Greatest, Chasing After You : My Husband Is Not An Ordinary Villain - Season 5

Greatest, Chasing After You : My Husband Is Not An Ordinary Villain - Season 5
Texchi


__ADS_3

Suara lembaran buku terdengar ketika Zili mengganti lembaran halamannya.


Duduk menghafal tiap-tiap kata didalam kamus, gadis itu terlihat sangat fokus dalam berusaha.


Sesekali ia kesulitan membaca karena memang kadang kata-kata tersebut membingungkannya.


Hembusan angin AC lumayan membuat tubuhnya menggigil. Sesekali ia menghela nafas karena mulai lelah.


Belajar sendirian didalam perpustakaan Klan Ann, ia bahkan tidak sadar bahwa malam telah datang. Yang lebih parahnya, jarum jam telah menunjukkan angka 11 malam.


Jam tangan dari putra mahkota ia kenakan, setelah beberapa hari yang lalu sengaja dilepaskan.


Rasa rindu terhadap putra mahkota muncul kembali ketika gadis itu mulai memandangi jam tangan pemberian laki-laki tersebut.


Dia menghela nafas lalu menutup buku, setelah itu, ia merapikan beberapa buku diatas meja yang sebelumnya ia telah ambil untuk dipelajari lalu meletakkan kembali dirak buku.


Berjalan menuju pintu keluar, tak lupa ia mematikan AC yang masih menyala, juga mematikan kontak lampu dan mulai menutup pintu perpustakaan serta menguncinya.


Saaaaappp...


Bayangan hitam mengejutkan gadis itu yang tanpa sengaja menjatuhkan kamusnya.


“itu...


Suara seorang laki-laki terdengar menakuti Zili, karena gadis itu tidak sengaja melihat tiga orang berjubah merah dan mengenakan topeng yang mungkin terbuat dari ukiran kayu diwajah, sedang berdiri disamping gedung perpustakaan. ”mungkinkah masih ada orang disini?”


“ sudahlah kita kembali saja dulu..


Ajak seorang lainnya.


“Tidak bisa!” tolak seorang lainnya. “setidaknya, kalaupun bukan kamus, putri Klan ann juga tidak masalah”


Zili tertegun, kakinya mulai menggigil ketakutan.


Dia mulai meraih bukunya dan melangkah menjauh perlahan-lahan agar tidak diketahui.


“Bayangan...


Celaka


Gumam Zili langsung berlari kencang tak tentu arah.


“Ada orang...


“Sial kita harus menangkapnya, kalau ketahuan, bisa-bisa desa ini akan dijaga ketat...


“Cepatlah kejar...


Terus berlari menunju gerbang sekolah yang masih jauh terlihat dipandangan mata. Zili tetap bergerak sekuat tenaga. Setidaknya, jika ia bisa sampai disana, mungkin dia akan menemukan penjaga sekolah.


Hah...


Hah...


Nafas terengah-engah mulai terdengar, tubuh yang menggigil semakin terasa bergetar. Jantung berdegup kencang karena ketakutan.


Zili terpaksa menghentikan kakinya dilapangan bola voli depan bangunan sekolah ketika seorang laki-laki bertubuh gemuk dan tinggi menghalangi jalannya.


“Ketemu...


“Kau.....


Seorang lagi muncul, sepertinya ia mengenali zili sebagai putri mahkota negara NC.


“Dia memegang kamusnya..


Teriak seseorang lain yang baru saja muncul disamping kedua temannya.


Shisou.


Gumamnya menguatkan diri, lalu berbalik dan berlari lagi sekuat tenaga.

__ADS_1


“Cepat....


“Dia putri mahkota...


“Pantas saja larinya cepat, texchi..


Seru seorang dari mereka, sebuah benda berbentuk seperti drone terbang mendekat, ukuran yang lumayan sedang itu tiba-tiba berubah menjadi Robot burung merpati melayang.


Tampaknya keahlian Klan Co dalam membuat teknologi berhasil dia kuasai, hal tersebut dilihat dari Texchi, technology Xu-Co cooperation and high interaction yang sempurna, berhasil ia miliki.


Pemilik Texchi melompat menaiki robot tersebut, dua buah benda seperti tangan tiba-tiba muncul dari tubuh robot tersebut.


Benda yang masih menyatu dengan tubuh Robot burung merpati tersebut menggenggam kedua kaki si pemilik robot. “Kode name, pigeon zero nine - double yu’s detected” robot mulai bersuara, cahaya berwarna Biru terlihat menyala dibagian mata. Tampaknya pemilik taxchi tersebut berasal dari Klan Shen.


Berdiri diatas tubuh robot burung merpati sembari menekan sebuah tombol berwarna biru dikepala benda tersebut, beberapa detik kemudian, layar Transparan kecil terlihat.


“data system’s activated” lagi suara robot burung terdengar, kali ini bersamaan dengan gerakan cepatnya terbang diudara, mengejar zili yang telah berlari menghilang.


********


Lari yang cepat namun harus terhenti karena tembok yang menghalangi.


Zili, dengan segenap keberaniannya, mengarahkan Jam tangan milik putra mahkota yang ia kenakan keatas tembok.


Tiga jenis besi kecil keluar dari unjung tali, entah mengapa bisa terjadi, tetapi tampaknya besi tersebut berhasil merekat layaknya sebuah lem dibalik tembok dan membawa Zili naik keatas tembok tersebut.


“Enemy’s detected...


Suara robot sontak mengejutkan Zili, menggetarkan Jiwanya yang melihat seseorang sedang berdiri diatas sebuah robot terbang datang menghampirinya.


Itu...


Gumam Zili kebingungan karena memang tidak pernah mengetahui kecanggihan teknologi Klan co yang didukung oleh perusahaan Xu dan di sahkan oleh Ratu negara, selaku pemilik rancangan benda tersebut.


Teknologi diabad kecanggihan yang telah punah itu, sekarang berada didepan mata Zili yang masih berdiri diatas tembok sekolah peternakan.


Laju terbangnya yang semakin cepat, membuat Zili terpaksa melompat dari ketinggian karena tidak sempat mengeluarkan tali jam tangan.


Ucapnya memasrahkan diri melompat...


Haaaah...


Detak jantung semakin tak karuan, rasa takut kian menyiksa. Kaki yang menapak, jatuh terkilir sangat perih.


Zili..


tAk kuasa lagi untuk berlari.


“Apa yang kau lakukan baby?”


Suara seseorang mengejutkan Zili,


“Kau...


“Louise..


Jawab laki-laki berjubah hitam berdiri tersenyum dan memandang Zili yang sedang mendongakkan wajah menatapnya.


********


suara teriakan mengerang kesakitan terdengar.


“Baaakkkk...


Sebuah tendangan keras menjatuhkan pemilik robot mendarat diatas tanah, seorang laki-laki berjubah hitam lain tampak melompat diatas udara dan menaiki robot tersebut setelah berhasil menjatuhkan pemiliknya.


Pandang Zili yang tadinya mendongak kini mulai tertuju kesumber suara.


Terlihat dari kejauhan, perkelahian tiga orang laki-laki berjubah hitam melawan tiga orang laki-laki berjubah merah,


Mereka semua memakai topeng diwajah. Mudah saja, tidak sampai menunggu lama, ketiga laki-laki berjubah hitam berhasil meraih tangan musuh, memutar pergelangan tangan dan berhasil mengangkat serta menjatuhkan mereka keatas tanah secara bersamaan.

__ADS_1


Kuat sekali..


Gumam Zili yang menyaksikan secara langsung perkelahian didepan matanya.


Belum merasa lega, zili meraih kamus yang tadinya terjatuh, memeluknya lalu berusaha berdiri..


Laki-laki berjubah hitam mencoba membantu. “jangan sentuh aku “ tolak Zili, menghempaskan tangan laki-laki tersebut.


“Kalau aku tidak mau...


Gantian tolak laki-laki tersebut.


“Kau...


Teriak Zili geram yang saat ini telah berdiri mendorong Tubuh laki-laki yang berada disampingnya.


Dorongan Zili memaksa laki-laki tersebut melepaskan tangannya dari lengan atas gadis itu.


“Louise..


Ucapnya.


“Aku tidak ingin mengetahui namamu”


“Louise..


Tampaknya dia tidak peduli dan terus memberitahukan namanya.


“kubilang aku tidak ingin mengetahui namamu”


Ucap Zili marah, lalu melangkah kaki pelan-pelan.


“Louise..


“Kau ini...


Geram Zili yang kini melihat laki-laki berjubah hitam tak bertopeng berada didepan mata dan menghalangi jalannya.


“Kenapa kau kejam sekali kepadaku baby?”


Ucap laki-laki tersebut dengan senyuman manis yang mengejutkan zili.


Lagi, gadis itu merasa ada yang salah dengan jantungnya.


“Ehm.. ten.. tentu saja” jawab gadis itu membuang wajah karena degup jantungnya mulai berdetak tak karuan “itu karena kau telah mengambil ciuman yang harusnya aku berikan untuk suamiku,jadi menyingkirlah” maki Zili geram serta emosi ketika mengingat kejadian didepan gerbang desa ann 51.


“Bagaimana kalau aku menciummu lagi?” laki-laki dihadapannya mulai menggoda.


Zili menggertakan giginya semakin geram “kau..


Ucapnya penuh emosi “berani sekali kau melakukan itu...


“Bagaimana kalau aku berani?”


Bisik laki-laki yang wajahnya kini telah berada ditelinga kanan Zili.


Karena sudah tidak tahan, Zili yang baru saja mengingat cara menjatuhkan Orang dari perkelahian yang ia saksikan, mulai meraih pergelangan tangan laki-laki tersebut, memutar dan berusaha mengangkat tubuhnya.


Laki-laki yang menyadari perilaku Zili tersenyum senang, ia melemaskan tubuh lalu mendorongnya naik menggunakkan kaki dan berputar jatuh tepat dibelakang Zili.


“Berhasil...


Ucap Zili kegirangan karena mengira ia telah berhasil menjatuhkan laki-laki yang dianggapnya nakal tersebut keatas tanah.


“Aahhh...


Tapi sayang,


Laki-laki itu berhasil meraih tangan Zili, menjatuhkan gadis itu keatas tubuh dan memeluknya.


“Kau...

__ADS_1


“Waah benar sekali” dia tersenyum lucu “kau sangat menggemaskan ketika marah” ucapnya begitu senang.


__ADS_2