
Selamat Membaca
Jangan pernah mempermainkan jarak
jika itu membuatmu pilu
Lihatlah bulan yang setia pada malam
Lihatlah mentari yang setia pada pagi.
Terkadang jarak adalah cara terbaik
Terbaik untuk menguji
Seberapa besar kamu perduli padaku
Seberapa besar rasa yang ada dalam hatimu
Seberapa berharganya aku dalam hidupmu
Jadi jangan pernah takut dengan jarak.
Nayla mengetik sesuatu di ponselnya lalu ia kirim pada Adit.
Begitulah Nayla sejak Adit berada jauh darinya ia sering membuat coretan-coretan tentang suasana hatinya diponsel lalu ia kirim pada suaminya.
Semakin hari Nayla semakin tidak nyaman tinggal disana selain ia takut terjadi sesuatu dengan dirinya sendiri atau pun dengan keluarga Adit.
"Adit saat seperti ini aku berharap kamu ada disini, aku kangenn" Nayla menangis entah entah karena kangen atau karena takut.
Naylapun keluar dari kamarnya sambil mendekap boneka mini mouse kesukaannya menuju kamar Lilis.
Nayla menyibak tirai kamar Lilis lalu masuk dan ikut berbaring di samping adik iparnya itu.
Lilis yang merasa ada yang berbaring disampingnya langsung membuka mata dan melihat Nayla yang mendekap boneka.
" Teh Nay kenapa"
" Adit kok gak nelpon ya Lis, apa dia lupa kalo istrinya lagi nungguin" ucap Nayla pelan
Lilia tertawa melihat Nayla, entahlah menurutnya tumben Kaka Iparnya ini menanyakan soal kakanya.
" Mungkin belom kedaratan kali teh, kangen ya" goda Lilis
" ihh kamu dah berani godain aku ya Lis"
Lilis hanya tersenyum
" Teh yang Lilis tau orang kalimantan cantik-cantik loh"
" Truss???" tanya Nayla bingung
" Siapa tau si aa kecantol sama orang sana" Lanjut Lilis yang langsung mendapat cubitan dari Nayla.
Keesokan harinya saat Nayla dan Lilis sedang berbincang-bincang di teras depan sambil memakan rujak tiba-tiba ponsel Nayla berdering.
Nayla pun langsung meraih ponselnya dan tersenyum bahagia saat mengetahui Adit yang menelponnya.
" Hallo assalammualaikum Adittt...." teriak Nayla kegirangan
" Wa'alaikum salam tumben seneng banger nerima telp dari aku sayang" ucap Adit dari seberang sana.
" Ihh..aku kangen tau, kamu kapan pulang sih"
Adit hanya tersenyum melihat tingkah istrinya
Naylapun menceritakan apa yang ia alami, namun yang ia bingung kenapa Adit malah menyuruhnya menuruti keinginan Anto sementara sampai ia kembali nanti.
__ADS_1
" Sayang aku tuh tau dia orangnya kaya apa, untuk saat ini turutin aja dulu maunya dia buat keselamatan kamu dan semua yang disana" ucap Adit saat Nayla menolak ke inginannya.
" Sayang kamu percaya deh sama aku dia gak akan lukain kamu kalau kamu nurut Nay" Adit terus membujuk Nayla agar mau mengikuti sarannya.
" Emang kamu udah gak sayang ama aku apa, sampe kamu mau liat aku jalan sama Anto" gerutu Nayla kesal.
" Justru karena aku sayang sama kamu Nay"
" Aku tuh gak mau kamu kenapa-napa"
" Dia tuh baik kalau kamu juga baik yang, percaya deh sama aku" ucap Adit dari seberang sana.
Akhirnya karena kesal Nayla pun tak ingin lagi berbicara dengan Adit, ia menyerahkan
ponselnya pada Lilis.
Entah apa yang mereka bicarakan Nayla tidak mengerti karena mereka bicara dalam bahasa sunda.
Seminggu sudah berlalu sejak Adit terakhir menelfon.
Akhirnya Nayla pun pasrah dengan keadaannya saat ini.
Seperti saat ini Anto memaksa untuk menemaninya ke acara pernikahan temannya yang berada di kota Tasik.
Awalnya Nayla menolak namun lagi-lagi Anto mengancam akan melukai Lilis jika Nayla tidak Mau.
Anto tidak perduli dengan wajah Nayla yang terlihat tidak suka berada disisinya yang penting buat Anto adalah saat ini ia bisa jalan berdua dengan Nayla.
" Sayang gimana kalau pulang dari resepsi nanti kita nonton dulu" ucap Anto mencoba mencairkan suasana.
" Gak mau" jawab Nayla ketus
" Kamu kok gak pake lipstik sih Nay"
" Gak punya" Jawab Nayla masih dengan nada ketus
" ih gak tau malu banget sih ngomong begitu ama istri orang" balas Nayla makin ketus.
Akhirnya merekapun tiba di tempat acara resepsi.
Anto dengan senang hati menggandeng Nayla masuk kedalam gedung.
" Wahh To kamu sekarang udah punya pacar ya...manis lagi bisa aja nyarinya" sapa seoarang pria yang langsung menjulurkan tangannya kearah Nayla.
Namun belum sempat Nayla membalas uluran tangan pria itu Anto langsung menarik tangan Nayla dan mengganti dengan tangannya.
" Pulang yuk To, aku gak suka sama acara kaya gini" pinta Nayla pada Anto dan Anto pun menyetujuinya.
Setelah bersalaman dengan kedua mempelai merekapun kembali namun ditengah jalan Anto memberhentikan mobilnya di sebuah rumah makan sunda dan menarik tangan Nayla agar ikut turun.
Dengan malas Naylapun mengikuti Anto.
Entah kenapa tiba -tiba ia teringat dengan Adit.
Nayla merasa sangat bersalah karena sudah jalan sama Anto walaupun Adit sudah tau.
Saat sedang makan dengan Anto Nayla memandang lekat wajah pria didepannya ini.
Wajahnya lumyan tampan tak kalah dengan Adit tapi kenapa tidak ada wanita yang mau dengannya atau Antonya sendiri yang terlalu pemilih. Entahlah hanya dia dan Tuhan yang tau.
Lalu ia ingat kata-kata Adit "sebenarnya dia baik kalau kita nurut"
"Baiklah aku mau nurut dulu dengan semua kemauan Anto asal masih dalam batas wajar" batin Nayla.
" kenapa Nay kok liatin aku kaya gitu " tegur Anto yang sadar jika dari tadi Nayla memperhatikannya
" Gak apa-apa" jawab Nayla malu karena ketahuan oleh Anto.
__ADS_1
Anto yang melihat wajah Nayla memerah karena malu hanya tersenyum.
" To mending kamu ngaku aja kemarin yang racunin ikan di empang mertua aku kamu kan?" tanya Nayla
" Iya . kalo emang beneran aku yang nyuruh orang buat racunin ikan di empang Adit kenapa emangnya" jawab Anto tanpa rasa bersalah sama sekali.
" Aku mau kamu ganti rugi ikannya Adit" pinta Nayla
" Kalo aku gak mau gimana? lagi juga itu salah kamu yang nolak aku teruss"
" Ha...ni orang ya beneran gak mikir apa?" batin Nayla
" ya udah kalo kamu gak mau ganti, aku gak mau jalan lagi sama kamu" ancam Nayla
" Ok sayang aku bakal ganti semua kerugian mertua kamu asalkan kamu mau ikutin semua kemauan aku" ucap Adit sambil tersenyum devil.
" Iya gw mau jalan ama loe asalkan loe jangan berani nyentuh gw" jawab Nayla kembali dengan sikapnya semula yaitu judes.
" Ok sayang besok aku bakal ganti semua ikan mertua kamu yang kemarin mati, tapi sorenya kamu harus temenin aku ketemuan sama temen aku, gimana setuju gak"
Setelah berpikir agak lama akhirnya Nayla pun setuju.
Benar saja esoknya Ayah Adit nampak begitu kaget ketika ada dua buah mobil pickup berhenti didepan rumahnya.
Ia pun menghampiri dan tak lama kemudian Anto datang.
Nayla tak berani mendekat ia hanya mengintip dari balik kaca, sampai pada akhirnya Ayah Adit memanggilnya.
Dengan langkah malas Nayla menghampiri Anto dan Ayah mertuanya.
" Hai...Nay..aku dah menuhin janji aku ya, tinggal nanti sore aku jemput kamu jam 4" sapa Anto dengan senyum manisnya
" Aku sama Lilis ya" ucap Nayla lalu meninggalkan mereka berdua.
Nayla pun masuk kedalam kamarnya, ia mengambil ponselnya lalu mengetik sesuatu disana.
" Gara-gara kamu nih aku jadi jalan terus sama Anto, cepet pulang dongg " send
Ternyata Nayla mengirim pesan pada Adit,entah kapan pesan itu akan di baca oleh Adit yang penting Nayla ingin meluapkan kekesalan pada suaminya.
Sorenya Nayla dan Lilis sudah rapi tinggal menunggu Anto menjemputnya.
Nayla yang memang kesal dan tak niat untuk jalan dengan Anto terlihat kesal saat Anto tak kunjung datang hingga 1 jam pun berlalu Anto belum juga datang akhirnya Naylapun tertidur karena lelah menunggu.
Belum lama ia terlelap Lilis sudah membangunkannya.
Dengan rambut yang berantakan ia pun keluar dari kamar dan menuju depan rumahnya .
Nampak Anto tersenyum kearahnya.
" Maaf ya lama nunggu tadi aku ada tamu dulu" ucap Anto sambil tersenyum melihat Nayla yang baru bangun tidur, tanpa merapihkan kembali rambut dan juga dandanannya ia langsung masuk kedalam mobil.
Lilis datang membawakan tas kecil milik Nayla lalu menyusul masuk kedalam mobil.
Tanpa memikirkan orang yang ada di sampingnya Nayla kembali memejamkan matanya.
**Haii aku dah up Ni
Maaf ya telat cuaca dingin jadi bikin males mikir dan kebetulan otak ikutan beku (he..he)
Biar aku gak males lagi tetep kasih aku dukungan ya.
Caranya seperti biasa Like,Vote,Rate,dan komennya.
Salam Maniss
Amellajj/Authorr**
__ADS_1