Greatest, Chasing After You : My Husband Is Not An Ordinary Villain - Season 5

Greatest, Chasing After You : My Husband Is Not An Ordinary Villain - Season 5
Suasana yang telah berubah


__ADS_3

Sebelumnya masih dapat ia tahan tetapi tangannya yang gatal terasa semakin menjalar dan menyakitkan. Ditambah sakit lagi dengan luka lengan karena tembakan yang dia lakukan dengan sengaja, hal itu semakin membuat kekebalan tubuhnya mulai menurun secara perlahan-lahan.


Memang tidak terlalu parah, namun tetap saja rasanya begitu perih bila terkena tembakan peluru dari jarak dekat meskipun tipis menembus daging. Darah yang mengalir keluar juga cukup banyak dan kini darah tersebut mulai mengering terkena angin malam yang dingin.


Tidak ada peluru di dalam lengannya karena keahlian klan Zin yang luar biasa mampu memperkirakan ketepatan posisi tembakan yang sengaja ia lakukan. Meskipun demikian, ia harus menahan rasa sakit selama berjam-jam lamanya agar obat antibiotik/Penahan nyeri yang ia bawa di dalam kantung celana bertahan lebih lama menimbang akan sangat lama ia kembali ke rumah.


Merogoh kantung bersamaan dengan langkah lunglai yang telah berhenti lalu mulai duduk membuka sebuah plastik kecil yang terisi dua butir pil antibiotik kemudian menelan satu dan menyimpan yang lainnya kembali ke dalam kantung celana.


Helaan nafas terdengar begitu melelahkan, Dari atas bukit ia memandang ke arah bawah dalam kegelapan malam.


‘Ah’


Gadis itu tersenyum mengingat kembali masa-masa yang piluh ketika awal pertama kali ia berlatih bersama Putra Mahkota.


Setiap kenangan mulai memenuhi ingatannya.


Di masa lalu, ia hanya berdiri di atas tembok dan sangat ingin keluar dari sana hanya sekedar untuk melihat hewan-hewan hutan namun sekalipun keinginannya tak pernah terpenuhi. Dan di masa sekarang, akhirnya keinginan tersebut terkabulkan.


Di masa lalu juga, ia sangat ketakutan jika mendengar suara auman Srigala namun di masa sekarang ia telah terbiasa.


‘Aku adalah Zili yang dibentuk karena kenangan, penderitaan dan kebahagiaan,’ gumamnya dalam hati sembari tersenyum mengenang segala perjalanan hidupnya selama ini. ‘Bagaimana dengan kehidupan orang-orang lainnya, ya?’ gumamnya kembali bertanya pada diri sendiri sembari mengingat satu persatu orang-orang yang pernah singgah di dalam kehidupannya.


Auuuuummmm...


Auuummmmmm...


Suara sekumpulan Serigala terdengar sangat dekat, gadis itu sedikit terkejut hingga jantungnya mulai memacu lebih kencang.


Anehnya, suara sekumpulan serigala tersebut terdengar dari balik tembok di sana. Di balik tembok yang dulunya tidak mungkin terdapat binatang buas jika pintu-pintu tembok tersebut tidak dibuka.


Dengan rasa penasaran yang cukup tinggi, gadis itu mulai berdiri dan mendekati sebuah pintu di sisi sudut tembok. Pintu yang terbuat dari besi-besi dan bercelah-bercelah tersebut mampu memperlihatkan keadaan dan suasana di dalam sana.


Detak jantung terus memacu kencang. Ternyata di dalam sana bukan hanya Sekumpulan serigala saja yang terlihat namun tempat yang dulunya pernah menjadi tempat untuk gadis itu berlatih terlihat seperti sebuah kebun binatang buas yang tak memiliki kandang dan kurungan.


Harimau, Singa bahkan berbagai jenis binatang reptil dan melata juga terlihat di sana. Bertambah aneh lagi ketika hewan-hewan tersebut terlihat sangat jinak dan tidak saling beradu.

__ADS_1


‘Klan Ann.’


Gumam gadis itu di dalam hati, mengingat keahlian salah satu Klan di negaranya.


‘Bagaimana mungkin penduduk Klan ann menyimpan binatang-binatang buas peliharaan mereka di desa Xu, terlebih tempat tersebut merupakan wilayah milik keluarga kerajaan?’


Tambahnya lagi bertanya dan mulai memanjat tembok melalui pintu besi, berniat memantau situasi di tempat tersebut dalam kegelapan malam, berharap setiap gerakannya tak mengundang sedikitpun kecurigaan.


**********


Putra Mahkota meraih sebuah berkas yang telah ia terima dari Raja Negara. Di belakang laki-laki tersebut, berdiri Penasihat Putra Mahkota yang juga telah meraih berkas yang sama.


“Kenapa kau kembali tanpa mengatakannya kepadaku?” Tanya Raja Negara yang telah duduk di samping Istrinya.


Pasangan kekasih itu terlihat sangat kesal melihat Putra Mahkota saat itu.


Di dalam ruangan pribadi, Laboratorium Perusahaan Xu. Putra Mahkota yang terlihat mengenakan jas putih dengan aroma obat-obatan yang tercium dari tubuhnya, mulai membuka lembaran berkas. “Jika Antivirus tidak segera diracik, akan semakin banyak pasien yang berjatuhan. Virus-virus ini juga terkadang menular dengan cepat.” Jawab Putra Mahkota terlihat menghela nafas berat dengan senyuman tipis yang tiba-tiba menghiasi bibirnya. “Jadi begitu ya?” Ucapnya setelah memperhatikan dengan seksama setiap lembaran di sana.


Ratu Negara yang duduk di samping meja kerja Putra Mahkota tampak memijat dahinya, mungkin karena kepalanya mulai terasa sakit.


“Hanya penduduk Ann saja yang tidak pernah mengkhianati negara, maka dari itu mereka kesulitan untuk menguasai keahlian klan Ann lalu mulai mencuri kamus bahasa Klan Ann dan setelah berhasil, mereka mulai membeli bangkai dan hewan berpenyakitan dari Mongolia.” Jelas Ratu Negara mulai menghela nafas berat dan menggenggam tangan suami yang duduk di sampingnya.


Putra Mahkota berdiri lalu melangkah mendekati tong sampah di samping pintu keluar ruangan tersebut kemudian membuang sarung tangan yang telah ia lepaskan itu ke dalam benda di hadapannya.


“Pantas saja ada yang aneh dengan penyakit yang diderita rata-rata para korban, tidak semua dari mereka terserang virus yang sama dan tidak semua obat bisa menyembuhkan dengan sempurna, kita juga tidak mungkin menggunakan obat ketiga dan obat keempat untuk menyembuhkan mereka. Antibiotik saja tidak cukup untuk membantu, obat-obatan lainnya juga hanya mengurangi sedikit saja rasa sakit diantara mereka. Para dokter dan farmasis telah bekerja sama mendiagnosa satu persatu pasien dengan gejala yang berbeda-beda untuk menemukan resep obat yang sempurna. Para pasien memang bisa sembuh namun butuh waktu yang cukup lama sementara penyebaran Virus-virus tertentu juga begitu cepat, Isolasi mandiri membutuhkan jangka waktu yang lama mengingat penduduk negara ini juga tidak banyak, negara sangat membutuhkan tenaga penduduk Ou dalam bertani kalau tidak, bahan makanan negara hanya akan bergantung pada penduduk Ann saja, sementara permintaan daging dan tepung dari luar negeri juga semakin meningkat akhir-akhir ini.” Laporkan Penasihat Putra Mahkota kepada Raja dan Ratu Negara bersamaan dengan kedatangan Raja Bayangan dengan jas putihnya yang telah dibuka diikuti Pelindung Putra Mahkota Shin Ji dan Dokter hewan yang telah membuka sarung tangan karet mereka dan membuangnya di tong sampah sana.


“Kalian sudah kembali?” Sapa Raja Bayangan mulai menghempaskan tubuh di atas sofa, terlihat sekali kelelahan dari raut wajahnya.


“Kakak, Kenapa kau malah di sini? Bagaimana keadaan Istana?...”


“Sebentar saja..” Suara teriakan seseorang dari luar ruangan terdengar keras menghentikan pertanyaan Ratu Negara.


“Kalau tidak ada surat Izin maka kau tidak boleh masuk.” Larang suara seorang penjaga keamanan laboratorium di sana.


“Biarkan aku bertemu Putra Mahkota sebentar saja.” Suara tersebut mulai dikenali Putra Mahkota yang tadinya akan duduk kembali di kursi kerjanya. Laki-laki itu terlihat tersenyum kecut karena merasa sangat terganggu dengan keributan tersebut.

__ADS_1


“Siapa?”


Tanya Ratu Negara yang telah berdiri dan berbalik bersamaan dengan Raja Negara yang mulai melangkah mengikuti Putra Mahkota keluar ruangan.


“Ahahaha, Sorry.”


“Profesor.” Panggil Putra Mahkota kepada Guru Teknologinya yang tampak berdiri dengan seseorang yang telah beberapa hari itu ia telah kenali. “ Dan Kau?”


“Zili?..”


Sontak mata Putra Mahkota terbelalak marah ketika mendengar laki-laki tersebut menyebut nama istrinya setelah melepaskan diri dari penahanan dua orang penjaga keamanan.


“Kau mau apa lagi dengannya?” Tanya Putra Mahkota bersamaan dengan para penghuni ruangan tadinya yang telah melangkah keluar dan menyaksikan keributan yang sedang terjadi.


“Dia di desa Xu 48, ...


“Yang Mulia, Kediaman Xu berhasil diterobos musuh.” Laporkan seorang tentara yang telah menerima pesan darurat dari salah seorang Tentara Militer penjaga gerbang kediaman Xu. Laporannya tersebut sampai membuat semua orang terperanjat kaget dan raut wajah mereka dipenuhi dengan kecemasan.


“Putri Mahkota?” Tanya Putra Mahkota berusaha untuk tetap tenang.


“Di desa Xu 48 Yang Mulia,”


“Putri Mahkota berhasil diculik”


Jawab bersamaan kedua laki-laki yang baru saja tiba tersebut.


“Nana?”


Tanya cepat Ratu Negara yang sangat khawatir malam itu.


“ Nana di Istana, tapi Zili?”


“ Zili baik-baik saja, sejam yang lalu dia menghubungiku.” Ucap laki-laki yang tak lain adalah Mantan Presiden Sekolah Teknologi menjawab pertanyaan Raja Bayangan dengan cepat saat itu.


“Jadi dia lebih memilih menghubungimu lebih dahulu dibandingkan denganku, ya?” Ucap Putra Mahkota dengan tatapan tajam dan senyuman kecut yang semakin melebar karena sangat tidak menyukai laki-laki di hadapannya.

__ADS_1


“Tenanglah.. tenanglah Xu’i, Zili menghubunginya lewat nomor ponsel, Mungkinkah kau tidak memberikan nomor ponselmu kepada Zili sampai dia terpaksa harus menghubungi Suho?” Tebak laki-laki tua, Guru Teknologi Putra Mahkota sontak mengejutkan laki-laki tersebut.


“Ah benar, aku melupakannya.” Laki-laki itu terlihat menyesal, ia bahkan sampai menggertakan giginya pelan karena merasa kesal pada dirinya sendiri. “Berikan ponselmu!” Perintah Putra Mahkota melangkah mendekati dengan perasaan penuh dengan kekhawatiran.


__ADS_2