
Lagi,
Untuk yang kesekian kalinya, degup jantung zili berdetak tak karuan, ia sendiri bahkan tidak bisa mengendalikannya.
Masih berada diatas tubuh laki-laki berjubah hitam, suara kokokkan ayam tengah malam berbunyi mengiringi angin malam yang menghembus kencang menggoyangkan pepohonan.
Malam gelap, berada diantara pepohonan pinus yang berbaris berjarak yang dipenuhi rerumputan liar dibawahnya.
“Lepaskan...
Zili mendorong tubuh laki-laki itu tetapi tak kuasa ia lakukan.
Laki-laki tersebut masih mengembangkan senyuman lucunya “waaahhh..
Kagumnya “detak jantungmu cepat sekali” ucapnya melepaskan Zili. mengetahui telah dilepaskan, gadis itu segera berdiri menjauh. “Kau jatuh cinta kepadaku ya?....
“Omong kosong, mana mungkin..
Tolak zili cepat, sangat tidak terima dengan perkataan laki-laki yang kini telah duduk bersila mendongak wajah memandang nya.
“Menurut buku yang kubaca, ciri-ciri wanita yang jatuh cinta itu adalah seperti dirimu” jelas laki-laki itu tersenyum lembut menggetarkan hati zili yang langsung membuang wajah.
Zili tersenyum kecut “me.. me... ehhmmm
Dia mulai mendehem “memang aku seperti apa?” tanya nya langsung duduk berhadapan dengan laki-laki yang duduk bersila didepannya.
Karena kakinya yang jatuh terasa sakit, ia mundur sedikit kebelakang, mendekati sebuah pohon yang tak jauh dari sana lalu bersandar sembari melipat kedua kaki kebelakang. “Ke.. ehhhmm..
Dia mulai berdehem lagi sebelum melanjutkan perkataannya “kenapa kau bisa tahu bahwa aku sedang jatuh cinta padamu?” tanya nya memberanikan diri.
Laki-laki berjubah hitam masih memandangnya dengan senyuman, entah mengapa, dalam pikirannya, menjadi orang lain ketika bertemu wanita yang dia suka, kenyataannya mampu menghilangkan rasa gugup ketika bertatap mata “ketika detak jantungmu bermasalah, dan kau selalu memikirkan orang yang sama setiap kali tidak bertemu, serta kau selalu gugup ketika dekat dengannya, juga kau merasa senang dekat dengannya. Itu artinya kau sedang jatuh cinta”
“Benarkah?...
Gadis itu mulai mengernyitkan dahi tanda ia sedikit tidak menerima penjelasan laki-laki dihadapannya.
“Hmmm
Angguk laki-laki tersebut mengiyakan..
“Ma.. ma.. mana mungkin bisa begitu?..
Tolak Zili ragu-ragu.
“Ya sudah kalau tidak percaya,...
Hembusan angin kencang menerbangkan selembaran kertas Gloosy yang mengejutkan kedua orang disana.
Kertas tersebut datang menghampiri Zili, menegunkan laki-laki yang tak sengaja menjatuhkannya.
Zili membelalak mata meraih kertas tersebut.
Laki-laki dihadapannya mendekati Zili mencoba meraih kertas tersebut agar tidak diketahui zili.
Tapi sayang,
Air mata zili telah jatuh deras bercucuran.
“Shisou....
Ucapnya melihat gambar dirinya duduk didepan rumah panggung ketika berada didesa terisolasi bersama putra mahkota.
Gambar mereka berdua sangat jernih terlihat, karenanya sampai membuat Sesak dada Zili yang sangat merindukan putra mahkota. “kenapa kau memiliki fotoku bersama guruku?"
Tanya nya kepada laki-laki yang telah berada tepat didepannya sembari mencoba mengambil foto yang kini telah didekap erat oleh Zili didadanya. “aku mohon, jawablah...
__ADS_1
Pinta nya teramat memelas, air matanya pun tetap terus mengalir. “aku mohon...
Pintanya lagi “louise..
Panggilnya sangat berharap.
Tidak mengetahui apa yang dipikirkan laki-laki yang kini telah berdiri dan menundukkan kepala “maaf..
Ucapannya malah semakin menyakitkan Zili.
“aku mohon... aku mohon.. katakan dimana Xu Xu’i jika kau mengetahuinya?..hiks.."
Pinta Zili teramat berharap.
Laki-laki itu mulai mengeluarkan Tali dijam tangan, lalu pergi meninggalkan zili yang masih menangis meminta jawaban..
“Hikss... hikss..
Hanya bisa menangis dikegelapan malam, dia terus menerus mendekap foto putra mahkota bersamanya.
“Shisou.....
Teriaknya sekuat tenaga, “shisou... hiks...
Panggilnya lagi...
“Apa yang kau lakukan disini?..
Suara seseorang tak lagi mengejutkan Zili, ia mulai menghentikan tangisannya ketika melihat pangeran istana berdiri dihadapannya.
Tampak kekhawatiran terpancar diwajah laki-laki tersebut ketika menemukan zili dalam keadaan menangis.
“Shin’A...
Putri Klan Lu dan beberapa pengawal telah berhasil mengejar larinya pangeran istana yang begitu cepat.
Dengan masih mengusap air mata dan memegang foto putra mahkota ditangannya, Zili berusaha berdiri perlahan-lahan meskipun sangat sulit karena sakit dikakinya yang terkilir masih terasa.
Melihat gadis itu kesulitan berdiri, pangeran istana mencoba membantunya “jangan sentuh aku” ucap Zili lemah, menolak sembari menghempaskan tangan pangeran istana yang memegang kedua bahunya dari belakang.
Tidak mempedulikan penolakan, pangeran istana tetap mencoba membantu Zili “jangan sentuh aku kubilang...
Teriak gadis itu sembari menarik tangan pangeran istana dan memutar serta mencoba mengangkat tubuh laki-laki itu kebelakang...
“Haaa...
Zili tertegun,
“Tidak berhasil...
Ucapnya.
Perilakunya tidak membuat pangeran istana marah, Malahan dia tersenyum lucu disertai nakal yang langsung meraih lutut Zili dan punggungnya secara bersamaan lalu mengangkat tubuh gadis itu dari depan “kau mau menjatuhkan ku ya?” tebaknya penuh dengan kebenaran yang membuat Zili langsung membuang wajah dan tersenyum getir.
“Turunkan...
Pinta Zili memelas...
“Shin’A,...
Putri klan lu terlihat tidak menyukai perilaku pangeran istana “berikan saja dia pada pengawalmu” sarannya.
Pangeran istana terdiam, ia menghela nafas sejenak “tidak perlu, biar aku saja yang membawanya” tolaknya mulai melangkah kaki menjauhi tempat tersebut.
“Shin’A...
__ADS_1
Teriak Putri Klan Lu tidak terima dengan jawaban pangeran istana, namun tampaknya pangeran istana tidak mempedulikan panggilan gadis yang masih berdiri dengan rasa kacau didalam hati karena kesal dengan laki-laki tersebut. “kalau kau tetap menggendongnya, aku akan pulang malam ini juga"
Dia mulai mengancam, ancamannya menghentikan langkah pangeran istana “lebih baik kau pulang saja, Ayya..
Ucapan pangeran istana mengejutkan Zili dan juga putri Klan Lu yang belum pernah sekalipun menerima penolakan dari laki-laki tersebut.
“Shin’A , turun kan aku...
Pinta Zili masih memelas karena tidak ingin menjadi penyebab pertengkaran antara putri Klan Lu dengan laki-laki tersebut.
Pangeran istana melirik gadis itu sekilas, setelah itu tersenyum lucu lalu mengalihkan pandangan kejalanan aspal yang mulai terlihat “tidak mau..
Ucapnya jelas masih dengan senyuman yang membuat Zili sedikit terpesona karena memang ia sangat tampan.
*******
Duduk disofa, menyelonjorkan kaki diatas kedua paha pangeran istana yang sedang mengoleskan Salep buatan perusahaan Xu kekaki zili yang bengkak membiru.
Sesekali gadis itu menahan sakit dengan menggertakan giginya. “biar aku saj... akh...
Setiap kali ia meminta untuk mengusap salep dengan sendirinya, setiap itulah pangeran istana selalu dengan sengaja menekan bagian kaki Zili yang membengkak.
“Kenapa kau menangis? ....
Pangeran istana mulai membuka suara setelah sekian lama tetap menutup mulut meskipun Zili berkali-kali memohon kepadanya. “kalau tidak jawab, aku akan menekan luka mu lagi..
Ancamnya menegunkan Zili yang masih memegang fotonya bersama putra mahkota.
“Aku hanya merindukan Guruku...
“Hmmm...
Pangeran istana tersenyum sedikit miris. “tenang saja, dia sangat kuat” ucapnya menenangkan Zili “dia pasti akan kembali dengan selamat” tambahnya lagi semakin menenangkan.
“Louise...
Zili mulai memberanikan diri untuk bertanya kepada pangeran istana setelah sekian lama dalam hidupnya tidak pernah berbicara baik dengan laki-laki tersebut “apa kau pernah mendengar nama tersebut sebelumnya?...
“Louise?...
“Hmm..
Angguk Zili ketika pangeran istana menatap matanya.
“kau tidak mengenalnya?..
Dia berbalik menanya.
Pertanyaannya membingungkan Zili yang langsung menggelengkan kepala “bukankah itu nama luar negeri Xu’i...
“Maksudmu?...
“Louise Xu...
Jawab pangeran istana “itu adalah nama panggilan Xu’i ketika berada diluar negara NC, semua presiden,kaisar atau raja negara-negara lain mengenal Xu’i sebagai Louise Xu..
Air mata yang tak terbendung mengalir lagi..
Bahkan kali ini semakin terasa kuat penyesalannya karena tidak mampu mengenali laki-laki yang dia cinta.
“Kau...
Tampaknya pangeran istana mulai khawatir melihat keadaan zili yang begitu parah ketika menangis “ada apa denganmu?..
Lanjutnya mendekati Zili dan memeluknya.
__ADS_1