TERBUKANYA MATA BATIN

TERBUKANYA MATA BATIN
Bab 230


__ADS_3

Selamat Membaca


Setelah sedikit mengulur waktu dan membohongi Nayla akhirnya merekapun jadi menginap di salah satu hotel yang menghadap langsung kearah pantai.


"Aku tidur sama Lilis ya kamu sama Dedi" ujar Nayla dengan santainya


"Dihh aturan dari mana suami istri tidur misah" tolak Adit


"Gak ada yang ngatur, masa iya Lilis sama Dedi harus satu kamar sihh" Nayla beralasan.


"Ya gak gitu juga sayang mereka beda kamar, kita aja yang sekamar"


"Gak mauuu, aku maunya sama Lilis" Nayla masih menolak tidur sekamar dengan suaminya.


"Ya udah kamu tidur aja sama Lilis tapi tar malem aku pindahin kekamar aku" ancam Adit tak mau kalah


"Ya udah aku mau deh sekamar tapi beli'in boneka mickey yang gede itu" tunjuk Nayla pada boneka besar yang berwarna hitam dan merah itu.


"Kenapa harus boneka itu sihh Nay..kan aku udah gede gini" protes Adit


"Aku kan kalah saingan sama tuh Mickey, dia aja idungnya kamu pegangin kalo mau tidurr, idung aku aja gak pernah kamu pegang"


Upsss


Nayla menahan tawanya saat mendengar Adit yang cemburu dengan bonekanya.


"Masa kamu cemburu sama boneka sihh Dit" Nayla masih tertawa sampai akhirnya ia langsung menghentikan tawanya saat matanya melihat satu sosok hitam yang pernah ia lihat.


"Ada apa yang? kok muka kamu kaya ketakutan gitu?" Adit mencoba melihat kearah Nayla melihat dan benar saja sosok hitam itu masih berdiri disana.


"Adit...aku takutt" Nayla menarik kaos yang Adit pakai


"tenang aja yang jangan takut gitu" Adit berusaha menenangkan Nayla


"Tapi dia ngeliatin aku Dit, kaya mau makan aku" kini Nayla langsung menyembunyikan wajahnya di dada Adit.


" Gak usah takut gitu Nay, sereman juga si Dedi tuh" Adit berusaha mencairkan suasana.


Aditpun langsung membaca doa-doa yang aa ajarkan dan tak lama kemudian Naylapun sedikit lebih tenang.


"Mendingan kita tidur aja yuk Nay, istirahat" Adit langsung menuntun Nayla menuju kamar yang telah mereka sewa.


Tak butuh waktu lama Naylapun terlelap, Adit pun langsung merebahkan tubuhnya disamping Nayla begitu ia yakin Nayla sudah tidur pulas.


Tengah malam Nayla terbangun saat merasakan dingin di kakinya.


Ia pun segera menutup kakinya dengan selimut.


Suara deburan ombak terdengar dengan jelas Naylapun kembali merebahkan tubuhnya, namun saat ia hendak kembali terlelap tiba-tiba saja selimut yang ia pakai tersingkap seperti ada yang membukanya.


Ia pun kembali menutup kakinya.Ia melihat sekilas kearah Adit yang tidur dengan sangat nyenyaknya.


Saat Nayla ingin kembali tidur tiba-tiba saja ia melihat sekilas bayangan keluar dari kamar mandi menuju keluar.


Nayla yang seperti terhipnotis langsung mengikuti bayangan itu terus keluar dari kamarnya.


Ia berjalan tanpa alas kaki menuruni tangga dan kini ia berada diluar.


Suasana pantai yang sepi tak membuat Nayla takut, ia terus mengikuti bayangan wanita itu berjalan teruss menyusuri jalan beraspal lalu ia menuju perkampungan nelayan yang berada tak jauh dari sana.


Nayla terus berjalan mengikuti bayangan itu hingga akhirnya ia sampai pada pelabuhan kecil yang terdapat disana dengan banyak perahu-perahu nelayan.

__ADS_1


Sementara itu Adit yang terbangun nampak cemas saat tak melihat istrinya, ia pun mencari disemua ruangan yang terdapat dikamar itu namun tetap tak melihat Nayla sampai akhirnya ia melihat pintu kamarnya yang terbuka.


Nay....


Nayla...


Yang ada dalam pikiran Adit saat ini Nayla bersama Lilis.


"Apa sih a berisik amat udah malem juga" Lilis yang merasa terusik akhirnya bangun juga.


"Nayla disitu Lisss?" tanya Adit yang langsung menerobos masuk


"Kan sama aa tidurnya gimana sihh" gerutu Lilis


"Dia gak ada di kamar Lis aa pikir dia sama kamu"ujar Adit


"Tadi pintu kamar juga kebuka" lanjut Adit


Dedi pun ikut terbangun.


Tante kunti teman Adit memberitakan Adit jika saat ini Nayla berada disuatu tempat.


Ia pun menunjukan tempat dimana Nayla berada namun hanya Adit yang dapat melihatnya.


Merekapun langsung mengikuti Adit.


Setelah hampir 20 menit akhirnya merekapun sampai di perkampungan nelayan.


Adit nampak mengedarkan pandangannya mencari keberadaan Nayla.


Setelah beberapa menit mencari namun tidak ketemu akhirnya merekapun berpencar.


Saat kedua mahluk halus teman Adit memberitahukan keberadaan Nayla tanpa menunggu lagi Adit langsung menuju tempat yang dimaksud.


Adit bernafas lega saat melihat Nayla yang tertidur disalah satu perahu nelayan yang sedang bersandar.


"Dihh bini loe beneran aneh ya Dit, udah bener tidur di hotel enak kasurnya empuk ada yang ngekepin malah milih disini didalem perahu" seloroh Dedi sambil menpuk jidatnya


"Diem deh Ded, tar kalo sampe ikutan naksir bini gw awas loe" ancam Adit sambil bercanda


"Nay...Nayla bangun yang..." Adit mengguncang tubuh Nayla agar istrinya itu bangun.


Setelah sekian lama berusaha membangunkan Nayla namun ia tak mau bangun juga akhirnya Adit menyuruh Dedi kembali ke hotel untuk mengambil mobil karena jika harus menggendong Nayla jaraknya lumayan jauh.


Setelah mobil tiba Adit langsung menggendong Nayla dan membawanya kembali ke hotel.


Entahlah ada apa dengan Nayla, gadis itu tak terusik sedikit pun ia masih tidur dengan pulasnya.


Adit yang merasa khawatir akhirnya menelpon A'Iwan dan meminta bantuannya.


Setelah mendapat petunjuk dari aa dan Aditpun langsung melaksanakannya.


Akhirnya ia pun bisa tertidur dengan sangat pulasnya namun sebelum tidur ia mengunci kamarnya lalu menyembunyikan kuncinya.


Pagipun tiba Nayla terbangun, ia melihat Adit masih tertidur dengan sangat lelapnya.


" Aditt...Adit...bangun dong" Nayla terus mengguncang tubuh Adit agar ia segera bangun.


"Adit...bangkong bangun dong..."ucap Nayla ngasal namun karena ngasal itulah Adit langsung terbangun.


"Tadi kamu bilang apa yang" Adit langsung menarik Nayla hingga ia terjerembab jatuh di dada Adit.

__ADS_1


"Bangggkongggg" ulang Nayla yang langsung mendapat hadiah sebuah ciuman di bibirnya.


"Lagi coba tuh bibir lemes manggil aku bangkong" Ancam Adit pura-pura marah.


Nayla langsung menutup bibirnya dengan tangan, ia takut jika Adit akan kembali menciumnya.


"Coba lagi panggil aku bangkong" tantang Adit sambil menarik tangan Nayla agar membuka mulutnya.


"Ampun beib ..." ucap Nayla merayu Adit agar pria itu tak marah lagi.


"Bab...beb giliran merasa terancam aja manggil beb coba kalo lagi biasa aja manggil beb gitu.." Adit masih pura-pura kesal dengan Nayla.


"Aku laper Dit..cari bala-bala yuk" Nayla yang memang tak tahan rasa lapar akhirnya terus merengek pada Adit.


Akhirnya dengan malas Aditpun langsung kekamar mandi dan membersihkan diri.


Setelah rapi merekapun keluar mencari apa yang Nayla mau.


"Ternyata enak ya Dit pagi-pagi nongkrong depan pantai sambi makan gorengan anget plus ngopi"


Sruuuuppp


Nayla langsung meminum kopi Adit tanpa ijin dari yang punya.


"Yang...itukan minum aku, kamu kan minum susu coklat"


"Minta dikit, pelit amat sihh"


"Ya udah..tapi nanti aku minta susu kamu ya" ucap Adit dengan maksud lain


"Ya udah abisin aja tuhh" Nayla yang berpikir Adit betulan meminta susunya langsung menyodorkan gelasnya yang masih utuh.


"Ih..bukan susu ini Nay..tapi ituuu" Adit menunjuk kearah dada Nayla.


"Ishh kamu mah masih pagi juga..." Nayla langsung memukul bahu Adit sedikit kencang.


" Lagian kamu sihh tadi malem kamu kenapa yang" akhirnya Aditpun bertanya juga.


"Kenapa apanya ya?"Nayla balik bertanya


"Tadi malem ngapain kamu tidur di perahu orang Nay" Kini Didi yang menjawab dengan nada geregetan.


" Aku? tidur di perahu orang?" Nayla menunjuk diri sendiri


"Iya yang"


"Gak..aku tidur dikamar kok" sangakal Nayla


"Udahlah gal usah dibahas Yang malah pusing jadinya" akhirnya Aditpun mengalah tak mau membahas hal itu lagi.


**Udah dulu ya uppnya buat hari ini


Akuhh massih kedinginan nih ujan soalnya


Maaf ya kalo cuma sedikit tapi ini hampir 1200 kata loh...mayan kan....


Jangan lupa jempolnya di tab buat penyemangat authorr


Amellajj


Authorr cantikk**

__ADS_1


__ADS_2