Greatest, Chasing After You : My Husband Is Not An Ordinary Villain - Season 5

Greatest, Chasing After You : My Husband Is Not An Ordinary Villain - Season 5
tak tertahankan


__ADS_3

“Ce...cemburu?”


Putra mahkota tersenyum geli, masih dengan santai menyila kaki didalam meja penghangat.


“Iya, aku sangat mengerti bagaimana rasanya cemburu, jadi...” Zili mulai melangkah kaki mendekati helikopter “jangan sentuh aku” lanjutnya lagi.


Tapi sayang pangeran istana mengabaikan larangan Zili, ia malah menarik siku gadis itu untuk menghadap kearahnya. “Kau...” pangeran istana tersenyum kecut “dari mana datangnya kepercayaan dirimu yang tinggi itu?” Tanyanya meremehkan.


Zili menghela nafas, mencoba melepaskan tetapi cengkraman tangan pangeran istana begitu kuat hingga membuatnya sedikit kesakitan “Shin ji, shin jo, Sandi atau mungkin kau merasa kakekku juga menyukaimu?” lanjut pangeran istana lagi meremehkan.


Putra mahkota mulai melirik tidak senang, namun tampaknya ia sengaja membiarkan. Ntah apa maksud laki-laki tersebut tetapi wajahnya memang terlihat sangat tidak menyukai perilaku pangeran istana.


“Tu... tuan Sa’i,”


“Sa’i?”


Pangeran istana mengalihkan pandangannya keteras rumah. Terlihat putra mahkota sedang duduk dengan santainya, dibelakang putra mahkota, wanita tua berdiri tidak menyukai tindakan pangeran istana, juga dua pelindung dan penasihat putra mahkota yang sedang duduk menyila memandang kecut pangeran istana dibelakang laki-laki tersebut dan laki-laki tua disampingnya.


Pangeran istana tersenyum remeh lagi “kau” dia mulai mengalihkan pandangan kembali kearah Zili “dari mana kau tahu dia akan cemburu?”


Zili membuang wajah “tentu saja aku tahu karena dia menyukaiku”


“Pffftt” pangeran istana menahan tawa geli. Ia bahkan sampai melepaskan tangannya dari siku zili.


“Aku” zili mulai memberanikan diri menatap pangeran istana yang masih menunduk menahan tawa “akulah orang yang paling mengerti arti cemburu, aku juga pernah berada diposisi tuan sa’i bahkan selama hidupku terus menerus dihantui dengan rasa cemburu”


Ucapan kekesalan Zili sontak mengejutkan semua orang yang berada disana tanpa terkecuali. “Shin’A, aku tidak ingin membencimu dengan mengingat masa lalu, jadi aku mohon, jangan berbuat sesuka hatimu terhadapku,” lanjutnya lagi “aku ini adalah milik putra mahkota” tambahnya kemudian, lalu pergi menuju helikopter.


“Jadi kau menyalahkanku?” pangeran istana tampak kesal dengan ucapan Zili.


Zili menghentikan langkahnya dan berbalik menghadap pangeran istana “bukan menyalahkan, hanya saja, aku cemburu dengan perhatian ratu negara kepadamu, kau juga sangat beruntung memiliki Ibu yang begitu penyayang dan juga ayah yang masih memiliki banyak waktu bertemu denganmu, aku juga pernah cemburu ketika putra mahkota dekat dengan ratu negara dan juga aku sedikit cemburu karena kau memiliki banyak teman tidak seperti aku yang sama sekali tidak memiliki teman. “ Zili tersenyum getir, menahan tangis, matanya bahkan mulai berkaca-kaca lagi setelah sebelumnya menghilang karena mendengar nama putra mahkota dari Ratu negara.“sudahlah lupakan” dia berbalik arah, menuju helikopter kembali dan meninggalkan putra mahkota yang tersenyum senang menatap punggungnya.


“Dia mulai berubah” ungkap Pelindung putra mahkota shin ji semakin memperlebar senyuman putra mahkota.

__ADS_1


*********


Helikopter telah mendarat tepat dihalaman rumah yang luas.


Sedikit melirik kearah pangeran istana yang masih duduk membuang wajah dijendela, Zili mulai menghela nafas berat karena merasakan suasana hati laki-laki disampingnya tersebut sedang buruk.


Gadis itu berdiri, mulai melangkah keluar pintu. Lagi, dia menghela nafas kali ini semakin berat karena pangeraan istana sengaja menabrak bahunya dan meninggalkan gadis tersebut begitu saja.


Tampak jelas punggung pangeran istana menjauh ketika gadis tersebut menapakan kaki diatas rerumputah hias halaman rumah.


Saat itu, matahari mulai terbenam, cahaya berwarna jingga terlihat diufuk barat. Zili mengigit bibir bawah Sedih.


Ahhh.. entah mengapa!


sedari tadi pikirannya terus menerus tertuju kepada putra mahkota yang sedang menyamar menjadi Sa’i.


Hanya memikirkannya saja membuat Detak jantung gadis itu tak karuan. Takut, dia merasa takut jika mencintai laki-laki lain selain putra mahkota.


Yang dia pahami selama ini ketika melihat keadaan ayahnya yang mencintai ratu negara adalah dia sangat mengetahui bagaimana rasanya jatuh cinta.


“Kau...


Suara pangeran istana sontak mengejutkan Zili yang langsung terperanjat sadar “sampai kapan akan berdiri disana dan melakukan hal konyol?” lanjut laki-laki tersebut yang telah membalikan tubuh menghadap kearah Zili.


Zili mulai melangkah kaki beberapa kali, lagi-lagi dia dikejutkan dengan keberadaan pangeran istana yang telah berdiri didepannya.


Zili menunduk kepala malas, sangat malas jika harus berurusan dengan laki-laki tersebut “kau..” pangeran istana menatap wajah Zili yang masih tertunduk “jangan bilang kalau kau menyukaiku?”


Sontak Zili terkejut, bahkan sampai berani menatap mata pangeran istana “astaga.. “ ucapnya berkilah “shin’A, kau harus tahu, orang yang kusukai hanyalah putra mahkota” ucapnya sedikit keras “aku tidak akan pernah menyukaimu”


“Hmmmm...


Pangeran istana mulai tersenyum nakal “kau ini sangat...

__ADS_1


Dia menatap remeh “mu ra han” lanjutnya lagi “semua laki-laki kau sukai bukan?”


“Maksudmu?”


“Kau bilang tadi cemburu padaku yang memiliki banyak teman, itu artinya kau suka padaku bukan?” Zili menggertakan gigi geram, padahal bukan itu maksud perkataan yang dilontarkannya ketika masih berada didesa Ann 51 “sa’i, yang kau sebut itu, kau juga menyukainya, bukan?”


Tak mampu berkilah, karena Zili juga mengetahui dengan pasti degup jantungnya ketika bersama putra mahkota yang sedang menyamar. Saat ini gadis itu hanya bisa tertegun mendengar penghinaan pangeran istana.


Karena tidak ingin terus menerus dihina, Zili mulai melangkah kaki. Perlahan, ia menyadari mungkin benar apa yang dikatakan pangeran istana bahwa dia adalah wanita murahan yang menyukai dua orang laki-laki didalam hatinya.


“Murahan” bisik pangeran istana memperparah suasana hati Zili “kau harusnya lebih bersikap agresif terhadapku” lanjut laki-laki itu lagi.


Zili membalik tubuh, mulai menghadap pangeran istana.. paaaaakkkkk...


Tamparan keras dilakukan oleh gadis itu karena sudah sangat tidak tahan mendengar ucapan pangeran istana.


Pangeran istana tersenyum nakal, ia bahkan tak terlihat merasakan sakit sama sekali karena tamparan Zili yang begitu lemah menurutnya.


“Waaaahhh, aku terkejut,” senyuman laki-laki itu semakin nakal “berani sekali kau menampar wajah pangeran istana” lanjutnya lagi membuat Zili merasa bersalah tiba-tiba.


Tak ingin mengucapkan kata maaf, zili berbalik kembali, melangkah menuju pintu rumah.


“Hooooiiiii


Tangan pangeran istana menarik gadis itu kuat, sekuat tenaga Gadis tersebut mencoba melepaskan namun sia-sia. Dia terpaksa berbalik dan lagi....


Tangan pangeran istana telah melingkar dipinggangnya. “Berani sekali kau pergi setelah menamparku” ucap laki-laki tersebut menatap wajah Zili yang telah ia alihkan kesamping kiri karena tidak ingin beradu tatapan dengan pangeran istana.


“Maaf” ucap Zili perlahan.


“Ulangi”


“Aku minta maaf”

__ADS_1


Pangeran istana tersenyum geli, ia bahkan sangat senang mengganggu putri mahkota.


“Lucunya” ucap pangeran istana lalu menarik tubuh Zili dan memeluknya “syukurlah kau baik-baik saja” ucapnya lega mempererat pelukan yang hampir membuat Zili kesulitan bernafas saking terkejutnya dengan sikap lembut pangeran istana.


__ADS_2