
*Cincin Darah Suci*
Wuss!
Kaki kanan Putri Yuo Kai langsung bertolak mendorong maju.
Seperti pergerakan setan, tubuh Putri Yuo Kai melesat cepat ke depan, langsung menyerang ke arah Joko berdiri. Penonton hanya bisa melihat tubuh Putri Yuo Kai seperti bayangan tidak jelas karena demikian cepatnya. Para penonton hanya terperanjat terpukau, tetapi ikut tegang berharap besar yang menang adalah Putri Yuo Kai.
Tidak mungkin Joko berani adu fisik dengan sang putri karena ia adalah wanita. Joko pun tidak mau memberikan pertunjukan menjemukan dengan main kucing-kucingan. Ia memilih menghindar dengan melejit tinggi lurus ke udara. Ia sadar bahwa ia akan menjadi sasar tembak yang empuk bagi sang putri. Kemarin Joko sempat melihat kehebatan ilmu tembak Putri Yuo Kai.
Zesss!
Benar dugaan Joko, posisinya di atas udara memancing sang putri mengerahkan ilmu Bidikan Mata Langit-nya. Wanita cantik itu menyatukan kesepuluh jemari tangannya lalu ia hentakkan ke atas, tepat kepada tubuh Joko Tenang.
Satu sinar putih yang samar melesat sangat cepat dari tangan sang putri.
“Celaka!” ucap Su Mai khawatir melihat posisi Joko yang jadi sasaran tembak.
Kelebihan Bidikan Mata Langit ada pada kecepatan yang terlalu cepat, membuat lawan sulit punya kesempatan untuk adu kesaktian. Selain itu, daya hantam tenaganya sangat besar.
“Apa?!” kejut Putri Yuo Kai.
Kali ini, Putri Yuo Kai benar-benar terkejut. Pertarungan baru saja berlangsung beberapa detik, tetapi Joko Tenang sudah membuatnya terkejut.
Bukan hanya sang putri yang terkejut, orang-orang terdekat sang putri seperti Bo Fei dan ke-12 Pengawal Angsa Merah yang mengetahui kehebatan ilmu itu, juga terperangah dengan apa yang mereka saksikan.
Yang terjadi adalah sinar putih Bidikan Mata Langit hilang begitu saja masuk ke dalam punggung Joko yang dilapisi Rompi Api Emas. Sedikit pun tidak terjadi apa-apa pada Joko. Ilmu Bidikan Mata Langit hilang tanpa jejak dan efek.
Beg beg beg...!
Dari atas angkasa itu, Joko Tenang melesatkan enam pukulan jarak jauh beruntun bertenaga dalam tinggi. Hebatnya, Putri Yuo Kai bisa menangkis semuanya dengan kedua tangannya. Sementara kedua kakinya memasang kuda-kuda yang kokoh.
Wuss!
Seiring turunnya tubuh Joko ke bawah, satu tangannya menghentak melepaskan angin pukulan Langit Membakar Bumi. Ia berani melepaskan pukulan pembakar itu karena ia yakin sang putri pasti bisa menghindar atau melindungi dirinya, terlebih tenaga yang digunakan Joko hanya setengah dari yang semestinya.
Segelombang angin panas menderu keras dengan suara yang menyeramkan, membuat Kaisar Long Tsaw dan penonton lainnya mengerenyit merinding mendengarnya.
__ADS_1
Sang putri yang tahu itu adalah angin berpanas tinggi, cepat melesat mundur sambil mempertemukan kedua telapak tangannya di depan dada, menciptakan satu tameng tenaga dalam berbentuk lapisan sinar merah bening.
Bruss!
Angin pukulan Langit Membakar Bumi menghantam lantai lapangan lalu menyebar ke segala arah. Ketika angin mengerikan itu menyentuh lantai lapangan, api besar nan luas langsung menyala dan menyebar cepat ke segala arah.
Para prajurit yang berpagar di pinggir lapangan kompak bergerak mundur beberapa langkah dengan wajah mengerenyit menahan hawa panasnya. Untung lidah apinya tidak sampai menjangkau mereka.
Lidah api mengenai Putri Yuo Kai.
“Kai’er!” jerit Permaisuri Fouwai, Selir Ni dan Selir Yim bersamaan, panik.
Semua khawatir dan menduga Putri Yuo Kai akan terbakar dan bisa merusak fisik dan pakaiannya.
Namun tidak, ilmu perisai Ruang Darah Naga membuat api tidak bisa menyentuh sehelai rambut pun milik Putri Yuo Kai.
Joko Tenang mendarat di tengah-tengah kobaran api lalu langsung melesat maju.
Booom!
Putri Yuo Kai mendelik merasakan betapa besarnya tenaga pukulan Joko. Tubuh sang putri terdorong dahsyat ke belakang. Hingga berhenti ketika satu kakinya naik ke belakang menahan di dinding bawah tribun, mencegah tubuh indahnya menghantam dinding.
Joko Tenang berdiri menunggu sejenak setelah serangan tinju dahsyat itu. Lautan api yang sempat tercipta di lapangan telah padam, meninggalkan warna hitam bekas api pada lantai lapangan.
“Luar biasa kau, Joko. Aku akan sangat bahagia jika kau menjadi suamiku,” ucap Putri Yuo Kai lirih. Suaranya bergetar karena seluruh tubuhnya juga bergetar efek dari hantaman keras itu. Namun, ia memberikan senyuman kepada Joko yang berdiri jauh di depan. Ia merasa benar-benar senang, sebab baru kali ini ia mendapati lawan setangguh ini.
“Hahaha! Aku akan menang, Nona Su,” kata Pangeran Han Tsun kepada Su Mai.
“Pertarungan belum selesai,” balas Su Mai.
Setelah sejenak mengatur pernapasannya, Putri Yuo Kai kembali dalam kondisi normal.
Wuss! Zesss!
“Hukh!”
Bdak!
__ADS_1
Serangan babak kedua Putri Yuo Kai kali ini lebih hebat. Ketika ia melesat maju dengan cepat seperti setan, ia melepaskan Bidikan Mata Langit. Akibatnya, sinar putih samar melesat ke arah Joko dari jarak yang cukup dekat. Putri Yuo Kai masih penasaran, apakah benar Bidikan Mata Langit tidak berfungsi terhadap Joko.
Joko Tenang tidak bisa menahan atau menghindar, kecuali satu cara. Ia menggunakan jurus Langkah Dewa Gaib. Meski sinar itu lewat tipis di sisi tubuhnya, tetapi kekuatannya menyerempet dan mementalkan tubuh Joko dengan keras lalu terbanting di lantai lapangan. Sementara sinar putih sang putri lenyap sendiri di kejauhan udara.
Tersenyum Putri Yuo Kai melihat Joko terbanting keras ke lantai.
“Kesempatanku!” seru Putri Yuo Kai dengan tubuh sudah melompat dengan jari-jari tangan telah diselimuti garis-garis listrik berwarna merah.
Putri Yuo Kai meluncur turun dengan tangan lebih dulu menusuk ke arah tubuh Joko.
Clap! Bluar!
Dalam kondisi tersudut seperti itu, Joko hanya bisa mengandalkan Langkah Dewa Gaib. Tahu-tahu dia menghilang dan jari-jari berlistrik Putri Yuo Kai menghantam hancur lantai batu lapangan.
Joko Tenang muncul telah berdiri sempurna agak jauh di sisi kakan sang putri.
Kaisar Long Tsaw dan penonton lainnya tidak bisa melihat gerakan perpindahan Joko Tenang. Memang sejauh perjalanan kependekaran Joko, belum ada tokoh persilatan yang bisa mengatasi atau membaca pergerakan Langkah Dewa Gaib.
Melihat Joko Tenang bisa lolos, Putri Yuo Kai tidak berhenti. Ia kembali mengulang serangannya tadi, yakni maju cepat sambil melepaskan Bidikan Mata Langit.
Namun, Joko Tenang sudah siap menghadapi serangan yang berulang.
Zesss! Sess!
Btuarr!
Ketika Putri Yuo Kai melesat memburu Joko, si pemuda juga melesat mundur dengan cepat guna menjaga jarak. Di saat yang sama, satu ilmu sudah siap di tangan kanannya.
Ketika Putri Yuo Kai melesatkan sinar putih Bidikan Mata Langit, penjagaan jarak membuat Joko bisa langsung melesatkan pukulan Pisau Neraka. Dari dalam telapak tangan Joko melesat cepat sinar merah berbentuk pisau yang langsung menghadang sinar putih.
Ledakan dahsyat terjadi di udara. Sinar merah Joko menghancurkan sinar putih sang putri. Pukulan Pisau Neraka memiliki kelebihan bisa menghancurkan sinar ilmu jenis apa pun.
Akibat pertemuan dua ilmu itu, tubuh Putri Yuo Kai terdorong mundur di udara lalu jatuh terjengkang keras di lantai lapangan. Tubuh Joko Tenang juga terdorong keras ke belakang hingga menghantam deretan prajurit Pasukan Naga Hitam, tetapi ia tidak jatuh.
Putri Yuo Kai segera bangkit sambil mengerenyit. Ada segaris darah kental di sudut bibirnya.
“Kai’er berdarah!” jerit Permaisuri Fouwai panik. (RH)
__ADS_1