdiri tepat disamping Zili yang tadinya sedang berlari mendekati Robot Nura yang tak jauh dari sana.
“Kakek, kau sungguh keterlaluan berani menendang cucumu sendiri” ucap pangeran istana kepada Ayah dari Nenek tirinya, Go anya.
“Haha haha haha benar juga ya” tawa laki-laki tua sembari meletakan kedua tangan dipinggang. “tapi Shin’A, kau sangat kuat,” dia tersenyum senang melihat perubahan Putra dari cucu tirinya “kalau aku tidak menendangmu, tentu saja kau yang akan menendangku” lanjut laki-laki tersebut mulai bergerak, kali ini kearah zili yang sedang melompat mencoba menendang robot nura setelah menabur bubuk Bakteri untuk menyingkirkan para pekerja yang langsung berhamburan menjauh karena rasa gatal dikulit mereka.
Haaa...
Baaaakk...
Uhuk uhuk...
__ADS_1
Menerima tendangan hingga terhempas keudara, pangeran istana berhasil menangkap Zili hingga tubuh mereka berputar sejenak “kau baik-baik saja..?”tanya pangeran istana khawatir melihat keadaan Zili yang mengeluarkan darah dimulutnya.
“Sakit sekali...” keluh Zili sembari mendongak menatap pangeran istana dibelakangnya setelah ia membersihkan darah dimulutnya.
Masih sedang sibuk memainkan jari-jari tangannya “ sudah kubilang, Kalian tidak akan berhasil mengalahkannya” ucap putra mahkota dari balik headset tampak begitu santai dan tidak peduli sedikitpun dengan keadaan dua orang yang saat ini sedang terjebak diarea Musuh.
Pangeran istana tampak kesal “buka pintu Xu’i” pinta dia dengan nada keras “padahal kau jelas mengetahui bahwa dia sangat kuat, tapi membiarkan kami begitu saja melawannya” maki pangeran istana tampak sangat marah karena putra mahkota memanfaatkannya.
Masih santai dengan pekerjaannya “hancurkan sisa human machine, atau mati saja kalian disana” ucap laki-laki tersebut terdengar begitu kejamnya, ia bahkan tidak mempedulikan keselamatan saudaranya sendiri.
“Baiklah yang mulia” jawab Zili cepat “lebih baik saya mati daripada gagal dalam menjalankan misi” ucapan Zili sontak membuat pangeran istana semakin tertekan. Ia bahkan tidak menyangka ada lagi wanita Yang begitu bodohnya mau dimanfaatkan oleh putra mahkota.
“Apa kau gila...?” bentak pangeran istana setelah menghempaskan tubuh Zili kebelakang cepat lalu menerima serangan dari guru putra mahkota hingga ia harus bergerak mundur kebelakang “kau sungguh mau mati demi Dia..?” Lanjutnya tampak begitu kesal.
“Hmm” angguk Zili tanpa mempedulikan kekesalan pangeran istana “aku akan melakukan apapun demi putra mahkota” lanjut Gadis itu lagi mencengangkan kedua laki-laki berkedudukan tinggi dinegara NC.
“kegilaannya bahkan sampai melebihi nura” ucap Hacker kecil kebanggaan negara yang mulai membuka suara.
Baaaaakkkk...
Bukkkk...
Uhuk uhukk...
Pangeran istana berhasil menerima serangan Mantan ketua Klan Co dan menendangnya balik hingga membuat laki-laki tua tersebut lagi-lagi terpental jauh, kali ini menabrak Meja hingga komputer diatasnya jatuh keatas lantai Semen.
Bergerak cepat menuju robot nura “aku bukanlah nura yang memaksa Putra mahkota untuk mencintaiku” ucap gadis itu semakin mengejutkan semua orang yang mendengarnya.
“Terima kasih yang mulia” ucapannya semakin memperparah keterkejutan setiap orang yang mendengarnya.
“Benar-benar wanita gila” hina Hacker kecil kebanggaan Putra mahkota bersamaan dengan Zili yang mulai melangkah lari mendekati Robot nura didepannya.
Sedikit lagi,
Baaaaakk...
Iiiihhh...
Pangeran istana berhasil menerima tendangan guru putra mahkota yang tadinya hendak menyerang Zili.
Menghempaskan kaki laki-laki tua itu sekuat tenaga, namun hanya beberapa Meter saja jaraknya, laki-laki tersebut telah berdiri didepan salah satu robot nura terdekat mereka. “kau baik-baik saja..?” tanya pangeran istana untuk kesekian kalinya kepada Zili yang sedang mencoba mengendalikan keterkejutannya karena mengira akan merasakan sakit luar biasa akibat tendang guru putra mahkota untuk kedua kalinya.
“Hmm” angguk Zili membalas tatapan pangeran istana yang tadinya menatap gadis itu.
Bukkk..
bAaakkk..
Menyerang, memukul.
__ADS_1
Pangeran istana menahan pukulannya, berbalik memukul.
Pukulan pangeran istana berhasil ditepis.
Mulai meninju,
Tangan pangeran istana berhasil ditahan.
Guru putra mahkota tersenyum “Jurus Tapak Singa” ucapnya berhasil memukul perut pangeran istana hingga laki-laki itu menyemburkan darah.
Zili yang tidak memiliki kesempatan Mendekati robot didepan mata, mulai bergegas beralih kerobot lain yang tersisa.
Ia bergerak lari memutar arah,
Memandang Robot nura yang masih berdiri didepan salah satu pintu rahasia tetapi tidak dikelilingi para pekerja, karena tampaknya semua pekerja ditempat tersebut bersembunyi diruang rahasia dan takut untuk menyaksikan perkelahian didepan mata.
“Mau kemana...?”
Pandangan mata zili membelalak,
Sementara pangeran istana mulai kelelahan melawan guru putra mahkota,
Mantan ketua Klan Co yang masih memiliki banyak tenaga mulai menyeraang gadis itu.
Menendang,
Zili berhasil melompat dan berputar kebelakang,
Saling membelakangi satu sama lain dengan pengeran istana yang berada tepat dibelakangnya.
“Buka pintu Xu’i..” bentak Pangeran istana terlihat sangat kelelahan.
“Lemah..”
Ucap putra mahkota begitu santainya.
Pintu terbuka..
bAaaaak...
Hmmmm..
Pintu tertutup kembali.
Seseorang telah berdiri dipertengahan Zili dan pangeran istana setelah gagal menyerang guru putra mahkota.
“Yo Shin’A..”
Sapa orang tersebut kepada pangeran istana.
__ADS_1
“Sa’i...”
Ucap Zili tersenyum melihat pelindungnya datang tetapi sayang, laki-laki tersebut tampak membuang wajah bahkan mengabaikan begitu saja sapaan Zili.