Greatest, Chasing After You : My Husband Is Not An Ordinary Villain - Season 5

Greatest, Chasing After You : My Husband Is Not An Ordinary Villain - Season 5
penolakan


__ADS_3

Haaaachiiii....


Haaaachiiii...


Berkali-kali mengeluarkan bersin, hidung Zili kini telah memerah.


Suara rintikan hujan diatas atap yang terbuat dari tanah liat terdengar tidak terlalu keras. Meskipun demikian tetesan hujan masih berjatuhan keatas tanah.


Duduk diatas teras rumah yang terbuat dari batuan granit. Meskipun hanya dilantai, tetap saja tidak membuat gadis yang telah memegang secangkir teh jahe merah itu menggigil kedinginan, karena meja penghangat dan Coat tebal milik Penasihat Putra mahkota telah menghangatkan tubuhnya.


Rumah yang terbuat dari bebatuan tanah liat tersebut terlihat sangat antik, meskipun demikian, keindahan Nuansa bangunan yang tampak seperti masa lalu tersebut membuat pesona tersendiri dipandangan mata.


Warna kuning bebatuan yang bahkan tidak menggunakan Cat pewarna dinding terlihat sangat jelas. Meskipun demikian, ntah mengapa bangunan tersebut terlihat begitu mewah.


Memang Keahlian Tangan Klan Lu dalam membuat desain bangunan, tidak diragukan lagi kehebatannya. Tak terhitung banyaknya uang yang didapatkan oleh penduduk klan lu dan yang dikeluarkan penduduk desa ann 51 hanya untuk membuat bangunan mempesona tersebut.


YA...


Mau bagaimana lagi,


Klan Ann memang salah satu penghasil Keuangan tertinggi dinegara NC dibandingkan dengan klan Lainnya.


Tak terhitung, berapa banyak daging, dan ikan berkualitas tinggi diekspor keluar negeri bahkan terkadang rasa dari daging yang di ternak oleh klan ann begitu nikmat karena suplemen dan vitamin buatan Klan sun yang memang sangat luar biasa efeknya.


“Sudah hangat?”


Tanya penasihat putra mahkota yang baru saja datang dengan Secangkir Teh Melati ditangannya.


Zili menganggukkan kepala mengiyakan, dia terlihat melirik sedikit kearah putra mahkota yang sedang duduk tepat disamping kanan yang sedang membaca buku dan memasukan kakinya kedalam meja Penghangat.


Kaos telah berganti menjadi kemeja, dan celana polosnya juga ikut berganti. Tampaknya putra mahkota lebih nyaman mengenakan Celana polos panjang biasa dibandingkan dengan celana jeans.


Terlihat, setiap kali ia bertemu dengan zili, celana hitam polos edisi terbatas yang terbuat dari serat kapas murni, selalu ia kenakan dan juga, seluruh desainnya juga terlihat sama tetapi sebenarnya berbeda. Terlebih lagi ketika mengenakan seragam kerajaan, celana polos memang membuat laki-laki tersebut nyaman untuk bergerak bebas.


Swiiiippp..

__ADS_1


Suara benda bergeser sontak mengejutkan zili. Ia melihat, dihadapannya terdapat sebuah kotak perhiasan mewah yang berisi kalung polos berwarna silver dengan bandul sebuah permata putih bulat yang sama warnanya.


“pakailah” suara wanita tua semakin mengejutkan Zili, gadis itu sontak menoleh kesumber suara yang berada tepat disamping kirinya.


“I.. ini..


“Pakai saja” lagi, gadis itu semakin dibuat terkejut ketika mendengar suara serentak empat orang laki-laki yang kini berada disekitarnya.


Putra mahkota menghentikan bacaannya, ia melirik sedikit kearah teman-temannya yang telah duduk berbaris disamping depan kanannya. mereka semua mencoba mengalihkan pandangan menghadap kehalaman rumah karena tidak ingin bermasalah dengan teman yang dianggap mengerikan menurut mereka.


Wanita tua yang sebelumnya berada di pintu gerbang Desa menyambut kedatangan gadis tersebut, meraih kalung lalu melingkarkannya keleher Zili “tolong jaga baik-baik dan jangan sampai hilang, mengerti?” pintanya menegunkan zili yang merasa khawatir tidak mampu menjaga barang tersebut.


Rambutnya yang telah kering, beterbangan terhembus angin. Belahan rambut samping, berponi panjang berserakan menutupi wajah.


Kalung telah terpakai bersamaan dengan tangan Zili yang telah menyingkap rambut kebelakang telinga.


Pesona wajah Gadis itu mulai terlihat anggun dari sisi samping, putra mahkota bahkan sampai terpukau melihatnya.


Begitu pula dengan ketiga temannya yang baru menyadari bahwa putri mahkota mereka sangatlah cantik.


“Ehmmm...


“Astaga, wanita, kau cantik sekali, pantas saja temanku ini tersihir oleh rayuan cintamu”


“Uhuk.. uhuk.. uhuk...


Ucapan pelindung putra mahkota shin jo yang sedang menepuk punggung putra mahkota sontak membuat Zili tersedak.


“Hoii... kau ini bicara......


“Rayuan?”


Sementara wanita tua tertawa geli dan pergi masuk kedalam rumah karena tidak dapat menahan lucunya melihat wajah putra mahkota yang memerah, perkataan putranya mulai disela oleh Zili karena kebingungan mengartikan Ucapan pelindung putra mahkota shin jo.


“Kau tidak tahu ya, temanku ini sangat menyukai.... emmmmm..emmmmm

__ADS_1


Belum sempat melanjutkan perkataan, pelindung putra mahkota shin ji telah menutup mulut saudaranya dan membawa ia masuk kedalam rumah.


“Maaf...


Ucap Zili menolak perasaan putra mahkota yang sedang menyamar setelah meletakkan cangkir diatas meja “aku..


“Aku belum mengungkapkan perasaanku”


Putra mahkota tampaknya sangat mengetahui bahwa perasaannya akan ditolak karena zili belum mengetahui identitas laki-laki tersebut yang sebenarnya.


“Mau mengungkapkan ataupun tidak, aku sungguh minta maaf, tetapi tuan, sungguh....


Mengetahui bahwa ia berada ditempat yang tidak tepat, penasihat putra mahkota segera berdiri, ia bersiul-siul kecil sembari menahan kepala dengan kedua telapak tangan yang disatukan lalu memasuki rumah. Dengan sengaja, meninggalkan putra mahkota dan Zili berdua saja.


“Ini pertama kalinya bagiku mengetahui bahwa ada seorang laki-laki yang menyukai diriku ini sebagai seorang wanita” lanjutnya lagi menunduk dan tersenyum sedikit karena senang “dari dulu aku selalu berpikir bahwa tidak akan mungkin ada seseorang yang menyukaiku, terlebih lagi, aku hanyalah wanita biasa yang bahkan penuh dengan kekurangan” lanjut gadis itu lagi masih tertunduk malu dan tidak ada sedikitpun keberanian untuk menoleh wajah kearah putra mahkota yang sedang membaca buku sembari mendengar perkataan gadis tersebut. “Terima kasih telah menyukaiku tuan meskipun tidak diungkapkan, itu saja sudah membuatku senang”


“Baiklah, baiklah aku menyukaimu” ucap putra mahkota dengan santainya.


“Tapi tuan, hatiku, jiwaku, bahkan apapun yang aku miliki, semua nya akan kuberikan kepada putra mahkota, karena sungguh, aku sangat menyukainya...


Putra mahkota mulai tersenyum lucu mendengar ungkapan istrinya “jadi tuan, mohon hilangkanlah perasaanmu terhadap.....


“Bagaimana kalau aku menolak?”


Sontak Zili terkejut ketika putra mahkota telah meraih siku tangan, memutar tubuhnya, memaksa gadis tersebut untuk menatap matanya setelah ia meletakkan buku diatas meja.


“Ak...


Ragu-ragu zili menatap putra mahkota,sesekali ia menunduk karena mengetahui degup jantungnya mulai bermasalah “aku tahu rasanya ditolak, karena putra mahkota juga pernah menolakku, tetapi tuan, sungguh, anda tidak memiliki sedikitpun harapan terhadapku karena aku sudah menikah dengan laki-laki yang aku cintai, meskipun saat ini cintaku masih bertepuk sebelah tangan....


“Kapan putra mahkota menolakmu?”


“Ketika didesa terisolasi, aku pernah mengungkapkan isi hatiku, dan dia menjawab maaf, “ jawab Zili masih tidak ingin menatap putra mahkota yang juga masih menggenggam siku tangannya “tetapi aku masih memiliki harapan sementara anda tuan,maaf, sedikitpun tidak terpikirkan bagiku untuk berselingkuh karena cintaku yang begitu dalam,” zili menarik nafas, lalu memberanikan diri menatap putra mahkota “tuan, aku tidak ingin menyakiti anda maka dari itu, lupakan lah perasaan anda untukku”


Putra mahkota tersenyum tipis “biarkan saja”

__ADS_1


“Haaaaa...


“Biarkan saja aku menyukaimu” laki-laki itu mulai mengembangkan senyum lembutnya “karena menyukaimu, aku sangat bahagia” ungkap putra mahkota semakin membuat Zili merasa bersalah.


__ADS_2