Greatest, Chasing After You : My Husband Is Not An Ordinary Villain - Season 5

Greatest, Chasing After You : My Husband Is Not An Ordinary Villain - Season 5
mencarimu


__ADS_3

“Makanan siap”


“Wahh, kau hebat sekali Lili,”


Terlihat seorang wanita muda sedang berjalan membawa mangkuk berisi sup Daging dengan tangan yang terbungkus sarung tangan kain.


Tak jauh darinya, duduk seorang wanita tua yang sedang tersenyum senang menanti kedatangan wanita itu.


Jauh dari luar kaca, terlihat gedung-gedung tinggi bercahaya, tampaknya saat itu mereka berada disalah satu ruangan sebuah apartemen lantai tertinggi.


Traaaaannnnkkkkkk...


Jendela kaca pecah,


Seseorang telah menerobos masuk kedalam ruangan tersebut.


Mangkuk sup daging jatuh dan pecah.


Seorang laki-laki berjubah hitam berdiri tepat didepan wanita muda.


“Nura...


Ucapnya dengan tubuh gemetaran dan air mata berlinangan.


“Si.. siapa kau?..


Teriak wanita tua terkejut hingga bergeser mundur menabrak dinding.


“Detected...


Ucap Wanita muda lalu tersenyum memandang laki-laki didepannya “Shi yun, aku merindukannya” lanjut wanita itu juga berlinangan air mata “Shi yun, aku ingin bertemu dengannya” tambahnya dengan mata berkaca-kaca “Shi yun, bawa dia untukku” pintanya dengan mata penuh kesedihan yang menggetarkan hati setiap orang yang melihatnya “Shi yun, tolonglah aku”


Shen Shi yun, laki-laki berjubah hitam mulai mengeluarkan pisau, tangannya yang gemetaran berusaha kuat untuk menggenggam benda tersebut.


“Aku hanya menginginkannya, kenapa kau harus membunuhku?”


Teriak keras Wanita muda itu “bunuhlah bunuhlah bunuhlah saja aku “ dia melentangkan kedua tangannya.


“Nura, maafkan aku...


“Jangan bunuh dia, aku mohon”


Pinta wanita tua yang tiba-tiba memeluk erat kedua kaki Shen shi yun. “aku mohon, aku tidak memiliki keluarga lain selain dirinya” pintanya semakin memelas.


Shen shi yun menunduk kepala, memandang wanita tua dengan mata sayunya “kau akan mati, organ dalam tubuhmu akan diambil secara paksa dan tubuhmu akan digunakan menjadi robot sebagai gantinya, seperti dia.....”


Shen shi yun berusaha meyakinkan wanita tua, tetapi tampaknya wanita tua tidak mempedulikannya. Dia masih memeluk kaki shi yun dan tak ingin melepaskannya.


“shi yun, aku menyukaimu,...


Ucapan wanita muda sontak membuat shen shi yun terkejut, tubuhnya semakin gemetaran hingga aliran air matanya semakin deras, “Shi yun, jangan bunuh aku..”


“Nura...”


“Shi yun, sadarlah, dia bukan nura...”


Seorang laki-laki lain menerjang masuk kedalam ruangan, dia adalah dewa kemenangan yang kini telah berdiri memandang wanita muda itu.


“Akkkhhhhhhh...


lemparan Pisau yang dilakukan laki-laki tersebut, mengenai tepat menembus ulu hatinya.


“Kenapa kau membunuhnya.?”

__ADS_1


teriak wanita tua tidak terima ketika melihat Oli mesin berwarna hitam keluar dari Tubuh wanita muda tersebut.


“Bersyukurlah karena robot peliharaanmu itu bukanlah tipe robot penyerang,” ucap Dewa kemenangan lalu menarik tangan shen shi yun yang masih terpaku diam membisu, menyaksikan kerusakan robot yang mirip dengan teman wanitanya dimasa lalu.


“Nura...”


“Shi yun sadarlah”


Buukkkk..


Kepalan tangan mengenai pipi shen Shi yun yang masih berlinangan air mata. “kalau kau lengah, mereka akan menangkapmu kembali” ucap dewa kemenangan sedikit emosi “kau mau Nura selamat atau tidak?” tambahnya lagi sontak menyadarkan Hiyun dari keterpakuannya.


“Sa’i..”


*********


Pagi yang cerah telah tiba.


Matahari pagi menyinari bumi.


Bersembunyi dibalik gumpalan awan putih yang kadang bergerak dibawa angin.


Pandang mata sayu, mata memerah, dan lingkaran hitam terlihat jelas dikelopak mata.


Masih jelas tersisa bekas tangisan karena perasaan bersalah gadis itu yang mengira bahwa laki-laki berjubah hitam adalah putra mahkota tetapi ia tidak menyadarinya.


Didepan gerbang sekolah, dipenuhi dengan siswa-siswi dan kadang beberapa guru yang berjalan hendak memasuki bangunan sekolah, Zili berdiri memeluk kamus dengan salah satu tangannya, menatap jauh keatas langit, memandang sebuah bintang yang masih terlihat dipagi hari itu.


“Shisou...”


Dilain tempat, Ditepi atap sebuah gedung tinggi, putra mahkota juga sedang berdiri menatap Bintang yang sama dengan bintang yang ditatap oleh Zili dipagi hari yang sama juga.


Matanya sayu, mungkin karena beberapa hari ini ia kurang beristirahat. “Tunggu aku” ucap laki-laki itu dengan matanya yang penuh dengan kesedihan.


**********


Hiks...


Shisou....


Panggil seorang gadis berkali-kali sembari berdiri diatas sebuah tembok belakang sekolah peternakan.


Dia telah menyimpan kamus ketika kembali kerumah dan datang lagi kesekolah mengenakan pakaian olahraga.


Memakai jam pemberian putra mahkota, malam itu, ia berencana mencari gurunya.


“Shisou..


Ucapnya menguatkan diri, mengulurkan tangan, mengeluarkan tali, melompati tembok, mendarat dengan sempurna dan berlari.


“Kemana?...


Ucapnya bergerak cepat dikegelapan malam pepohonan pinus.


Menghidupkan lampu jam tangannya dan terus berlari. “shisou...


Memandang kedepan, menemukan kandang ayam. “Shisou..


Masih menguatkan dirinya sendiri dengan mengingat Putra mahkota, gadis itu mulai berhenti ditepi Jurang terjang.


Dia mengingat, tempat tersebut pernah ia lewati ketika bersama putra mahkota yang saat itu sedang menyamar menjadi Sun Shin Sa’i.


Gadis itu mulai menuruni jurang menggunakan tali. Melompat, berayun, melepaskan tali, mengeluarkan kembali dan mengaitkan lagi kedahan pohon lalu berayun memanjangkan Tali jam tangannya.

__ADS_1


Berada ditambak kolam ikan, gadis itu berlari lagi menyusuri tempat yang pernah ia kunjungi.


Berdiri ditengah-tengah pepohonan tinggi, tempatnya pernah singgah memakan jagung. “shisou...


Teriaknya keras.


Nafas yang terengah-engah semakin membuat lelah tubuhnya.


Dia duduk menyandar pohon pasrah, berharap putra mahkota datang menghampirinya.


Dia mulai tersenyum getir menahan tangis, “hanya sebentar saja, aku mohon temui aku sebentar saja” ucapnya mulai meneteskan air mata.


“Kau...


Seorang laki-laki berjubah hitam tiba-tiba muncul didepan Gadis itu “apa yang kau lakukan disini?” sontak dia tersenyum senang dan kegirangan. Berdiri cepat lalu mencoba mendekati laki-laki itu.


“Shisou...


“Shisou?”


Tanya laki-laki itu kebingungan.


“Hmm..


Angguknya.


“louise Xu, bukan?” tanyanya penuh dengan harapan.


“Aku shen shi yun”


Jawabnya mengecewakan.


“bukankah Kemarin kau bilang namamu louise?”


Gadis itu terlihat begitu kesal mendengar jawaban yang tidak ia sukai.


“Aku memang suka mengganti nama”


“Aku mohon shisou, mengakulah...


Teriak Gadis itu penuh emosi.


Kerinduannya tertutup kekesalan yang begitu besar.


Laki-laki itu menghela nafas “kau ingat orang yang mengejarmu bersama putra mahkota didesa terisolasi,bukan?” ingatkannya “itulah aku” lanjutnya lagi.


Ucapannya semakin membuat gadis itu naik darah bahkan sampai berani menggenggam jubah yang dia kenakan dibagian dadanya “jadi kau yang meracuniku” teriaknya penuh amarah sembari mendorong Laki-laki itu.


“Haaa...


Laki-laki itu meraih kedua tangan gadis itu “aku tidak pernah meracunimu” ucapnya semakin mengejutkan gadis yang telah terbakar emosi.


“Jadi jarum itu...


“Itu hanya jarum bius biasa,” jawabnya cepat “siapa sangka malah mengenaimu” lanjutnya lagi melepaskan kedua tangan Zili dari genggaman tangannya “dan lagi, tampaknya kau sudah terbiasa dengan obat bius, mungkin karena dosis yang kuberikan terlalu rendah bagimu, jadi kau baik-baik saja”


“Baik-baik saja apanya...


Gadis itu mulai memandang tajam masih dengan penuh emosi “aku bahkan sampai tertidur hingga dua minggu lamanya dan guruku hiks... hiks..” dia mulai mengeluarkan air matanya lagi “dia ....


“Kau ini bodoh sekali...


Maki laki-laki itu kesal “gurumu putra mahkota bukan?” tanya nya memastikan tetapi gadis itu tidak menjawabnya malahan membuang wajah karena emosi. “Asal kau tahu saja, gurumu itu sedang melindungimu saat ini, dia yang meracunimu, dia juga yang memberikan penawarnya untukmu, kau itu....

__ADS_1


Dia menghentikan ucapannya “sama dengan Nura”


Ucapnya mengejutkan Gadis itu yang sontak memandang kearahnya.


__ADS_2