Greatest, Chasing After You : My Husband Is Not An Ordinary Villain - Season 5

Greatest, Chasing After You : My Husband Is Not An Ordinary Villain - Season 5
semakin sakit


__ADS_3

Zili masih menahan tangis ditengah-tengah rasa sakit dan malunya. Suara nya tak berbunyi namun air mata terus mengalir. membuatnya sesekali bernafas memalui mulut.


wajahnya pucat pasih, menahan rasa sakit dikaki dan tubuhnya.


gadis itu Terus berjalan mengambil daun talas yang dilemparkan putra mahkota. dia masih bisa mengembangkan senyumannya yang terlihat teramat getir sembari mengusap wajah.


membersihkan air mata yang masih saja terus mengalir dipipinya.


Tiba-tiba tangisan Zili pecah sepecahnya.. “haaaaa.... hikkkssss... haaaaas” putra mahkota telah memeluknya. menyebabkan rasa aneh tersendiri yang membuat zili seakan-akan tersihir untuk menangis sekeras-kerasnya.


putra mahkota dengan geramnya Mendekap tubuh zili, membiarkan gadis yang patah hati tersebut teeus menangis didadanya. “sudah ku bilang jangan pernah mencintaiku, apa kau bodoh?” bentak putra mahkota kesal.


kesal kepada dirinya sendiri yang membiarkan Zili terluka.


“Aku .hiksss...aku....

__ADS_1


Zili tidak kuasa melanjutkan perkataannya.


“hahahahaha” tak terlihat rasa bersalah diwajah. pangeran istana masih bisa tertawa lepas, selepas-lepasnya.


Entah apa yang ada didalam pikirannya. Yang pasti dia mungkin merasakan kekecewaan yang teramat dalam dihatinya.


“Lihatlah, betapa tidak malunya putra mahkota yang telah menikahi wanita bekas Putra raja” ucap Pangeran istana sesukanya.


Dibandingkan dengan rasa iba dan kasihannya terhadap Zili, dia lebih memilih untuk mempermalukan putra mahkota meskipun tidak didepan khalayak ramai.


Masih dengan memeluk Zili, putra mahkota tersenyum pahit menatap pangeran istana dengan tajamnya “bukannya putra raja yang selalu menginginkan barang yang disukai putra mahkota?”balas nya menyindiri.”lihatlah, kalau putra mahkota menyukai Kucing, dia pasti akan menginginkannya, lalu kalau putra mahkota menyukai muridnya, dia juga pasti menginginkannya”


Menyembunyikan suara tangis yang mengiris-iris hatinya.


“kalau begitu, katakan padaku, untuk apa kau datang kedesa terisolasi?” putra mahkota berubah semakin serius, tidak lagi membalas dengan sindiran. Ia merasa sangat gerah dengan perkataan pangeran istana.

__ADS_1


“Tentu saja, ingin melihat kematian kalian berdua”


“Ooohhhh, jadi si pengecut itu ingin aku mati! Padahal dulu dia selalu menangis, membebankan semuanya kepadaku dan juga gelar putra mahkota yang sangat ditakutinya, jelas sekali sudah kukatakan bahwa aku hanya ingin jadi bayangan”


“Aaahhh, bukan begitu, maksudku.....


“Kau tidak pernah punya rasa malu sejak dari dulu, shin’A” Putri istana mulai membuka suara, geram dengan semua perkataan pangeran istana “pantas saja Bibi Ayya tidak pernah sedikitpun menyukaimu” tambahnya lagi menyela perkataan pangeran istana.


“Hmmm. Hahaha...hahahaahhaha” putra mahkota tertawa keras lagi, ia merasa sangat lucu memandang wajah pangeran istana “pengecut yang tidak tahu malu” sindirnya lagi lalu mengangkat tubuh zili dari depan tubuhnya.


Meninggalkan tempat tersebut dan bergegas kembali kedesa sebelum luka Zili semakin parah dan terinfeksi.


Pangeran Xu mengambil daun talas yang dilempar putra mahkota yang saat itu tidak sempat zili ambil, lalu bergegas meninggalkan pangeran istana diikuti putri istana.


dia Merasa sangat jerah dengan perlakuan dan sifat kekanak-kanakan pangeran istana yang tidak pernah berubah sejak dari dulu, pangeran Xu bahkan tidak ingin sedikitpun memandang wajah putra dari kakak wanitanya tersebut.

__ADS_1


“Maaf” ungkap pangeran istana perlahan sembari memandang kepergian Zili ditangan putra mahkota.


saat itu barulah terlihat wajahnya yang sangat menyesal ketika tubuh Zili melemah ditangan putra mahkota karena kuatnya tenaga yang ia gunakan untuk mendorongnya.


__ADS_2