
Memasuki ruangan,
Diikuti oleh Shen Shi Yun yang langsung berdiri menjaga pintu, Terus melangkah hingga telah sampai di hadapan Pangeran Xu, “ Aku sudah menyelesaikan tugasku.” Putra Mahkota melempar sebuah dokumen ke atas meja di depan saudaranya tersebut. “Pimpin perusahaan dengan baik selama aku pergi!.”Perintah laki-laki tersebut mulai berbalik dan melangkah kaki kembali.
“Xu’i, kau benar akan menjemputnya..?.”Tanya Pangeran Xu terlihat sekali raut kecewa diwajahnya.
“Bukan urusanmu.”Jawab Putra Mahkota ketus masih terus melangkah kaki menuju pintu keluar ruangan Pangeran Xu.
Terus melangkah diikuti oleh Shen Shi Yun dan dihormati semua orang yang berada disekitarnya, Putra Mahkota mulai tersenyum ketika mendengar suara Zili dari balik headset miliknya. “Tunggu aku.” Ucap Laki-laki tersebut melepaskan Setelan Jasnya dan memberikan benda tersebut kepada Pengawal Rahasianya, Shen Shi An. “Sudah kau persiapkan..?.” Tanya Putra Mahkota kepada laki-laki yang juga mengikuti langkahnya beriringan dengan langkah Shen shi yun.
“Ya Yang Mulia.”
********
Menguatkan diri.
Gadis itu mulai bangkit dan berdiri namun pandangannya mulai samar dan juga gelap.
Dia tersenyum tipis lalu..
Bukkkkk..
Jatuh ke atas rerumputan liar di Taman dan tak sadarkan diri lagi.
*********
Suara keributan terdengar begitu panik, bau obat tercium menusuk ke rongga hidung dan ia tidak menyukainya.
Perlahan-lahan membuka mata.
“Keracunan makanan.” Suara seorang perawat terdengar panik melaporkan keadaan para pasien yang tiba-tiba jatuh tergeletak di Taman Kantin karena ulah Zili.
Gadis tersebut sepertinya memang sengaja menyebarkan bakteri di Kantin agar setiap makanan di sana terinfeksi bakteri melalui udara. Dan tampaknya sebelum melakukan aksinya, gadis tersebut telah meminum obat antibakteri terlebih dahulu hingga kekebalan tubuhnya tetap terjaga meskipun di awal-awal ia juga harus merasakan efek dari bakteri yang ia sebarkan.
“Haa... “ Ucap Zili terengah, berpura-pura kesakitan. ”Perutku sakit sekali, aku ingin ke kamar mandi.” Keluh gadis itu memainkan perannya sembari meletakan tangan ke dalam kantung celana dan merobek plastik kecil yang berisi bubuk bakteri di dalamnya lalu menggenggam bubuk yang telah keluar dari bungkusnya tersebut hingga teroles memenuhi telapak tangan Zili.
__ADS_1
“Kau sudah sadar...?.”Tanya seorang perawat dengan cepat mendekati gadis itu dan membantunya bangkit.
Menarik nafas panjang agar terlihat sedang kesulitan bernafas. “ kamar mandi.” Ucap Zili mengulang perkataannya.
Meletakan tangan Zili di bahunya, “ Baiklah aku akan membantumu kesana.” Perawat tersebut mulai menopang tubuh Zili dan membawa gadis itu masuk ke kamar mandi.
Sementara sedang berjalan tergopoh-gopoh, Zili dengan sengaja mendekatkan Telapak tangan yang berbakteri ke arah hidung Perawat yang menolongnya, hingga setelah memasuki ruangan toilet, Perawat yang membantunya tersebut mulai merasa pusing dan tiba-tiba saja menutup mata tak sadarkan diri, saking kuatnya efek dari bubuk bakteri yang ia terima.
Tidak ingin menyia-nyiakan waktu, Zili segera menukar pakaian mereka, “ Tolong bantu aku, dia pingsan lagi.” Teriak gadis itu setelah semuanya selesai dan membuka pintu toilet, melangkah keluar memanggil beberapa orang untuk membantunya mengangkat perawat yang telah tak sadarkan diri di sana.
Menghela nafas lega ketika perawat tersebut telah berbaring di atas kasur tempat ia berada tadinya, Zili mulai berjalan, berpura-pura panik untuk menemukan Tubuh Kepala Keuangan terbaring.
Itu dia.
Gumam gadis itu dalam hati ketika menemukan laki-laki yang ia cari sedang terbaring tak sadarkan diri dan dalam perawatan seorang perawat. “ Bagaimana keadaannya..?” Tanya Zili terlihat berpura-pura panik sembari mendekati tubuh laki-laki tersebut dan mengambil ponsel di kantung jas laki-laki tersebut secara diam-diam ketika perawatnya berbalik kemudian memasukan benda tersebut ke dalam kantung pakaian yang ia kenakan.
“Belum membaik juga.” Jawab perawat di dekat Zili sembari mulai menyuntikan sesuatu ke kulit tangan laki-laki tersebut.
“Mungkinkah yang lain juga sama..?” Tanya Zili berpura-pura khawatir, “ Aku akan memastikannya dulu.” Lanjut gadis tersebut mulai melangkah pergi meninggal mereka dengan membawa ponsel laki-laki tersebut.
********
Tetap menyelam di luar kapal Induk, menunggu kedatangan Zili membuka pintu tersebut.
Para anggota yang bertugas menjalankan misi tersebut terlihat berenang menjauhi pintu, mencegah kemungkinan musuh yang datang ataupun pergi dari kapal tersebut secara tiba-tiba, menemukan keberadaan mereka sembari bergantung pada dinding kapal yang terlihat melengkung.
Mungkin karena Kapal selam tersebut berbentuk bulat maka dari itu Langit di dalamnya juga terlihat seperti langit bumi yang melengkung.
Sesekali, beberapa orang dari mereka terlihat saling menggenggam di dalam ketenangan air laut ketika melihat hewan buas dari jauh. Hewan buas lautan yang tidak akan mungkin berani mendekati kapal karena obat pengusir binatang buas yang tampak menggantung di beberapa bagian dinding kdan juga terkait dipinggang masing-masing penyelam disana.
Lumayan menunggu lama.
Pintu akhirnya terbuka,
Sebuah kapal Roll-V keluar dari kapal dan saat itu tampak seperti sedang mencari sesuatu.
__ADS_1
Zili.
Gumam dewa kemenangan dalam hati lalu perlahan-lahan mendekati Kapal yang tampak bergerak lamban tidak seperti kebanyakan kapal yang telah keluar masuk dengan bergerak cepat menyusuri kedalaman air laut yang sangat gelap tersebut.
Paaakk..
Dewa kemenangan tiba-tiba muncul di kaca kapal, tepat di hadapan Zili sehingga membuat gadis itu sontak terkejut dan mengira bahwa laki-laki itu mungkin adalah hantu laut.
Saling memberi isyarat dengan anggukan kepala karena tidak bisa saling berbicara. Semua orang mulai memasuki ruangan yang memiliki hembusan angin kencang sehingga hanya sedikit saja air laut yang bisa memasuki tempat berlorong panjang ke atas tersebut, dengan bergantung pada dinding kapal yang dikendalikan oleh Zili dan saling membantu masuk ke dalam.
Kemudian setelah berhasil menapakan kaki di lantai Licin ruangan yang mungkin terbuat dari pipa di samping kapal Roll-V , semua orang mulai melepaskan tabung udara dan membuangnya keluar pintu lalu menaiki kapal yang atap kacanya telah terbuka.
Tidak cukup,
Saking sedikitnya kursi di kapal. Semua penyelam yang telah membuka peralatan mereka dan hanya menyisakan pakaian menyelam serta sebuah tas anti air yang berisi pakaian biasa terpaksa harus duduk saling berpangkuan.
Tersenyum nakal, “ Kau denganku!.”Perintah Pelindung Putra Mahkota Shin Ji sembari menarik tangan Putri Keagungan hingga membuat gadis itu tersipu malu.
Karena tidak saling menyukai, Putri Kelincahan lebih memilih untuk duduk di pangkuan Penasihat Putra Mahkota dibandingkan harus duduk di pangkuan saudaranya sendiri pada kursi bagian belakang kapal, tepat di samping Pelindung Putra Mahkota Shin Ji dan Putri Keagungan berada.
Dan Dewa Kemenangan yang juga tidak menyukai saudaranya tersebut, berakhir dengan memberi pangkuan kepada Pelindung Putra Mahkota Shin Jo.
Setelah semua orang telah memasuki kapal, Benda tersebut mulai bergerak naik keatas.
“Bagaimana detak jantungmu..?.” Tanya Pelindung Putra Shin Ji sedikit menggoda Putri Keagungan.
Gugup serta kebingungan, karena detak jantungnya memang selalu memompa kencang ketika mendengar ucapan aneh Pelindung Putra Mahkota Shin Ji yang akhir-akhir ini sering kali terdengar olehnya. “ Ma.. ma.. maks..
“Aish..” Belum selesai menjawab pertanyaan, Kapal telah mendarat di Taman. Membuat Pelindung Putra Mahkota Shin Ji sedikit mengeluh karena menurutnya menyebalkan jika hanya sebentar saja memangku tunangannya.
Menghela nafas sedikit lega karena detak jantungnya mungkin akan normal kembali, Putri keagungan mulai bergerak berdiri namun sayang tangan Putra Mahkota Shin Ji dengan cepat memeluk erat tubuh gadis itu dari belakang. “ Shi.. Shin Ji.” Panggil Putri keagungan merasa aneh dengan perilaku tunangannya.
“Kenapa aku merasa mendengarkan detak jantung dari tubuhmu..?.” Tanya Laki-laki tersebut sontak mengejutkan Putri Keagungan yang langsung melepaskan tangan tunangannya dilingkaran tubuh dengan paksa.
“Kau ini bicara apa..?.” Jawab gadis itu menyembunyikan kegugupannya lalu keluar dari Kapal meninggalkan Pelindung Putra Mahkota Shin Ji yang saat itu terlihat kebingungan.
__ADS_1
“atau aku salah mendengar..?”Tanya laki-laki tersebut pada dirinya sendiri kebingungan lalu keluar dari kapal menghampiri teman-temannya yang telah berkumpul.