
Putra mahkota melirik kearah Zili yang sedang kebingungan. Melihat wajah gadis itu didalam kedua bola matanya.
Hembusan angin menerpa mereka berdua. membuyarkan rambut panjang Zili hingga menutupi wajah.
Berkali-kali ia menyingkap rambutnya masih dengan keadaan bingung.
Disebuah puncak bukit yang tinggi. Terlihat jelas mereka berdua berdiri dibawah atap langit berkabut yang perlahan-lahan menghilang, membuka pandangan mata.
Putra mahkota melemparkan senyumannya melihat tingkah Zili yang ingin bertanya namun sepertinya tertahankan. Tetapi Zili tidak menyadarinya.
Andai saja hari itu zili mengetahuinya, mungkin hak tersebut akan menambah rasa bahagia didalam dirinya.
Sementara itu, tidak jauh dari bawah bukit. Terlihat jelas pangeran istana sedang berdiri menatap kedua pasangan suami-istri dipuncak bukit.
Dia menemukan mereka.
Pangeran istana tersenyum kecut menarik nafas.
Syukurlah, dia baik-baik saja.
Ungkapnya dalam hati ketika telah memastikan keadaan zili.
"Yang mulia, perlukah saya menemui putra mahkota untuk mengatakan keberadaan anda?"
"Tidak perlu, aku hanya ingin mengawasi mereka saja dari kejauhan"
Pangeran istana berbalik. Bagian bawah Kemeja berwarna jingga yang menawan terbang terhembus angin.
"Yang mulia...
"Pergilah, aku akan memanggil kalian jika aku butuh" pangeran istana menekan tombol kecil pada arloji miliknya. Ia mulai naik keatas pohon.
Bersandar dibatang pohon, sembari masih memandang puncak bukit tempat dimana putra mahkota dan Zili bahan-bahan yang mereka cari.
"Shisou...
Putra mahkota memegang dahinya sejenak, menyembunyikan Senyuman karena mata zili mulai mengalihkan pandangan kearah putra mahkota.
"Kenapa kau hanya berdiri saja? Kalau kau tetap berdiri. Pergilah"
"Kemana?"
"Bukankah aku sudah menunjukan kepadamu Belalang tinzal?"
"Yang mana shisou?"
"Kau ini bodoh sekali"
"Shisou .. aku tidak lihat apapun! Mengapa kau selalu menghinaku dan mengatakan aku bodoh terus menerus"
"Jadi kau tidak terima?"
"Bu.. bukan begitu...
"Pergilah..
"Tapi aku tidak melihatnya?"
"Maka dari itu, kau harus pergi melihatnya. Kau ini keras kepala sekali"
Zili yang kesal, mulai melangkahkan kaki menuju batang pohon yang telah ditunjukan oleh putra mahkota.
Meskipun kesal, dia tidak marah sedikitpun kepada putra mahkota. Langkah kaki terus bergerak...
Tuuuuuuuuuaaaaammm duuuuak duuuuuuaaaaarr.
Sontak Zili terperanjat. Belum sampai Zili ke batang pohon tersebut. Suara menakutkan terdengar hingga menggetarkan tubuhnya.
Keseimbangan kakinya hampir saja jatuh.
Sementara burung-burung dan hewan-hewan lainnya seperti biawak berlarian pergi dari tempat tersebut.
Putra mahkota memandang kearah Utara, begitu pula dengan Pangeran istana yang tadinya sedang bersandar diatas dahan pohon.
"Suara kaki monster... bukan.. suara ledakan.. shi...
"Black hole"
__ADS_1
"Blackhole? Di negara ini ada blackhole...
"Kita pergi sekarang, harus cepat-cepat pergi"
Zili menganggukan kepalanya. "Pakai jam tanganmu untuk naik pohon"
Zila tersentak, ia kebingungan. "Kenapa harus naik keatas pohon?"
"Mengurangi kemungkinan terjadi"tidak lagi bertanya-tanya. Zili langsung naik keatas pohon meskipun belum menguasai jam tangan tersebut.
Perlahan-lahan putra mahkota, memegang pinggang zili. Membawanya naik keatas pohon bersama dengan jam tangan mereka masing-masing.
*******
"Black hole.. paman..
"Tenang lah, suaranya juga lumayan jauh."
"Bukan kita, tapi Xu'i, bukankah Desa Terisolasi dekat dengan blackhole!"
"Xu'i pasti bisa mengatasinya dengan baik."
"Tidak bisa paman, kita harus segera menemui Xu'i. Masker...
"Yu'a Tenanglah"
Putri istana tampak sangat panik ketakutan.
Bagaimana tidak?
Ia bahkan mendengarkan suara blackhole.
Suara dentuman sebuah Lubang hitam yang sangat dalam bahkan hampir menembus dasar laut.
Ledakan blackhole memuntahkan uap panas yang melambung-lambung diudara.
Bukan hanya hal tersebut.
Blackhole juga mampu menyebarkan Virus Bloody-V yang berasal dari hewan-hewan yang tak sengaja mati disekitarnya.
Virus yang mampu menghisap darah seseorang yang terkena. Virus tersebut bahkan mampu melayang-layang hingga sekian meter jaraknya.
Virus Bloody-V biasanya terdapat di hewan-hewan yang telah mati tepat disekitaran Blackhole. Karena Udara blackhole yang sangat buruk, virus tersebut mampu bersemayam menggerogoti bangkai-bangkai hewan.
Lalu bangkai-bangkai yang dimakan hewan lain disekitaran Blackhole membuat hewan tersebut terserang virus Bloody-V.
Tidak bertahan lama, virus akan terus menggerogoti hewan tersebut hingga mati dan mengulang kembali kegiatan mereka.
*******
"Blackhole...
"Shin..
"Astaga, kenapa dihari ini dia meledak?"
Raja negara mulai merasa khawatir dengan keadaan putra mahkota dan Zili.
Begitupula dengan raja negara yang sangat panik hingga berlari cepat meninggalkan Raja negara.
Laki-laki tersebut mengelengkan kepala melihat kepanikan istrinya untuk segera menemui zili dan putra mahkota.
Membawakan bahan-bahan dan alat-alat sederhana pembuatan obat anti virus didalam tas yang ia bawa.
"Yuanna...
"Cepatlah Shin..
Raja negara tak berhenti-hentinya tertawa melihat tingkah lucu istrinya yang penuh dengan kekhawatiran.
*********
Tuaaaaaammmm duuuuaaaaakkkk duaaaaaaammmm
putra mahkota dengan cepat membawa Zili pergi begitupula dengan zili yang berkali-kali menyesuaikan kecepatan Putra mahkota namun sering gagal dalam meraih dahan pohon dengan jam tangannya.
Alhasil, ketika hampir jatuh. Berkali-kali putra mahkota menahan berat tubuhnya hingga sampai kedahan pohon.
__ADS_1
Tenaga gadis itu tidak lagi cukup untuk menarik tubuhnya hanya dengan sebuah tangan.
Meskipun melayang, tetap saja ada kelelahan sendiri karena tarikan tubuh membebani tangan yang memakai jam.
Keringat membasahi tubuh Zili meskipun telah tertepa angin."sudah lumayan jauh, kita istirahat disini saja"
Putra mahkota tampaknya mengetahui kesulitan yang terjadi kepada Zili.
Meskipun masih dalam Zona berbahaya. Tapi menurut prediksinya,tempat mereka berada termasuk aman karena diapit dua bukit tinggi.
"Tapi shis..
"Kau mau menyusahkanku dengan memaksakan dirimu"
Zili menggelengkan kepalanya.
Dia pertengahan bawah bukit yang miring. Mereka berdua turun dari atas pohon.
Rasa penat menusuk Tubuh, berkali-kali Zili menghela nafas lelah.
Haus...
Lapar..
"Tunggulah disini?"
"Tapi shiso...
"Aku akan mencari buah berair dan sejenis buah lainnya untuk bisa dimakan"
"Tapi shisou, ak...
"Apa kau ingin menghambat perjalananku" Zili terduduk berselonjor dikemiringan Bukit. Sembari menggelengkan kepalanya."maka tunggulah...
"Baiklah shisou, aku akan menunggumu"
Didalam hati gadis itu bergumam sendiri.
Menunggu.
Itulah yang bisa aku lakukan.
Menunggumu shisou.
Tidak berselang lama. Putra mahkota telah hilang dipandangan mata.
Meninggalkan Zili yang masih menatap tempat menghilangnya terakhir kali.
"Air"
Sontak Zili membelalakan matanya!
Dia sangat mengenal suara yang tiba-tiba muncul dari belakangnya.
"Shin'A"
Ucap Zili langsung berdiri menghadap kebelakangnya.
"Kau mau air?" rasa takut telah muncul kembali. Meskipun Zili berusaha menenangkan hatinya sekuat tenaga. Tetap saja masih terasa takut bertemu dengan Shin'A jika hanya berdua saja.
“kenapa kau ada disini?”
“Memang kenapa jika aku berada disini?”
Zili menggelengkan kepalanya. Ia sangat tidak ingin berurusan dengan pangeran istana. “Air” pangeran istana memberikan sebotol air mineral kepada Zili.
“Aku tidak mau, didalamnya pasti sudah kau beri racun”
Pangeran istana tersentak sejenak, lalu tersenyum kemudian “hahahahahha” tawanya terlepas dan menggelega.
“Pergilah shin’A, jika aku tidak sedang menunggu putra mahkota dan tidak ingin membebaninya, aku pasti akan lari sekaraang juga”
“Kenapa kau sangat ingin lari dariku?”
“Bukankah dari dulu kau yang ingin aku tidak terlihat dimatamu?”
******
__ADS_1
semangat ya membacanya