Pendekar Sanggana

Pendekar Sanggana
Padi Ragi 10: Mata Hijau VS Kuda Biru


__ADS_3

*Pangeran Dira VS Ratu Ginari (Padi Ragi)*


Layaknya seorang buta, Sandaria berjalan di depan para penonton yang sedang serius menyaksikan pertarungan duel antara Dewi Mata Hijau melawan Gadis Kuda Biru. Tapi tidak seperti orang buta pada umumnya, ujung tongkat birunya ia letakkan beberapa jengkal di depan kaki, tetapi tidak menyentuh tanah.


Joko Tenang hanya tersenyum melihat kemunculan Sandaria setelah membereskan Siluman Panah Setan. Seolah tidak mengetahui ada keberadaan Getara Cinta di sisi kanan Joko Tenang, Sandaria main “nyelip” di antara keduanya, sehingga ia berdiri sambil berpegangan pada tangan kanan Joko Tenang, membuat Getara Cinta mau tidak mau harus sedikit bergeser memberi ruang. Tanpa berkata apa-apa, Sandaria berdiri tenang sambil menghadapkan wajahnya ke arah pertarungan.


“Hahaha!” Joko Tenang tertawa sambil memandang kepada Getara Cinta yang agak merengut atas tindakan serobotan Sandaria.


Namun kemudian, Getara Cinta tersenyum menyikapi tindakan gadis mungil berambut lebat itu. Seorang calon istri tapi berani menyerobot posisi seorang istri.


Kusuma Dewi yang berdiri di sisi kiri Joko Tenang pun kerutkan kening melihat tindakan Sandaria yang seolah tanpa dosa selugu wajah imutnya.


Sementara para serigala yang sudah puas mengoyak-koyak tubuh musuh, kini duduk merapatkan perutnya pada tanah. Mereka pun merebahkan diri seolah menjadi penonton yang baik.


Di sisi lain, Turung Gali sedang bekerja untuk mengobati Surya Kasyara. Sementara Lanang Jagad sedang berusaha mengobati Rara Sutri yang keracunan.


Agak jauh di sisi barat, pertarungan antara Reksa Dipa dan Terakak masih berlangsung.


Namun, kita fokuskan dulu perhatian kepada pertarungan puncak antara istri Joko Tenang melawan Ketua Gerombolan Kuda Biru.


Serangan sengit tengah dilancarkan oleh Nila Mawangi, membuat Kerling Sukma harus banyak bergerak.


Dua ujung tali hitam yang melingkar di pinggang Nila Mawangi berlesatan seperti dua belalai maut menyerangi Kerling Sukma. Sesekali pula Nila Mawangi melepaskan pukulan jarak jauh, bermaksud mencuri celah dari kesibukan Kerling Sukma dalam menghindari tusukan-tusukan ujung tali hitam yang sekeras besi.


Namun, siasat pertarungan Nila Mawangi tidak sukses. Ia baru tahu bahwa Kerling Sukma memiliki kecepatan gerak yang tinggi dan luwes. Kelenturan tubuh membuat Kerling Sukma memiliki banyak cara untuk menghindari tusukan-tusukan dua ujung tali dan pukulan jarak jauh Nila Mawangi.


Kerling Sukma tidak mau lama-lama bermain tali. Maka ia putuskan melompat jauh ke depan, melewati atas kepala Nila Mawangi. Ketika Kerling Sukma mendarat di tanah, ia langsung melesat dengan tekhnik Lompatan Ratu Belalang-nya.


Bugk!


Belum lagi Nila Mawangi sempurna membalikkan tubuhnya, dirinya sudah ditabrak oleh Kerling Sukma dan dibawa melesat terbang. Dalam lesatan itu, posisi Nila Mawangi ada di bawah sedangkan Kerling Sukma ada di atas.


Dalam posisi itu, Nila Mawangi memberi perlawanan dengan mengepalkan tangan kanannya di depan dada Kerling Sukma. Sigap pula Gadis Mata Hijau mencengkeram genggaman tangan itu sambil kerahkan ilmu Api Putih.


Blam!


Para penontong terkejut. Dalam lesatan yang singkat itu terjadi ledakan keras. Tubuh Nila Mawangi langsung melesat deras lurus ke bawah menghantam bumi. Sementara Kerling Sukma terlempar naik ke udara dengan tubuh berputar cepat seperti yoyo.


Jleg!

__ADS_1


Kerling Sukma mendarat mantap di tanah. Ia langsung menatap kepada Nila Mawangi yang juga segera bangkit dari jatuhnya. Dengan wajah yang menunjukkan kemurkaan, Nila Mawangi menyeka darah yang merembes di sela bibirnya.


Nila Mawangi menyalakan kedua telapak tangannya dengan sinar biru. Ia lalu melesat maju.


Clap!


Nila Mawangi lenyap dari pandangan semua orang. Namun, bagi semodel Sandaria, ia dapat dengan mudah mendeteksi pergerakan Nila Mawangi, baginya tidak ada bedanya terlihat atau tidak terlihat.


Berbeda dengan Kerling Sukma, meski ia tidak buta, tetapi ia dibekali ilmu dari guru yang buta, yang ilmu perasanya jauh lebih tinggi dari Sandaria.


Cara serang semodel ini pun sudah pernah Kerling Sukma hadapi beberapa hari yang lalu, saat bertarung melawan Ginari.


Kini penonton hanya menyaksikan Kerling Sukma bermain solo, seperti seorang pantomim sedang bermain teater.


Kerling Sukma cepat berbalik arah lalu melompat berjumpalitan ke belakang, seperti seorang pesenam lantai tingkat dunia.


Di balik lapisan alam nyata, Nila Mawangi menyerang dengan buruan serangan pukulan bersinar biru.


Pada akhir jumpalitannya, Kerling Sukma melompat tinggi ke udara sambil kirimkan sinar piringan putih ke bawah.


Bluar!


Saat mendarat, Kerling Sukma langsung memasang ilmu perisai Payung Kebajikan.


Satu tombak di depan Kerling Sukma berdiri dinding sinar merah tipis dan bening lagi lebar.


Ces ces ces…!


Terdengar ramai suara seperti besi panas dicelup di air, tapi tidak terlihat wujudnya.


Yang terjadi sebenarnya, puluhan sinar biru dilesatkan oleh Nila Mawangi tanpa henti menyerang Kerling Sukma. Namun, puluhan sinar biru itu tertelan masuk oleh dinding Payung Kebajikan.


Joko Tenang beserta istri dan calon istri hanya menyaksikan Kerling Sukma bertarung sendiri.


Ketika benteng sinar merahnya dihujani puluhan sinar biru yang tidak terlihat, Kerling Sukma memasang kuda-kuda dengan turun berjongkok, sementara kedua tangan juga menapak tanah.


Ketika serangan terhadap benteng Payung Kebajikan terhenti, ilmu itu dilenyapkan dan Kerling Sukma langsung melompat dengan Lompatan Ratu Belalang. Ilmu warisan ibunya, tetapi dimatangkan dalam binaan Dewi Mata Hati.


Seperti amunisi yang ditembakkan oleh Meriam Caesar 155 buatan Prancis yang punya jarak tembak 39 km, tubuh Kerling Sukma melesat tidak terlihat.

__ADS_1


Bluar!


Tahu-tahu terjadi ledakan sinar putih pada satu titik, seiring dapat dilihatnya keberadaan Kerling Sukma yang terlempar naik ke udara. Pada saat itu juga, sosok wanita berpakaian biru muncul melesat mundur.


Bdakk!


Punggung wanita yang tidak lain adalah Nila Mewangi itu, menghantam batang pohon dengan sangat keras.


“Uhuk uhuk!”


Nila Mawangi jatuh berdebam sambil terbatuk-batuk darah. Ia berusaha untuk bangkit.


“Akk!” pekik Nila Mawangi saat merasakan tulang punggungnya sakit luar biasa. Itu bukan sakit encok, tetapi tulang pinggang dan punggung yang berpatahan.


Kerling Sukma yang baru saja mendarat di tanah dengan satu kaki yang lembut, kembali menggenjot kakinya.


Dalam sekejap, tubuh Kerling Sukma sudah melayang di atas posisi Nila Mawangi yang masih hidup tetapi sudah tidak berdaya.


Pak! Buum!


Untuk mengakhiri menderitaan Nila Mawangi, Kerling Sukma melepaskan ilmu Tinju Seruduk Tulang. Ia mengadukan tinju kanannya ke telapak tangan kirinya. Maka sebuah bayangan tinju raksasa berwarna hitam melesat dari tubuh Kerling Sukma meninju tubuh Nila Mawangi.


Tanah yang mereka pijak terasa berguncang sejenak ketika tinju raksasa menghantam tanah. Sementara tubuh Nila Mawangi melesak masuk ke dalam tanah sedalam setengah jengkal. Itupun mengakhiri riwayat Ketua Gerombolan Kuda Biru. Ia tewas dengan tulang-tulang berpatahan dan remuk.


Plok plok plok…!


Sandaria bertepuk tangan sendiri dengan meriah, sambil tersenyum lebar, merayakan kemenangan Kerling Sukma.


“Hebat, hebat!” ucap Sandaria, seolah dia melihat dengan jelas hasil pertarungan itu.


Kini di tempat itu, tersisa satu pertarungan, yaitu antara Reksa Dipa dengan Terakak.


Di sisi lain, kondisi Rara Sutri, Surya Kasyara dan Arya Permana sudah lebih baik setelah mendapat pengobatan dari Turung Gali dan Lanang Jagad. Namun, pengobatan itu tidak membuat luka mereka langsung sembuh seratus persen.


Surya Kasyara dan Arya Permana buru-buru kembali mendapati tubuh Kayuni Larasati.


“Sekepang rambut cipta cantik sempurna, binasa seketika dibakar bara, sekejap mata duniaku terasa musnah, saat kau pergi tanpa sepatah kata. Kayuniii!” ratap Surya Kasyara dengan berpantun sedih.


Berbeda dengan Surya Kasyara dan Arya Permana yang sedang bersedih ditinggal mati oleh orang tercinta, Lanang Jagad justru sedang berbunga-bunga di saat ia terjatuh. Rara Sutri yang kini terbaring lemah dalam pangkuannya telah membuatnya jatuh hati. (RH)

__ADS_1


__ADS_2