Greatest, Chasing After You : My Husband Is Not An Ordinary Villain - Season 5

Greatest, Chasing After You : My Husband Is Not An Ordinary Villain - Season 5
ATB, My majesty 49 ( end )


__ADS_3

Keramaian yang menggetarkan jiwa. Sore hari itu zili tersenyum getir memandang Hampir seluruh pejabat tinggi Klan memasuki lapangan.


Zili berdiri tepat dikerumunan masyarakat Ann yang sedang berdesak desakan menonton dan menyaksikan kedatangan para petinggi yang sangat jarang sekali mereka temui.


Dia memandang putra mahkota dengan pandangan penuh kerinduan setelah beberapa hari lamanya tidak bertemu. Gadis itu tersenyum lembut melihat putra mahkota yang telah turun dari mobil kerajaan.


Lalu dia bergegas pergi setelah puas melihat apa yang dia inginkan. Zili membalikan tubuh, berjalan memasuki kerumunan orang orang. Ia hendak pergi kembali menuju asrama putri ann.


Pandangannya sontak terkejut, semua orang terlihat tunduk melihatnya. Dalam hatinya berpikir mungkin ia telah disadari sebagai putri mahkota.


Tapi lagi lagi zili semakin ditambah terkejut.


“Oi”


“Haaah” matanya berkaca kaca. Ia menoleh kepala kearah belakang.


“Shi...”


“Kenapa masih memakai pakaian kotor seperti ini?” zili tidak percaya melihat putra mahkota telah berdiri dibelakangnya.


“Shis....”


Putra mahkota meraih tangan Zili, membawanya pergi bersama menuju gedung kebanggaan klan ann dengan disaksikan puluhan juta mata masyarakat ann dan masyatakan negara NC lainnya melalui media masa.


“Zili” gumam Sun sa’i mengepalkan tangannya, pandangannya haru melihat orang yang sangat dirindukan namun kecewa karena hari itu ia mengetahui bahwa Zili ternyata putri mahkota yang tengah dibicarakan masyarakat Sun sebagai orang yang mampu mencuci otak para anggota keluarga kerajaan.


Sementara, tidak jauh dari sana. Tampak jelas terlihat rasa benci dimata dua orang wanita yang melihat putra mahkota menarik tangan seorang gadis dengan pakaian kaos biasa dan celana jeans panjang.


Hampir semua mata calon penerus petinggi kerajaan memandang Hina melihat zili, namun ada juga beberapa dari mereka yang memandang mereka dengan senyuman bahagia.


“Shisou”


“Hm”


“Kita mau kemana? Shisou sedang dilihat...”


“Bisakah kamu diam sebentar” putra mahkota terus menggenggam tangan Zili ditangannya.


Kaki mereka berhenti. Tepat dihadapan raja bayangan Xu idris.


“wahai yang mulia raja bayangan, bisakah anda lihat, seperti inikah cara masyarakat NC memperlakukan istri saya, padahal dia adalah calon ratu negara NC?. “


“shisou” gumam zili dalam hati.


“Hahahaha, putra mahkota tampaknya kau sangat marah”

__ADS_1


“Aaah benar, aku sangat marah, sampai ingin sekali menghukum siapapun yang tidak bertanggung jawab mengurusi putri mahkota”


Perkataan putra mahkota sontak mengejutkan semua orang, bahkan para petinggi klan Ann hari itu juga berhamburan turun jatuh tertunduk dihadapan putra mahkota dan zili.


“Shisou”


“Yang mulia, maafkan kesalahan yang telah kami perbuat, mohon berikan kesempatan bagi kami..”


“5 menit, bereskan kebodohan yang telah kalian buat kepada istriku.” Geram putra mahkota.


“Shisou”


“Pergilah, kau adalah salah satu calon petinggi kerajaan”


“Yang mulia, mohon ikutilah kami yang mulia”


“Shisou”


“Pergi kubilang”


Putra mahkota melepaskan genggaman tangannya, membiarkan zili yang sedang berjalan pergi dengan ragu ragu.


“Yang mulia terhormat, bisakah anda mewakili saya untuk mengumumkan kehendak hati saya” putra mahkota mulai melanjutkan pembicaraannya kepada raja bayangan Xu idris yang tengah berada diatas kursi gedung lantai dua.


“Tentu saja putra mahkota, serahkan segalanya kepadaku” jawaban raja bayangan memuaskan hati putra mahkota.


Terlebih lagi, seluruh ketua klan negara NC yang sedang duduk berjejer mendampingi raja bayangan xu idris yang telah berdiri memberi pengumuman penting.


Disambut dengan kamera serta banyaknya drone diatas udara.


“Untuk Seluruh penduduk NC yang berada dimanapun. Hari ini, Keluarga besar Xu mengumumkan. Bahwa zin Zili’A bukan lagi berasal dari Klan Zin. Dia telah dianggap sebagai calon ratu negara. Dan diputuskan akan menjadi bagian dari klan Xu. Xu Zili’A. Kalian semua mengetahui bukan! Hukuman apa yang pantas diberikan bagi semua orang yang memperlakukan keluarga Xu semena menanya. Tentu saja, Penjara bawah Tanah Xu”


Hari itu semua orang tercengang, terpaku bahkan membisu. Ketua klan zin bahkan tidak sanggup berkata apapun. Semua orang tampak tidak percaya dengan keputusan raja bayangan.


Mereka bahkan berpikir, hal mustahil tersebut tidak akan pernah mungkin terjadi.


Kebanyakan mereka tidak dapat menerimanya, bahkan mulai hari itu sangat membenci zili yang dapat dengan mudah masuk menjadi bagian Klan Xu yang sudah hampir punah.


Dapat dipastikan, bahwa Zili akan segera diberi obat berwarna merah. Yang akan mampu mengubah darahymnya, ia juga akan dibekali pengetahuan tentang obat obatan terlarang juga diperkenankan untuk membuka pintu rahasia klan Xu. Jika demikian adanya, zili bahkan akan mampu Membuka ruangan harta klan milik keluarga kerajaan.


“Sebegitu gilakah kau mencintai putri mahkota” teriak seorang wanita terdengar menggertakan jiwa. Wanita tersebut saat itu tengah berjalan dengan mengepalkan tangan menghampiri putra mahkota yang sedang berdiri dibawah raja bayangan xu idris.


Semua mata memandang Sun Liyu’a, Putri istana yang terlihat sangat marah tidak mampu menahan rasa keterkejutannya.


“Singkirkan”

__ADS_1


Perintah putra mahkota kepada seseorang dibalik headset yang ia kenakan.


Sontak semua orang terkejut, Li yu’a dihadang beberapa Laki laki berpakain kain merah menutup wajah.


“Klan elite bahkan kau perintahkan hanya untuk menyingkirkan ku” teriak Yu’A lagi tidak terima. Ia bahkan tidak diperkenankan untuk mendekat.


“Minggir” teriak yu’a “minggir kubilang”


“Yu’A”


“Ibu” semua mata membelalak ketika melihat yuanna keluar dari gedung klan ann lantai dua. Berjalan menghampiri raja bayangan xu idris membawa Zili yang telah dihiasi cantik bak bidadari mengenakan gaun merah panjang selutut kaki, dengan rambut berhiaskan pita emas putih cantik,diikat setengah rambut kebelakang. Rambutnya yang panjang dan hitam memancarkan cahaya matahari menegun siapapun yang melihat bahkan putra mahkota sendiri tidak percaya dengan kecantikan luar biasa istri dihadapannya.


Zili telah berubah layaknya calon ratu anggun yang membuat banyak orang langsung jatuh cinta. Menatap keindahan wajah yang tak terkira kecantikannya.


“Itu...”


“Hentikan yu’a, kau tidak punya hak untuk berbicara”


“Ibu.. kenapa .. kenapa”


“Bawa dia pergi” perintah yuanna yang segera langsung dilaksanakan oleh kelompok elite.


“Dengar kalian Semua, keputusan telah dibuat. Mulai sekarang, orang yang berada dihadapan kalian adalah putri mahkota Xu. Jabatannya lebih tinggi dari semua pangeran ataupun putri istana. Bahkan seluruh ketua klan negara NC.”


“Baiklah yang mulia, kami mengakuinya”


Semua orang tertunduk serentak menghadap kepada zili yang telah berada dipertengahan Ratu Xu yuanna dan raja bayangan Xu idris.


Putra mahkota tertegun bahkan Shin’a tak kalah kagumnya memandang kecantikan seorang wanita yang baru pertama kali menggetarkan hati mereka.


“Zili” gumam sa’i merasa teramat menyesal. Ia merasa jarak diantara semakin jauh.


“Sudah diputuskan. Putri mahkota akan diberkati dengan seorang pelindung. Pelindung yang akan menjaganya baik hidup dan mati. Pelindung tersebut adalah Sun Shin Sa’i”


Sontak semua orang semakin dan bertambah terkejut lagi dan lagi mendengarkan keputusan ratu mereka. Mereka masih tidak dapat menerima Bahwa sa’i yang merupakan salah satu Tentara terkuat kerajaan ditugaskan untuk menjaga Zili.


Namun tidak seorang pun yang berani menentangnya. Mereka mengetahui bahwa negara NC berada dikekuasaan tangan Klan Xu.


“Baiklah yang, Hidup mati saya. Akan saya berikan seutuhnya untuk putri mahkota” Ucapan Sa’i semakin membuat semua orang tidak percaya.


“Selamat Xu Zili’A, selamat datang dan bergabung menjadi bagian klan Xu” suara putra mahkota mengejutkan zili. Menjatuhkan air matanya menetes tidak percaya.


“Shisou”


S1. EnD

__ADS_1


s2. coming sooon.


thanks for supporting me.


__ADS_2