
\=\=\= Selamat Membaca \=\=\=
Harii sabtu ini sengaja Nayla meminta untuk tidak lembur ia sengaja ingin mengistirahatkan dulu tubuhnya,ia pun hanya tidur-tiduran,mendengarkan musik dan memainkan ponselnya.
Setelah merasa bosan ia pun meletakan ponselnya diatas meja kecil disamping tempat tidurnya
Drettt
bunyi ponsel Nayla yang terletak diatas meja dan sengaja hanya dipasang mode getar,dengan malas ia pun membuka ponselnya dan ada wa dari Dewa yang mengajaknya untuk bertemu nanti sore.
Entah kenapa biasanya Nayla akan sangat senang jika Dewa mengajaknya bertemu tapi kali ini ada rasa yang beda ia sangat malas namun karena tadi Dewa bilang ada hal penting yang mau diomongin akhirnya Naylapun menyetujuinya.
Naylapun keluar dari kamarnya untuk mencari Papanya,ia melihat kekamar utama namun kosong ia pun masuk kekamar yang penuh kenangan bersama almarhumah Mamanya,Nayla duduk sisi tempat tidur lalu mengambil guling yang biasa Mamanya pakai,ia mendekap erat guling itu seakan itu adalah Mamanya.
"Mah...Nay kangen ama Mama,kapan kita bisa ketemu lagi Mah,Nay pengen jalan-jalan kaya dulu lagi pas Nay gajian,Nay kangen pengen dijewer lagi sama Mama,Nay pengen denger lagi suara teriakan Mama,Nay janji akan jadi anak baik biar bisa masuk surga trus ketemu sama Mama lagi"
Entah kenapa Nayla tiba-tiba sangat rindu pada Mamanya air mata yang beberapa minggu ini sudah tidak mengalir kini kembali menganak sungai di pipi Nayla.
__ADS_1
Ia mendekap erat guling peninggalan Mamanya itu,tanpa Nayla sadari dari balik tembok ada sepasang mata yang melihatnya,ia pun sama dengan Nayla sangat merindukan sosok istrinya itu namun apa daya Allah berkehendak lain mereka harus terpisah oleh maut yang lebih dahulu membawa orang yang mereka sayangi pergi menghadap sang penciptanya.
Tak mau berlama-lama di kamar itu Nayla pun berlari keluar dari kamar tanpa melihat kànan kiri ia langsung menaiki tangga dan masuk kedalam kamarnya.
Sementara itu seorang pria paruh baya bersandar pada tembok kamar sambil mengusap kasar air matanya yang mengalir mendengar ungkapan hati putrinya tadi.
Ceklekk...
terdengar suara pintu kamar Nayla yang dibuka,Nayla keluar dari kamarnya dengan menggunakan hijab,ia pun mengambil kunci motor yang selalu digantung di samping kulkas.
Papa Nayla hanya memandang kepergian putrinya ia tahu Nayla pasti akan kemakam Ibunya,ia paham betul setiap hari libur Nayla pasti akan selalu datang mengunjungi makam Mamanya.
Naylapun mengeluarkan buku Yasin lalu ia membacanya dengan khusu entah karena terlalu menghayati atau ia benar-benar sangat rindu pada Mamanya air matanya mengalir tanpa ijin dari sudut matanya.
"*** Mah Nay datang nih,Mah ...Nay kangen sama Mama,Nay kagen pengen jalan-jalan lagi kaya dulu saat Nay gajian,kenapa Mama gak pernah datang dalam mimpi Nay?apa Mama gak kangen sama Nay?"
Suara tangisan Nayla makin terisak ia pun memeluk batu Nisan yang bertuliskan Nama Mamanya.
__ADS_1
"Neng Nay kalau kangen sama Mama usahain nangisnya jangan sampai kaya meratap gitu gak boleh Neng"terdengar suara yang sudah tak asing lagi buat Nayla
"eh..Mang Ujang..."Nayla langsung membenarkan duduknya dan menghapus kasar air mata yang masih tersisa dipipinya.
Mang Ujang seorang penjaga Makan yang Papa Nayla minta untuk mengurus dan merawat makam Mama Nayla.
Mang Ujang memang selalu menghampiri Nayla saat melihat gadis itu mengunjungi makam Mamanya.
"Neng Nay...harus bisa tabah dan ikhlas,kalo Neng nangisnya kaya gitu teruss kasian Mamanya berat disananya"tutur Mang Ujang menasehati Nayla
Nayla pun hanya menganggukan kepala,setelah bercerita panjang pada Mang Ujang dan Mang Ujangpun banyak memberikan nasehat pada Nayla akhirnya Naylapun pamit pulang karena ia ingat kalau sudah janji akan menemui Dewa jam 5 sore Nanti.
Haii para reader terima kasih sudah mampir di ceritaku yang receh.
Aku juga mohon maaf kalau masih banyak typo.
Dan jangan lupa dukung teruss authorr dengan cara Like,Vote,rate dan juga kritsarnya author tunggu
__ADS_1
salam Maniss
Amellajj/authorr