Greatest, Chasing After You : My Husband Is Not An Ordinary Villain - Season 5

Greatest, Chasing After You : My Husband Is Not An Ordinary Villain - Season 5
Panggilan Kakek


__ADS_3

“Awalnya kukira anda adalah orang yang sangat angkuh” sambil berjalan, ketua Klan Co dengan jujurnya mengutarakan pandangan dan isi hatinya tentang Zili “pantas saja keluarga kerajaan sangat menyukai anda karena anda memang pantas untuk disukai” lanjut laki-laki tua tersebut berusaha mengimbangi langkah zili yang tidak terlalu lebar.


Seragam Sekolah Co berwarna Jingga menyeluruh hingga sampai kecelana yang ia kenakan bergerak perlahan-lahan terhembus kencangnya angin pagi itu.


Diluasnya hamparan halaman berumput hias depan sebuah rumah besar, Zili terus melangkah memikirkan sesuatu hingga seluruh tubuhnya gemetaran bahkan perkataan Ketua Klan Co pun sampai tak terdengar lagi saking takutnya ia jika putra mahkota akan meninggalkan dan membencinya karena telah berani mencintai laki-laki lain dibelakang laki-laki tersebut.


“Yang mulia...


Panggil ketua klan co kepada gadis yang masih terus berjalan dan tanpa sengaja langkahnya terhenti didepan tumpukan tumbuhan bunga soka berwarna merah muda dan jatuh tersungkur tepat diatasnya.


“Yang mulia..


Panggil lagi ketua klan Co mencoba membantu Zili yang tampak sedang kesulitan berdiri.


Mata gadis itu mulai berkaca-kaca, rasa takut bercampur rasa Malu yang tak terkira kini mulai menyelimuti hati.


Beruntungnya, ditempat tersebut hanya ada dia dan ketua klan Co saja, kalau tidak, mungkin kejiwaan gadis itu akan semakin tertekan.


“Yang mulia...


Lagi, panggil ketua klan co untuk kesekian kalinya “ada apa dengan anda?” tanya nya setelah Zili berdiri dan menghadapkan diri kearah laki-laki tua yang tampak sangat mengkhawatirkan keadaannya.


Mata zili yang berkaca-kaca mulai menatap mata ketua Klan co Dibalik kacamata.


Paham,


Tampaknya laki-laki tua tersebut sangat memahami keadaan Zili yang mungkin saat itu sangat takut membuka suara karena berada didalam pengawasan putra mahkota.


Laki-laki tua itu mulai mengambil buku catatan kecil dikantung celananya. Ia juga mulai meraih sebuah pena dikantung depan kemeja putih yang ia kenakan.

__ADS_1


Mulai menggerakan pena dengan tangan diatas lembaran kertas “ ANTING-ANTING DAN KALUNG ANDA ADALAH SEBUAH GPS CRAKER” dengan tanpa bersuara, ketua Klan Co menunjukan hasil coretan tangannya kehadapan Zili yang sontak terkejut dan memengang salah satu anting miliknya dan juga kalung yang melingkar dileher dengan tangannya yang lain.


Ketua Klan Co mulai mencoret Pena diatas lembaran kertas tersebut lagi “IKUTLAH DENGAN SAYA YANG MULIA, SAYA AKAN MEMBERIKAN KOTAK KEDAP SUARA AGAR YANG MULIA PUTRA MAHKOTA TIDAK MENDENGAR PERCAKAPAN KITA” Lanjut laki-laki tua tersebut lalu menunjukannya kembali kepada Zili yang langsung menganggukan kepala.


Aneh,


Zili bahkan tersentak penuh keterkejutan ketika laki-laki tua tersebut mulai melangkah menjauhi Rumah besar yang gadis itu kira adalah rumah laki-laki tua tersebut sebelumnya.


Tidak ingin banyak bertanya, Zili terus melangkah mengikuti laki-laki tua tersebut dari belakang, terus melangkah hingga laki-laki tua tersebut mulai memasuki sebuah rumah kecil yang kira-kira berada 100 meter jaraknya dari belakang rumah besar yang kini telah menghilang dari pandangan mata.


Gelap,


Bahkan penuh dengan barang rongsokan tidak terpakai,


Setiap orang yang datang kesana pasti akan mengira rumah tersebut adalah gudang tua yang tidak terpakai,


Terus memasuki gudang, ketua Klan co mulai berjongkok, meletakan ibu jarinya kesebuah pintu dinding diatas tanah.


Lagi,


Lampu Hitam dipertengahan Pintu mulai menyala, beberapa saat kemudian, pintu darah mulai terbuka, memperlihatkan sebuah anak tangga dan ruangan kecil yang diisi dengan empat buah komputer, sebuah laptop dan sebuah ponsel diatas meja panjang serta sebuah kulkas kecil yang berada ditepi ruangan.


Disana juga tampak sebuah ruangan lain yang tertutup, mungkin ruangan tersebut adalah ruang kamar milik laki-laki tua didepannya.


Mulai melangkah memasuki ruangan tersebut, pintu darah mulai tertutup, mengejutkan Zili yang sangat khawatir jika terjadi sesuatu kepadanya.


Bagaimana mungkin tidak khawatir?


Gadis itu saja baru mengenal laki-laki tua yang sedang mencari sesuatu dilaci meja panjang miliknya beberapa jam yang lalu, tentu saja hal tersebut membuat kekhawatiran tersendiri bagi dirinya sendiri.

__ADS_1


Zili mulai memandang Meja panjang yang terlihat memenuhi sisi dinding ruangan, diatas meja tersebut terdapat empat buah komputer yang semuanya tampak sedang menyala, juga ada sebuah laptop yang tertutup dan ada juga sebuah ponsel android bertipe sama dengan ponsel pemberian dari pangeran istana untuknya, hanya saja, tampaknya ponsel tersebut berbeda warna.


Terus mencari barang disetiap laci yang terlihat memenuhi sisi bagian depan meja, akhirnya laki-laki tua tersebut menemukan barang pencariannya, Sebuah kotak Tebal yang terbuat dari serat mineral bebatuan, mungkin bahan yang digunakan untuk membuat kotak tersebut adalah Acourete mat resin 2A.


Ketua klan Co menyodorkan barang tersebut kepada Zili, gadis itu tampak ragu-ragu tetapi ketua klan sepertinya memahami keadaan gadis yang sedang berwaspada itu.


Belum juga mengambil kotak pemberian Ketua klan Co, Laki-laki tua tersebut mulai mengambil Pistol Silver dari balik pinggang yang tertutup dengan kemejanya, memberikan benda tersebut kepada Zili untuk meyakinkan gadis itu bahwa dia bukanlah orang jahat yang akan menyerangnya.


Tidak ragu-ragu,


Zili yang memang pernah belajar menembak didesa Shen, dengan cepat meraih kedua benda ditangan ketua klan Co, dia mulai duduk dianak tangga dan meletakan kotak diatasnya tetapi tidak dengan pistol silver yang ia pegang.


Mulai melepaskan anting-anting dan Kalung dari tubuhnya, tanpa berucap sepatah katapun Zili memasukan kedua benda yang ternyata adalah Cracker pengawasan putra mahkota kedalam kotak tersebut, setelah itu menyimpan benda tersebut didalam kantung celana Sekolah teknologi yang kebetulan memiliki ruang yang cukup luas.


Gadis itu mulai berdiri “ketua klan co yang terhormat...


“Panggil saja aku kakek”


Pinta laki-laki pengguna kacamata tersebut.


“Kakek?”


“Bukankah kakekmu sendiri tidak mengakuimu sebagai Cucunya?” pertanyaan yang menyayat hati, saking piluhnya, mata zili bahkan mulai memerah tak tertahankan “awalnya aku kira karena sifat mu yang sombong menyebabkan kakekmu sendiri membencimu tetapi mungkin aku salah...


Jelasnya membuat getaran sendiri didalam hati gadis itu “mungkin terjadi sesuatu diantara kalian berdu....


“Ibuku berasal dari Klan campuran,” jawab Zili cepat sembari menghapus air mata dengan punggung telapak tangan yang memegang pistol berwarna silver “karenanya, sangat banyak warga desa Zin yang tidak menyukaiku, maka dari itu..


Dia menguatkan hatinya “kakekku mungkin juga tidak akan pernah menyukaiku” lanjut gadis itu lagi tersenyum getir menatap mata dibalik kacamata.

__ADS_1


“Kau adalah anak yang baik,”


Puji laki-laki tua tersebut, “aku bisa melihat perilakumu melalui CCTV sekolah” lanjut ketua Klan Co menegunkan Zili yang lagi dan lagi ternyata selalu berada didalam pengawasan. “aku akan lebih senang jika kau menganggapku sebagai kakekmu dibandingkan sebagai ketua klan Co yang sebenarnya berat aku terima” ucapan laki-laki tua tersebut sontak membuat Zili meneteskan air mata, tidak kuasa menahan rasa haru karena lagi dan lagi, sepertinya ia mendapatkan sesuatu yang berharga “itupun kalau kau bersedia menjadi Cucu laki-laki tua miskin sepertiku” lanjut laki-laki tersebut menghentikan tangisan Zili yang sontak terkejut ketika sebuah Infokus mulai menyala, memperlihatkan sebuah layar lebar dihadapan Zili, layar lebar yang sontak membuat gadis itu menggigil jatuh dan meneteskan air mata penuh dengan kepiluhan serta kesakitan yang luar biasa mendalam hingga seluruh tubuhnya mulai menggigil tak terkendali.


__ADS_2