Greatest, Chasing After You : My Husband Is Not An Ordinary Villain - Season 5

Greatest, Chasing After You : My Husband Is Not An Ordinary Villain - Season 5
Permainan Putra Mahkota II


__ADS_3

Kacamata bening yang terpasang di mata mematulkan gambar sebuah buku yang terbuka,


Berbaring di atas sofa ruang kamar sembari membaca buku berkali-kali, tidak juga mampu menghilangkan rasa terbakar karena panas di dalam hatinya.


Menghela nafas kesal,


Krskk Baaaaakkk..


Laki-laki itu melempar bukunya jauh jatuh ke atas lantai di kapal tersebut, setelahnya ia mulai menutup mata dan berusaha keras untuk melupakan kekesalan yang teringat jelas di dalam pikirannya.


“Zili,” Panggil geram laki-laki tersebut sembari tetap terbaring terlentang, mengepalkan telapak tangan yang berada di atas dahi lalu mengingat kejadian yang membuat hatinya terbakar api cemburu dan baru kali itu ia merasa sangat marah namun tidak bisa membenci gadis yang ada di dalam pikirannya atau bahkan hanya sekedar untuk melupakannya.


********


Speedboat yang membawa Pangeran Istana segera mendekati kapal Induk besar yang dikendalikan Putra Mahkota,


Sungguh, dari kejauhan speedboat tersebut terlihat seperti sebuah kayu biasa yang mengapung di atas air saking besarnya kapal induk di sana.


Segera Pangeran Negeri Sakura melompati lautan dan mencari keberadaan tubuh Putri Keagungan sementara kendali Speedboat mulai digantikan oleh Pangeran Istana.


Satu persatu para Prajurit tampak melompati Kapal Induk Musuh menuju kapal perang yang mulai mendekat.


Setelah berhasil menyelamatkan Putri Keagungan, Pangeran Istana membantu temannya menarik tubuh gadis yang sedang lemah tak sadarkan diri di sana sembari mulai mendekati kapal induk Negara NC yang lebih besar dibandingkan dengan kapal Pesiar milik Pangeran Negeri Sakura.


“Yang Mulia,”


“Yang Mulia,”


Sambut hormat para prajurit Militer ketika melihat kedatangan Pangeran Istana di atas kapal.


“Lanjutkan tugas kalian!” Perintah Pangeran Istana sembari terus berjalan di Kapal Induk Negara bersamaan dengan Tubuh Putri Keagungan yang telah dibawa masuk ke dalam ruang Pengobatan di Kapal Negara tersebut.


Pandangan mata laki-laki itu tajam, dia mendekati seorang Prajurit Militer Klan Zin yang tampak bersiaga di tepi kapal untuk menyelamatkan satu persatu Penduduk asli Klan Xu dan juga Para Tentara Militer yang gagal mendarat dengan sempurna saking banyaknya orang yang melompat di tempat tersebut.


“Yang Mulia,”


“Jam!” Pangeran Istana mengulurkan tangan meminta Jam Tangan Pemanggil Texchi milik Tentara Militer Klan Zin,


Dengan segera Prajurit di hadapan Laki-laki itu membuka jam tangan miliknya dan memberikan benda tersebut kepada Pangeran Istana dengan sangat hormat.


Jam kini telah berada ditangan,


Pangeran Istana dengan cepat mempelajari jenis Texchi milik seorang Tentara Negaranya tersebut bersamaan dengan tubuh Pelindung Putra Mahkota Shin Ji yang telah melayang di udara dan Atap-atap kaca Kapal induk Musuh yang mulai menutup.

__ADS_1


“Texchi,” Panggil Pangeran Istana tampak khawatir sembari memandang tubuh Pelindung Putra Mahkota yang telah berada di atas tangan beberapa para Prajurit Militer Negara yang telah bersiaga menangkap tubuh saudaranya dari bawah.


Texchi Burung Merpati segera mendekati Laki-laki tersebut dan benda itu mulai terbang melayang sebelum atap-atap Kapal Induk Musuh tertutup.


Terus terbang di udara lalu menghentikan Texchi untuk bergerak ketika melihat Putra Mahkota dengan liarnya mencium bibir Zili dari atas udara, Sungguh, Raut kemarahan terlihat jelas di wajah laki-laki itu, Dia menyaksikan dengan hati yang sangat panas karena terbakar api cemburu.


“memuakan.” Gumamnya pelan namun masih terus berniat menerobos masuk.


“Tidak masalah asalkan aku bersama Suamiku, tidak masalah jika tidak ada kesempatan lagi asalkan aku sudah melihat wajahnya, tidak masalah shisou, hiks tidak masalah Shisou hiks haa.. “


Hingga ia menghentikan kembali texchi yang terbang mendekat setelah mendengar kalimat yang dilontarkan Zili karena suasana hatinya semakin panas dan dia merasa sangat geram, “hm.” Laki-laki yang masih berada di luar atap kaca kapal tampak menyerah, ia mengurungkan niat untuk membantu gadis di dalam bola matanya tersebut, lalu berbalik arah, kembali ke Kapal Induk Milik Negara dengan membawa rasa panas yang membakar jiwa. “Tidak masalah katamu?, Maka itu artinya tidak masalah juga bagiku membiarkanmu mati saja bersamanya.” Gumam laki-laki itu begitu kesal sembari menapakan kaki di lantai kapal lalu melempar jam tangan ke Pemiliknya kembali kemudian melangkah mencari keberadaan Pangeran Negeri Sakura di sana.


*********


“Aku yang akan membawanya,” Co Sien Ya menatap tajam ke arah Putra Mahkota saking geramnya hati laki-laki dewasa tersebut di ruangan yang diisi dengan kasur serta lemari dan obat-obatan. “Aku yang akan membawanya agar kalian percaya bahwa dia adalah pembohong besar.” Tegas Co Sien terlihat begitu emosi karena tuduhan yang menimpanya dan semakin bertambah emosi ketika semua orang mulai mencurigainya.


“Tatap saja mataku jika masih tidak percaya,” Jawab Putra Mahkota begitu santai sembari memperbaiki gulungan rambut Zili dan mengetatkannya, “Bukankah kalian mampu melihat kebohongan dari mata manusia?, maka dari itu tidak seorangpun yang berani mengkhianati kalian kecuali Sien saja,”


“Hentikan Kebohonganmu, Boneka brengsek,” Maki Keras Co Sien Ya, sangat tidak terima dengan ucapan yang di lontarkan Putra Mahkota,


“Ayolah, saat ini aku sedang membuka lebar-lebar mataku dan sedikitpun tidak akan kukedipkan sampai kalian yakin bahwa semua yang kukatakan adalah kebenaran.” Lanjut Putra Mahkota sembari mencium ujung kepala wanita miliknya namun bola matanya tetap memandangi satu persatu para musuh di sana.


“Minggir!” Bentak Co Sien Ya lalu bergegas pergi menuju ruang tahanan Ratu Negara di kapal tersebut.


Semua orang mulai memandang Putra Mahkota dengan tatapan serius untuk mencari tahu kebenarannya.


Laki-laki tua yang memandang mata Putra Mahkota, sungguh semakin mengagumi keturunannya tersebut di dalam hati,


Sepertinya ia menyadari bahwa Putra Mahkota Negara NC memang begitu terlatih hingga kebohongan di matanya sekalipun tak mampu terdeteksi.


“Luar biasa.”


“Aku?” Tanya Putra Mahkota memandang tajam ke mata gurunya, Go Alfa, padahal yang melontarkan pujian adalah laki-laki tua di dalam kaca layar robot di sana. “Aku sangat hebat karena kau yang menciptakannya, Bukan? Nenek Moyangku.”


“Kau kira pujian mampu menipuku?” pandangan Laki-laki tua di balik layar mulai terbalaskan oleh Putra Mahkota. Mata tajam mereka saling beradu, Warna bola mata yang sama, Hitam lekat saat itu sedang saling menatap. Tatapan yang mampu menusuk dan melukai jiwa yang lemah.


“Aku tidak sedang memujimu, aku hanya sedang menggunakan Majas. Menyindirmu karena merasa telah menguasaiku sementara sedikitpun aku tidak pernah menuruti perintahmu, Kau itu hanyalah terlalu sombong dan aku jauh lebih mampu menyombongkan diri dari kebodohanmu itu.”


“Konyol.”


“Konyol?, Haahahaha kita buktikan saja.” Tawa Putra Mahkota diiringi dengan wajah penuh percaya diri, Hingga membuat laki-laki tua tampak sedikit gusar karena kepercayaan diri Putra Mahkota yang tinggi mampu memberikan sedikit tekanan baginya yang dapat menilai sifat manusia. “Iyakan Yuanna?” Senyuman penuh kemenangan terlihat jelas menghiasi bibir laki-laki remaja yang mulai membalikan tubuh wanita miliknya untuk menatap seorang wanita dewasa yang tampak terduduk lemah di lantai, penuh dengan sorotan ketakutan.


Mata laki-laki tua terbelalak begitupula dengan mata Zili yang melihat wanita dewasa tersebut,

__ADS_1


“Benarkan Yuan?, Kau tidak seharusnya percaya dengan omong kosong yang diucapkan Keturunanmu itu.” Co Sien Ya mendekati wanita dewasa yang tampak sedang terduduk melipat kedua kaki dan memperlihatkan wajahnya di hadapan laki-laki tua di balik layar dengan jelas. “ Lihatlah Yuan, Lihatlah Yuanna dengan mata kepalamu sendiri.”


“Hahahahaha.” Tawa Putra Mahkota menggelega, semua musuh di ruangan tersebut kini tampak mulai mempercayai Co Sien Ya Kembali.


“Dia benar-benar penipu, Yuan, Segera berikan perintah!, aku tidak tahan lagi mendengar kebohongannya.” Mantan ketua Klan Co, Co Tien Ya mulai membuka suara, ia terlihat lega karena merasa Cucunya sedikitpun tidak pernah mengkhianati mereka.


“Kau bilang apa?”Bentak Laki-laki tua di balik layar teramat marah, “ Perhatikan baik-baik Wanita itu!, bedebah,” Perintah laki-laki tua diiringi dengan makian keras yang mengejutkan semua musuh di sana.


“Hoi Yuan, Ada apa denganmu? Dia Yuanna.” Kali ini Guru Putra Mahkota yang mulai membuka suara karena merasa aneh dengan kemarahan rekannya.


“Perhatikan baik-baik!, Brengsek.” Perintah laki-laki tua di balik layar lagi penuh dengan kemarahan hingga urat-urat di wajah terlihat jelas.


“Dia Yuanna, hahahaha dia yuanna, iya kan Zili?” Bisik Putra Mahkota di telinga wanita miliknya.


Sungguh, Mata gadis itu jelas melihat bahwa Wanita yang duduk di sana bukanlah Ratu Negara NC dan anehnya, semua orang malah berpikiran bahwa Wanita itu adalah Ratu Negara, Xu Yuanna, “Hmm, “ Angguk Zili mulai gemetaran, “ Dia Yu Yu.. Yuanna.” Jawab Zili bohong, menuruti perintah Putra Mahkota yang telah dibisikan sebelumnya.


Bisikan pelan terakhir ketika ia di tarik mundur ke belakang yang memerintahkan gadis itu untuk membenarkan setiap perkataan laki-laki yang kini berada di belakangnya.


“Hahaha..”


“Xu’i,” Panggil geram laki-laki tua di balik layar hingga terdengar suara tinjuan keras di kaca jendela mobil miliknya dari sana.


“Lihatlah Yuanna, Lihatlah dia, Kalian semua telah percaya bahwa aku telah melakukan kebohongan, bukan?, Kenapa tidak tangkap saja aku segera?, aku berada di dekat kalian, aku ada dimana-dimana, Di sampingmu adalah aku, di belakangmu adalah aku, aku juga ada di depanmu, Tangkaplah aku segera hahahahaaha.” Tawa Putra Menggelega penuh dengan kesombongan.


“ Sombong sekali kau boneka, Brengsek.” Maki keras Co Sien Ya lalu bergerak cepat menuju ke arah Guru Putra Mahkota dan Baaaaakkkkkk Memukulnya. “Matilah kau bocah sialan.”


“Hahahaha, Kalian Sampah, tidak berguna, kalianlah yang harusnya mati.” Hina Putra Mahkota bersamaan dengan tawa kesenangannya yang melihat musuh-musuh negara saling berkelahi di depan mata.


“Apa yang kalian lakukan, Bodoh?” Bentak keras Laki-laki tua, bertanya.


“Tentu saja menangkap keturunan sombongmu ini.” Jawab Mantan Ketua Klan Co, Co Tien Ya sembari memukul seorang Prajurit Musuh yang ia anggap sebagai Putra Mahkota.


Bakkk Bukkkk.. uhuk uhukk


“Xu’i, Sejak kapan kau selemah ini?” Tanya Guru Putra Mahkota yang telah berhasil menendang tubuh Co Sien Ya hingga laki-laki tersebut terpental menabrak dinding dan terjatuh lemah.


“Tidak ada habisnya, Kau kira kau bisa menipuku dengan topengmu itu, keluarlah Xu’i, Jangan sembunyi di balik topeng-topeng Tentaramu, Pengecut.” Bentak marah Mantan Ketua Klan Co yang melihat ada begitu banyak Putra Mahkota di sana dan semua yang ia lihat berbalik cepat menyerangnya. Mereka juga saling menyerang antara satu sama lain.


“Hahahahaha.”


Shisou,


Gumam Zili dalam hati, Sungguh gadis itu tidak memahami apa yang sedang terjadi malam itu.

__ADS_1


“Xu’iiiiiiiiii..” Teriak marah laki-laki dari balik layar robot di sana.


“Hahaha hahahahahahahahaha....” Tawa senang Putra Mahkota semakin menggema dan semua musuh di sana menganggapnya sebagai tawa senang pemimpin mereka.


__ADS_2