TERBUKANYA MATA BATIN

TERBUKANYA MATA BATIN
Bab 100


__ADS_3

Keesokan harinya dari pagi rumah Nayla sudah ramai karena acara lamaran akan diadakan setelah Djuhur.


"Mah Nayla kok gak turun sih"tanya Tia yang merasa tak enak pada sang kaka karena harus melangkahinya


"coba kamu lihat sana Tia"perintah mama


Tia pun bergegas menuju kamar Nayla


tok...tok...tok


"kak Nay..." teriak Tia dari balik pintu


"kak ...kaka"teriak Tia lagi saat tak mendapat jawaban dari dalam


Tia pun membuka handel pintu dan melihat sang kaka masih terbaring di atas tempat tidur


Tia pun mendekat "kak Nay..." saat tak ada jawaban dari sang kaka Tia pun menempelkan tangannya di dahi Nayla dan sedikit terkejut karena sang kaka demam,ia pun segera turun hendak memberitahu mamanya.


"gimana Tia lagi apa kaka kamu"tanya mama begitu Tia kembali kedapur


"kak Nay demam Mah,badannya panas banget"ucap Tia memberitahu kondisi Nayla


Mama pun langsung berdiri dan menuju kamar Nayla,dengan rasa kawatir mama menghampiri Nayla yang masih terbaring diatas tempat tidurnya.


Mama menempelkan tangannya didahi Nayla dan begitu tangannya menyentuh kulit Nayla hawa panas yg ia rasakan.


"Nay...Nayla bangun neng,minum obat dulu yuk"ucap mama sambil mengguncang-guncang bahu Nayla


Setelah beberapa kali membangunkannya akhirnya Nayla pun membuka matanya perlahan


Karena merasakan kepalanya begitu sakit Naylapun memejamkan kembali matanya.


"Nay...ayo makan dulu trus minum obat"ucap mama dan Nayla pun menganggukinya


Mama pun turun dan mengambil makanan dan obat untuk Nayla,lalu kembali lagi kekamar Nayla


"ayo neng duduk dulu" ucap mama setelah menaruh makanan diatas meja


dengan mata yang masih terpejam Nayla duduk sambil menyandarkan tubuhnya,karena mulutnya terasa pahit Nayla pun hanya memakan tiga suapan saja.


"ayo lagi Nay..."bujuk mama sambil menyendok nasi


"gak ah mah,pait"ucap Nayla manja sambil mendorong sendok yang berisi nasi yang tadi sudah berada didepan mulutnya

__ADS_1


setelah menarik nafas panjang mama pun meletakkan kembali sendoknya dan membuka bungkusan obat pereda demam


"ayo minum obat dulu" mama menyodorkan obat dan langsung diminum oleh Nayla.


"ya sudah kamu istirahat aja dulu,mudah-mudahan nanti pas tamunya datang kamu sudah enakan" tutur sang mama lalu menyelimuti Nayla dan meninggalkanya lalu kembali kedapur.


Setelah minum obat Nayla tertidur kembali dan terbangun karena keringat yang membasahi tubuhnya ia pun merasa sakit dikepalanya sudah berkurang.


Nayla turun kebawah dan melihat mama Neneng dan beberapa tetangganya sedang sibuk mempersiapkan segala sesuatu untuk acara lamaran adiknya.


"ehh...si geulis,udah enakan"tanya mama Neneng saat melihat Nayla turun


Sang mama yang mendengar ucapan mama Neneng langsung melihat kearah Nayla


"kamu ngapain turun udah sana istirahat aja"ucap mama sambil menaruh kembali tangannya didahi Nayla


"Nay..udah sembuh mah,sini Nay bantuin"


"ya udah lapin piring aja sana"perintah mama


Nalya pun berjalan menuju meja yang sudah sedikit dihias dan menghampiri Susi yang sedang menyusun air mineral diatas meja


"ehh..loe udah enakan Nay"tanya Susi ketika melihat Nayla mengambil lap dan mengelap piring


"ihhh loe jangan senyum gitu dong serem"ucap Susi sambil melengos tak mau melihat kearah Nayla


Sekilas Susi melihat kearah Nayla dan entah kenapa dia merasa ada yang aneh dengan wajah temannya itu


"muka loe masih pucet Nay,mending istirahat sana" ujar Susi mencoba menyuruh Nayla kembali kekamarnya.


Sejujurnya saat ini Susi merasa ada yang aneh dengan Nayla apa lagi saat melihat wajah Nayla Susi sempat merinding.


Karena Nayla tak juga mau beranjak pergi akhirnya Susi pun memilih kedapur bergabung dengan mama Neneng dan Mama Nayla.


"mah...itu Si Nay kok rada beda ya"bisik Susi pada mama Neneng


"beda gimana Sus"tanya Mama Nayla


Tanpa menunggu jawaban Susi mama Nayla pun menghampiri putrinya diruang tengah dan saat Mama Nayla melihat tingkah putri sulungnya ia pun menggelengkan kepala karena melihat Nayla yang sedang memakan bolu tape yang berantakan dan dengan mulut yang penuh layaknya anak kecil.


"mama Nay mau susu pake es"pinta Nayla dengan mulut penuh makanan


"iya tar mama bikinin,tapi kamu makannya jangan berantakan gitu dong"ucap mama dengan sabar lalu membersihkan bolu yang berantakan dilantai.

__ADS_1


"ini sih ada yang gak beres" batin Mama Nayla


setelah membersihkan tempat yang tadi berantakan oleh Nayla dan membuatkan es susu coklat mama Naylapun menghubungi a'Iwan meminta tolong bantuannya untuk mengawasi Nayla.


Tak lama kemudian a'Iwan pun datang dan tersenyum manis begitu melihat Nayla.


a'Iwan meminta segelas air putih dan meminumkannya pada Nayla.


"ini mah teh ada anak kecil yang selalu ikutin si Nay makanya kadang tingkahnya kaya anak-anak" ucap a'Iwan menjelaskan


"anak kecil?"tanya mama Nayla sedikit bingung seingatnya dari keluarganya atau pun keluarga papanya Nayla gak ada anak kecil yang sudah meninggal.


"terus gimana a,tolongin dong a kasian kalo kaya gitu terus"pinta mama Nay


"tenang aja teh"jawab a'Iwan


Karena takut acara lamaran Tia terganggu dengan Nayla akhirnya mama Nayla meminta a'Iwan untuk mendampingi Nayla selama acara berlangsung dan kebetulan hari ini aa sedang tidak acara.


Tak lama kemudian keluarga Andi pun tiba setelah melalui perundingan akhirnya kedua belah pihak setuju pernikahan akan dilaksanakan dua bulan lagi.


Acarapun berjalan dengan lancar walaupun kondisi Nayla yang kini sedang tidak dalam keadaan yang baik-baik saja.


Ada rasa senang bercampur sedih diwajah mama Nayla.


Senang karena sebentar lagi salah satu putrinya akan menikah.


Sedih karena sebenarnya sang mama ingin anak pertamanya yang duluan menikah namun kenyataan berkata lain,mau tak mau Nayla terpaksa dilangkahi oleh adiknya.


Haiii para reader terima kasih sudah mampir dikaryaku,author mohon maaf jika masih banyak typo.


Jangan lupa dukung terus author dengan cara


- Like


-Rate


- dan juga kritsarnya author tunggu


Dukungan kalian merupakan penyemangat buat author


Salam Manis


Amellajj/author

__ADS_1


__ADS_2