Greatest, Chasing After You : My Husband Is Not An Ordinary Villain - Season 5

Greatest, Chasing After You : My Husband Is Not An Ordinary Villain - Season 5
masuk pintu rahasia


__ADS_3

Menggetarkan , menegangkan.


Ruangan yang tadinya berhasil diambil alih Zili kini malah diisi penuh dengan para musuh.


Suara kemesraan dari dalam komputer masih berbunyi, begitu juga dengan video porno yang saat itu sedang berputar.


Menggertakan Gigi geram karena rencananya mulai kacau balau, dalam hatinya berkata, kalau bukan karena laki-laki yang kini berada didepan mata gadis itu, mungkin ia sudah berhasil mendapatkan peta diinduk komputer lalu memasukannya kedalam Jam tangan.


Akkhh...


Suara erangan kesakitan terdengar,


Seseorang yang mungkin masih sadar dari Cairan virus mulai membuka suara.


Hal itu sontak mengejutkan musuh yang langsung memeriksa keadaan disekitarnya.


“bos, tubuh mereka merah semua”


Seru seorang pemeriksa dari ruangan kecil yang tadinya telah Zili tutup ketika selesai mengumpulkan semua penderita virus kedalam ruangan tersebut.


Pemimpin mereka membelalak mata marah, hingga Mengeluarkan pistol dan menarik pelatuknya “siapa yang melakukannya..?” tanyanya mengacungkan pistol kearah Laki-laki disamping Zili.


Melihat keadaan tidak menguntungkannya “aku tidak tahu, lihatlah..” gadis itu mulai menunjukan warna merah disetiap kulit tubuhnya “tubuhku juga memerah” ucapnya memberi bukti.


“Itu artinya kau...”.doooorrrr....


“S-texchif”


Suara tembakan mengejutkan Zili yang sontak memanggil Texchi senjatanya lalu melemparkan kedepan Laki-laki disampingnya agar peluru tidak mengenai tubuh laki-laki tersebut.


Peluru terpental jauh, jatuh disudut ruangan “kau..”


“Bos, peta markas besar terlihat dikomputer” teriak seseorang langsung bergerak menuju komputer induk.


SLisisissist..


Staaaackkk...


Akkkkhhhh.. “gatal gatal...”


Teriak seseorang yang tadinya sedang mendekati komputer induk namun Zili berhasil menggagalkan langkahnya dan memukul mundur laki-laki tersebut dengan menggunakan lemparan texchi.


Dooorr ddoooor


dddooor..


Aakkhh..


Dengan mudahnya Zili menangkis peluru datang kearahnya. Gadis itu kini telah berdiri tepat disamping laki-laki yang saat itu telah memegang pistol ditangan dan berhasil melukai pemimpin mereka. “Colt, aku bahkan tahu jenis pistol dan kecepatan menembaknya” ucap Zili begitu remehnya.


Sttttaacckkkk....


Melempar tongkat lagi mengenai tiga orang yang mencoba mendekati komputer induk, texchi milik Zili dengan cepat kembali kepada tuannya “ini namanya jurus Putaran tongkat angi....”

__ADS_1


Paaaakkk.


“Kenapa kau memukul kepalaku...?” Bentak Zili kesal ketika laki-laki disamping gadis itu, memukul bagian belakang kepalanya.


“Disaat-saat seperti ini pun kau masih bisa bercanda” ucap kesal laki-laki tersebut sedikit melirik kearah Zili yang tadinya menengadah memandang wajahnya dari samping.


Ssstttaaackkkk...


Merasa geram, Zili yang tidak ingin bertengkar mulai bergerak mendekati musuh “itu adalah jurus kebanggaan guru putra mahkota, kau harus tahu itu..” ucap gadis itu ketika telah menyerang Musuh dengan sigapnya.


Doooorrr...


Dia lari dengan kencang karena memang lari Zili sangat kencang, itu adalah hasil latihan yang ia dapatkan dari putra mahkota didesa Xu beberapa bulan yang lalu.


Taaaannggg...


“Ambil alih komputer induk bodoh” perintah zili ketika laki-laki tersebut mencoba membantunya melawan musuh.


“Brengsek..” seru pemimpin musuh ketika terkena serangan tongkat Zili.


“Kau yakin bisa mengatasi mereka sendirian” teriak Laki-laki yang sedang menendang serta menembak beberapa musuh.


Keadaan mulai menyudutkan mereka.


Puluhan musuh dengan cepat mulai berdatangan.


“Tenang saja, aku masih memiliki puluhan Jurus dari guru putra mahkota” ucap gadis itu sempat membuat laki-laki yang sedang menendang musuh menggelengkan kepala.


“Terserah kau saja mau pakai jurus atau mantra sekalipun”


Laki-laki yang tadinya berada disamping Zili mulai berlari mendekati komputer “lalu kenapa kau bisa percaya dengan jurus, sementara tidak dengan mantra..”


“Entahlah aku pun tidak tahu kenapa bisa begitu” jawab Zili yang sedang berdiri dibelakang laki-laki yang kini telah duduk diatas kursi depan induk komputer.


Laki-laki tersebut mulai memainkan jari-jari tangannya “dasar cewek aneh” gumamnya terdengar hingga ketelinga Zili.


“Terserah kau saja mau menyebutku apa” ucap Zili mulai melindungi laki-laki tersebut dari serangan musuh yang kian berdatangan.


Stttaaaackkkk..


“Shinya, cepat masuk kedalam data base” perintah laki-laki tersebut kepada karakter virtual miliknya, Ucapannya sontak mengejutkan Zili yang telah berhasil meraih tongkatnya kembali.


Shinya


Gumam gadis itu “kau pangeran istana..?” tanya Zili langsung kepada laki-laki yang telah meraih pistol disamping keyboard.


Dooooorrr...


Aaaakhhh...


Peluru menembus kepala musuh hingga musuh jatuh tergeletak keatas tanah dan berlumuran darah “jangan lengah” ucap laki-laki yang berhasil membantu Zili dari serangan musuh. “aku akan memanggil Reguku, jadi jangan khawatir, kita pasti selamat” ucap nya lagi menenangkan zili.


SHARE YOUR LOCATION.

__ADS_1


Disudut komputer, laki-laki yang memang adalah pangeran istana mulai membagi lokasi tempat mereka berada saat itu.


Masih melompat diatas menggunakan texchinya,


Dooooorr..


menangkis peluru melindungi pangeran istana “regumu...?” tanya gadis itu lalu bergerak menyerang musuh yang terus berdatangan.


Masih bergerak cepat diatas keyboard Komputer “Kelompok elite putra mahkota” ucap laki-laki itu membuat Zili sontak membelalak mata.


Doooorrr.


Pangeran istana melemparkan piring tepat diwajah Zili yang tadinya terkejut “sudah kubilang jangan lengah” ucap keras laki-laki tersebut menyadarkan Zili dari keterkejutannya.


“Shinya masukan akses data kedalam jam tangan”


Perintah laki-laki tersebut kepada karakter virtual miliknya.


“Yes my Lord” jawab karakter virtualnya mulai menghilang dari layar monitor, karakter virtualnya sendiri berbentuk ular naga berwarna Jingga dan memiliki kumis diatas mulutnya. Memang pangeran istana sangat menyukai warna tersebut karena kecintaan dan rasa sayangnya kepada penduduk Klan Lu lebih besar dibandingkan dengan penduduk Klannya sendiri, yaitu penduduk Klan Sun.


“Zi-Xu, masukan ...


“Milady, aku ditendang keluar dari komputer”


Jawab karakter virtual Zili membuat gadis itu kesal seketika.


“Kenapa kau menendang keluar virtualku” teriak Zili yang telah selesai menendang dua Musuh yang tadinya datang bersamaan dengan putaran kaki.


“Bekerja sama denganku atau kau tidak akan mendapatkan apapun” ancam pangeran istana membuat geram Zili yang mulai menyingkirkan laki-laki tersebut dari kursinya dengan mendorong kursi tersebut hingga sedikit menjauh.


“Kau...”


Zili mulai meraih keyboard komputer.


“Amerrrssssooooo” (aku datang) bahasa Klan Sun terdengar berbunyi.


Baaaammm baaaakkkkkk...


“Sinya buka pintu akses ruang rahasia” perintah pangeran istana ketika teman-temannya mulai berdatangan dan membantu menyerang musuh.


“Yo shin’A “ sapa jendral muda Sun Lianna yang telah datang sembari mengenakan payung mengembang diatas kepala dan menendang musuh yang mencoba menyerang Zili.


Pintu Rahasia terbuka tepat didepan mata zili, dibelakang meja komputer berada.


“Yo shin’A” sapa seorang lainnya, dia adalah Pelindung putra mahkota Shin ji.


BAaaaaakkkk....


“Mungkinkah semua orang diperumahan ini musuh negara..?” tanya penasihat putra mahkota yang sudah datang dengan menendang Beberapa musuh hingga terhempas menabrak dinding.


“Benar sekali, “ jawab pangeran istana lalu melompati meja komputer diikuti Zili yang tidak ingin tertinggal “kuserahkan sisanya pada kalian” ucap pangeran istana memasuki ruang rahasia diikuti oleh Zili.


Membingungkan semua orang yang berada disana karena melihat orang baru yang tidak mereka kenal sebelumnya.

__ADS_1


“Hyoouukaaaai” ( siap ) jawab putri kelincahan sebelum pintu ruangan yang dimasuki pangeran istana tertutup sembari melempar payung miliknya hingga menusuk masuk kebahu musuh.


__ADS_2