Pendekar Sanggana

Pendekar Sanggana
Assesa 25: Asmara Dalam Selubung Alam (21+)


__ADS_3

*Asmara Segel Sakti (Assesa)*


Sekali, dua kali, hingga berkali-kali, Joko Tenang dan Tirana melakukan pergulatan nafsu yang tidak mungkin ada orang mempermasalahkannya.


Sekali, dua kali, hingga berkali-kali, mulailah Joko Tenang dan Tirana bisa mengevaluasi teknik bercinta mereka agar mendapatkan rasa yang maksimal.


Sekali dua kali keduanya masih memperturutkan hawa nafsu yang tinggi, sehingga permainan yang mereka gelar menghasilkan rasa yang nikmat, tetapi durasinya terbilang singkat.


Ketika mereka mencoba untuk lebih santai di awal dan mencoba kecepatan ritme yang bertahap, hasilnya ternyata lebih baik. Selain durasi pergumulan yang bisa lebih lama, faktanya mereka bisa menemukan rasa lezat yang lebih tinggi dari sebelum-sebelumnya.


Cup!


Pengobatan Kecupan Malaikat adalah cara untuk membugarkan kembali stamina Joko Tenang jika suaminya itu mengalami kendala kelelahan.


Joko Tenang dan Tirana benar-benar memanfaatkan waktu sebaik-baiknya. Mereka benar-benar tidak pernah turun keluar dari rumah pengantinnya. Jangankan turun, pintu atau jendela dibuka pun tidak pernah.


Kukkuruyuuuk!


Suara ayam jantan berkokok terdengar penuh semangat di saat fajar mulai menyingsing di ufuk timur. Beberapa kali kokokannya terdengar gagah, seolah turut berbahagia atas pernikahan yang terjadi.


Joko Tenang membuka sepasang matanya dengan wajah yang tersenyum, saat ia merasakan ada gerakan halus yang menjelajah di tubuhnya.


“Hahaha!” tawa Joko Tenang lalu bergerak meraih istri tercintanya.


Subuh itu, Tirana minta satu babak lagi.


Apa yang keduanya lakukan dan rasakan dalam kurun waktu sehari semalam, membuat rasa cinta keduanya terhadap pasangannya semakin meninggi. Sehingga mereka bisa memahami bahwa cinta bukan hanya sekedar ungkapan lisan dan pandangan mata, tetapi memang membutuhkan pencocokan karakter dan penyatuan raga biologis.


Ketika matahari mulai naik, akhirnya pintu rumah pengantin dibuka.


“Yeee!” sorak gembira orang ramai yang sudah berkumpul di depan rumah pengantin. Mereka semua tertawa memandang ke atas.


Joko Tenang dan Tirana yang sudah berpakaian rapi jadi terkejut melihat keramaian yang sudah menunggu menyambut mereka.


“Pangeran Joko sudah sembuh!” teriak Ketua Perguruan Tiga Tapak Jaga Manta, saat melihat Joko berdiri tegap padahal Tirana berdiri menempel di lengannya.


“Yeeeh!” sorak khalayak ramai lagi. Mereka benar-benar ikut senang.


“Pangeran harus dirias kembali untuk pernikahan dengan Yang Mulia Ratu,” ujar Lili Angkir.


“Baik,” jawab Joko Tenang seraya tersenyum lebar.


Joko Tenang lalu menuruni tangga untuk pergi ke ruang rias pengantin. Tirana menyusul turun. Kerling Sukma dan Helai Sejengkal segera mendatangi Tirana sambil tertawa-tawa cekikikan.


Mereka lalu pergi ke ruang rias tempat Getara Cinta didandani.


“Pengantin baru sudah turun,” sapa Getara Cinta lebih dulu saat melihat Tirana datang.

__ADS_1


Tirana lalu memeluk Getara Cinta dari belakang dan mencium pipinya. Getara Cinta hanya tersenyum.


“Bagaimana rasanya?” tanya Getara Cinta menggoda.


“Jika Yang Mulia Ratu nanti merasakannya, pasti akan menyesal,” jawab Tirana sambil tertawa kecil.


“Maksudmu?” tanya Getara Cinta kerutkan kening.


“Ratu akan menyesal karena tidak dari dulu menikah, hihihi!” jawab Tirana lalu tertawa yang diikuti oleh Kerling Sukma, Helai Sejengkal dan tim rias.


“Beraninya kalian mengolokku!” gerutu Getara Cinta seraya setengah tersenyum.


Mereka tetap saja tertawa ramai.


Acara akad suci hari itu kembali digelar.


Berbeda dengan prosesi janji suci dengan Tirana kemarin, hari ini Joko Tenang berdiri berhadapan langsung dengan Getara Cinta yang benar-benar tampil cantik. Kedekatan jarak sudah tidak menjadi masalah bagi Joko Tenang, bahkan saat itu Joko Tenang memegang lembut kedua tangan calon istri ketiganya.


Jika Tirana kemarin bersikap malu-malu dengan menundukkan wajah dan pandangan, berbeda dengan Getara Cinta yang sudah berusia di atas empat puluh tahun. Ia berani menatap kedua mata calon suaminya dengan senyum bahagia.


“Ratu Getara Cinta, bersediakah kau menjadi istriku mulai hari ini?” tanya Joko Tenang lantang, disaksikan oleh semua tokoh sakti dan semua mata yang hadir.


“Aku bersedia menjadi istrimu hingga nyawa memisahkan kita, Pangeran Dira Pratakarsa Diwana!” jawab Getara Cinta lantang. “Ucapkanlah janjimu untukku, Pangeran!”


“Aku bersumpah disaksikan oleh para guru, orangtua, dan semua mata, akan memperlakukan Getara Cinta sebagai istriku dengan penuh kasih dan cinta. Dan aku berjanji, akan berusaha sekuat tenaga memberikan kebahagiaan di medan tarung dan di segala medan!” ucap Joko Tenang.


“Sah!” teriak Pendekar Seribu Tapak dengan keras.


Saat itu juga, para penyaksi menaburkan beras dan berbagai bunga-bunga kepada kedua pengantin.


Suara hiruk pikuk kebahagiaan kembali terdengar semarak. Tawa kebahagiaan tidak ada habis-habisnya. Kedua pengantin kembali jadi obyek godaan dan bahan tertawaan yang sifatnya gembira dan bahagia.


Giliran Tirana bersama Kerling Sukma dan Helai Sejengkal yang tidak henti-hentinya menggoda Getara Cinta. Mereka tertawa-tawa genit dan bercanda tentang hal yang menjurus kepada adegan ranjang. Getara Cinta hanya tertawa malu-malu. Seperti Tirana kemarin, ia pun kini jadi bulan-bulanan oleh madu dan calon madunya.


“Bawa kedua pengantin ke kamar asmaranya!” teriak Pendekar Seribu Tapak.


Turung Gali bertindak sebagai pembopong Ratu Getara Cinta di pundaknya. Sementara Joko Tenang diangkat oleh bahu Tumbuk Gertak, paman dari Kerling Sukma dan Jaga Manta.


Akhirnya Joko Tenang dan Getara Cinta berada di kamar asmara. Semua orang selain mereka berdua, kembali sibuk mengurus dan menikmati pesta.


Ternyata, kamar asmara sudah berubah warna menjadi merah. Semua kain pembungkus kasur dan sarung bantal diganti oleh tim perguruan dengan kain yang baru. Air dan segala perlengkapan juga diganti dengan yang baru. Pasangan pengantin benar-benar dimanjakan oleh fasilitas yang tersedia.


Kali ini Joko Tenang tidak menjaga jarak lagi dengan istrinya. Ia langsung berdiri merapat berhadapan dengan Getara Cinta. Keduanya tersenyum. Kali ini, Getara Cinta baru terlihat malu-malu. Berbeda dengan Joko Tenang yang sudah menjadi petarung cinta yang berpengalaman.


Kebersamaannya dengan Tirana sehari semalam membuat Joko Tenang kini tampil meyakinkan di depan Getara Cinta, meski ia kini tanpa kesaktian.


Sebelum melepas pakaian, Joko Tenang memulai pembukaan dengan posisi saling berdiri di sisi ranjang. Kecupan-kecupan Joko Tenang justru membuat Getara Cinta tertawa cekikikan karena merasa geli.

__ADS_1


“Maaf, Kakang. Tunggu sebentar!” ucap Getara Cinta.


Joko Tenang pun berhenti. Getara Cinta melepaskan diri dari pelukan suaminya. Getara Cinta hanya memberi senyum agar suaminya tidak merasa kesal dengan penghentiannya.


Getara Cinta lalu menjentikkan jari tangan kanannya di atas kepala.


Swiit!


Tiba-tiba tercipta sebuah kubah sinar hitam pekat yang besar, mengurung seluruh rumah pengantin itu. Itu adalah ilmu Selubung Alam. Dengan ilmu itu, orang luar tidak akan bisa melihat atau mendengar aktivitas yang terjadi di dalam kubah. Orang luar akan tetap melihat rumah pengantin seperti wujudnya, tetapi jika sampai ada orang yang datang mendekat, ia akan terbentur dinding tidak kasat mata yang sangat kuat.


“Aku malu jika suaraku sampai terdengar oleh orang lain,” kilah Getara Cinta kepada suaminya.


Joko Tenang hanya tertawa kecil.


Maka mulailah mereka melakukan aktivitas hubungan suami istri.


Joko Tenang menjadi pemandu bagi Getara Cinta. Meski usia Getara Cinta jauh lebih tua, tetapi ia masih lugu untuk urusan ranjang. Dan di sini Joko lebih menang pengalaman dan pengamalan.


Apa yang dilakukan oleh Joko Tenang terhadap istri ketiganya ini tidak jauh berbeda denga napa yang ia lakukan terhadap Tirana. Hanya saja, Getara Cinta lebih beruntung, sebab ia tidak perlu menjalani adegan uji coba, karena Joko Tenang sudah langsung memberikan pelayanan terbaik.


Ada hal istimewa dalam hubungan Joko Tenang dan Getara Cinta. Pada puncak hubungan yang pertama, ternyata Permata Darah Suci di dalam tubuh Joko Tenang dan Getara Cinta bereaksi.


Sinar hijau tiba-tiba keluar dan menyelimuti tubuh keduanya. Selanjutnya, sinar hijau biasa itu berubah menjadi lebih terang dan menyilaukan mata pada tubuh Getara Cinta. Sedangkan sinar hijau pada tubuh Joko Tenang hilang.


Joko Tenang hanya bisa memejamkan mata karena silau melihat sinar hijau menyilaukan yang sesilau sinar ilmu Surya Langit Jagad.


Tiba-tiba, suasana perlahan berubah menjadi dingin. Sementara tubuh Getara Cinta terus bersinar.


Semakin lama, kamar itu semakin dingin hingga membuat Joko Tenang menggigil hebat. Lapisan-lapisan es berwarna hijau mulai bermunculan di mana-mana.


Melihat hal itu, Getara Cinta jadi terkejut. Ia jadi panik, khawatir dingin yang bertambah minus suhunya itu justru akan membahayakan Joko Tenang.


Getara Cinta cepat melepaskan tubuh suaminya. Ia berusaha untuk melakukan sesuatu. Ia mencoba mengendalikan tenaga dingin liar yang muncul dari kesaktian Permata Darah Suci.


Setelah berusaha, Getara Cinta akhirnya berhasil mengendalikan tenaga sakti liar itu, sehingga kekuatan dingin berhenti terus mendingin. Getara Cinta pun bisa melenyapkan kembali sinar hijau menyilaukan pada tubuhnya.


Sementara itu, Joko Tenang dalam kondisi kritis karena membeku. Getara Cinta cepat mengerahkan tenaga panasnya untuk menormalkan kembali suhu di dalam kamar pengantin itu.


Singkat cerita, setelah semua es kembali mencair dan Joko Tenang kembali pada kondisi normal, maka hubungan asmara suami istri kembali Joko Tenang dan Getara lanjutkan. (RH)


****************


TERIMA KASIH


Author ucapkan mohon maaf yang sebesar-besarnya jika penyajian Author untuk chapter 21+ tidak sopan bagi Readers sekalian.


Author ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas masukan-masukannya yang bermanfaat bagi karya Auhor.

__ADS_1


Author berharap Readers tidak sungkan-sungkan memberi masukan membangun yang nanti Author akan evaluasi diri dan perbaiki karya ini. Terima kasih.


__ADS_2