
Bergerak cepat di atas tembok tebal yang dulunya berfungsi sebagai penghalang kediaman keluarga Xu di desa Xu 48 dengan kengerian belantara hutan, gadis itu terlihat berhati-hati memantau seluruh tempat di sana dengan bantuan cahaya bulan di atas langit.
Sepertinya, bagian atas tembok memang sengaja dibuat lebar hingga berjalan atau berlari di sana sekalipun tidak begitu bermasalah.
Di dalam tembok, terdapat banyak sekali berbagai jenis pepohonan liar yang tumbuh tinggi. Keadaannya masih sama seperti saat pertama ia tinggal hampir setahun yang lalu namun suasananya kini telah berubah menjadi lebih membahayakan.
Mulai meraih ranting pohon Mahoni setelah memastikan tidak ada ular di sana, gadis itu segera memanjat ke tempat yang lebih tinggi lalu duduk di atas dahan yang kokoh ketika menyadari getaran keras ponsel di kantung celana.
Segera ia meraih ponsel sembari memastikan tidak ada seorangpun di sana agar suaranya tidak terdengar, lalu mengangkat panggilannya. “Suho.”
“Aku.”
“Shisou.”
“Kau, baik-baik saja?” Tanya Putra Mahkota terdengar tenang namun penuh dengan kecemasan dari suara salivanya yang tertelan.
“Hm.” Jawab Zili merasa senang mendengar suara laki-laki yang ia rindukan.”Shisou tidak banyak baterai yang tersisa, jadi dengarkan dulu aku berbicara sampai selesai, aku mohon.” Pint gadis itu kepada Suaminya.
“Hm, lakukanlah!” Perintah Putra Mahkota dari balik ponsel yang digenggam Zili.
Segera ia memandang ke arah sekitarnya, lalu mulai melaporkan segalanya. “ Yang menculikku berasal dari Klan Sun, tapi anehnya ponsel mereka bukan ponsel buatan negara ini atau bahkan jenis ponsel imporan, Mereka bilang Yuan akan segera mati. Darimana mereka tahu kalau Yuan akan segera mati?,” Ucap gadis itu mulai memberi pertanyaan yang ia sendiri tidak mengetahui jawabannya tetapi menurutnya berbeda dengan Putra Mahkota. Duduk bersandar di dahan yang miring sembari menahan tubuh di batang pohon dengan kedua lutut kaki, “Shisou, aku ada di kediaman keluarga Xu desa Xu 48, Aneh sekali shisou, di dalam tembok ada begitu banyak binatang buas peliharaan, mereka terlihat jinak bahkan harimau, srigala, dan singa bisa berbaur bersama.” gadis tersebut melanjutkan kembali memberikan laporan. ”Shisou, aku mohon, tugaskan aku untuk memantau tempat ini, aku tidak ingin kembali karena aku sangat ingin membantu pekerjaanmu, jangan khawatir jangan khawatir, cukup kirimkan beberapa anggota saja untuk membantuku dan bawakan aku sedikit obat antivirus tipe 2, tenang saja, aku baik-baik saja. Hanya... sedikit cairan virus memang telah aku gunankan tadinya untuk melepas ikatan tali dan sekarang masih terasa nyeri.”
“Aku akan segera datang menjemputmu.”
“Tidak,” Tolak gadis itu cepat, “Lanjutkan pekerjaanmu Shisou!, dibandingkan denganku, ada begitu banyak penduduk Ou yang lebih membutuhkanmu.” Lanjut tolak gadis tersebut tegas pada malam hari itu.
Helaan nafas berat terdengar dari balik ponsel. “Maaf, aku menolak keinginanmu.”
“Kalau kau menolaknya, maka beritahukan kepadaku rahasia yang kau sembunyikan kepadaku selama ini, Shisou?”
“Apa?” Permintaan gadis itu sungguh mengejutkan Putra Mahkota yang mendengarnya, laki-laki itu bahkan tidak menyangka bahwa wanita miliknya kini telah berani mengancamnya.
“Antara kau dan Suho, apa yang sebenarnya terjadi?, Aku percaya padamu dan juga pada Suho, tapi kalau diingat-ingat kembali, selama ini kaulah orang yang paling banyak menyembunyikan sesuatu dariku Shisou, Kalau kau tidak ingin memberitahu maka aku yang akan mencari tahu dengan sendirinya.” Lanjut gadis itu memperingati.
“Kau dilarang keras melakukan tugas negara mulai dari malam ini.” Ucap Putra Mahkota mulai mengancam hingga gadis itu mulai mengembangkan senyuman getirnya. “Aku akan segera menjemputmu.”
__ADS_1
“Aku akan menerobos masuk ke rumah itu jika kau melakukannya.”
“Kau berani mengancamku?, Hmm” Suara Putra Mahkota terdengar penuh tekanan tetapi nadanya tetap tenang, sepertinya ia mulai merasa kesal dengan sikap Zili malam itu.
“Hm,” Angguk gadis itu mengiyakan. “Mati sia-sia lebih baik dibandingkan dengan membiarkan begitu banyak penduduk Klan Ou kesakitan dan negara semakin kacau. Aku akan menunggumu menyelesaikan pekerjaanmu dan kalau aku melihatmu datang ke tempat ini dengan mengabaikan mereka, Pasti, Aku tidak akan pernah mau memberitahukan keberadaanku saat ini dan akan bergerak sendiri mencari tahu kegiatan musuh” Tambah gadis itu memberi ancaman lalu memutuskan panggilan yang saat itu sedang berlangsung hingga perilakunya semakin mengejutkan Putra Mahkota.
*********
Putra Mahkota kesal, ia marah hingga menggenggam erat ponsel milik Mantan Presiden Sekolah Teknologi sebelum memberikan kembali barang tersebut kepada Pemiliknya.
“Bagaimana Zili?”
“Aku akan pergi.” Putra Mahkota melepaskan jas miliknya, lalu mulai memberikan pakaian tersebut kepada penasihatnya tanpa menjawab pertanyaan dari Ratu Negara yang sedang sangat khawatir.
“Tidak,” Penasihat Putra Mahkota mengembalikan jas kepada Putra Mahkota, “Kau tidak perlu khawatir padanya,”
“Hm, Maksudmu?” Sepertinya Putra Mahkota semakin dibuat kesal dengan sikap Penasihatnya hingga tidak mengambil kembali jasnya dan berbalik cepat menghadap ke arah pamannya tersebut yang tadinya berada di belakang laki-laki itu.
“Bukankah Zili sempat mengancammu?, itu artinya dia menginginkanmu tetap bekerja, bukan?” Jawab laki-laki tersebut dengan lontaran pertanyaan.
“Benarkah kalian sudah memastikan bahwa tidak seorangpun penduduk Ann yang berkhianat?” Tanya Putra Mahkota memandang tajam ke arah penasihatnya namun mengajukan pertanyaan kepada Raja dan Ratu Negara.
“Mana mungkin,..” Ratu negara mulai menghela nafas tidak percaya, “Mana mungkin ibu mengkhianati kita.”Lanjut wanita dewasa itu mengingat kembali bahwa ibu kandungnya berasal dari Klan Ann.
“Ba.. bagaimana kalau adiknya?” Dokter hewan mulai membuka suara, raut wajahnya pucat, tubuhnya juga terlihat gemetaran, sepertinya ia sedang mengingat sesuatu.
“So’A, Kau?”
“Ahh maafkan saya, Yang Mulia, sepertinya saya butuh istirahat saat ini.” Ucap laki-laki tersebut meminta izin untuk meninggalkan tempat.
“Hm,” Angguk Ratu Negara yang sangat memahami keadaan Laki-laki tersebut karena masa lalu laki-laki itu yang mungkin membuat traumanya muncul kembali.
Putra Mahkota mulai mengepalkan tangan, “Mongolia mungkin adalah tempat terakhir.” Tebak laki-laki tersebut dengan pemikirannya yang tajam.
“Benar,” Tambah Raja Negara, sepertinya ia mengetahui situasi yang sedang terjadi, “Mungkin karena itulah aku dan Yuanna tertangkap di Jerman.” Lanjut laki-laki dewasa tersebut berpendapat hingga mengejutkan semua orang di sana dan tubuh Ratu Negara mulai gemetaran.
__ADS_1
“Keahlian yang mana?” Tanya Putra Mahkota, kali ini pandangannya yang tajam mulai teralihkan ke mata Raja Negara.
“Lu.”
“Hm, pantas saja kalian kalah.” Ucap laki-laki tersebut mulai tersenyum kecut kembali.
“Xu’i, kalian ini sedang bicara apa?” Tanya Guru Teknologi Putra Mahkota tidak mengerti namun sepertinya para pemimpin negara di sana telah memahami.
“8 Keahlian Klan. Yuan berkeliling dunia untuk mencari bahan-bahan serta anggota yang memiliki kemampuan tinggi menguasai 8 keahlian Klan selama ini. Mereka mengumpulkan seniman berbakat yang belum terkenal, lalu bahan-bahan pembuatan racun dari banyaknya jenis-jenis tumbuhan di Indonesia, kemudian bangkai hewan-hewan di Mongolia karena sangat jarang ternak desa Ann yang berpenyakitan, Mungkin juga ahli seni bela diri dari China, atau juga ahli teknologi di rusia, Ahli menghitung di jepang sana, bisa jadi koki handal juga mereka bayar dari negara benua Asia lainnya, Maka dari itu Paman Shin tidak mampu menghadapi Seniman tingkat tinggi.”
Sebagian penjelasan Putra Mahkota mampu dimengerti namun sebagian lainnya sedikit kurang dipahami oleh orang-orang yang berdiri di koridor laboratorium Perusahaan Xu di sana.
“Ke.. kenapa paman Shin bisa kalah hanya dengan keahlian Klan Lu?” Tanya Pelindung Putra Mahkota Shin Ji yang berdiri di samping Raja Bayangan tidak mengerti, sementara itu, Ratu Negara terlihat telah berada dipelukan suaminya yang menyadari kerisauan hati wanita dewasa tersebut.
“ Seni.., “ Senyuman kecut Putra Mahkota semakin diperlebar, “ Adalah Sihir nyata dunia.” Jawaban laki-laki tersebut sontak mengejutkan sebagian orang di sana.
“Sihir?” Tanya Guru Putra Mahkota tidak percaya, pikirnya, bagaimana mungkin sihir ada di dunia modern saat itu?,
“Seperti lagu yang mampu mengubah suasana hati pendengarnya hingga terkadang mereka berjoget-joget ria bahkan ada beberapa dari mereka menjadi seperti orang gila atau menangis tiba-tiba, seperti Karya seni Novel yang luar biasa hingga membuat pembacanya tertarik masuk ke dalam dunia karya itu sendiri, dan juga seperti drama dan film kelas atas yang mampu membuat perasaan penontonnya berkecamuk. Bahagia, haru, sedih dan semua emosi bercampur menjadi satu, begitulah Seni menyihir dunia, hingga keahlian itu mampu melumpuhkan manusia dengan sihir hebatnya yang luar biasa.” Jelas Putra Mahkota mulai mengalihkan tatapannya ke arah Ratu Negara yang saat itu terlihat menghela nafas berkali-kali, mengingat bagaimana karya seni berhasil membuatnya tertangkap ke tangan musuh. ”Berikan kembali!”
Permintaan Putra Mahkota sungguh mengejutkan wanita dewasa yang berada dipelukan Raja Negara hingga wanita tersebut mulai melepaskan pelukan dan berdiri tegak kembali dengan dahinya yang mengerut.
“Apa yang kau minta kembali darinya?” Tanya Raja Bayangan memandang tajam ke arah Putra Mahkota yang telah memasukan tangan ke dalam kantung.
“Jam Tangan pemberianku.”
“Kau meminta kembali barang yang telah kau berikan?” Tanya terkejut Raja Negara begitu juga dengan semua orang di sana.
“Jam tanganku telah hilang, dan aku tidak berniat untuk membuat jam tangan yang baru. Mulai sekarang, hanya ada dua jam tangan seperti itu di dunia ini, hanya milikku dan milik wanitaku.” Jelas laki-laki tersebut membuat Ratu Negara tersenyum senang bercampur getir.
“Jadi kau tidak lagi mencintaiku, ya?” Tanya Wanita dewasa itu sontak membuat cemburu isi hati Raja Negara yang mulai membuang wajah karena marah.
“Semakin dewasa, aku semakin tahu, bedanya cinta dan kagum itu tidak terlalu jauh.” Lanjut laki-laki tersebut mulai datang mendekati setelah Ratu Negara melepas jam tangan pemberian Putra Mahkota dan mengembalikan barang tersebut kepada perancangnya. “Kumpulkan semua pejabat tinggi yang melayaniku!, Lebih cepat lebih baik.” Perintah Putra Mahkota kepada Penasihat dan Pelindungnya sembari meraih kembali jasnya dan memakai benda tersebut lalu mulai melangkah kaki lagi.
“Jadi kau tidak memerlukan bantuanku?” Raja Negara yang telah lega karena mengetahui isi hati Putra Mahkota, telah berhasil menghentikan langkah kaki Calon Raja di negaranya tersebut.
__ADS_1
“Sun dan Yuan, kemungkinan besar mereka bekerja sama namun tidak saling mempercayai, dan pejabat tinggi yang melayanimu, bukankah kebanyakan mereka berasal dari Klan Sun?” Tambah laki-laki tersebut sedikit memberikan sindiran lalu mulai melangkah kaki kembali.