TERBUKANYA MATA BATIN

TERBUKANYA MATA BATIN
Bab 104


__ADS_3

\=\=\= Happy Reading \=\=\=


Tak terasa pernikahan Tia hanya tinggal 2 mingguan lagi namun ada beberapa undangan yang belum diantar.


"Nay bisa gak kamu tolong antar undangan ini besok"pinta mama sambil menunjuk beberapa undangan yang ada diatas meja


tanpa menjawab aku pun mengambil undangan dan melihat nama-nama yang tertera di undangan itu.


"Mah ini sih jauh-jauh banget trus Nay sama siapa nganterinnya"


"Tadi Mama sudah telp Randy katanya dia bisa kok nemenin kamu nganterin undangan itu"tutur Mama menjelaskan


"ihhh kok sama Randy sih mah"


"kenapa emangnya,biar kamu lebih deket lagi sama Randy Nay" celetuk mama


"ihhh mama sih gitu,kan Nay udah bilang jangan maksain Nay" Nayla memasang wajah cemberutnya


"he...he mama gak maksa Nay,kan cuma nemenin nganter undangan doang,sukur-sukur bisa jadi akrab"


Nayla akhirnya merajuk ia pun masuk kedalam kamarnya dan meninggalkan mama dan papanya yang sedang sibuk memilih undangan yang akan mereka sebar.


"Ihhh kenapa gak pada ngerti sih aku kan belum mau nikah masih aja dijodohin"gerutu Nayla lalu menghempaskan dengan kasar bokongnya diatas kasurnya.


Ia melirik boneka kodok lalu mengambil dan mendekapnya erat.


"haii pangeran kodok kamu lagi apa disana" tatapan mata Nayla menerawang ke langit-langit kamarnya


"andai saja perbedaan antara kita tidak ada pasti sekarang kita sudah nikah ya Wa" tutur Nayla pada boneka pemberian Dewa


"Dan andai saja aku mempunyai keberanian seperti yang orang-orang bilang untuk kawin lari" Kini air mata Nayla sudah mengalir dengan deras tanpa bisa dibendung lagi


"kenapa kita gak bisa bersatu Wa"


"kenapa aku gak bisa moveon dari kamu Wa"


"kenapa kita harus berbeda keyakinan"


"kenapa kita sama-sana egois gak ada yang mau mengalah"


Suara tangis Nayla semakin kencang terdengar begitu memilukan,ia pun menelusupkan wajahnya di boneka kodok agar suara tangisannya tidak sampai terdengar keluar.


Namun sayang saat itu bertepatan dengan Tia yang disuruh sang mama untuk menyuruh Nayla turun.


Tia yang tadinya hendak mengetuk pintu kamar Nayla namun urung ia lakukan karena mendengar suara isak tangis Nayla.


Tia pun langsung turun untuk memberitahu mamanya.


"loh mana kakamu Tia?"tanya mama saat melihat Tia yang hanya sendiri


Tia mengatur nafasnya yang tersengal-sengal karena ia setengah berlari menuruni tangga

__ADS_1


"itu mah kak Nay lagi nangis"ucap Tia setelah nafasnya sedikit teratur


"Nangis?"ulang mama


Papa Nayla pun mengerutkan keningnya


"udah sana urus si Nayla dulu mah"perintah papa khawatir pada putri sulungnya.


Mamapun langsung beranjak dari tempat duduknya dan menuju kamar Nayla di ikuti Tia.


Mama berhenti pas didepan kamar Nayla,ia menajamkan pendengarannya


"mana Tia,mama gak denger ada suara orang nangis"protes mama saat ia tak mendengar suara apa-apa dari dalam kamar Nayla


"ihh mama beneran tadi Tia denger kaka nangis"


Saat kedua ibu dan anak itu sedang berdebat tiba-tiba terdengar suara


hhuuukkk...


hhuuukkk....


"tuh kan mah Tia gak boong,kaka nangis"tutur Tia


tanpa menunggu lagi mama langsung membuka pintu kamar dan mendapati Nayla yang sedang sesungukan diatas kasur sambil membenamkan wajahnya diboneka berwarna hijau itu.


Mama langsung duduk disamping Nayla dan menepuk lembut bahunya


"ada apa Nay"tanya mama


Pernah suatu ketika Nayla jatuh dari sepeda dan lututnya terluka ia menangis hampir dua jam lamanya itu pun berhenti karena Nayla ketiduran saat menangis.


"Nay..kalau ada masalah bilang sama mama"ucap mama lembut sambil mengelus rambut putrinya lembut


Perlahan Nayla menaikan wajahnya,dan seketika itu juga nampaklah wajahnya yang memerah dan sekitar mata yang sedikit membengkak karena terlalu lama menangis.


"kamu kenapa?"tanya mama yang mulai khawatir karena Nayla tak menjawab pertanyaan mama namun malah menatap mamanya dengan tajam dengan mata yang memerah.


Tia yang melihat tatapan Nayla merasa takut,tanpa disuruh ia pun segera berlari keluar untuk memberitahu papanya.


Tak lama kemudian papa masuk


"Nay...Nayla kamu kenapa nak"tanya Papa


Nayla tetap tak menjawab kini tatapan matanya kosong dengan sisa-sisa tangis yang masih terdengar.


"Pah...ini anaknya kenapa?"tanya mama bingung


"ihh mana papa tau mah"jawab papa sambil mengangkat kedua bahunya.


"kesambet kali pah"celetuk Tia tiba-tiba dan langsung mendapat tatapan dari kedua orang tuanya.

__ADS_1


"Tia kalo ngomong jangan sembarangan deh"protes mama


"ihh Mam aku kan cuma ngasih saran aja"tutur Tia sambil mengerucutkan bibirnya


Nayla langsung menatap tajam kearah Tia


"mam Tia takut,kok ka Nay melototin Tia sih"Tia bersembunyi disamping mamanya


"aku gak suka kalian disini,semuanya keluar"teriak Nayla kencang sambil menunjuk kearah pintu


"kamu kenapa sih Nay"mama mencoba menenangkan Tia


"keeluuarrr"teriak Nayla semakin histeriss


"Nay...Nayla...ini mama sama papa nak" sang mama berusaha menenangkan Nayla


"keluar semuanya,aku benci kalian semua"teriak Nayla sambil berteriak-teriak


Mama Naylapun langsung meminta bantuan pada A'Iwan dan tak lama kemudian aa pun datang


"aduhh Nay...kayanya seneng banget sih ketempelan"ucap a'iwan begitu tiba dan langsung duduk dihadapan Nayla


Nayla menatap a'Iwan tajam seakan marah


"kenapa liatin aa gitu,naksir?tapi hampura nya(tapi maaf ya) aa udah punya istri" aa Iwan bercanda sambil mulutnya merapalkan baca'an dan tersenyum kearah Nayla


"aahhhhh dasar anak kecil kurang ajar berani kamu ngusik aku"teriak Nayla marah lalu ia mengamuk melemparkan apa saja yang ada didekatnya


A'Iwan berteriak meminta tolong pada papa Nayla agar memegangi tangan Nayla sementara Tia memegangi tangan sebelahnya


"aku benci kalian,aku benci"teriak Nayla semakin tak terkendali


Butuh waktu hampir dua jam untuk mengeluarkan sosok Nene yang menempel didalam tubuh Nayla


Akhirnya a'iwan menarik nafas lega dengan nafas yang tersengal-sengal karena pertempuran yang tak kasat mata.


A'iwan meneguk habis sebotol air yang disuguhkan lalu beristirahat disamping Nayla yang sudah terlelap


"ce,malem ini Nayla jangan tidur sendirian dulu ya,aa takut sosok itu datang lagi karena memang saat ini suasana hati Nayla belum tenang jadi mudah untuk dimasukin" jelas a'iwan


"iya a"jawab Mama Nayla yang duduk lemas sambil mengelus lembut kepala Nayla


"tenang aja aa pantau dari rumah juga kok,takutnya kalo aa lagi lengah dia ambil kesempatan"lanjut a'iwan


Setelah merasa tubuhnya kembali sedikit bugar a'iwan pun pamit pulang.


Berhubung hari sudah larut malam juga akhirnya mama tidur menemani Nayla sedangkan papa dan Tia dikamar masing-masing


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Hai para Reader author mohon maaf karena beberapa hari kemarin jarang up dikarenakan kondisi kesehatan author yang sedang tidak fit dan baru bisa up lagi.

__ADS_1


Author juga mohon dukungannya dengan tinggalkan like,rate dan juga kritsarnya sebagai penyemangat buat author


Amelajj/Author


__ADS_2