TERBUKANYA MATA BATIN

TERBUKANYA MATA BATIN
BAB 414


__ADS_3

SELAMAT MEMBACA


Sorepun tiba, setelah berpamitan pada bi Siti dan mang Jaja mereka pun segera kembali menuju Jakarta.


Sepanjang perjalanan Rania hanya diam saja tidak seperti biasanya.


Radit yang merasa ada yang aneh dengan Rania berusaha mencari tau,namun kelebihan yang ia miliki tidak dapat melihat apa yang terjadi pada adiknya itu.


Nayla pun tau jika ada yang tidak beres dengan Ardina,ia pun meminta Adit untuk lebih cepat lagi agar mereka dapat segera tiba dirumah.


Begitu tiba Rania langsung masuk kedalam kamarnya.


" Mah aa ngerasa ada yang enggak beres dengan Rania, coba deh mana tanya aja Iwan"


"Mama juga ngerasanya begitu aa, mama udah hubungi aa katanya baru bisa kesini besok" jawab Nayla.


Rania pun sebenarnya merasa ada yang tidak beres dengan dirinya namun ia tidak bisa berbuat apa-apa.


Malam itu saat semua orang sudah tidur, Rania keluar dari dalam kamarnya.


Ia merasa ada yang menariknya untuk keluar dari rumah.


Ia berjalan menuruni anak tangga satu persatu lalu menuju pintu dan membukanya.

__ADS_1


Kebetulan saat ia ia keluar Naylapun keluar dari dalam kamarnya dan melihat sekilas Rania yang keluar menuju pintu pagar.


Sementara itu Rahmat yang terus-menerus merapalkan jampi-jampinya merasa bahagia karena ia berhasil memerintahkan Rania untuk keluar dan mencarinya.


Nayla terus mengikuti Rania,ia hendak tau sebenarnya akan kemana Rania malam-malam begini.


Rania berhenti disalah satu rumah yang Naylapun tidak tau siapa pemiliknya.


Entah kenapa malam itu begitu sepi, sebenarnya Rania berusaha untuk melawan perintah dari bisikan yang memintanya untuk masuk kedalam rumah itu.


" Itu rumah siapa sih, kok si Ran kaya udah biasa kesana" batin Nayla merasa bingung.


Tiba-tiba saja ada angin yang berhembus menerpa wajah Nayla, dan seketika itu juga muncul sosok pria muda yang sudah ia kenal.


"Mamah,kok Ran ada disini sih,ini rumah siapa?" tanya Rania bingung.


" Lah mama kira kamu kenal mau main masuk aja kerumah orang"ucap Nayla.


"Lah Ran aja bingung mah ini rumah siapa "


"Ayo cepet pulang,nanti keburu ada yang lihat kamu masuk rumah orang tengah malem kan bahaya" ucap Nayla sambil menarik tangan putrinya.


Sementara itu dari dalam rumah Rahmat berdecak kesal usahanya yang hanya tinggal satu langkah lagi harus kembali digagalkan oleh Nayla.

__ADS_1


Begitu tiba dirumah Adit yang juga terbangun begitu terkejut saat melihat Nayla dan Rania baru saja masuk.


"Kalian dari mana Mah? tanya Adit


" He..he abis cari angin Pah"jawab Nayla sambil nyengir.


"Kamu itu gak bisa bohong mah,lagi juga siapa yang ajarin kamu bohong" ucap Adit pura-pura marah.


Naylapun tersenyum sambil masuk kedalam rumah.


Sementara itu Rania masih begitu penasaran dengan rumah yang ia datangi tadi.


Keesokan harinya Rania yang memang mempunyai sifat ingin tahu dan begitu penasaran akhirnya diam-diam mendatangi rumah itu kembali, tentunya tanpa sepengetahuan mama Nay dan juga yang lainnya.


Rahmat yang kebetulan melihat Rania ada didepan rumahnya berniat untuk segera menculik Rania dan akan membawanya ketempat yang tidak dapat ditemukan oleh keluarganya.


Ia pun segera menyusun rencana agar Rania mau masuk kedalam kontrakannya.


Sementara itu dirumahnya Naylapun sibuk mencari keberadaan Rania.


Ia pun langsung meminta Radit dan juga Ardina untuk mencari putri nya yang sedikit nakal.


Entah kenapa seperti ada yang menariknya untuk segera masuk kedalam rumah itu, layaknya pencuri ia pun mengendap-endap masuk kedalam rumah itu.

__ADS_1


Dari balik pintu Rahmatpun tersenyum lebar karena mangsanya yang ia incar sekian lama akhirnya masuk juga dalam perangkapnya.


__ADS_2