Greatest, Chasing After You : My Husband Is Not An Ordinary Villain - Season 5

Greatest, Chasing After You : My Husband Is Not An Ordinary Villain - Season 5
Perlu Ketenangan


__ADS_3

Satu,


Dua,


Tiga,


Empat,


Lima,


Bergerak cepat mendekat,


Lima orang gadis dengan seragam berbeda warna tampak berlari menghampiri Zili.


Kecepatan, kekayaan, ketelitian, dewi perang dan teknologi.


5 Putri dari setiap Klan telah diutus untuk ikut andil dalam Tugas penyelamatan Putra Mahkota hari itu.


Semua langkah kaki terhenti tiba-tiba ketika melihat puluhan pisau mengelilingi tubuh Putri Mahkota Negara mereka.


“Dia mengendalikannya?” Gumam Putri Kecepatan, Sun Li Yunna tidak percaya dengan pemandangan yang dilihatnya.


Begitu pula dengan Putri-putri Klan lain yang memiliki gelar kehormatan negara.


Mereka tampak menghentikan langkah kaki dan hanya berdiri di atap gedung sedikit menjauhi Zili karena takut akan bahaya.


“Hoi kacamata” Panggil putri ketelitian kepada sepupunya yang tampak diam dan memejamkan mata sembari berusaha keras memfokuskan diri menguasai texchi-texchi pisau milik Putra Mahkota.


Tetapi sayang, gadis itu tampak mengabaikan panggilan dari sepupunya tersebut.


Ia mulai menekan tombol di jam tangan untuk mengaktifkan sistem perintah dan membuka mata.


Di layar jam tangan yang ia kenakan mulai muncul sebuah gambar kompas yang bergerak.


“A1, A2, A3, semua texchi huruf A menuju Ke arah timur, B tenggara, C selatan,..” Gumamnya mulai menghitung lalu menggerakan tangan ke samping hingga jarum kompas menunjuk ke arah utara, kemudian menarik tangan ke belakang lalu dengan cepat bergerak maju ke depan, setelahnya beberapa pisau berukirkan huruf G mulai meluncur cepat menuju orang-orang di bawah gedung tempat gadis itu berada.”C-TExchi.” Panggil gadis itu mulai mengantungi tangan yang mengenakan jam tangan pemberian Putra Mahkota.


Setelah Texchi Bangau Sakti miliknya datang, ia menaikinya lalu texchi mulai mengudara.


AAaaakkhhhh...


Texchi-texchi yang dia perintah mulai menyerang secepat kilat hingga kadang tak tersadari kedatangannya.


Dan Zili menyaksikan sendiri betapa mengerikannya benda itu setelah melihat belasan orang jatuh terkapar terkena tajamnya sisi pisau dan runcingnya ujung pisau tersebut.


Cuupppp...


Sebuah Peluru tiba-tiba muncul melesat dari arah barat,


Seorang sniper tampak sedang membidik Zili dari kejauhan atap gedung.


Tanggggg..


Gadis itu mulai menggerakan tangannya cepat dan berusaha menenangkan diri untuk berkonsentrasi,


Meskipun sedikit kesulitan tetapi dia berhasil menghalangi peluru mendekat dengan menggunakan beberapa pisau texchi yang mengelilinginya.


Walaubagaimanapun dia masih pemula dan belum bisa menguasai texchi pisau Putra Mahkota dengan cepat dan lincah.


Baginya dibanding memberikan Perintah dengan suara yang membuat dirinya sendiri bingung, ia lebih memilih memberikan perintah dengan gerakan tangan.


Petunjuk kompas menuju ke arah barat, gadis itu mengulangi perintah, “E2.” Perintahnya kali ini dengan menggunakan suara, meskipun sebenarnya masih sangat kesulitan melakukannya.


Sebuah pisau berukirkan huruf E2 mulai bergerak cepat menuju barat dan menyerang target.


Akkkhhh...


Teriakan kesakitan terdengar menggema karena pisau dengan cepat menyerang bagian wajah sniper musuh di sana.


********


Satu persatu Perintah mulai diserukan,


Dewa Kemenangan menapakan kaki di atap kapal bersama dengan laki-laki dewasa yang tak lain adalah penasihat Raja Ou natto,


Ratusan tentara berdiri di depan kedua orang tersebut dengan senjata mereka masing-masing.


Duaaaaammmm...


Duaaaammm...

__ADS_1


TAaaaakkkk...


Dooorrrrrr...


Para Tentara Militer mulai berhamburan menyusuri setiap wilayah kapal setelah tugas dibagikan.


Ledakan demi ledakan terjadi, dan terdengar menakutkan.


Para musuh mulai keluar dari sarang mereka dengan hati-hati.


Tembakan kadang melesat cepat dari dalam gedung, mengenai beberapa Tentara Militer yang berjalan tak hati-hati.


Ratusan robot-robot manusia juga tak kalah meramaikan ketegangan saat itu.


“Putri Klan, Terobos masuk gedung berkubah.” Perintah Dewa Kemenangan terdengar dari balik headset milik Putri utusan setiap Klan.


Tidak lagi memperhatikan Zili yang masih melayang di udara sembari melancarkan pisau-pisau texchi, mereka bergegas menuruni gedung dan berusaha menerobos masuk ke dalam namun langkah mereka terhenti ketika dua orang laki-laki tua mulai keluar dari gedung tersebut.


Dua laki-laki tua yang memiliki keahlian seni bela tinggi, Guru Putra Mahkota, Go Alfa dan Mantan ketua Klan Co, Co Tien tampak berdiri menyambut kedatangan putri-putri utusan Klan dari gedung tersebut.


Cuucuuuucucupp..


Takkkkk...


Pisau yang tajam berhasil di tendang dengan sepatu kulit yang dikenakan Guru Putra Mahkota, Go Alfa.


Satu persatu, manusia asli berhamburan keluar dari dalam gedung membawa senjata dan bahkan beberapa dari mereka yang bertubuh tegap tinggi menyerang para Putri Utusan Klan.


Gedung berkubah dijaga begitu ketat,


Cucuucuppp..


Aaaakkhhhh...


Sesekali pisau-pisau melesat cepat, membantu para Putri utusan Klan menghindari tembakan musuh.


Berkali-kali pisau, Zili tujukan ke arah dinding kaca gedung,


Berharap kaca pecah dan gadis itu bisa masuk tanpa melalui pintu utama.


Namun sayang, Dinding kaca yang tebal tak akan mudah pecah hanya menggunakan pisau saja.


Peluru meluncur kembali..


Tankkk.....


Pisau Zili berhasil menghalangi peluru dari seorang sniper mendekatinya.


Akkkkkhhhh...


Peluru dibalas pisau,


Suara teriakan akibat pisau yang meluncur cepat mengenai tubuh Sniper terdengar ikut menegangkan suasana hari itu.


Baaaakkkk ..


Bukkkk...


Akkkkhhhh..


Satu persatu Putri Klan terhempas jauh menabrak pohon, dinding, tiang listrik dan lainnya.


Tidak seorangpun dari mereka berhasil menyentuh kulit guru Putra Mahkota.


Tetapi Satu persatu musuh lemah berhasil Zili lumpuhkan dengan pisau-pisaunya hingga tersisa dua laki-laki tua dan Shen Shi Yun yang terus bergerak meraih pisau-pisau texchi dan membuang baterai di dalamnya.


Semakin sedikit pisau yang dimiliki gadis tersebut, semakin harus ia menapakan kaki ke tanah dan berhadapan langsung dengan guru Putra Mahkota.


*********


Raja Bayangan tampak berjalan menuju ke ruang tempat berkumpul para petinggi kerajaan, Diikuti oleh para Ketua Klan.


Pintu terbuka,


Para Menteri Negara mulai berdiri memberi hormat, lalu duduk kembali di kursi tangga setelah Raja Bayangan menuruni anak tangga menuju ke podium utama di sana bersama dengan Para ketua Klan yang masih mengikutinya,


Drrrtttttdrrtttttt..


Mereka mulai menghentikan langkah kaki karena junjungan mereka yang memberikan perintah.

__ADS_1


Ponsel yang bergetar di kantung seragam Klan Xu, diraih Raja Bayangan.


Sebuah pesan ia terima.


Sungguh laki-laki itu membelalak mata.


Tapi dia tersenyum senang, kemudian mengirim ulang pesan tersebut untuk seoraang lain yang berkontak nama,SHIN.


Braaaaakkkkk..


Semua penghuni ruangan kini di buat terkejut, Para Tentara Militer tiba-tiba menerobos masuk,


Bukan,


Mereka bukan lagi Tentara Militer Negara, melainkan musuh dan pengkhianat negara.


“Menyingkirlah dari Istana,”


“ Hmm Kenapa?” Tanya Raja Bayangan kepada seseorang yang sangat dia kenali. Seseorang yang ia sendiri tidak menyangka bahwa dialah ternyata mata-mata musuh sesungguhnya.


“Karena Remote Control Pengendali Bom Bawah Tanah telah hilang maka tidak ada lagi alasan bagi kami untuk mematuhimu.”


*********


Putra Mahkota berdiri,


Dia tersenyum dan terkekeh senang.


“Musuh berhasil menerobos masuk ke Istana.” Laki-laki di samping Putra Mahkota melaporkan situasi yang sedang berlangsung di dalam Istana.


“Haha hahahaha..” Putra Mahkota tertawa lebar, tawanya menggema bersamaan dengan kedatangan beberapa orang anggota Yellow Sprayer dengan membawa Pelindung Putra Mahkota Shin Ji dan Putri Keagungan yang tampak terkejut melihat laki-laki tersebut berbalik tubuh.


“Xu’i.”


Panggil Pelindung Putra Mahkota, Shin Ji melihat perubahan sikap dari sahabatnya. “Xu’iii..” Teriaknya kencang dari kejauhan.


“Buang mereka ke laut!” Perintah Putra Mahkota sungguh mengejut kedua orang yang hanya bisa tertegun dan tidak mampu berbuat apapun karena tangan mereka yang terikat erat ke belakang tubuh.


********


Drrrddddttttt..


Pesan masuk ke dalam akun militer di ponsel milik Penasihat raja, Ou natto.


Di ketegangan hari itu,


Sang penyusun siasat di kejutkan dengan perintah yang ia terima dari Raja Negara,


“Xueo Xebisou, Nov Vhegxie..Xu’i Sueroo” Teriakan laki-laki dewasa itu menggema. “Semua pasukan,” lalu mulai memberikan perintah kepada semua Prajurit militer dari balik headset masing-masing. “MUNDUR.”


“Xueo Xebisou, Nov Vhegxie..Xu’i Sueroo” Teriakan itu diucapkan berkali-kali oleh Penasihat Raja dan juga Dewa Kemenangan.


semua prajurit di sana terkejut hingga tak seorangpun dari mereka berjalan maju dan terpaksa berlarian cepat menuju tepi lautan sembari meneriakan kalimat yang sama dengan Penasihat Raja dan Dewa Kemenangan setelah sebelumnya berhasil menghancurkan puluhan Robot-robot manusia di tempat tugas mereka masing-masing.


Satu persatu penduduk klan Xu juga mulai berhamburan lari ke tepi kapal dan melompat masuk ke dalam lautan.


Semua prajurit musuh yang tersisa merasa aneh, tetapi perasaan tersebut hilang dengan cepat ketika perintah Mundur diserukan.


Satu persatu prajurit musuh yang tersisa mulai berdatangan ke gedung berkubah.


********


Di atas speed boot yang melaju kencang, Pangeran Istana membuka pesan yang ia terima.


Ombak air laut yang menyiprat ke arahnya terkadang mampu membasahi rambut hingga tetesan air mengalir di wajah.


Matanya terbelalak tidak percaya dengan pesan yang ia baca.


“Musuh berhasil menguasai Istana. “ Gumamnya teramat marah ketika menerima sebuah Foto orang yang berada dalam layar jam tangannya.


“Shin’A, Kenapa Kapal-kapal Negara mengelilingi kapal musuh? Dan..”


Mata Pangeran Negeri Sakura terbelalak ketika melihat seorang gadis tengah mengudara jatuh ke lautan dengan tangan terikat ke belakang.


“Aura.” Sebut Pangeran istana kaget. “Cepat menuju ke arahnya!” Perintah laki-laki itu kepada Pangeran Negeri Sakura yang mengemudi kapal.


“Banyak sekali orang yang melompat.” Gumam terkejut Laki-laki pengemudi kapal melihat para penduduk Klan Xu yang melompati kapal induk dan berjatuhan masuk ke dalam air laut namun ada beberapa dari mereka yang berhasil masuk ke dalam kapal-kapal perang Negara NC.


Para Regu penyelamat mulai berhamburan masuk menyelamatkan para penduduk Klan Xu yang tak sengaja masuk ke dalam air laut.

__ADS_1


“Sebenarnya, apa yang kau rencanakan, Bagus?” Gumam pelan Pangeran Istana mulai mengepalkan tangannya.


__ADS_2