
Selamat Membaca
Malam itu Mereka tertidur dengan sangat pulas, entah karena hawa nya yang dingin atau karena mereka terlalu letih.
Suara azan sayup-sayup terdengar Naylapun mengucek-ngucek matanya yang masih terasa sangat berat.
Ia pun segera bangun lalu menuju kamar mandi yang terletak dibelakang untuk berwudhu.
Suasana rumah Abah masih sangat sepi Aa dan Ryan entah mereka tidur dimana.
Nayla pun segera berwudhu walaupun airnya terasa begitu dingin hingga terasa menusuk ketulang harus ia tahan.
Setelah selesai ia pun segera kembali menuju kamar.
Saat melintas diruang tamu sekelebat Nayla melihat Ryan berjalan keluar dari kamarnya lalu menuju depan.
"Ryan..kamu mau kemana?" tanya Nayla setengah berteriak.
Ryan tak menjawab ia terus saja berjalan keluar.
"biarin lah paling juga si AA ada diluar" batin Nayla.
Ia pun segera masuk kedalam kamar dan sholat subuh.
Setelah selesai sholat ia pun langsung menghampiri Damra dan Empok yang sedang bercanda dengan Radit.
"Tadi ngapain Ryan pagi-pagi udah kesini Ra?" tanya Nayla sambil duduk disamping Damra.
Damra mengerutkan keningnya nampak bingung dengan pertanyaan Nayla
"Gak ada Ryan kok dari tadi juga kita cuma bertiga aja" jawab Damra yang berhasil membuat Nayla bingung.
"Lah tadi aku bener liat Ryan keluar dari sini,aku kira tadi abis main sama Radit" Nayla tetap saja bersikukuh jika ia tadi melihat Ryan.
Sementara itu Ryan yang baru saja bangun tidur dan kebetulan melintas didepan kamar Nayla langsung membuka pintu kamar begitu mendengar suara berisik.
"Haii dah pada bangun ya, kirain belum"sapa Ryan dari ambang pintu.
"Tuh ada orangnya loe tanya aja" ucap Damra sambil menunjuk Ryan dengan mulutnya.
"Ada apa sih?" tanya Ryan yang kebingungan.
"Ini loh Ryan katanya tadi Nayla liat kamu keluar dari kamar ini trus keluar" ucap Empok menjelaskan.
"oh. ..aku aja baru bangun sayang, ni mau ke kamar mandi tapi denger disini berisik jadi aku mampir" ucap Ryan menjelaskan.
"Kalau bukan kamu trus tadi yang aku liat siapa dong?" tanya Nayla bingung.
"Aku gak tau sayang, kalo kamu gak percaya tanya aja sama Aa"
"Dah lah jangan dipikirin sayang,aku sholat dulu ya" Ryan pun berjalan menuju kamar mandi yang terletak dibelakang rumah.
Pagi nya setelah sarapan pagi mereka pun duduk santai diteras.
Ryan asik bermain bersama Radit.
"Dah cocok tuh Yan,buruan atuh diresmiin "celetuk Aa pada Ryan.
"Aku sih dah mau baget Aa, cuma Nay nya belum siap" jawab Ryan sambil melihat kearah Nayla.
__ADS_1
"Kalau saran Abah ya lebih cepat itu lebih baik Nay, dari yang Abah liat Ryan cocok sama kamu" timpal Abah.
Nayla tak menjawab ia hanya tersenyum mendengar ucapan Abah dan Aa.
Nayla memandang kerah depan tiba-tiba saja ia melihat ada seorang wanita yang sedang memperhatikannya dari kejauhan.
"Jangan di lihatin Nay,dia gak ganggu kok"ucap Abah seakan tau apa yang Nay lihat.
"Siapa itu Abah,kok ngeliatin kesini terus?" tanya Nayla
Ryan dan Empok serta Damra hanya mendengarkan apa yang sedang Abah,Nayla dan Aa bahas.
"Pada liat apa sih?"tanya Damra penasaran.
"Abah aku tuh penasaran deh sama bentuknya mahluk astral itu gimana"
"Bisa gak bantuin aku buat liat sebentar aja" pinta Damra.
Nayla sedikit terkejut mendengar permintaan Damra.
"Jangan aneh-aneh Ra,aku aja minta ditutup gak mau liat kamu malah mau liat"ucap Nayla
"Aku kan cuma mau liat sebentar aja Nay,abis itu ditutup lagi bisa kan Abah?" pinta Damra pada Abah.
"Emang loe berani Ra?" tanya Ryan
"Gak tau juga, makanya gw minta dibukain mata batin gw sebentar aja" jawab Damra yang semakin penasaran.
Perut Nayla terasa sakit, ia pun pamit ke kamar kecil.
Saat melihat air dibak mandi kosong ia pun segera menimba air.
Namun saat ia hendak menarik ember timba'an ia merasa begitu berat.
Ia pun melihat kedalam sumur ..
Aaaaaaa
Spontan Naylapun langsung melepaskan tali timba'an dan berlari kedalam sambil berteriak saat ia melihat ada sosok anak kecil yang sedang duduk di ember timbanya.
Ryan dan Aa pun langsung menghampiri Nayla yang berteriak sambil berlari.
"Ada apa sih Nay pagi-pagi dah teriak?" tanya Ryan begitu melihat wajah Nayla yang pucat.
"Itu..."
"Itu tadi di sumur ada anak kecil jatoh ..."ucap Nayla dengan nafas yang tersengal-sengal.
"Aihh Nay kirain ada apa'an" ucap Aa santai.
Ryan yang melihat Aa biasa saja sedikit heran.
"Hayu Aa kita tolongin kasian tar keburu meninggal" ajak Ryan yang ikut panik.
"Itu mah bukan orang Ryan"
"Nay..masa kamu lupa dulu juga kamu begitu kan?" tanya Aa
Nayla diam sambil berusaha mengingat kejadian beberapa tahun silam saat ia datang pertama kali kesini.
__ADS_1
"Iya Aa, kayanya jadi kaya dejafu" ucap Nayla.
"Itu sambutan Nay buat kamu dari penghuni sini" jawab Aa dengan santainya .
"Sambutan apa'an, itu sih nakut-nakutin Aa" gerutu Nayla mendengar ucapan Aa.
AA yang mendengar ucapan Nayla tertawa sambil berjalan kembali keluar menemui Abah dan yang lainnya.
Sementara itu Nayla kembali kebelakang ditemani oleh Ryan.
"Awas ya jangan ngintip?" ucap Nayla saat akan menutup pintu kamar mandi.
"Ngintip dari mana sih Nay, pintunya aja rapet"
"Kalau ada lobangnya juga aku mau kok ngintip kamu" ucap Ryan bercanda sambil tertawa.
Nayla langsung menutup pintu kamar mandi rapat.
Tak begitu lama pintu kamar mandi pun terbuka.
"Udah Nay" tanya Ryan yang berdiri disamping pintu sambil bersandar di tembok.
Nayla sedikit terkejut saat mendengar suara Ryan, tadinya ia mengira jika Ryan sudah pergi.
"Ih kamu mah kirain udah pergi malah nungguin sih" ucap Nayla sambil memegangi dadanya yang berdetak sangat kencang karena kaget.
"Kan aku bilang mau nungguin kamu sayang" balas Ryan sambil mencubit kecil ujung hidung Nayla.
"Aduhh pagi-pagi dah mesra, gak kasian apa ama gw yang jomblo" tiba-tiba saja Damra muncul sambil membawa gelas kotor.
"Suruh siapa loe doyan banget jomlo"Jawab Ryan mengejek Damra.
"Sombong banget sih" ucap Damra sambil berjalan menuju dapur untuk menaruh gelas kotor.
Mereka pun segera kedepan ikut bergabung bersama Abah dan Aa.
AA yang memang sudah menceritakan semuanya pada Abah akhirnya diminta oleh Abah untuk mempersiapkan segala untuk nanti malam.
Hallo semua Author up lagi.
Maaf ya jika bab ini cuma sedikit.
Terimakasih buat para Reader yang selalu ngasih semangat buat Author.
Tetep kasih dukungan buat Author ya caranya :
**Like
Rate
Favorit
Komen nya author tunggu
kalau ada yang mau kasih gif atau vote juga boleh.
Salam Manisss
Amellajj/Author**
__ADS_1