
“Aku akui, aku memang melakukannya.”
Pasrah, hanya itu yang bisa Zili lakukan. Gadis itu mulai berdiri setelah melepas tangan di leher.
Dengan mempersiapkan diri, ia menunggu Pengusaha Kebanggaan negara untuk berbalik arah, menghadap ke arahnya kembali agar Mantan Presiden Sekolah Teknologi terselamatkan saat itu.
“Sistem lift berhasil kuretas, kau tahu aku berasal dari Klan teknologi, bukan?, maka mudah saja bagiku untuk meretas sistem lalu membuka pintu itu,”
“Suho!”
Bentak Ilmuwan Berbakat begitu marah mendengar ucapan yang baru saja dilontarkan oleh saudaranya.
“Ahh benar, bagiku, melihat raut wajah pucat dan kesakitanmu saja sudah sangat cukup dan sekarang, aku tidak perlu lagi membawa Zili ke dalam kebencianku kepadamu.” Lanjut Mantan Presiden Sekolah Teknologi lagi, berusaha keras meyakinkannya.
“Bagus, Berpikirlah!, adikku hanya tidak tega melihat Putri Mahkota menderita, dia sangat mencintai Putri Mahkota karenanya dia rela berbohong demi keselamatan wanita itu. Berpikirlah Bagus!” Ucap Ilmuwan Negara masih berusaha keras menyelamatkan saudaranya agar tidak memiliki masalah dengan Pengusaha Kebanggaan Negara, Ou Bagus.
“Anna, Hiks Anna, Anna!” panggil Zili keras, “ Anna, aku tidak ingin Putra Mahkota bersama Nura, aku melukai Nura karena khawatir jika dia mengambil Putra Mahkota dari sisiku, Anna, Anna, aku mohon, biarkan aku bahagia dengan Putra Mahkota, bukankah kau bilang Putra Mahkota sudah kau anggap seperti saudaramu sendiri, Anna, begitupula dengan Tanpa Nama...,” kalimat Zili sontak mengejutkan Putri Kelincahan yang sedari tadi hanya bisa menyaksikan dan tidak mampu berbuat sesuatu untuk menolong mereka. “ Tanpa Nama menginginkanku bahagia dengan Putra Mahkota, Anna, Anna!, Anna!, Tolong, Biarkan aku bahagia bersama Xu’i tanpa ada orang yang merusak hubungan kami,”kali ini permintaan Zili semakin membuat Pangusaha Kebanggaan Negara terpancing emosi. “ Anna, Kupastikan, kau akan bertemu Tanpa Nama jika membantuku selamat kali ini,” teriak Zili dengan keras,
Taaaakkk...
Lalu menekan tombol pembuka pintu dan lorong 207 kini telah di depan mata.
“ Zili!,”
__ADS_1
“Anna, aku mengandalkanmu,” Zili tersenyum bahagia memandang teman yang sangat ia sayangi selama ini, senyuman Zili sontak mengingatkan Putri Kelincahan pada teman satu-satunya.
Segera Zili berlari kencang memasuki lorong 207, menuju pintu lift lain yang berada sedikit jauh dari sana.
“Kau kira bisa lari dariku?” larinya sangat cepat, bahkan melebihi kecepatan Zili, padahal gadis itu merupakan seorang pelari cepat.
“Anna, aku ingin jadi temanmu, Anna!” teriak Zili masih terus berlari sembari meneteskan air mata, menekan rasa takut dan menekan rasa rindu akan kebersamaannya dengan Putri Kelincahan selama ia menyamar di masa lalu.
Tangan lebar Pengusaha Kebanggaan Negara berhasil meraih rambut panjang Zili yang diikat.
“Akkkhhhhh..”
“Haaa..”
“Hikss, “ Zili yang telah menghentikan langkah lari saat itu kembali berlari kencang.
“Anna!” karena Pengusaha Kebanggaan Negara telah melepas tarikan rambut gadis itu dan berbalik ketika mendengar teriakan Ou Nura.
“Orang yang telah meracuni Putri Istanalah yang pantas mati.” Bentak Putri Kelincahan dari kejauhan.
“Akkhhh Akkhhh sakit sekal.. Akkhhhh..” Ou Nura terus berteriak kesakitan ketika jari-jari tangan Putri Kelincahan menekan keras luka di bahu gadis itu.
“Anna!” segera Pengusaha Kebanggaan Negara melangkah berbalik arah, kembali menuju lift di sana dan membiarkan Zili pergi begitu saja untuk menyelamatkan Ou Nura dari rasa sakit yang di derita oleh gadis itu.
__ADS_1
“Aku mencintaimu tetapi kau malah mencintai seorang penjahat,” ucap Putri Kelincahan terang-terangan, “Perlukah aku menjadi penjahat juga agar kau berbalik mencintaiku?” teriaknya keras menghentikan langkah kaki laki-laki yang tadinya sedang berlari. “Lihatlah aku Bagus!, bahkan untuk mencapai posisi Jendral Muda kuperoleh karena berharap kau akan melihatku tapi hm, hm, hahahahaha..” gadis itu tertawa penuh dengan keperihan di dalam hati. “Sepertinya aku memang perlu berubah untuk menjadi seorang penjahat dan menyiksa Nura agar kau melihatku meskipun hanya dalam kebencian saja.”
“Akkkhhhhh..” Lanjut Putri Kelincahan, kali ini sembari memaksa Ou Nura untuk berdiri dengan mencengkram leher bagian belakang gadis itu.
Pengusaha Kebanggaan Negara menghela nafas berat sembari memijat dahi kepala karena merasa pusing, kemudian laki-laki itu berjalan dengan santai menghampiri Putri Kelincahan yang sedang marah dan terbakar api cemburu. “Aku melihatmu dan bahkan telah berniat untuk menikahimu nanti.” Melepaskan tangan dari dahi, emosi Pengusaha Kebanggaan Negara kini terlihat mulai mereda, “Mungkinkah kau mengira bahwa ada wanita lain di negara ini yang pantas menikah denganku kecuali hanya kau?, Anna, berhentilah bersikap seperti anak kecil!,” laki-laki itu kini telah menghentikan langkah dan berdiri tepat di hadapan Ou Nura yang membelakangi Putri Kelincahan, Sun Lianna.” Setelah Nura mendapatkan Xu’i, kupastikan kita akan segera menikah..”
“Penipu haha haha hiks hiks, kalaupun aku menikah denganmu,” Putri Kelincahan mulai melepaskan tangannya dari leher Ou Nura. Ou Nura segera jatuh ke pelukan Pengusaha Kebanggaan Negara. Karena tidak ingin Putri Kelincahan semakin marah, laki-laki tersebut dengan cepat memberikan tubuh Ou Nura kepada Ilmuwan Berbakat yang langsung menerima tubuh lemas itu jatuh ke pelukannya dan segera ia duduk lalu memangku gadis lemah itu, “... sudah dipastikan, kau tidak akan memberikan perasaanmu untukku, kau akan terus melihat Nura, kau akan terus memastikan dia bahagia bersama Xu’i,...”
“Setelah dia bahagia bersama Xu’i, maka setelah itupula kita berdua akan bahagia bersama.” Sela cepat Pengusaha Kebanggaan Negara sembari melayangkan senyuman lembut. Senyumannya itu, sungguh mampu menggetarkan hati Putri Kelincahan hingga tangisan gadis itu sontak terhenti. “ Anna, percayalah, aku hanya pantas menikah denganmu, “
“Pantas menikah denganku, jika Nura, “ gigi-gigi Putri Kelincahan mulai menyatu karena geram menahan rasa sakit di dalam hati, “jika Nura berhasil mendapatkan Xu’i, bukan?” tanya gadis itu sembari menundukan kepala, menahan diri karena sesungguhnya hal yang paling menyakitkan di dunianya saat ini adalah terus mencintai orang yang terus-menerus memanfaatkan dan menipunya lalu ia menyadari kebodohannya itu.
“Hm tentu saja,” jawaban yang sangat menyayat hati, “Anna, kau tahu aku sangat mencintai Nura dan ingin membuatnya bahagia, bukan?, kau dan aku, tidak ada sedikitpun perbedaannya, aku yakin, kau pasti memahami perasaanku dan ingin membuatku bahagia. Karena pada akhirnya kita akan bersama dan aku akan menjadi milikmu sepenuhnya, maka berhentilah menyakiti Nura!”
“Haa, Konyol.” Senyuman kecut bercampur rasa memuakan terhias di bibir Penasihat Pangeran Istana yang telah berdiri dan melirik sejenak ke arah Pengusaha Kebanggaan Negara yang telah memeluk Putri Kelincahan.
Pandangan laki-laki itu tanpa sengaja memandang mata penuh kesedihan dari Putri Kelincahan saat itu. “Pasti, aku akan mendapatkanmu, iyakan?” suara gadis itu bahkan terdengar memastikan.
Hal tersebut sontak mengejutkan Penasihat Pangeran Istana dan membuat laki-laki itu berpikir keras,
Bagaimana mungkin gadis secerdas dan sehebat Putri Kelincahan bisa begitu mudah terbuai dengan perkataan yang penuh tipuan dari laki-laki di hadapannya tersebut?.
“Ahhh, memuakan,” keluhnya sembari melangkah kaki keluar pintu lift diikuti oleh Mantan Presiden Sekolah Teknologi yang sedari hanya diam, memikir keadaan Zili saat ini.
__ADS_1