
Cahaya matahari menambah suhu panas sore hari itu, padahal cahayanya tidak terlaalu terik seperti pada siang hari.
Memang Panas minyak Bumi sangat berpengaruh pada keadaan Cuaca, meskipun demikian, sengatan panasnya tidak sedikitpun mengganggu kedua orang yang saat ini saling bertatap mata.
Tersenyum Remeh, lagi dan lagi memang selalu menghiasi bibir putra mahkota, terlebih lagi jika berhadapan dengan sesuatu yang Mulai menantangnya.
Ya,
Walaubagaimanapun, laki-laki penggemar tantangan Tersebut Sangat menyukai jika ada orang yang ingin melawannya, meskipun demikian, tidak banyak waktu yang ia miliki untuk selalu bermain tantangan terlebih lagi saat ini, ia sangat ingin menghabiskan Waktu istirahatnya bersama wanita miliknya. “Konyol..” Ucapnya penuh keremehan “bukankah Wanitaku telah menerima tugas untuk melacak keberadaan musuh..?” ingatkannya lagi tentang perintah yang baru saja diterima Zili dihari yang sama “sudah menerima tugas, kenapa harus membebaninya lagi dengan Posisi Merepotkan dan bahkan hanya segelintir orang saja yang mampu melakukannya..?” Lanjut putra mahkota bertanya, ia Sungguh terlihat kesal karena Pihak Pemerintah, tidak henti-hentinya memaksa ia untuk terus bekerja.
Sepertinya penasihat raja mulai merasa Kasihan,
Ya,
Walaubagaimanapun, Keluarga kerajaan memang sangat membutuhkan Putra mahkota untuk menghentikan pergerakan Musuh yang akhir-akhir ini mulai mengancam ketenangan Negara.
Tidak seperti Fase-Fase sebelumnya,
Keadaan negara saat ini memang berada pada Fase mengkhawatirkan, Maka dari itu, hanya untuk sekedar beristirahat beberapa hari saja, memang harusnya sangat berat untuk dilakukan putra mahkota, terlebih lagi, dia merupakan Pusat pengendali Negara, dimana negara sangat bergantung kepadanya.
“Perintah dilaksanakan Tiga hari dari sekarang, sementara Besok..” menghela nafas berat “Seluruh pemimpin Militer akan mengadakan rapat, mengatur strategi untuk menyergap markas musuh yang saat ini telah diketahui keberadaannya.” lanjut penasihat Raja menginformasikan.
Mulai berbalik, “katakan pada Paman Shin..” mengantungi kedua tangan “Xu’i tidak akan pernah menyerah untuk beristirahat” lanjut laki-laki Tersebut mulai melangkah memasuki Asrama Putri, yang terlihat begitu banyak Murid-murid perempuan mengintip putra mahkota dari Balik jendela “Lakukan saja apapun itu sesuka hatinya” tambahnya lagi mulai berjalan dipertengahan barisan tentara yang telah menyingkir “Aku juga akan melakukan apapun sesuka hatiku..” terus melangkah dan melanjutkan kalimatnya dari Jauh “jangan berpikir untuk bisa mengaturku kembali” mulai memasuki gerbang Asrama putri, penasihat raja hanya bisa memandang kepergian putra mahkota dari jauh.
*********
Pintu Lift Terbuka,
__ADS_1
Mulai melangkah kaki keluar Lift, putra mahkota menghentikan kaki ketika Pelindungnya menghalangi langkah laki-laki tersebut.
Menunduk sejenak, lalu menghela nafas memandang putra mahkota “Maafkan aku,..” ucap pelindungnya merasa sangat bersalah tetapi tidak memiliki pilihan lain selain melakukan tugas sebagai salah seorang Prajurit negara.
Memasang wajah datar, memang setelah menghilangkan perasaan kesal karena sikap Keluarga kerajaan, putra mahkota tidak lagi memiliki keinginan untuk mengobrol dengan siapapun hari itu kecuali dengan wanita miliknya “bukankah Teman akan tetap menjadi teman meskipun telah berkhianat..?” Ucap putra mahkota mengejutkan Pelindungnya “mulai sekarang, aku hanya perlu mengurangi rasa percayaku kepadamu.” Lanjut laki-laki tersebut memandang mata Pelindungnya begitu datar. “ dibandingkan pertemanan, Aku setuju denganmu yang lebih mementingkan urusan negara, meskipun demikian, “ Mulai melangkah kaki hingga melewati Pelindungnya dan menerima papan kartu pembuka pintu milik Zili yang tadinya berada ditangan salah seorang penghuni asrama “Tetap saja aku tidak akan pernah mempercayaimu seperti sebelumnya.” Putra mahkota meninggalkan Pelindungnya menuju Pintu masuk Ruangan milik Zili.
Tersenyum bahagia “tidak masalah” berbalik memandang punggung putra mahkota “Asalkan aku tetap menjadi temanmu” lanjut laki-laki tersebut dari jauh, melihat putra mahkota mulai membuka pintu. “Bagiku tidak masalah dengan keputusanmu itu” menghela nafas lega, memandang putra mahkota yang telah menghilang memasuki Ruangan Wanita miliknya dan menutup pintu, pelindung putra mahkota mulai berbalik, dan melangkah.
“Harusnya aku saja yang Membawa wanitanya masuk tadi..” Menghentikan langkah, ia melihat penasihat putra mahkota berdiri didepan pintu Lift yang terbuka, dan kini mulai tertutup kembali.
Terkekeh pelan “sudahlah tenang saja..” ucap pelindung putra mahkota Shin ji sembari memeluk bahu Penasihat putra mahkota Sandi “pasti...” menekan tombol pembuka Pintu “Xu’i juga sudah memaafkanmu.”
Belum juga melangkahkan kaki mengikuti pelindung putra mahkota, “ aku..” menundukan kepala sangat ingin menemui putra mahkota “aku bahkan tidak bisa melindungi wanitanya, bagaimana mungkin dia akan memaafkanku...?” Lanjut laki-laki tersebut teramat merasa bersalah.
Terenyuh mendengar ucapan Penasihat putra mahkota “bukankah dia telah melukaimu..?” ucap pelindung putra mahkota mengingatkan “mungkin ia sengaja melakukannya untuk menghukum kebodohanmu saat itu, Paman..”Lanjut laki-laki itu menenangkan.
“Lupakanlah,” ucap pelindung putra mahkota sedikit kesal lalu melangkah kaki memasuki pintu Lift yang telah terbuka untuk kedua kalinya, setelah tadinya tertutup karena obrolan mereka.
********
Membuka mata,
Detak jantungnya tak henti-hentinya berdegup kencang ketika mengingat Tugas yang akan dibebankan kepadanya.
Mulai bangkit dan duduk diatas sofa tempat ia terbaring sebelumnya, lalu menoleh kepala ketika mendengar Suara Pintu tertutup “Shisou..” mata gadis itu berkaca-kaca.
Tersenyum lembut memandang Zili “ada apa denganmu..?” tanya putra mahkota mulai melangkah lebih cepat dari sebelumnya.
__ADS_1
Tertunduk ketika putra mahkota telah berdiri disamping depannya “bagaimana ini...?” tanyanya penuh kekhawatiran “mana mungkin aku bisa Memimpin Pasukan militer meskipun semenit saja..?” lanjutnya menanya, mengungkapkan isi hatinya yang begitu bimbang dan tak kuasa menahan rasa takut.
Mengelus kepala Zili yang telah menurunkan Kaki keatas lantai “tenang saja, “ucap laki-laki tersebut menenangkan sembari menarik kembali tangannya dari atas kepala Zili dan mulai duduk disamping gadis tersebut “tidak perlu khawatir, kau akan baik-baik saja” tambahnya lagi menguatkan Hati Zili.
Menggeleng kepala tidak percaya “mana mungkin, Shisou..”
“Bukankah berulang kali telah kukatakan padamu..?” Ucap laki-laki tersebut mulai mengingatkan “kau tidak perlu takut dengan apapun dan siapapun selama aku masih hidup” lanjut laki-laki tersebut, menyadarkan zili dari rasa takutnya.
Menoleh kepala, menengadah kearah wajah Putra mahkota “benar..” jawab gadis itu memandang mata gurunya, “bodohnya aku melupakan itu “ lanjut gadis itu mulai tersenyum senang dan menghilangkan rasa khawatirnya.
merasa ada yang aneh dengan hatinya, putra mahkota mulai berdiri.
“Aku lapar, bagaimana kalau kita keluar mencari makanan..?” tanya laki-laki tersebut mencoba mengendalikan diri dengan keinginan hatinya untuk mencium wanita miliknya.
Ya..
Walaubagaimanapun dia adalah seorang laki-laki, Pada dasarnya, kebutuhan Seorang laki-laki adalah Wanita, terlebih lagi jika wanita tersebut sangat Dicintai, pasti, keinginan hatinya akan Muncul dan membuat gejolak tersendiri hingga ia harus berusaha keras untuk mengendalikannya.
“Shisou, mungkinkah kau akan membantuku nanti...?” tanya gadis itu mulai berharap sembari memegang salah satu telapak tangan putra mahkota yang membuat laki-laki tersebut serba salah karena keinginannya yang masih belum berhasil ia kendalikan.
Menghempaskan tangan Zili hingga membuat gadis itu terkejut “aku tidak bisa membantumu..” jawab putra mahkota karena ia sangat mengetahui jika ia bergabung kembali, Semua bawahannya pasti tidak akan menganggap keberadaan Zili disana, yang lebih parah, mereka mungkin akan mengabaikan perintah gadis itu begitu saja “tapi aku akan mengutus Shi An untuk membantumu nanti” lanjut putra mahkota mengejutkan Zili hingga gadis itu membelalak mata.
Tuan.
Gumamnya dalam hati,
Antara senang dan kecewa, dia masih bingung untuk membedakannya.
__ADS_1