
🌞🌞🌞 Selamat Membaca 🌞🌞🌞
Setelah dari terminal Adit mampir dulu kesebuah mini market untuk membeli coklat kesukaan Nayla.
Matahari pun sudah mulai bersembunyi berganti dengan awan hitam kebetulan sedari tadi awan hitam sudah menggelantung disekitar daerahnya.
Saat melewati area pesawahan nampak mobil anak buah Anto melaju dengan kecepatan tinggi.
Sementar itu Adit masih dengan satuynya mengendari motornya.
Sosok tak kasat mata teman Adit nampak ikut membonceng di jok belakang dan sosok anak kecil nampak berdiri didepan.
"Ada apa ni mahluk astral ngikutin gw" batin Adit.
Biasanya mereka akan menempel pada Adit jika ada yang berniat buruk terhadapnya.
" Ada apa sih kok kalian ngikutin aku" tanya Adit pada kedua teman tak kasat matanya
Entah apa yang dikatakan kedua teman Adit namun saat ini Adit langsung melirik kaca spionnya dan benar saja sebuah mini bus hitam mengikutinya dengan laju lumayan cepat dan beruntung saja Adit sempat menghindar dengan membanting stir kekanan hingga mau tak mau Aditpun terjun bebas bersama motornya saluran irigasi.
Sementara itu didalam mobil anak buah Anto nampak kesal " Sial kita gagal nabrak dia" umpatnya kesal sambil memukul stir dengan kencang.
"Tadi loe liat gak kayanya di jok belakangnya ada sesuatu ya" ucap pria berambut sedikit gondrong
"Lah..loe liat juga, gw kira mata gw aja yang kicer salah liat" sahut yang satunya lagi.
"Wah si bos juga punya kan jin item tuh yang waktu itu ngerjain kita waktu di sel" timpalnya lagi.
"Ada enaknya juga ya miara gituan bisa buat jagain kita" ucap pria gondrong tadi
"Gw sih ogah miara gituan, gw aja takut.." lanjutnya.
Sementara itu Adit dengan bersusah payah keluar dari saluran irigasi di bantu beberapa orang yang kebetulan lewat.
Alangkah terkejutnya Nayla saat melihat Adit pulang dalam keada'an terluka dan diantar dengan beberapa orang yang Nayla tak kenal.
"Aa kamu kenapa kok pada baret gini, trus tuh kaki kenapa?" tanya Nayla khawatir
"Nanti dulu ya Nay nanyanya aku duduk dulu" Aditpun langsung duduk.
"Makasih aa udah nganterin saya"
"Duduk dulu sini" ucap Adit yang memang selalu ramah pada siapa saja.
"Oh ..iya aa, eta tadi ku naon bisa nyuksruk kitu" tanya salah satu dari mereka dengan logat sunda kental.
Aditpun menceritakan apa yang baru ia alami tadi.
Lilispun keluar membawakan minuman dan cemilan ala kadarnya lalu ikut nimbrung mendengarkan apa yang mereka bicarakan.
Sementara itu Ayah Adit langsung bergegas kerumah Mang Jaya satu-satunya tukang urut dikampung Adit.
Setelah lumayan lama mereka berbincang-bincang akhirnya kedua orang itu pun pamit pulang.
Nayla memandang kedua orang itu hingga tak terlihat lagi.
Adit yang melihat Nayla tak berkedip saat memandang pria lain langsung mengusap wajah Nayla sebagai tanda teguran.
"Ishh apa'an sihh Dit" gerutu Nayla sambil cemberut.
" Itu mata ya yang tolong dikondisikan, ini suamimu lagi terluka bukannya di obatin malah cuci mata" Aditpun sedikit merajuk
"Uppsss Anda cemburu suamiku???" ejek Nayla sambil menahan tawa.
"Jangan ngeledek sayang, bantuin aku mandi ya.." pinta Adit sambil memainkan satu alisnya.
__ADS_1
"Apa'an bantuin mandi???" tanya Nayla setengah tak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar
"Iya sayang kan aku lagi sakit nihh susah kalo mandi sendiri" jawab Adit dengan nada dibuat manja.
"Ihhh jangan manja dehhh"
Naylapun memapah Adit masuk kedalam, sementara Adit duduk di kursi Nayla masuk kedalam kamar mempersiapkan baju ganti dan mengambil handuk buat Adit.
"Ayo Dit mandi dulu" Naylapun kembali memapah Adit menuju kamar mandi.
Adit menarik paksa Nayla agar ikut masuk kedalam kamar mandi namun Nayla menolak, ia berpegangan pada dahan pintu.
Akhirnya Aditpun mengalah ia langsung membersihkan diri.
Tak butuh waktu lama tidak sampai 10 menit ia pun keluar dengan hanya memakai handuk yang dilingkarkan dipinggang.
Naylapun sedikit terpana melihat dada bidang Adit yang masih ada sedikit sisa air dan membasahi bulu-bulu halus yang tumbuh disana.
Adit yang melihat Nayla mematung akhirnya timbul niat untuk menjahili sang istri.
Cupp
sebuah kecupan mendarat dibibir Nayla.
Naylapun langsung terkesiap "Ihh kamu mah Dit." Nayla berusaha menyembunyikan rasal malunya karena tertangkap basah oleh Adit
Aditpun tersenyum " Kenapa sayang, mau ya??"
"Makanya kalo aku mint tuh di kasih, jadi gak penasarankan" lanjut Adit tersenyum puas karena sudah berhasil membuat wajah Nayla merona malu.
Naylapun langsung berlari menjauhi Adit yang berteriak-teriak meninta agar Nayla kembali dan memapahnya kekamar.
Nayla seakan tuli ia terus masuk kedalam kamar dan duduk disisinya menunggu Adit sampai.
Dengan berpegangan pada tembok akhirnya ia pun sampai dikamarnya.
"Dihh kok dikonci sih a?" tanya nayla yang mulai curiga
"Kenapa? kan tadi kamu kayanya pengen banget megang dada aku" goda Adit yang lalu mendekat kearah Nayla duduk.
" Dihh PD amat sihh, aku tuh tadi lagi liatin ada kutunya gak tuh di dada" kilah Nayla mengeles dengan alasan yang tak masuk akal.
"Alesan apa kaya gitu sayang, kalo ada kutu juga keliatan" jawab Adit sambil mendekatkan wajahnya pada Nayla.
Naylapun sedikit menjauhkan wajahnya dari Adit.
"Pake baju sih Dit..." ujar Nayla sambil memalingkan wajahnya.
" Bulu ketek aku aja kamu liat, bulu dada juga, apa gak penasaran sama bulu yang di terminalnya?" tanya Adit yang semakin jadi menggoda Nayla.
Nayla membelalakan matanya seakan tak percaya semakin hari suaminya semakin berani berkata yang sedikit menjurus ke hal-hal sedikit mesum.
" Mau liat gak?" goda Adit sambil memegang Handuk yang ia pakai.
Aaahhhh
Nayla langsung menutup kedua matanya dengan tangan.
Adit berusaha melepaskan tangan Nayla dari matanya.
Nayla pun semakin memejamkan matanya setelah Adit berhasil memegang kedua tangannya.
"Ayo dong Nay..buka matanya, mau liat gak mumpung gratis nihh" Adit semakin menggoda Nayla hingga gadis itu pun kesal.
" Aku tendang ni kakinya yang sakit ya kalo gak mau pake bahu juga" ancam Nayla sambil sedikit mengangkat kakinya bersiap menendang kaki Adit.
__ADS_1
" Ishhh punya istri kok bar-bar banget sihh" gerutu Adit yang akhirnya mengalah.
Namun sebelum ia memakai baju ia pun menyempatkan diri untuk mengecup bibir Nayla.
Adit langsung menjauh karena takut gadis itu akan benar-benar menendang kakinya yang sakit.
Nayla menggerutu sambil keluar dari kamar.
Ia kesal karena Adit selalu saja mencari kesempatan untuk menciumnya.
"Kok jauh amat sih yang duduknya, sini dong" Adit menepuk bangku kosong disebelahnya agar gadis itu duduk disampingnya.
"Gak mau" jawab Nayla cepat sambil memalingkan wajahnya tak mau menatap Adit.
" Nay..tuh bibir udah kaya ikan julung-julung aja sihh panjang banget" goda Adit lagi
"Ambu...anaknya tuh dari tadi gangguin aku mulu" Nayla mengadu pada ibu mertuanya yang hanya tersenyum melihat kearah sang menantu dan anak laki-lakinya.
" Sejak kapan kamu manggil Ibu jadi Ambu Nay" ucap Adit sambil berpindah tempat duduk disebelahnya.
"Assalammyalaikum" akhirnya Pak Jaya pun tiba.
Ia langsung memeriksa kaki Adit yang keseleo dan mulai membengkak.
Adit sedikit meringis saat Pak Jaya menyentuh mata kakinya yang membengkak.
Aaawww
Teriak Adit saat Pak Jaya mulai mengeluarkan sedikit tenaganya untuk meluruskan urat-urat Adit.
" Yang kenceng aja Pak gak apa-apa biar cepet sembuhnya" Nayla memprovokasi Pak Jaya agar mengurut kaki Adit sedikit lebih kencang.
" Aku suka liat kamu kesakitan gitu Dit, macho.."ujar Nayla nyeleneh sambil menatap wajah Adit yang sedang menahan rasa sakit.p
"Ishh si teh Nay mah, ngeliat macho dari mana yang ada ngeringis itu" Lilis menepuk bahu Nayla agar kaka iparnya tak salah lihat.
"Pas dia lagi ngeringis gitu Lis machonya, kan jarang dia ngeringis kaya gitu" Naylapun tersenyum seakan mengejek sang suami yang sedang menahan sakit.
"Awas kamu ya yang tar malem" ancam Adit sambil tersenyum devil kearah Nayla.
"Ampun bang Jago...pissss" ucap Nayla sambil mengangkat tangannya membentuk huruf V
"Terus aja yang puas-puasin ngeledek aku, tar tinggal tunggu aja balesan dari aku" jawab Adit sambil sedikit meringis menahan nyeri.
Aaaawwww
Adit berteriak kencang saat Pak Jaya menarik mata kakinya hingga berbunyi
kleeekkk
Untuk sesaat Pak Jaya berhenti mengurut kaki Adit, memberinya waktu untuk menarik nafas.
"Sakit banget apa Aa?" tany Nayla dengan sangat polosnya
"Ya ampun sayang..kamu tuh bener-bener ya.." Adit menahan rasa gemasny saat melihat wajah Nayla yang terlihat polos.
Hampir dua jam Pak Jaya mengurut kaki Adit, Lilis pun segera memarut jahe untuk dibalur di kaki Adit yang bengkak.
Setelah mengantar pak Jaya pulang Adit dan Naylaoun langsung masuk kedalam kamar untuk beristirahat.
**Haiii semua maaf ya hari ini upnya telat, maklum aku kena banjirr ini aja ngetiknya diatas loteng ha..ha sambil nyari sinyal.
Maaf ya kalau banyak typo soalnya tangan aku gemeteran nahan dingin.
Jangan lupa kasih dukungan buat aku ya biar semangat nulisnya.
__ADS_1
Salam Maniss
Amellajj/authorr**