
Berdiri memandang kepergian putra mahkota yang terlihat mengangkat tubuh wanita miliknya dari depan, penasihat putra mahkota menghela nafas berat. “Dia benar-benar tidak ingin melepaskan Wanita itu..” tersenyum kecut mengetahui Perubahan Temannya yang semakin keras kepala “bahkan membiarkan aku menjaganya sekalipun dia tidak mengizinkannya” keluhnya lalu duduk disamping pelindung putra mahkota yang terlihat sedang memainkan jari-jari tangan Diatas keyboard laptop.
Menelusuri setiap peta yang berada didalamnya dengan kecepatan gerakan mata “biarkan saja..” jawab Laki-laki tersebut “dibandingkan denganmu,” mulai menghentikan Jari-jari tangan “ditempat berbahaya sekalipun, Xu’i sangat mampu melindunginya” lanjut laki-laki tersebut mulai memainkan Jari-jari tangannya kembali.
Memijat dahinya “huh. “ menghela nafas keras “begitu nekadkah Xu’i membawa Wanitanya pergi menyerang markas musuh bersama” lanjut laki-laki tersebut mulai memikirkan cara untuk membantu temannya.
“Aku tidak tahu harus Setia kepada siapa saat ini..” Keluh pelindung putra mahkota Shin ji menghentikan jari-jari tangannya “pada Akhirnya, “ menghela nafas berat “meskipun negara ini berada ditangan musuh,.. “lanjutnya lagi “Xu’i akan tetap menjadi Rajanya” tambahnya lagi menutup laptop. “memilih antara Xu’i yang semakin hari semakin berubah atau Paman idris yang memaksakan kehendaknya sendiri.” Tersenyum kecut “membuat kepalaku sangat sakit saat ini”
Memandang pintu keluar, tidak dapat menemukan punggung temannya lagi “begitu ya..” jawab penasihat putra mahkota “aku juga memikirkan hal yang sama” tambahnya lagi.
*********
Tersenyum senang memandang wanita miliknya berada didepan mata, putra mahkota terus melangkah kaki keluar pintu restoran.
Mengenakan Jam tangan yang telah lama ia lepaskan, tampaknya putra mahkota telah memperbaiki Desain jam tangan tersebut tadinya ketika mengadakan rapat dengan kedua temannya.
Jam tangan militer Negara NC memang Aneh, berbentuk Bulat menyatu dengan tali pengikat yang terbuat dari kawat besi tersebut.
Sungguh, kawat yang kuat dengan desain dan warna cantik tersebut mampu menahan berat tubuh orang-orang yang menggunakannya.
Jam tangannya juga bisa terbagi menjadi dua, bahkan Yang lebih spesial, Memiliki Laci kecil seperti milik putra mahkota.
Tali Senar pancing yang mampu menahan Berat beban hingga ratusan Kilogram tersebut terlilit dengan rapi didalam jam tangan tersebut, dengan tiga buah besi kecil yang bisa lengket begitu mudah dibalik dinding.
Penemuan Luar biasa dari Zaman Canggih memang menjadikan kesuksesan tersendiri untuk negara NC.
Harusnya, penduduk Desa Co merupakan penduduk terkaya dinegara tersebut karena Produk teknologi mereka sangat diminati negara lain, hanya saja, Ekspor barang yang terbatas, juga Bahan serta materi yang tidak memadai, mereka semua tidak memiliki kesempatan untuk menghasilkan uang banyak.
__ADS_1
Walaubagaimanapun, Materi dan bahan-bahan Alami Bumi tidak mudah begitu saja diraih seperti memelihara hewan-hewan ternak ataupun menumbuhkan tanaman pangan.
Begitu langkah, hingga jika terus memaksa untuk meraihnya maka kehancuran bumi akan terjadi kembali, hal tersebutlah yang membuat Seluruh Dunia begitu ketat menjaga Bumi dari Penambangan Liar pada masa itu.
“shisou...”
“Shisou..?” putra mahkota tersenyum lembut memandang zili yang telah membuka mata lalu melompat dari tubuhnya, “siapa gurumu..?” tanya laki-laki tersebut memandang Nakal kearah Zili yang tampak memperbaiki uraian rambut panjang tak terikat.
“Tentu saja kakek tua..” jawab gadis itu tanpa pikir panjang “sudahlah lupakan..” Menoleh kearah putra mahkota, “dimana ikat rambutku..?” tanya gadis itu mulai menoleh kesegala penjuru Arah, dan melihat Jam dinding didepan sebuah tiang diPertengahan air mancur halaman Restoran “jam 3..” sontak ia terkejut mengetahui bahwa di pertengahan malam menjelang pagi tersebut restoran keluarga kerajaan masih belum tutup. “Kita akan pulang naik apa..?” tanya gadis tersebut mengingat tidak adanya bus dijam-jam tersebut.
“Bagaimana kalau berjalan kaki saja..?” ucap putra mahkota memberi ide.
Menghela nafas berat “berjalan kaki sejauh itu..” menoleh memandang putra mahkota yang masih tersenyum lembut kepadanya didepan pintu restoran “baiklah..” jawab gadis itu menyetujui, saat itu ia mengira bahwa putra mahkota mungkin tidak memiliki uang lagi untuk menyewa taxi.
Meraih tangan Zili lalu menggenggamnya “ayo jalan” ajak putra mahkota menarik tangan Zili, mulai melangkah kaki, dan membawanya bersama.
Terus berjalan dibawah sinar lampu-lampu jalanan kota yang tampak sepi, sesekali Zili mengayunkan tangannya bersama tangan putra mahkota.
Tersenyum geli melihat tingkah nakal wanita miliknya, putra mahkota mulai menutup kepala gadis itu dengan topi jaket hoodie yang ia kenakan.
“Tuan, kapan kita akan mencari Putra mahkota..?” tanya gadis itu mulai merindukan putra mahkota didalam hatinya.
Terus melangkah kaki “mencarinya butuh persiapan..” jawab putra mahkota berbohong “sehari saja” lanjut laki-laki tersebut “bagaimana kalau kau bersabar hingga besok Siang..?” Lanjutnya lagi terlihat meminta.
Tersenyum lembut menoleh kepala sembari berjalan beriringan dengan putra mahkota ditrotoar jalan. “baiklah” jawab gadis itu terus melangkah menggenggam tangan putra mahkota “sampai besok siang, “ masih memandang putra mahkota yang terlihat menoleh kepala kearahnya “bisakah kau mengizinkan aku datang mengunjungi rumah Temanku..?” Mendengar permintaan Zili, sepertinya putra mahkota merasa berat untuk mengizinkannya, pandangannya mulai berubah hingga membuat gadis itu sedikit takut “disamping Apartemenmu tuan..”
“Hmm”
__ADS_1
“Tempat tinggalnya ada disamping Apartemenmu, digedung yang sama” Lanjut gadis itu meyakinkan.
Tersenyum lembut kembali “begitu ya..”
“Hm”angguk Zili cepat masih menengadah kepala memandang putra mahkota.
“Baiklah” jawab putra mahkota menyetujuinya. “kau boleh mengunjunginya tetapi tidak boleh terlalu lama” lanjut laki-laki tersebut, tampaknya ia sangat takut akan kehilangan wanita miliknya kembali.
Terus melangkah hingga langkah mereka terhenti ketika melihat sebuah Mobil kerajaan tiba-tiba berhenti menepi dipinggir jalan.
Tersenyum kecut, lalu berubah menjadi senang ketika melihat Zili memeluk kedua tangannya, putra mahkota melepaskan tangan gadis itu, lalu meraih punggung belakang bagian atasnya dan membawa gadis itu kedalam pelukannya.
“Berikan dia padaku..” Pangeran istana terlihat berdiri didepan mereka berdua setelah melompati pagar pembatas jalanan kota dan berada di trotoar jalan.
Tersenyum remeh “kenapa aku harus memberikan istriku kepadamu..?” tanya putra mahkota, sedikit tersenyum geli ketika melihat Zili memeluknya.
Merasa kesal dengan perilaku Zili serta penolakan putra mahkota “bukankah kau tidak pernah mencintainya..?” ucap pangeran istana “kau hanya akan menyakitinya saja jika dia terus bersamamu.” Lanjut laki-laki tersebut terlihat sangat menginginkan Zili yang terlihat mengeratkan pelukannya.
“Ahhh” tersenyum senang dengan perilaku Zili “sepertinya aku mulai mencintainya sekarang..” lanjut laki-laki tersebut “setelah menikmati malam bersama, hatiku merasa berat untuk melepaskannya lagi”
“Menikmati malam bersama..?” tanya Zili menengadah kepala memandang wajah putra mahkota.
“Bukankah kita telah melakukannya berkali-kali sayang..?” pertanyaan putra mahkota semakin membuat kesal pangeran istana.
“Konyol,” jawab laki-laki yang terlihat tidak mempercayai ucapan putra mahkota “mana mungkin kau akan melakukannya...
“Ahh benar sekali..” jawab Zili melepaskan pelukan dari tubuh putra mahkota “sayang, jangan bahas itu didepan orang lain” lanjut Zili memukul dada putra mahkota pelan “kau tahu, aku sangat malu ketika mengingatnya” tambah gadis itu membuat putra mahkota tersenyum geli hingga meraih tubuh Zili dan memeluknya lagi.
__ADS_1