
Mengosongkan jadwal yang padat dan berakhir dengan berbaring diatas sofa sembari meletakan kepala diatas paha Kaki istrinya yang saat itu juga terlihat berada di dalam ruangan yang sama, Seorang laki-laki dewasa terlihat sedang memikirkan sesuatu saat itu.
disofa lain, disisi kanannya, terlihat penasihat raja sedang membaca buku sementara mentri keuangan tampak duduk di depan meja kerja yang berada diruangan tersebut.
memejamkan mata ketika istrinya mengelus kepala laki-laki dewasa tersebut "Sekalipun rekeningnya telah terblokir, Dia bahkan tidak datang dan meminta uang kepadaku" Keluh laki-laki dewasa yang tak lain adalah raja bayangan tersebut.
tersenyum kecut "sungguh aku sangat tidak menyukai putramu itu, beruntungnya putraku tidak dekat dengannya" ucap penasihat raja, mengingat betapa sombongnya putra mahkota selama ini.
menghentikan gerakan tangan di atas keyboard komputer. "aku mertuanya saja tidak menyukainya" tambah Mentri keuangan ikut menyambung percakapan teman-temannya.
tersenyum pahit lalu menghentikan gerakan tangan mengelus kepala suaminya, "kalau kalian tidak menyukainya, itu artinya kalian juga tidak menyukaiku sebagai ibunya" ucap ratu bayangan mulai emosi mendengar perkataan kedua pejabat tinggi negara tersebut.
"benar aku tidak menyukaimu" jawab santai Penasihat raja memandang sinis kearah saudara wanitanya tersebut.
"natto...
kraaaakkk..
pintu terbuka "ah kalian," semua orang mulai menoleh ke arah sumber suara, begitupula dengan Raja bayangan yang langsung terduduk memandang orang yang baru saja tiba. "apa ada yang melihat Shi yun...?" tanya seorang laki-laki tua yang mulai melangkah masuk kedalam ruang peristirahatan disana.
"shi yun.." ucap penasihat raja mulai berpikir "aku rasa dia berada diruangan Nura" lanjutnya mulai memperkirakan "kakek, mungkinkah terjadi sesuatu..?" tanya laki-laki dewasa tersebut kepada kakeknya yang tak lain adalah Guru putra mahkota, Ou yatto.
menggeleng kepala sembari duduk disofa seberang penasihat raja "bukan.." jawab laki-laki tua tersebut "aku hanya ingin meminta bantuannya untuk menterjemahkan bahasa Klan Shen" lanjut laki-laki tua tersebut lagi mulai meraih cemilan di dalam wadah cantik di atas meja.
baaaaakkkk...
suara pukulan keras di pintu terdengar mengejutkan, "huh.." menarik nafas dan menghembuskannya, pelindung raja, Sun shin Joila terlihat terengah-engah memasuki ruangan sana, menimbulkan rasa khawatir kepada para penghuni ruangan tersebut. "ada apa denganmu...?" tanya ratu bayangan mulai penasaran.
"shin dan yuanna telah terbang ke Jerman" jawab pelindung raja membuat semua orang terperanjat berdiri dan mulai marah karena lagi dan lagi raja dan ratu negara meninggalkan kerajaan tanpa pemberitahuan terlebih dahulu.
geram "benar-benar mereka" ucap raja bayangan mulai emosi.
"nona anya, dia telah mengkhianati negara ini" jelas pelindung raja lagi semakin mengejutkan semua orang hingga mereka mulai bergerak cepat, menghampiri Laki-laki dewasa tersebut.
__ADS_1
"dimana anya..?" tanya raja bayangan begitu marah hingga matanya yang memerah semakin bertambah merah.
menggigit bibir bawah, ragu-ragu berbicara "saat aku menjemputnya, Xu'i telah menahannya terlebih dahulu dan tidak seorangpun yang berhasil menemukan nona anya hingga Shin dan yuanna terpaksa pergi ke jerman untuk mencari tahu keberadaan Ayu" lanjut jelas pelindung raja, memejamkan mata sejenak lalu menarik nafas lama untuk menghilangkan rasa lelahnya.
mendekati pelindung raja yang terlihat mulai bernafas secara teratur kembali "Ayua, ada apa dengannya..?" tanya ratu bayangan sangat penasaran.
menggelengkan kepala "aku tidak tahu pasti, yang jelas, Nona anya berkhianat karena Yuan mengancam untuk membunuh Ayua" Lanjut jelas laki-laki tersebut lagi.
"bukan.." tebak raja bayangan mulai mengepalkan tangan marah "jika Ayua dalam bahaya maka tentu saja paman Sihan akan melaporkan masalah ini kepada kita" tebak raja bayangan mengejutkan semua orang disana.
"benar, itu artinya...
"Sien.." Sela Mentri keuangan melanjutkan perkataan Guru putra mahkota, Ou yatto.
"idris, " panggil seseorang terlihat datang dengan tergesa-gesa menemui raja bayangan "tolong putraku.." pinta laki-laki dewasa yang baru saja tiba tersebut teramat memelas.
"apa maksudmu..?" masih kebingungan , raja bayangan melihat teman ratu negara tersebut mendekatinya.
"Xu'i hiks " menangis tersedu-sedu.
menghapus air mata cepat "Xu'i akan memasukan putraku ke dalam Kolam buaya di istana Lu" jawab teman ratu negara mulai menangis kembali.
"astaga" ucap ratu bayangan tidak menyangkan begitu pula dengan semua orang disana yang langsung bergerak cepat menuju ke Istana Lu, Istana yang dibangun Oleh para nenek Moyang Negara NC dimasa lalu, sebagai hadiah atas Penguasa Mutlak yang telah berhasil mendapatkan Harta Klan negara NC.
*********
"kau menikmatinya..?" berada didalam mobil Lamborghini milik dewa kemenangan yang melaju sedikit pelan, Zili telah mendengar pertanyaan tersebut.
saat itu pakaiannya terlihat telah berganti. sepertinya dewa kemenangan telah memerintahkan pelayannya untuk membeli pakaian ganti bagi Zili ketika mereka berada direstoran milik laki-laki tersebut beberapa menit yang lalu.
menganggukan kepala "hm, terima kasih Sa'i" ucap gadis tersebut menoleh kepala kesamping kiri, posisi dimana dewa kemenangan berada.
"berulang kali kau sudah mengatakannya, bisakah kau tidak mengatakan hal itu lagi..?" pinta dewa kemenangan mulai berbelok ke Arah kanan, ketika mobilnya berada dipersimpangan tiga.
__ADS_1
menganggukan kepala lagi "hm, baiklah Sa'i" jawab gadis itu patuh, hal tersebut sangat menyenangkan hati laki-laki disampingnya, menghela nafas lalu menghembuskannya, "Sa'i, bolehkah aku bertanya satu Hal kepadamu...?" setelah memberanikan diri karena tadinya ragu-ragu bertanya. "aku hanya penasaran akan satu hal ketika berada direstoranmu tadi" lanjut gadis tersebut berusaha meyakinkan laki-laki yang mulai menoleh ke arahnya sembari masih mengemudi mobil miliknya.
tersenyum lembut, lalu memandang ke arah depan kembali "tentu saja, " jawab dewa kemenangan yang saat itu telah menghentikan mobilnya tepat di Lampu merah, Jalan Lalu Lintas desa Sun yang saat itu terlihat sekali Hiruk pikuk suasana perkotaannya disana. "kau boleh bertanya apapun itu kepadaku" lanjut dewa kemenangan mulai mengemudi kembali mobilnya ketika lampu tanda berjalan telah menyala.
menarik nafas kembali "mungkinkah kau juga merasakan getaran aneh dari restoranmu tadi...?" tanya Zili mengingat kembali saat ia berada disana "guncangan Ombak Laut disana terlihat tidak seperti guncangan biasa" lanjut gadis tersebut menjelaskan keadaan yang dilihatnya dari tempat duduk restoran yang terbuka dan memperlihatkan keindahan laut tadinya.
" ahhh.." mengingat sesuatu "sebenarnya aku sangat jarang mengunjungi restoranku sendiri" jawab laki-laki itu menjelaskan "tapi yang aku dengar dari pemilik restoran sebelumnya..." mulai berbelok kearah kanan lagi "memang di tempat tersebut terdapat pusaran Air tapi tidak di ketahui dengan jelas dibagian mana pusaran tersebut berada" lanjut dewa kemenangan menjelaskan sesuatu hal yang diketahuinya.
"hmm jadi begitu ya" mengangguk kepala, Zili memahami jawaban dari laki-laki disampingnya,
mobil terus melaju, menuju kediaman Xu, mengantarkan Zili kembali ke Rumah suaminya.
sesekali percakapan terjadi, tetapi Zili lebih menyenangi untuk melihat keadaan dan suasana desa Sun hingga terkadang ia tidak fokus mengikuti obrolan.
ddddrrrrtttt...
jam tangan gadis itu mulai bergetar,
"ada yang memanggilku.." ucapan Zili dipahami dewa kemenangan yang langsung menganggukan kepala.
"terima saja" perintah laki-laki tersebut masih dengan Fokus mengemudi mobilnya hingga matahari mulai menghilang dan petang telah tiba.
menganggukan kepala "Iya" jawab Zili menerima panggilan setelah meraih headset miliknya dan meletakan benda tersebut ke lubang telinga.
"zili, kau dimana..?" suara dari balik headset terdengar penuh dengan kekhawatiran.
"ayah," panggil gadis tersebut mulai mengenali suara dari balik headset miliknya "aku sedang dalam perjalanan pulang kerumah, ayah" jawab Zili kepada laki-laki dewasa yang tak lain adalah raja bayangan tersebut.
"ponsel..."
"ponsel...?" tanya khawatir Zili mulai menoleh kearah dewa kemenangan.
"ayah ingin melakukan panggilan Video kepadamu, segera cari ponsel Zili" jelas raja bayangan semakin membuat Zili khawatir.
__ADS_1
" Sa'i, kau punya ponsel..?"tanya gadis itu kepada Laki-laki disampingnya.
menghentikan mobil tepat dipinggir jalan "aku memilikinya" jawab dewa kemenangan lalu mengeluarkan Ponsel dari kantung celana dan memberikannya kepada Zili.