
Menghela nafas Lega,
Mulai berdiri dan berbalik arah,
Pengawal rahasia putra mahkota sepertinya mulai gerah,
Ketika merasa bahwa dia merupakan orang ketiga yang tak harusnya Ada disana.
Perlahan-lahan menjauhi mereka,
Memahami situasi bahwa junjungannya ingin berdua bersama wanitanya saja.
Tersenyum lega, menapaki kaki diatas texchi putra mahkota, laki-laki itu terlihat bahagia karena Junjungannya tak lagi Bersedih hati seperti sebelumnya.
Angin sepoi-sepoi memang paling bagus untuk menyejukan Tubuh.
Menerpa kulit hingga tak terasa lagi panas yang membakar hati.
Panas karena detak jantung yang terus memompa kencang hingga keringat dingin jatuh bercucuran.
Keringat dingin karena Cinta.
Keringat dingin karena gigilan tubuh yang tak kunjung berhenti gemetaran.
Ah...
Kebahagian yang tak terukur menghampirinya.
Melepaskan Ciuman,
Menundukan kepala.
Merasakan tubuhnya bergerak mendekati Tubuh putra mahkota,
Dekat dan berakhir masuk kedalam dekapannya.
“Aku merindukanmu..” ucapan putra mahkota membuatnya serba salah, karena Malu yang tak tertahankan lagi.
__ADS_1
Menggigit bibir bawah, membalas pelukan putra mahkota “haaa hiks hiks.. Shisou..” panggil gadis itu melepaskan kerinduannya karena memang ia tidak lagi pernah melihat wajah Asli putra mahkota dalam jangka waktu yang lama kecuali hanya dilayar televisi saja. “aku sungguh sangat merindukanmu..” ungkap gadis itu penuh dengan kerinduan.
“Itu artinya kita saling merindukan..” ucap putra mahkota mengingatkan gadis itu ketika mereka berdua berada didesa Ann.
“Hmm” Ucap Zili mengeratkan pelukannya didada putra mahkota “benar shisou..” lanjut ucap gadis itu.
Melepaskan pelukan untuk Zili, putra mahkota tersenyum meraih sesuatu dari kantung celananya “aku tidak tahu bagaimana seleramu..” mengeluarkan sebuah Kotak Perhiasan yang terbalut permata bening berbentuk bunga dipertengahan tutupnya.
Kecil memang,
Tetapi begitu indah,
Hanya kotaknya saja sudah mampu mempesona mata “shisou..” matanya mulai berkaca-kaca,
Ini pertama kali baginya mendapatkan Hadiah Ulang tahun dari Orang lain selain Ayahnya dan Ratu negara.
Membuang kotak yang begitu mewah dan mengeluarkan sebuah Kalung Putih tipis tak berbandul, tetapi dipenuhi dengan permata bening.
Kalung yang talinya terbuat dari kumpulan permata bening berwarna putih itu tampak mengkilat ketika putra mahkota memakaikan benda tersebut ke Leher wanita miliknya “cantik sekali..”
“Shisou, kau tidak boleh membuangnya..” ucap Zili dari jauh ketika meraih kotak yang tadinya dibuang oleh putra mahkota. “Sayang sekali,” ucap Zili membersihkan kotoran yang berada dikotak berwarna merah tersebut.
Mulai melepaskan kalung yang telah dikenakan laki-laki tersebut, membuat raut wajah kecewa putra mahkota terlihat jelas. “jadi kau tidak menyukainya ya..?” tersenyum pahit, mengingat bahwa hadiah mahalnya ternyata tidak mampu menyenangkan hati wanita miliknya.
Mulai melangkah mendekati putra mahkota. “bolehkah aku menukar barang ini dengan satu permintaan lain, shisou...?” tanya gadis itu, perlahan-lahan menghilangkan rasa kekecewaan didalam hati putra mahkota.
Tersenyum lembut menyingkirkan helaian rambut Zili yang terlepas dari ikatannya “tidak perlu menukar dengan apapun, ..” ucap laki-laki itu mulai membungkukan tubuh memandang dekat mata Wanita miliknya “kau hanya perlu mengatakan permintaanmu padaku, dan pasti...” memeluk wanita miliknya lagi “aku akan mengabulkan semuanya untukmu..” lanjut laki-laki itu menyayat hati Zili.
“Hiks hiks hiks..” mulai menangis memeluk putra mahkota, merasa sangat berharap pada laki-laki dihadapannya “shisou...hiks..”
“Hmm” jawab laki-laki itu mengeratkan pelukannya “kenapa kau menangis lagi...?” tanya laki-laki itu sangat tidak menyenangi ketika mendengar tangisan Wanita miliknya yang akan membuat hatinya sakit.
Mengeratkan pelukan “bisakah kau melepaskan shin’A dari hukumannya..?”
Terdiam,
Mata putra mahkota yang tadinya Lembut berubah menjadi tajam,
__ADS_1
Perasaan bahagianya berubah menjadi marah.
Melepaskan pelukan Zili tiba-tiba “ayo kita pulang “ ajaknya mengabaikan permintaan gadis itu, lalu meraih tangannya dan mengajak gadis tersebut menuju Texchi raja ular kobra yang berada tak jauh dari tempat mereka berada.
Tidak ingin melangkah kaki “kau bilang akan memenuhi semua keinginanku, iyakan shisou..?” mulai menagih janji, “bisakah kau tidak mengabaikan permintaanku..?” lanjut gadis itu menambahkan rasa emosi didalam hati putra mahkota.
Mengangkat tubuh Zili keatas bahunya, mengejutkan gadis itu “ Jadi kau mulai menaruh hati kepada Shin’A...?” tuduh laki-laki tersebut semakin mengejutkan zili yang berada diatas bahunya “biarkan saja dia mati agar perasaanmu kepadanya menghilang..” lanjut Ucap laki-laki tersebut sembari melontarkan senyuman penuh kepuasan dan melangkah kaki.
“Kau tahu shisou...” berusaha meyakinkan “ketika aku kecil, hanya Ibu yuanna sajalah yang selalu merawatku..” lanjut gadis itu “sekarang aku sudah besar,..” berucap diiringi tangisan sedih yang semakin menyayat hati putra mahkota “bisakah kau membantuku membalas budi baiknya..?” pinta gadis itu menghentikan langkah kaki putra mahkota “bukankah kau adalah suamiku, shisou..?” Melanjutkan kalimatnya “itu artinya hanya kaulah yang bisa memenuhi permintaan beratku ini..” tambahnya lagi sangat berharap putra mahkota mengabulkannya “aku akan melakukan apapun untukmu shisou, apapun itu permintaanmu akan aku lakukan, semuanya, “ memberikan penawaran yang sangat sulit untuk ditolak putra mahkota “aku juga tidak akan meminta apapun padamu setelah ini, tapi tolonglah Ibuku, shisou...” pinta gadis itu teramat memohon “sedikitpun aku tidak menaruh hati pada Shin’A, aku hanya hiks...” menghapus Air mata dengan cepat “aku hanya tidak ingin Ibu yang baru saja bisa kupanggil Ibu, merasakan sedih karena kehilangan putranya” tambah gadis itu lagi membuat putra mahkota menghela nafas berat lalu menurunkannya.
Memandang lekat mata gadisnya penuh dengan rasa kecewa “ kau sungguh ingin aku menolong Shin’A...?” tanya putra mahkota penuh dengan kepedihan.
“Hmm” angguk zili sangat yakin, anggukannya sungguh menyayat hati laki-laki dihadapannya.
Menggertakan gigi geram, menahan amarah “kau tahu, jika aku menolong Shin’A maka aku akan menjadi Putra mahkota lagi..” jelas laki-laki itu merasa berat menuruti permintaan Zili karena keinginan selama hidupnya akhirnya telah terpenuhi, akan menghilang lagi.
“Bukankah shisou adalah putra mahkota...?” tanya Zili keheranan “kalau shisou bukan putra mahkota bagaimana nasib negara NC nanti..?” pertanyaan gadis itu semakin menyayat hati putra mahkota “Shisou, ..” panggil gadis itu menengadah kepala, memandang wajah kecewa putra mahkota “hanya kaulah satu-satunya orang yang pantas memimpin negara ini karena kau adalah orang yang sangat hebat,” puji gadis itu tidak mampu membayangkan Jika negaranya tidak lagi memiliki Putra mahkota .
“Begitu ya..?” tanya putra mahkota tidak sedikitpun merasa senang.
“Hmm” angguk Zili “tentu saja karena semua orang membutuhkanmu, shisou, dan aku juga..” lanjut ucap gadis itu “kalau kau tidak ada dinegara ini, tentu saja aku tidak akan tenang hidup disini” tambahnya lagi “peperangan antar Klan akan terjadi dan tidak akan ada yang mampu menghentikannya kecuali kau, shisou..”
“Tapi mereka masih memiliki raja negara dan teman-temannya..”
“Shisou, mereka tidak lagi muda sepertimu,” jawab cepat gadis itu “tidak mungkin selamanya mereka akan Selalu Kuat karena usia mereka semakin hari semakin bertambah” lanjut jawab gadis itu “aku mohon shisou,..” pinta gadis itu begitu memperperih hati putra mahkota “jangan pernah berpikir untuk melepaskan jabatanmu karena hanya kaulah yang paling kami butuhkan dinegara ini..” Lemah, semua usahanya untuk melepaskan diri dari jabatan putra mahkota sia-sia.
Memandang Zili penuh dengan kekecewaan “tapi aku tidak akan memiliki banyak waktu Luang untukmu..”
Tersenyum lembut memandang putra mahkota “bolehkah aku memelukmu, shisou..?” tanya gadis itu meminta Izin.
Terkejut karena permintaannya “bodohnya, ..” Perasaan kecewanya perlahan-lahan menghilang “tentu saja kau boleh memelukku kapanpun kau mau..” jawab laki-laki tersebut yang langsung menerima pelukan dari zili.
Mengeluarkan air matanya “aku akan terus bersabar Shisou..” jawab gadis itu “aku yakin suatu hari nanti aku akan menerima hadiah besar dari hasil kesabaranku” ucapan gadis itu mengingatkan Putra mahkota dengan ucapannya sendiri “aku akan selalu menunggumu atau aku yang akan mendatangimu, lalu akan mencarimu kemanapun kau pergi nanti ketika aku memiliki waktu Luang” lanjut gadis itu lagi berusaha meyakinkan putra mahkota “aku akan mengikutimu, aku juga mau jadi pengawal pribadimu, shisou hiks...”mempererat pelukannya “aku akan selalu berada disampingmu ketika kau bekerja nanti, aku janji tidak akan mengganggu...” mulai melepaskan pelukannya “aku hanya perlu mengejarmu shisou..” lanjut gadis itu lagi memandang lekat mata putra mahkota, menengadah kepala “aku hanya perlu mengejar kemanapun kau pergi.”
Tersenyum lembut bahagia, “baiklah. “ jawab putra mahkota mulai meraih wajah Gadis dihadapannya “aku akan memenuhi permintaanmu” ucapnya sembari mulai mendekati Wajah gadis yang telah menutup mata.
Merasakan lagi lembutnya kecupan putra mahkota dihari yang sama.
__ADS_1