
\=\= Happy Reading \=\=\=
Malam harinya semuanya sedang bersantai diruang keluarga nampak Nayla sedang bercanda dengan si kembar Shinta dan Shanti , Haris sedang asik berbincang-bincang dengan a'Iwan sudah bisa ditebak pasti yang mereka bicarakan soal perhantuan.
Sedang kan para Mamang serta Bibi sedang berbicara hal yang serius dengan kedua orang tua Nayla.
Pluk ..
tiba-tiba sebuah bantal sofa mendarat pas diwajah Nayla dan sudah dapat ditebak siapa pelakunya
" Haarrrisss"teriak Nayla kesal,
"naon sih Nay da abdi mah keur cicing(apa sih Nay,orang aku lagi diem juga)" ucap Haris dalam bahasa sunda
"cacang-cicing,udah jelas loe pelakunya pake gak ngaku"Nayla mendengus kesal
"ishh jangan ribut atuh" a'Iwan berusaha menengahi.
"kayanya mesti kita kasih pelajaran dah tuh si Haris" ujar si kembar
"iya,ayo kita iket dia dibangku"ajak Nayla pada kedua sepupu kembarnya
Nayla langsung berlari kedapur untuk mengambil tali sedangkan si kembar memegang Haris agar tidak kabur.
"ehhh..pada mau nagapain ini" Haris berusaha melepaskan diri dari adiknya
"mau di iket sampe pagi"jawab Nayla yang datang dengan seikat tambang kecil
"ishhh apa-apa'an sih awas ya kalo berani"ancam Haris pada ketiga wanita yang selalu dijahilinya.
"apa?gw gak takut"jawab Nayla dengan PDnya
"bener gak takut?"ulang Haris
"iya" Nayla langsung mengambil kedua tangan Haris dan mengikatnya dengan tambang yang ia ambil tadi
"biarin ya Haris panggilin yang kakinya buntung ama yang mukanya àcak-acakan nih"ancam Haris
Kini Nayla mulai ragu,rasa takutnya tiba-tiba saja datang ketika membayangkan bentuk kedua hantu yang tadi Haris sebutkan.
"kita gak takut,ayo teh buruan iket"peruntah sikembar
__ADS_1
Dengan ragu Nayla melilitkan tambang ditangan Haris
"ihh aku itung ya sampe 3 kalo gak dibuka tar aku panggil beneran nih"ancam Haris lagi
"gak takut,kita gak liat ini"ucap sikembar lagi
"tapi kan gw liat shinta,Shanti"jawab Nayla terbata-bata
"ha...ha tuh kan si teteh mah penakut,udah cepet lepasin ni tambang" ucap Haris dengan senangnya
a'Iwan yang melihat kelakuan keempat saudara itu hanya tersenyum apa lagi melihat kelakuan Nayla yang sudah berumur 28 namun kelakuannya masih sama dengan adik sepupunya yang masih duduk dibangku SMA.
Untuk sesaat suasana kembali sepi hanya suara Nayla dan si kembar yang terdengar tertawa sambil melihat kelayar ponsel mereka.
"*hayang kawin win..win hayang kawin
geus teu tahan mang taun-taun masih parawan
Hayang kawin..win..Hayang kawin
geus teu kuat beurang peuting duh ngajablay
loba nu nyaletuk cenah kuring perawan nu ngalapuk
isin ku Pak Rt isin ku Pak Rw
sering ngalelewe cenah teu payu ku lalaki
ema...Bapak cing pangneangkeun jodoh
kuring embung boga titel jomblo*"
Haris berhenti menyanyi saat tangan Nayla menarik headsetnya
"loe kok nyanyinya kaya nyindir gw sih Ris"ucap Nayla sambil berkacak pinggang didepan Haris
"apa sih Nay,Haris tuh lagi nyanyi ni dengerin sendiri deh"ucap Haris lalu menepelkan Headsetnya ditelinga Nayla.
Memang bener sih lagu yang saat ini ia putar lagu itu.
"ih...kan loe bisa diem aja gak usah nyanyi jadinya kan gw gak denger"Nayla terus memarahi Haris
__ADS_1
"haduhhh salah deui euyyy urang"celetuk Haris dalam bahasa sunda
a'Iwan tersenyum meihat Nayla memarahi adik sepupunya itu sudah seperti seorang Ibu yang sedang memarahi anaknya.
Tepat jam 10 malam a'Iwan menyebar garam kasar ketas rumah Nayla katanya sih biar besok pas acara gak turun hujan.
"emang ngaruh ya a garem ama ujan?"tanya Nayla nyeleneh
A'Iwan hanya tersenyum lalu mengacak-acak rambut Nayla karena gemas dengan kelakuannya dari tadi.
"aa rambut nay jadi acak-acakan tau"protes Nayla
"abis dari tadi bikin geregetan"jawab a'Iwan sambil tersenyum manis.
"aduh aa tuh senyum kasih paitan dikit dong biar gak manis banget"
aa kembali tersenyum mendengar ucapan Nayla
"heii teh Nay kamu itu cewe masa ngegombalin cowo sih"celetuk Haris
"gw cuma ngegombal sama aa doang kok"jawab Nayla ketus
"ihh kok kalo madep aku ketus sih tapu kalo madep sono pake senyum manis"protes Haris sambil menunjuk ke arah a'iwan
Semuanya tersenyum melihat perdebatan antara Nayla dan Haris.
"mama udah jarang liat Nay kaya gitu pah"ucap Mama dengan nada sedikit
sedih
"sudahlah Mah,mungkin emang Nay cuma bisa begitu sama Haris aja,papa juga senang kalo Nay bisa ceria gitu tiap hari"
Kedua orang tua Nayla menarik Nafas dalam-dalam dan ikut bergabung dengan Nayla dan saudara-saudara mereka.
Haiii para reader terima kasih sudah mau mampir keceritaku dan mohon maaf karena masih banyak typo
Author mohon dukungannya dengan cara Like,Vote dan juga kritsarnya
Salam Maniss
Amellajj/Author
__ADS_1