Greatest, Chasing After You : My Husband Is Not An Ordinary Villain - Season 5

Greatest, Chasing After You : My Husband Is Not An Ordinary Villain - Season 5
menahan amarah


__ADS_3

Angin malam berhembus membawa pasir merah mengikuti arahnya.


Tidak tampak pepohonan kecuali hanya ujungnya saja ditepi jurang, tampaknya saat ini posisi zili berada tepat diatas puncak bukit yang luas. Puncak tandus yang tak ditumbuhi pepohonan ataupun rerumputan.


Mengapa bisa demikian?


Mungkin saja keahlian tangan Klan Lu mampu membuat tempat yang sering digunakan untuk berpesta malam riah bersama tersebut terlihat seperti padang tandus asia barat.


Terlihat sangat jelas dari bawah, bulan begitu besar , bintang-bintang juga bertaburan diatas langit. Jauh dipandang mata terlihat begitu terang tak ada satupun pepohonan karena cahaya bulan yang menyinari.


Indah nya malam ditempat tersebut tidak diragukan lagi. Memang, puncak bukit milik Klan Ann tersebut merupakan salah satu tempat wisata bagi keluarga kerajaan serta orang-orang tinggi dinegara NC.


Pantas saja, orang yang belum pernah merasakan senangnya menjadi bagian petinggi negara NC seperti Zili tidak pernah melihat tempat tersebut sebelumnya.


“Aku hanya tidak menyukaimu” ucap Zili lirih, menghempaskan Tangan Pangeran istana dari bahunya. Mencoba berdiri, tetapi lagi-lagi pangeran istana menahan untuk kedua kalinya. Kali ini semakin keras dan Zili tidak mampu menghempasnya kembali. “tidak dengar ya! perlukah aku ulangi lagi kata-kataku” ucap Zili malas menatap mata Pangeran istana yang mungkin saat ini kemarahannya sudah memuncak.


“Hmmm” pangeran istana tersenyum nakal diiringi marah.


Zili terkejut “apa yang kau lakukan?” dia meronta-ronta berada diatas bahu pangeran istana yang telah mengangkatnya “lepaskan!” teriak zili memukuli punggung laki-laki itu. “lepaskan..


“Buka pintu” perintahnya kepada Lord breeder, laki-laki itu tampak enggan menuruti perintah pangeran istana. “kau tidak dengar?”


“Turunkan aku”


Merasa sangat menyesal membawa Zili kedaerah tersebut yang ternyata akan dipakai untuk berpesta, raja peternak ditambah menyesal terpaksa harus membuka pintu dengan darah yang mengalir ditubuhnya.


“Bukankah anda memiliki darah seseorang dari klan ann? Kenapa harus saya yang membuka....


“Kau berani menentang pangeran istana?” zin zi ruan,penasihat pangeran istana mulai membuka suara, menyela ucapan lord breeder yang sudah sangat kesal melihat perilaku pangeran istana.


Dengan terpaksa ia meletakan Ibu jarinya dilubang tengah pintu yang terbuat dari dinding tebal itu. Lampu panjang di tengah dinding menyala berwarna putih, warna khusus klan ann. Dan pintu terbuka...


Dengan langkah cepat pangeran istana membawa Zili masuk lalu menutup pintu kembali, tidak membiarkan seorangpun menyertainya.


******


Ruangan luas dan mewah, dengan interior mempesona. Bahkan lampu hias yang tergantung diatap ruanganpun terbuat dari emas. Serta lantai marmer dan dinding berwarna Putih menambah keindahan tersendiri ruangan tersebut.


Pangeran istana menghempaskan tubuh zili diatas sofa lembut berwarna coklat yang mengisi ruangan tersebut.


“Hanya karena.... akh...

__ADS_1


Pangeran istana meraih tangan Zili, menduduk gadis itu yang tadinya sedang terbaring lalu menarik rambutnya kebelakang hingga wajah Zili mendongak keatas, memaksa gadis itu untuk menatap matanya.


“terakhir kali digudang sekolah, kau masih bisa selamat karena Xu’i dan bawahannya menolongmu” senyuman liar memenuhi bibir pangeran istana “sekarang dia sudah tidak ada, mungkinkah kau bisa selamat?” lanjutnya lagi semakin menarik rambut Zili yang panjang, zili bahkan tidak mampu menahan tangan laki-laki tersebut meskipun telah menggunakan kedua tangannya.


“Kali ini salahku yang mana lagi” ucap Zili lirih menahan sakit “bukankah aku sudah jarang bertemu ibumu, juga tidak pernah mengganggumu, dan juga bukankah Putra mahkota telah pergi?, kenapa kau.... akhhh..


Pangeran istana melepaskan tarikan rambut zili, kali ini berpindah kerahang gadis itu, sakit, rasanya sangat sakit dipaksa mendongakan wajah hanya karena untuk menatapnya. “Aku hanya tidak menyukaimu yang lebih memilih orang lain dibandingkan denganku, terlebih lagi orang tersebut bukan berasal dari keluarga kerajaan...


“Lucunya...


Senyuman Zili membuat pangeran istana terkejut bahkan sampai melepaskan cengkramannya. “uhuk uhuk...


“Kau bilang apa?” pangeran istana berdiri tegak memandang zili yang sedang batuk kecil.


“Tidak perlu sekeras ini, tenang saja, aku akan menatapmu” ucap Zili sembari mendongakan wajahnya membalas tatapan pangeran istana. Tubuhnya gemetaran dan Matanya terlihat sayu, meskipun begitu tidak tampak Air mata didalamnya. “Aku bilang, kau ini sangatlah lucu jika menginginkanku hanya karena putra mahkota...


“Lalu...


Pangeran istana mulai duduk dimeja depan sofa, meja kaca jernih yang didalamnya terisi bebatu indah berwarna-warni. Zili menghela nafas, terpaksa mengikuti arah wajah pangeran istana yang tidak lagi berada diatas dan telah didepannya. “dimana bagian lucunya?” lanjut pangeran istana sembari melipat kakinya dan tersenyum Teramat nakal.


“Lucu saja seorang pangeran yang begitu terkenal menginginkan Wanita milik ora....


“Bagaimana kalau aku benar-benar menginginkannya!” bisik Pangeran istana, wajahnya telah berada tepat ditelinga Zili. Gadis itu tertegun, ia bahkan tidak berani sedikitpun bergerak.


Bukan tidak berani bergerak.


Hanya...


Pangeran istana ternyata telah menarik tubuhnya berdiri dari memeluknya erat “semua miliknya”


Perlahan-lahan dia membuka resleting Gaun Merah yang Masih zili kenakan.


“Jangan lakukan, aku mohon..


Teriak Zili tidak terima. Ia merasa resleting belakangnya hampir terbuka “kau benar-benar tidak tahu malu, shin’A”


“ohhh... biarkan saja...


Pangeran istana mulai merenggangkan pelukannya, menatap Mata Zili dengan senangnya, lalu meraih leher kanan zili dengan tangannya yang lebar, sementara tangan lain erat memegang Pinggang Zili.


Tangan zili berkali-kali mendorong tubuh pangeran istana namun tidak berhasil. Bahkan menghempaskan tangan pangeran istana yang memegang lehernya juga ia tidak mampu.

__ADS_1


Alhasil dia menutup wajah pangeran istana namun kedua pergelangan tangannya berhasil digenggam “dulu lebih baik orang lain yang melakukannya, tetapi sekarang, tampaknya aku sangat berselera”


“Kau gila, kita masih belum dewasa...


Teriak Zili tidak terima, bergerak meronta-ronta namun sia-sia.


“Hmmmm....


Pangeran istana semakin memperlebar senyuman nakalnya “kau tahu, bagi kelas khusus Sekolah high raise, ilmu kedewasaan sudah menjadi bagian dari mata pelajaran umum...


Zili menggertak geram “aneh,...


Dia diam sejenak, berhenti bergerak, nafas nya yang terengah-engah karena meronta sementara resletingnya yang telah terbuka setengah membuatnya semakin tidak nyaman “bagaimana caramu menangkap maksud pelajaran itu, kenapa kau malah salah mengartikannya. Padahal...


Air mata zili mulai mengalir.


Aliran yang begitu deras.


Beberapa detik kemudian ia kembali terperanjat saat pangeran istana menyentuh pipinya, mengambil air mata dengan jari telunjuk lalu memasukannya kedalam mulut.


“Padahal ilmu kedewasaan bertujuan untuk menekan emosi bukan?” pangeran istana melanjutkan perkataan Zili lalu meraih kembali kedua pergelangan tangannya “maka dari itu, saat ini aku sedang menekan emosi ku agar tidak marah dengan kesalahan yang telah kau perbuat kepadaku”


“Shin’A...


Zili mulai memejamkan Mata saat wajah pangeran istana mendekati wajah Zili.


hAaaaaa....


Terasa tarikan Tangan,


Haaaa...


“Shin jo...


“Berani sekali kau Shin’A” teriak seseorang sangat familiar.


“Sh... shi.. shin ji”


Zili membuka mata, ia telah berada disamping shin ji yang sedang menutup resleting gaunnya.


Ia membelalak mata ketika pelindung putra mahkota Shin Jo hampir memukul Pangeran istana dengan Kepalan tangannya tetapi pukulannya berhasil ditahan laki-laki tersebut.

__ADS_1


__ADS_2