Pendekar Sanggana

Pendekar Sanggana
133. Insiden Memalukan di Depan Kaisar


__ADS_3

Cincin Darah Suci* 


Joko Tenang kembali sehat segar bugar fisik dan batinnya setelah ia dijauhkan dari semua makhluk yang bernama perempuan.


Sementara Putri Yuo Kai kini berbaring di ranjang pembaringannya. Tabib Istana segera memeriksa keadaannya yang mengalami luka parah, membuat Kaisar Long Tsaw, Permaisuri Fouwai, kedua selir, kedua adiknya, serta para pelayan dan pengawalnya khawatir.


Namun, Joko Tenang sudah menenangkan Kaisar Long Tsaw dengan mengatakan, bisa mengobati dan menyembuhkan luka Putri Yuo Kai menjadi sehat seperti sedia kala.


Setelah tabib Istana sudah menyelesaikan tugasnya, giliran tabib Joko Tenang yang beraksi. Joko meminta Putri Yuo Kai duduk bersila di atas ranjangnya dan memunggungi posisinya. Pemuda berbibir merah itu berdiri tujuh langkah dari ranjang.


Sementara seluruh anggota Keluarga Kerajaan, tabib Istana dan lainnya hanya menyaksikan unjuk kebolehan Joko. Tabib Istana bahkan ragu bahwa Joko akan bisa mengobati Putri Yuo Kai dalam waktu singkat. Menurut tabib Istana, luka Putri Yuo Kai bisa sembuh paling cepat tiga pekan lamanya.


Joko Tenang berdiri dengan tenang. Ia pejamkan sepasang matanya. Kedua tangannya melakukan suatu gerakan untuk mengatur tenaga dalamnya.


Joko Tenang memang akan lemah bila berdekatan dengan perempuan, tetapi itu tidak akan terjadi jika Joko tidak melihat dan tidak memikirkan perempuan itu ketika di dekatnya atau ketika menyentuhnya.


Dalam memejamkan mata itu, Joko Tenang mulai menciptakan imajinasi yang kemudian dibangunnya melalui pelafalan berulang.


“Pangeran Kodok terluka jatuh dari pohon tomat,” ucap Joko Tenang yang tidak dimengerti oleh siapa pun, kecuali oleh Su Mai.


Su Mai mengerutkan keningnya ketika mendengar kalimat itu.


“Pangeran Kodok terluka jatuh dari pohon tomat. Pangeran Kodok terluka jatuh dari pohon tomat. Pangeran Kodok terluka jatuh dari pohon tomat....”


Joko Tenang terus merapal kalimat itu berulang-ulang.


“Hahaha!” tawa Su Mai tiba-tiba. Ia tidak bisa menahan persepsi lucu dari apa yang diucapkan oleh Joko.


Semua mata seketika beralih menatap heran kepada Su Mai, termasuk Putri Yuo Kai. Joko pun akhirnya menghentikan rapalannya.


“Kenapa kau tertawa, Su Mai?” tegur Joko.


“Maafkan hamba, Yang Mulia Kaisar!” ucap Su Mai yang justru bersujud kepada Kaisar Long Tsaw.


“Kenapa kau tertawa, Nona Su?” tanya sang kaisar.


“Mantera pengobatan Pendekar Joko sangat lucu, Yang Mulia,” kata Su Mai.


“Apa arti manteranya?” tanya sang kaisar.


“Pangeran Kodok terluka jatuh dari pohon tomat,” jawab Su Mai.

__ADS_1


“Hahaha...!”


Meledaklah tawa Kaisar Long Tsaw dan yang lainnya, termasuk Putri Yuo Kai. Sang putri sampai terbatuk-batuk karena lukanya.


“Apa yang kau katakan, Su Mai?” tanya Joko Tenang heran.


“Yang Mulia menertawakan mantera pengobatanmu, Pendekar Joko,” jawab Su Mai. Ia sudah tidak tertawa, tetapi hanya tersenyum lebar.


“Hah, kau ini!” gerutu Joko.


“Maafkan aku, Pendekar Joko,” ucap Su Mai.


“Sudahlah, kau tidak akan mengerti. Biarkan aku tenang agar bisa mengobati Putri Yuo Kai,” kata Joko.


“Baik, Pendekar,” ucap Su Mai patuh.


“Pangeran Kodok terluka jatuh dari pohon tomat. Pangeran Kodok terluka jatuh dari pohon tomat. Pangeran Kodok terluka jatuh dari pohon tomat....”


Joko Tenang kembali memejamkan matanya dan merapalkan kalimat “Pangeran Kodok terluka jatuh dari pohon tomat” berulang-ulang.


Suasana kembali hening. Selain Joko, yang lainnya semua diam menunggu apa yang akan dilakukan oleh Joko selanjutnya.


Ketika wujud Pangeran Kodok sudah terwujud jelas dalam ingatannya, Joko Tenang tiba-tiba melangkah maju dengan cepat mendekati punggung Putri Yuo Kai.


Seketika itu juga kepala Putri Yuo Kai merasakan ada hawa tenaga dalam yang masuk kemudian menyebar ke seluruh bagian tubuhnya.


Dalam pikiran Putri Yuo Kai yang ada adalah bahwa pemuda berbibir merah itu telah dua kali menyentuhnya. Dan Joko menjadi pria pertama di luar dari Keluarga Istana yang pernah menyentuhnya. Berdasarkan hal itu, maka pantaslah jika Joko Tenang harus menjadi suaminya.


Joko Tenang memiliki dua ilmu pengobatan, yaitu pengobatan untuk orang lain yang bernama Serap Luka dan pengobatan untuk diri sendiri yang bernama Cuci Raga.


Pengobatan Serap Luka memiliki empat tahapan. Pertama adalah pendeteksian atau membaca jenis apa dan separah apa luka pasiennya. Caranya dengan menyentuh kepala.


Pak!


Selanjutnya kedua tangan Joko yang berubah bersinar biru bening menapak punggung sang putri. Sambil terus merapal “Pangeran Kodok terluka jatuh dari pohon tomat” berulang-ulang, Joko melakukan proses tahapan kedua pengobatan Serap Luka.


“Ak!” pekik lirih Putri Yuo Kai. Ia merasakan rasa sakit dalam proses penarikan segala unsur jahat yang ada dalam tubuhnya oleh tenaga dalam Joko.


Sinar biru di telapak tangan Joko kini berubah keruh, seolah ada cairan yang terkumpul pada kedua tangannya.


Prack!

__ADS_1


Joko Tenang melemparkan cairan yang ada di kedua telapak tangannya ke lantai.


Selanjutnya ia kembali menyalakan sinar biru bening pada kedua telapak tangannya. Kedua tangan itu kembali disentuhkan kepada punggung Putri Yuo Kai.


Joko Tenang dalam tahap proses ketiga, yaitu pemulihan seluruh sel tubuh yang rusak baik di tubuh dalam maupun di luar, termasuk mengeringkannya.


Putri Yuo Kai hanya memejamkan matanya. Dalam pikiran dan hatinya ia menikmati sentuhan kedua tangan Joko tenang yang kesekian kalinya terhadap tubuhnya.


Setelah Joko merasakan proses penyembuhannya cukup. Joko menarik kedua telapak tangannya, lalu ia cepat melesat mundur sejauh tujuh langkah.


“Berbaliklah dan ulurkan tanganmu!” perintah Joko kepada Putri Yuo Kai.


Su Mai segera menerjemahkannya sehingga sang putri mengerti.


Putri Yuo Kai lalu memutar tubuhnya hingga duduknya menghadap kepada Joko. Ia merasakan tubuhnya sudah sehat tanpa ada rasa sakit lagi. Sang Putri lalu mengulurkan kedua tangannya.


“Pangeran Kodok terluka jatuh dari pohon tomat. Pangeran Kodok terluka jatuh dari pohon tomat....”


Joko Tenang kembali memejamkan matanya dan merapal kembali tanpa henti. Setelah imajinasinya kembali tercipta kuat dalam kepalanya, Joko maju dan langsung memegang kedua tangan wanita cantik itu.


Putri Yuo Kai memiliki kesempatan untuk menatap wajah tampan Joko Tenang sepuasnya dari jarak dekat. Hingga-hingga senyumnya mekar bahagia, seiring aliran tenaga sejuk mengalir dari tangan Joko ke tangannya lalu ke seluruh tubuhnya. Bukan hanya itu, genggaman kedua tangan Joko pada tangannya memberikan aliran kebahagiaan ke dalam hati sang putri.


Tidak berapa lama, Joko segera melepas tangannya. Namun, Joko harus terkejut. Tangan Putri Yuo Kai justru berbalik memegang tangannya. Buru-buru Joko menarik hentak kedua tangannya agar lepas.


“Ak!” pekik Putri Yuo Kai terkejut karena tangannya tertarik yang sekaligus menarik tubuhnya terlompat ke depan menerkam Joko tanpa niat.


Bruk!


Karena kedua tangannya dipegang oleh Putri Yuo Kai, Joko Tenang tidak bisa menghindari terkaman tubuh sang putri seiring tenaganya yang melemah drastis.


Semua yang ada di ruangan itu terkejut melihat insiden tersebut, terlebih ketika mereka melihat Putri Yuo Kai telah menindih tubuh Joko Tenang.


Putri Yuo Kai yang tidak menyangka insiden itu akan terjadi, buru-buru bangun dari atas tubuh Joko yang kembali terkapar seperti ketika akhir pertarungan di Lapangan Kaisar.


Putri Yuo Kai berdiri seraya tersenyum canggung dengan wajah yang memerah malu. Ia sekilas memandangi wajah-wajah orang yang memandanginya. Putri Yuo Kai hanya tersenyum malu lalu berbalik dan pergi duduk di tepian ranjangnya.


“Hahaha!” tawa Pangeran Han Tsun tiba-tiba.


Selain Pangeran Han Tsun, tidak ada yang berani tertawa atau berkomentar. Kaisar Long Tsaw hanya geleng-geleng kepala.


Karena jarak tubuh Joko dengan sang putri masih tiga langkah, maka Su Mai segera berinisiatif. Ia mengdekati Joko dan menarik tubuh pemuda itu degan menarik rompinya agar lebih menjauh dari sang putri. Setelah itu Su Mai segera menjauh.

__ADS_1


Meski sebelumnya Su Mai telah memberi tahu kepada semua pihak bahwa Joko tidak boleh didekati oleh perempuan, tetapi kejadian itu tetap membuat mereka heran. (RH)


__ADS_2