
Seorang laki-laki terlihat duduk sembari menerima sebuah pesan lalu membukanya.
Di dalam pesan, muncul sebuah link berwarna biru dan dia membukanya.
Setelah terbuka, sebuah pengumuman tiba-tiba muncul dan dia tersenyum akan hal tersebut.
“Kau,, tersenyum?” Seorang yang tadinya berdiri di depan pintu terkejut dengan hal yang membahagiakan hatinya.
Sepertinya, laki-laki yang duduk di dekat pintu kaca dan tadinya melihat pemandangan taman melalui pintu tersebut, pada masa lalu sangat jarang tersenyum.
“Xu’i memanggil semua pejabat tinggi untuk kembali dan aku termasuk di dalamnya.”
Ucap bahagia laki-laki tersebut kepada wanita yang kini telah masuk ke dalam ruangan tersebut.
“Dia yang mengusirmu dari tanah kelahiranmu, sekarang kenapa harus memanggilmu kembali?” tanya tidak suka wanita tersebut yang telah datang mendekat.
“Dia, mungkin telah menemukannya.”
Laki-laki itu tersenyum lembut lalu berdiri dan meregangkan otot-otot tubuh.
“Maksudmu, seorang Xu’i jatuh cinta?”
Kini giliran wanita tersebut yang duduk di kursi samping laki-laki tersebut.
“Kalau tidak, mana mungkin dia membiarkanku kembali ke NC. dia tidak lagi peduli jika orang yang menginginkan keadilan akan masuk ke istana kembali. Mungkin, “ Laki-laki itu semakin mengembangkan senyuman kebahagiaan, “... Xu’i telah berubah.”
***********
Drrrttttrr..
Ponselnya bergetar, laki-laki yang terlihat sedang duduk dengan pakaian olahraga, meraih kabel headset dan melepaskan benda tersebut dari telinga lalu meraih ponsel di kantung celana, setelah meletakan botol minuman di kursi pinggir lapangan.
“Leon!” Panggil seseorang yang berada di depan sebuah pintu mobil dengan sekumpulan orang-orang yang sedang berlarian kecil di belakangnya, “Kau menerimanya?” tanyanya dari kejauhan sontak membuat Laki-laki yang duduk tersebut menggeser layar ponsel dan menemukan pesan lalu membukannya, kemudian dia tersenyum dan berdiri.
“Shin Dhan, dia memanggilku.” Ucap laki-laki tersebut dari kejauhan, lalu datang menghampiri laki-laki yang berdiri di depan mobil. “Bagaimana denganmu?” kemudian balik bertanya.
“Hm, akhirnya aku bisa bertemu dengan Anna,” jawab laki-laki tersebut menunggu kedatangan temannya tersebut.
**********
“Aku mendapatkannya.” Jawab seorang wanita cantik dengan ponsel di telinga, “ Ruan, aku pasti akan datang menemui.” Lanjut wanita tersebut yang saat itu terlihat sedang memasuki sebuah gedung universitas negara lain.
***********
Langkah kaki menggema,
__ADS_1
Semua pejabat tinggi kini telah keluar dari ruang rapat di gedung istana.
“Kau yakin bisa menemukannya?” tanya Raja Negara yang telah datang mendekati Putra Mahkota. Mereka berdua terlihat berdiri di samping meja rapat yang panjang dan saling berhadapan.
“Hm, Maaf karena membiarkannya terlalu lama.”
“Tidak masalah, Akulah yang harusnya meminta maaf padamu karena mengira selama ini kau baik-baik saja, aku, “ Raja Negara menghela nafas berat, dia melihat Raja Bayangan yang masih duduk di kursi rapat dan memandangi mereka.“.. mulai sekarang akan berusaha menjadi Raja yang baik untuk kalian.” Lanjut Raja Negara menjanjikan sesuatu yang membuat orang-orang di sekitarnya tersenyum bahagia.
“Shin,” Ratu Negara datang lalu masuk ke dalam tempat tersebut. “ Xu’i!” Panggilnya yang lumayan lama tidak melihat wajah Putra Mahkota. “ Maaf,” wanita dewasa itu kini menundukan kepala tampak merasa bersalah.
“Bibi,”
Sontak semua orang terkejut mendengar panggilan sopan dari mulut Putra Mahkota, “Aku sudah dewasa, yang lalu, aku harap kau akan memaafkanku sebagai Penguasa Mutlak negara dan aku juga akan memaafkanmu sebagai salah satu pemimpin negara ini.” Ucap Putra Mahkota lalu berdiri dan akan berlalu dari ruangan yang terisi oleh para pengendali kerajaan.
“Maaf,” seorang wanita dewasa lain datang dan mendekat lalu memeluk Putra Mahkota dan menangis, “Hiks, hiks aku bukanlah ibu yang baik untukmu.” Lanjutnya mengeratkan pelukan.
“Aku juga bukanlah anak yang baik, ibu.” Putra Mahkota membalas pelukan ibunya, “ setelah aku menemukan Yuan, aku akan bekerja lebih baik untuk membahagiakanmu.” Lanjut laki-laki tersebut menjanjikan sesuatu lalu tersenyum ketika melihat kedatangan Zili di depan pintu.
**********
Seorang laki-laki terlihat berjalan dengan beberapa tentara militer yang mengawal bersama dengan seorang wanita yang mungkin adalah pengawal pribadinya.
Dia memandang kesekeliling tempat, “itu kau?” lalu bertanya ketika menemukan seorang laki-laki tampak berdiri menunggu kedatangannya.
“Benar, Yang Mulia.”
“Pangeran Hito adalah tamu kehormatan negara NC, Putra Mahkota sendiri yang memerintahkan saya untuk menjemput anda,” jawab laki-laki tersebut yang tak lain adalah Pelindung Putra Mahkota Shin Jo.
“Benar, aku akan tinggal lama di NC mulai sekarang, maka tentu saja, aku memerlukanmu sebagai orang terdekat Xu’i untuk menjemputku.” Segera laki-laki tersebut mendekati Pelindung Putra Mahkota Shin Jo yang terlihat mengenakan kacamata hitam dan bermain game, bersandar di dinding area depan bandara.
**********
Pengumuman ujian kenaikan kelas telah diberitahukan.
Semua murid-murid sekolah High Raise kini telah memasuki saat-saat yang menyibukan.
Putri Keagungan terlihat berjalan menyusuri koridor lalu menghentikan langkah kaki ketika Pelindung Putra Mahkota Shin Ji menghalangi.
Karena tidak ingin melihat wajah laki-laki tersebut, gadis itu segera membuang wajah dan melihat Putri kelincahan sedang berjalan bersama Penasihat Putra Mahkota, Ann Sandi di seberang koridor lainnya.
Karena ia juga tidak ingin melihat wajah Putri Kelincahan, gadis itu terpaksa berbalik arah dan melihat Putri Istana sedang berbicara dengan Dewa Kemenangan.
“Aura, aku ingin berbicara?”
Hanya ada satu alasan untuk menghindari laki-laki tersebut.
__ADS_1
“Maaf, ada hal yang lebih penting harus kubahas dengan Sa’i.” Ucap gadis itu lalu segera melangkah pergi, memunggungi Pelindung Putra Mahkota Shin Ji.
“Tanggal pernikahan telah ditentukan,” sontak ucapan laki-laki tersebut menghentikan langkah kaki Putri keagungan dan gadis itupun segera berbalik.
“Kalau mencintai Anna, kenapa harus menikahiku?,hiks..” teriak gadis itu keras, penuh amarah, mengejutkan semua orang di sekitarnya, dan berjalan cepat menjauh.
“Kau jahat sekali.” Sindir Lord Breeder yang telah melewati Pelindung Putra Mahkota Shin Ji bersama dengan Presiden Sekolah Ou Natsu.
“Jahat sekali, jahat sekali.” Tambah atlet olahraga kebanggaan negara, Lu rehan yang terlihat berjalan bersama Pangeran istana dan juga melewatinya.
“Shin’A, “ Panggilan seorang gadis tidak dipedulikan oleh Pangeran Istana, laki-laki tersebut terus berjalan memasuki kelasnya dan ujian akhir semester segera dilangsungkan.
***********
Zili memutar-mutar penanya,
Kegiatan gadis itu sontak mengundang perhatian Pangeran Istana yang telah duduk di sampingnya, padahal saat itu, kelas khusus sedang dalam sesi ujian.
“Apa yang kau lakukan?” tanya Pangeran Istana, suaranya tersebut terdengar memecahkan keheningan, namun guru di depannya terlihat mengabaikan, mungkin karena dia adalah seorang Pangeran di negaranya.
“Menebak.” Bisik Zili pelan, agar suaranya tidak terdengar.
“Menebak?” balas bisik Pangeran Istana mengikuti perilaku Zili.
“Hm,” Angguk Zili, lalu memainkan jari-jarinya kembali di atas keyboard laptop di depan,” karena aku belum belajar banyak hal tentang Klan Ou, Lu dan Sun maka dengan terpaksa aku menebak jawaban.” Jawab Zili lalu menutup laptop setelah mengirimkan jawaban ujiannya ke pihak sekolah.
“Hm, konyol.” Ucap Pangeran Istana sembari membuang wajah karena menahan lucu dengan jawaban yang dilontarkan Zili.
*******
Ujian selesai, semua orang keluar dari kelas khusus.
Kelas tersebut memang berada pada bagian paling atas gedung sekolah sehingga tidak begitu ramai murid-murid High Raise berada di sana. Tempat itu, dibuat khusus untuk para pejabat tinggi agar mereka dapat leluasa bergerak karena tidak ingin terganggu dengan para penggemar mereka.
Zili melangkah menuju pintu keluar kelasnya. Sebelum tangan gadis itu berhasil diraih oleh tangan Pangeran Istana, dia telah terlebih dahulu lari dengan membawa laptopnya dan berhenti ketika menabrak tubuh seseorang tanpa sengaja.
“Shisou!” Panggil Zili bahagia, akhirnya setelah beberapa jam berpisah, ia bertemu dengan Putra Mahkota kembali.
“Kau sudah selesai?”
“Hm,” Pertanyaan Putra Mahkota dianggukannya, uluran tangan laki-laki tersebut diterimanya, kini, ia menundukan kepala bahagia, karena ada begitu banyak mata yang memandangnya marah.
Kebencian dari banyaknya manusia telah ia terima dengan lapang dada, semua tidak lagi menakutkan karena kini ada Putra Mahkota di sampingnya.
“Eeemm..”
__ADS_1
Putra Mahkota yang bahkan telah terang-terangan mengecup bibirnya di depan para pejabat tinggi yang akan melayani suaminya nanti di masa depan.