TERBUKANYA MATA BATIN

TERBUKANYA MATA BATIN
Bab 428


__ADS_3

SELAMAT MEMBACA


Karena lelah malam itu semua tidur begitu lelapnya hingga tidak terasa pagi pun tiba.


Suara klakson mobil yang berulang kali membuat Rania mau tidak mau harus bangun.


Dengan langkah gontai ia pun menuju jendela kamarnya lalu menyibak sedikit gorden nya untuk melihat siapa yang sudah membuat nya terbangun.


"Ckkk ngapain sih dia pagi-pagi dah ganggu aja,gak tau apa kalo gw masih ngantuk"decak Rania kesal.


Ia pun berjalan kearah meja lalu mengambil ponselnya dan segera mencari nama orang yang telah membuatnya terbangun.


"hallo Assalamualaikum" sapa Rania pada seseorang diseberang sana.


"Waalaikum salam, ayo sayang kita berangkat bareng,aku lagi mau sarapan bareng kamu"jawab seseorang yang ternyata Fahri.


"Gw boleh cuti gak bos,masih ngantuk banget nih" jawab Rania sambil menjauhkan ponselnya dari telinga karena ia yakin Fahri akan memberinya ceramah panjang.


Dan benar saja Fahri menolak permintaan nya dengan alasan ia sudah jauh-jauh datang menjemput dengan mudahnya Rania menolak hanya karena masih mengantuk.


"Gak ada alasan ya tank, pokoknya sekarang juga  cepat turun"titah Fahri lalu menutup sambungan telponnya.


Dengan malas Rania pun mandi lalu memakai pakaian kerjanya dan dengan langkah berat ia pun langsung menuju depan rumahnya dimana Fahri sudah menunggunya.


"Maaf lama"ucap Rania sambil memakai sabuk pengamannya.


"Gak apa-apa sayang"ucap Fahri sambil melebarkan senyumnya melihat penampilan Rania.


"Apa nyengir-nyengir" Rania yang masuk kesal karena dipaksa untuk masuk kerja langsung memasang Wajah jutexnya.


Fahri yang memang sudah hafal dengan sifat Rania hanya tersenyum melihat tunangannya yang sedang cemberut karena kesal.


Mereka pun mampir disebuah warung bubur  tenda.


Diruang kerjanya Rania terlihat begitu badmood ditambah lagi dengan ponselnya yang sebentar-sebentar berdering karena ulah Fahri.


Jam istirahat pun dengan terburu buru Rania menuju kantin.


Begitu tiba di sana ia pun langsung memesan es kopi dingin.


Setelah pesanannya jadi ia pun langsung menuju salah satu kursi yang masih kosong untuk menikmati es kopinya.


Sementara itu Fahri mencari Rania di ruangan nya namun yang ia dapati hanya ruangan yang sudah kosong,ia pun lam menuju kantin untuk mengajak Rania makan siang bersama.


Begitu tiba di kantin ia pun mengedarkan pandangannya mencari keberadaan Rania.


Ia pun langsung melangkahkan menuju tempat duduk Rania.

__ADS_1


"Sayang kita makan diluar aja yuk" ucapnya begitu duduk dihadapan Rania.


Suasana disekitar Rania mendadak sepi saat sang bos duduk didekat mereka.


Rania yang masih kesal hanya diam saja hingga akhirnya Fahri pun menarik es kopi yang sedang ia minum.


"Ih ganggu aja sih" decak Rania kesal.


"Ayo temenin aku makan yank, udah laper banget nih" Fahri pun berdiri sambil menarik tangan Rania.


Beberapa pasang mata nampak melihat kearah mereka, karena merasa malu akhirnya Raniapun mengalah.


Ia mengikuti kemauan Fahri dan mereka pun makan siang bersama di sebuah rumah makan Padang langganan Fahri.


"Kamu masih kesel ya yank,kok dari tadi mukanya gak enak diliat sih" ucap Fahri saat mereka sudah selesai makan.


"Kenapa diliat kalo gak enak" jawab Rania masih dengan nada judesnya.


Fahri berusaha tersenyum mendengar jawaban dari gadis didepannya.


"Sabar sabar" desisnya pelan sambil mengelus dadanya sendiri.


"Ya udah aku minta maaf sayang kalo itu buat kamu gak marah lagi,kamu mau kan maafin aku yan" tanya Fahri lembut.


"Iya udah gw maafin,ayo lah kita balik ke kantor aku mau merem sebentar" ucwp Rania sambil berdiri.


Fahri pun tersenyum sambil mengelus kepala Rania.


Begitu tiba di kantor Rania pun langsung turun, namun saat ia hendak naik lift karyawan Fahri langsung manarik tangannya untuk masuk kedalam lift disebelah nya yang memang khusus untuk petinggi perusahaan.


Didalam lift pun Rania hanya diam saja, entah kenapa rasa kantuknya tidak mau hilang juga Padaherang ia sudah minum kopi tiga kali.


Karena begitu mengantuk ia pun tidak konsentrasi kerja hingga beberapa laporan yang ia buat salah.


Beberapa jam berlalu akhirnya sebentar lagi waktu pulang pun tiba.


"Akhirnya pulang juga  "ucap Rania pelan saat melihat jam di pergelangan tangannya.


Baru saja ia berkemas sebuah pesan singkat pun masuk di ponselnya, saat melihat nama pengirim pesan ia pun mengabaikannya lalu melanjutkan berkemas dan setelah semua rapi Rania pun langsung menyambar tasnya diatas meja.


Namun batu saja ia hendak keluar ruangan kerjanya Fahri sudah menungg didepan pintu masuk ruangannya.


Fahri pun langsung menarik tangan Rania yang hendak kabur.


"Mau kemana sih yank mau main kabur aja ,ayo ikut aku" Farhipun menarik tangan Rania agar mengikutinya.


"Mau kemana sih Ri,gw tuh ngantuk banget mau buru-buru tidur" tanya Rania saat Fahri memasang kan sabuk pengaman dipinggangnya.

__ADS_1


"Ya udah kamu tidur aja, nanti kalo udah sampe aku bangunin" ucap Fahri sambil melajukan mobilnya keluar dari area perkantoran dan mulai bergabung dengan begitu banyak mobil lainnya.


Seperti yang diduga oleh Fahri gadis itupun tertidur sepanjang perjalanan.


"Sayang bangun udah sampe"


Setelah berkali-kali Fahri berusaha membangunkan Rania akhirnya gadis itupun terbangun.


"Kok cepat banget sih sampenya"ucap Rania sedang suara parau.


"Kita udah sampe sayang lagi juga tadi udah satu jam setengah loh"


"Tapi aku masih ngantuk loh" ucap Rania saat Fahri mengajaknya turun.


"Ya udah nanti kamu tidur aja didalam"ucap Fahri.


Rania pun langsung membuka matanya lebar-lebar dan kini ia baru sadar jika saat ini ia sedang berada disebuah rumah.


"Ini di mana sih?"tanyanya yang masih belum ingat.


"Masa kamu lupa yank?"tanya Fahri sambil mengerutkan keningnya.


"Ini tuh di rumah yang akan kita tempati nanti kalau kita udah nikah sayang"lanjutnya.


"Astaga kita lagi di rumah hantu"ucapnya tanpa sadar.


Ha ha ha...


Tawa Fahri pun pecah saat Rania menyebut jika rumah yang akan mereka tempati nanti adalah rumah hantu.


"Malah ketawa sih,kan waktu itu aku benjol gara-gara hantu di rumah ini"protes Rania yang tidak terima di tertawai.


Wussssss


Tiba-tiba saja angin bertiup sedikit lebih kencang menerpa Wajah Rania.


"Aisss ada yang marah"desis Rania saat ia melihat sekelebat bayangan melintas didekatnya.


"Kamu sih yank pake manggil mereka" ucap Fahri pelan.


"Dih kok aku, emang dasar aja rumah ini serem"ucap nya ngasal dan beberapa detik kemudian lampu di rumah itu berkedap kedip dan nampak ada bayangan yang sedang ngintip dari sela-sela jendela.


"Pulang aja yuk RI, kayaknya perasaan aku gak enak" ajak Rania sambil menarik tangan Fahri.


"Gak apa-apa sayang ada aku kok,gak usah takut"Fahri manarik tangan Rania untuk masuk kedalam.


"Ni orang urat takut nya udah putus apa"?maki Rania kesal dan seketika itu juga ia lupa dengan rasa kantuknya.

__ADS_1


__ADS_2