
SELAMAT MEMBACA
Hampir jam 10 malam Adit tiba di Vila, entah kenapa perasaannya tiba-tiba tidak enak, apalagi ia melihat pintu depan terbuka lebar, yang ada dalam pikirannya saat ini ada maling masuk kedalam Villa yang mereka tempati saat ini.
Dengan sedikit tergesa-gesa Adit langsung turun dan masuk kedalam rumah.
Berapa terkejutnya ia saat melihat Lilis yang tergeletak di ruang tengah dalam posisi tak sadar kan diri.
"Lis...Lilis bangun" Adit menepuk-nepuk pipi sang Adik dengan harapan agar Lilis segera siuman.
Nayla yang masuk sambil menggendong Rania ikut penasaran saat mendengar suara Adit yang sedikit lebih kencang.
"Ada apa Dit,kenapa Lilis" tanya Nayla ikut panik.
"Gak tau sayang tadi pas aku masuk dia udah pingsan" jawab Adit sambil terus menepuk pipi Lilis.
Setelah hampir lima belas menit akhirnya Lilis siuman juga.
Ia nampak bingung sambil menatap wajah kami satu persatu.
Adit yang ikut khawatir akan kondisi adiknya nampak membaca sesuatu lalu meniup ujung kepala Lilis.
Beberapa saat kemudian akhirnya Adit pun mulai bertanya pelan-pelan pada Lilis apa yang sebenarnya terjadi.
"Lilis takut aa, gak mau bahas itu lagi" tangis Lilis kembali pecah.
"Udah Dit jangan di tanya dulu, bawa ke kamar aja biar istirahat" ucapku.
Karena kondisi Lilis yang lemas Aditpun menggendong Lilis dan membawanya masuk kedalam kamar.
Sementara itu didalam kamar Empok masih terlelap dengan Sangat pulasnya tanpa terusik sedikitpun dengan apa yang baru saja Lilis alami.
__ADS_1
"Kamu istirahat aja ya Lis"
"Teh Nay" panggil Lilis saat aku akan keluar dari kamar.
Ada apa Lis?" jawab ku sambil membalikkan badan.
"Jangan pergi, di sini aja tidur barengan, Lilis takut teh" pinta Lilis
Nayla pun akhirnya mengalah,malam itu ia tidur bersama Lilis dan Empok, sementara ketiga anak mereka tidur bersama Adit.
Sayup-sayup suara azan subuh mulai terdengar, dengan mata yang masih berat Nayla pun akhirnya bangun lalu sholat subuh setelah sebelumnya membangunkan Adit untuk sholat berjamaah.
Saat Empok bangun, ia nampak sedikit heran melihat wajah Lilis yang pucat, ia pun langsung menempelkan punggung tangannya di dahi Lilis.
" Astaghfirullah Lis, kamu tuh abis ngapain sih sampe demam begini" ujar Mpok yang langsung menuju dapur untuk mengambil air dan washlap untuk mengompres Lilis.
Saat didepan pintu dapur Empok berpapasan dengan Nayla yang hendak membuat kopi untuk Adit.
"Ini Nay, Lilis Demam, kayanya masuk angin dia gak makan semalam" ujar Empok yang langsung berjalan menuju kamar.
Setelah membuatkan Kopi untuk Adit, Naylapun menyusul Empok ke kamar untuk melihat kondisi Lilis.
"Empok mending buat sarapan aja,biar Lilis aku yang urus"
" Iya Nay, mau sarapan apa"
" Buat Lilis buatin bubur aja Pok, kalo buat kita nasi goreng aja" ucap Nayla sambil mengganti kompres yang sudah kering dan membasahinya kembali.
Setelah Empok keluar, Lilis berusaha duduk dengan dibantu Nayla.
"Nay..kita pulang kapan?"
__ADS_1
"Besok Lis, kenapa?" tanya Nayla sedikit bingung.
"Kita pulang nanti aja ya,aku gak mau lama-lama di sini"
"Emang ada apa Li" tanya Adit yang berdiri didepan pintu.
Sejenak Lilis terdiam, setelah mengatur nafasnya ia pun mulai bercerita tentang apa yang sudah ia alami tadi malem.
"Tapi tadi malem lampu nyala Lis pas kita pulang dan juga cuaca terang gak ada petir Juga" ucap Nayla
"Gak tau teh Nay, pokoknya tadi malem serem banget Lis takut"
"Ya udah nanti sore kita pulang" ucap Adit yang tak mau membuat Lilis tambah takut.
Sambil menunggu sore,Adit dan Nayla ngobrol di samping Villa sedangkan ketiga anak mereka asik bermain ayunan ditemani Empok dan Lilis.
Tanpa sepengetahuan Emok Rania berjalan sendiri sedikit menjauh dari mereka.
Nayla yang melihat hal itu buru-buru berdiri hendak mengambil Rania,namun ia sedikit heran saat melihat Rania tertawa seperti ada yang mengajaknya bercanda.
"Dit...itu Rania ngapain ya"
Adit langsung melihat kearah yang Nayla tunjuk.
"Astaghfirullah" Adit langsung berdiri dan mengambil Rania.
"Sayang kita pulang sekarang aja yuk" ajak Adit pada Nayla.
"Ada apa sih Dit" tanya Nayla yang sedikit kebingungan sambil mengikuti Adit yang masuk kedalam.
Hampir satu jam lamanya mereka berkemas akhirnya dengan sangat terpaksa mereka pun kembali ke kota B.
__ADS_1