
Hari lagi dan lagi telah berlalu,
Sangat cepat hingga tak terasa tidur Lelap pun terasa Singkat.
Hal itu terjadi karena perasaannya sungguh tidak ingin jika waktu berputar dengan cepat.
Perasaan yang tetap ingin waktu berhenti berputar, menyebabkan waktu terasa begitu cepat berganti.
Berjalan keluar pintu kamar setelah sebelumnya membersihkan diri dibantu dengan beberapa pelayan wanita,
Memang, sejak ia datang lagi kekediaman Xu, semua kebutuhannya bisa dengan mudah didapatkan dengan bantuan para pelayan disana.
Pintu telah terbuka,
Memandang Lekat kearah kepala belakang seorang Laki-laki..
Mungkinkah itu Tuan, ..? Ataukah mungkin Shisou..?
Gumamnya dalam hati,
Yang mana saja, diantara mereka berdua sejujurnya menyenangkan hati gadis itu, hanya saja, entah mengapa dia lebih menyukai jika laki-laki tersebut adalah Tuan yang selama ini selalu membantunya ketika ia sedang dalam kesulitan dimasa lalu.
Ternyata baginya,
Laki-laki yang bisa diandalkan Lebih ia sukai dibandingkan laki-laki Tampan, seperti Wajah Asli putra mahkota.
Berjalan mendekati,
“Kau sudah bangun...?”
“Shisou..” panggil Zili kepada putra mahkota yang terlihat sedang membaca Buku bahasa Asing sembari sesekali menyeruput Teh Hijau dihadapannya.
Walaubagaimanapun, Teh hijau merupakan minuman yang bagus untuk meningkatkan daya ingat otak manusia.
Mulai berdiri “Bawa kemari.” Perintah putra mahkota kepada pelayannya.
Tersenyum Lembut memandang Gaun cantik yang sangat Cocok dikenakan Wanita miliknya, gaun berwarna Biru, menyesuaikan bentuk lekukan Tubuh, dengan Roknya yang Lurus dan tak mengembang sebetis kaki serta sesiku lengan itu membuat pesona wanita miliknya begitu mengagumkan.
Ditambah lagi dengan uraian rambut sepunggung tubuh yang tidak terikat, sungguh, putra mahkota berkali-kali Menelan Salivanya dan membuang wajah untuk tidak terus menerus memandang Zili.
Beberapa pelayan mulai berdatangan menghampiri mereka,
Membawa beberapa Seragam Didalam Plastik Putih bening untuk putra mahkota.
__ADS_1
“Ini...?” tanya gadis itu tidak percaya.
Mengambil salah satu seragam berwarna Kuning, “seragam Militer..” jawab putra mahkota, mengeluarkan seragam tersebut dari Pembungkusnya,
Dua helai Pakaian ia Angkat, satu buah celana polos hitam panjang, dan satu buah seragam Militer berbintang Lima, ia berikan kepada Zili. “untuk sementara waktu, “ masih tersenyum lembut setelah Zili menerima seragam dari tangan putra mahkota “kau akan menggantikanku untuk memimpin Kesatuan tentara Militer negara NC” lanjut putra mahkota mengejutkan Zili hingga detak jantungnya mulai berdegup tidak karuan.
**********
Telah mengenakan seragam Militer berwarna Kuning,
Telah selesai perjalanan Jauh dari Desa Xu barat menuju Desa Zin, Timur.
Telah sampai kesebuah pangkalan militer didesa Zin 1,
Ahhh,
Meskipun desa ini adalah Desa klannya sendiri, tetapi ia tidak ingat, kapan terakhir ia menapakan kaki didesa tersebut.
Tidak ada sesuatu hal yang spesial dari desa tersebut,
Hanyalah desa biasa, dengan rumah-rumah sederhana yang terbuat dari batu-bata.
Tidak ada penghasilan yang dapat diberikan oleh masyarakat desa Zin untuk negara, Rata-rata pekerjaan mereka adalah sebagai pegawai Bank Biasa, ataupun Kasir-kasir dipertokoan atau pusat perbelanjaan yang kebanyakan Dimiliki oleh Klan Xu, Ou, Ann dan Sun.
Bahkan Klan Lu dan Co juga sangat jarang memperkerjakan seseorang dari Klan Zin untuk menjaga Toko mereka, walaubagaimanapun Semua Klan sangat berkontribusi dalam membangun urusan Negara, Hanya saja, kebanyakan penduduk dari Klan zin hanya Bekerja serabutan, tidak seperti Klan Shen yang merupakan Penjaga keamanan negara.
Maka dari itu, kedua Klan tersebut merupakan Klan yang dianggap tingkat Bawah Oleh seluruh penduduk negara NC.
Padahal mereka juga sangat berkontribusi dalam Mengimbangi kehidupan negara dengan Tenaga dan kecerdasan mereka.
Memasuki pangkalan Militer, mobil yang mengantar putra mahkota dan Zili kini telah berhenti.
“Selamat datang Yang Mulia..” Sambut hacker kebanggaan negara, Zin Zilua, membukakan pintu mobil untuk putra mahkota tetapi sayang, setelah laki-laki tersebut keluar, dia menutupnya kembali.
Membiarkan Zili tetap berada didalam mobil padahal sebelumnya ia telah bergerak keluar dari sana.
Menghela nafas, mencoba untuk menahan rasa kesal,
Zili mulai meraih handle pintu. sebelum berhasil diraih, pintu telah terbuka kembali “ayo..” ajak putra mahkota, mengulurkan tangan agar Zili dapat meraihnya.
Pandangan gadis itu mulai melihat kearah raut wajah hacker kebanggaan putra mahkota yang tiba-tiba berubah menjadi Pucat dan menggigil.
Mungkin karena putra mahkota melirik tajam kearahnya karena telah lancang mengabaikan Istri laki-laki tersebut begitu saja.
__ADS_1
Menggenggam tangan putra mahkota, Dengan sepatu PDL Kulit hewan Asli berwarna hitam, Zili mulai menapakan kaki diatas rerumputan hias, halaman gedung utama pangkalan militer desa Zin.
Sungguh, terlihat sangat cocok sekali baginya untuk mengenakan seragam Militer dengan ikatan rambut Satu kebelakang, dan Pita-pita kecil yang menahan poni kearah samping.
Ini pertama kali baginya mengenakan seragam Militer Formal, setelah selama ini, hanya mengenakan Seragam Sekolah Militer desa Shen, dan juga seragam Militer Sekolah high raise ketika memasuki jadwal Praktek Seni bela diri, hanya saja, semasa belajar di sekolah kerajaan, ia belum sempat merasakan praktek belajar tersebut karena selalu dihalangi Murid-murid yang menjahilinya dimasa lalu.
Mulai menapaki kaki disalah satu gedung pusat militer.
“Yang mulia..”
“Yang mulia..”
“Yang mulia..”
Sambut begitu banyaknya tentara militer yang tadinya sedang Sibuk didepan layar komputer, mungkin, mereka adalah tentara inteligen.
“Kumpulkan Semua Perwira diruangan rapat” perintah putra mahkota kepada siapa saja yang bertugas untuk menyampaikan berita. Mulai menoleh kearah Zili “ada aku..” ucap putra mahkota kepada gadis itu “jadi tidak perlu khawatir..” lanjutnya mulai menenangkan Zili yang ia ketahui, saat ini sedang ketakutan dari Tangan gemetarannya yang digenggam oleh putra mahkota.
“baiklah shisou” angguk gadis itu mengiyakan.
Terus memasuki Lift, mereka telah berdiri didepan sebuah ruangan,
Memasuki ruangan tersebut, terlihat belasan Tentara dengan pangkat tinggi sedang berdiri menyambut kedatangan mereka.
Memberi penghormatan, “jangan melakukannya..” Larang putra mahkota ketika Zili, tadinya akan mengikuti gerakan hormat Para tentara Disana.
Tertegun “baiklah Shisou” jawab gadis itu begitu patuh.
“Penghormatan diterima” Ucap putra mahkota, semua orang terlihat menurunkan tangannya kembali lalu membungkuk memberi Hormat dengan rapi.
Melihat semua tentara membungkuk, Zili mulai mengikutinya “jangan menunduk” larang putra mahkota lagi kepada Zili yang merasa segan untuk tidak melakukannya.
Tertegun lagi “baiklah Shisou..” jawab gadis itu, sungguh begitu patuh kepada putra mahkota hingga laki-laki tersebut tersenyum tipis karena senang bahwa gadis itu ternyata sangat mematuhinya.
“Duduklah..” perintah putra mahkota kepada para bawahannya lalu Segera berjalan, mendekati dua kursi diujung meja yang telah disiapkan untuknya dan juga Putri mahkota.
Para tentara militer masih belum Duduk kembali karena putra mahkota masih belum duduk diposisinya.
Setelah melihat putra mahkota mendaratkan tubuh dengan baik dikursi nyamannya, semua orang mulai duduk kembali “mulai rapatnya” perintah putra mahkota kepada tentara Militer disana.
Rapat dimulai,
Sepanjang rapat, Zili hanya bisa tertegun khawatir mendengarkan rencana yang akan dilakukannya sebagai salah seorang tentara inteligen yang akan ditugaskan untuk mencari keberadaan musuh didesa Zin,
__ADS_1
Bahkan tidak ragu-ragu raja negara mengutus gadis itu untuk memasuki markas musuh Jika ada kesempatan,
Hal itu membuat kegeraman tersendiri didalam hati putra mahkota karena harus menerima bahwa istrinya akan berada dalam bahaya.