TERBUKANYA MATA BATIN

TERBUKANYA MATA BATIN
Bab 234


__ADS_3

Selamat Membaca


Seketika itu juga mobil yang mereka langsung berhenti saat mobil yang tadi menyalipnya langsung berhenti dengan cara parkir melintang.


"Apa-apa'an sih tuh mobil maen malangin aja " Gerutu Lilis


Tiga orang berbadan tegap turun dari mobil minibus yang menghalangi mobil mereka.


"Aa eta orang yang kamari Lilis bilang" Lilis menunjuk salah satu pria dengan tampang seram namun tak begitu besar.


" Dit kok perasaan aku takut ya" Nayla langsung mlingkarkan tangannya di lengan Adit.


" Tenang sayang gak apa-apa jangan takut" Adit berusaha menenangkan Nayla yang tangannya mulai berkeringat karena takut.


Ketiga pria itu berjalan mendekati mobil mereka.


"Tenang aja semoga gak ada kejadian aneh lagi" tutur Adit pelan.


Dor...dor...


kedua orang pria menggedor pintu samping dan seorang lagi berdiri ditengah sambil menatap tajam kearah dalam mobil.


"Buka...woii buka gak" teriak salah seorang yang berada pas disamping tempat Nayla duduk.


Dedi nampak mulai kesal karena pria tak dikenal itu menggedor sangat kuat pintu mobil.


"Penyokk dah Dit pintu mobil loe" Dedi langsung melepas sabuk pengaman yang ia pakai berniat ingin keluar dan memaki pria bertubuh besar itu.


"Ayo kita turun"


"Nay kamu sama Lilis didalem kunci pintunya" Ujar Adit lalu mengecup kening Nayla.


Setelah Dedi dan Adit keluar Nayla langsung mengunci pintu dan pindah ke jok belakang bersama Lilis.


Sementara itu diluar mobil nampak sedikit keributan


Entah bagaimana awalnya tiba-tiba saja salah seorang dari mereka mengarahkan pukulannya ke wajah Adit namun Adit dapat menghindar.


Dari dalam mobil Nayla dan Lilis nampak cemas melihat Dedi dan Adit yang sedikit kewalahan melawan preman itu.


Ayah Adit nampak menelpon seseorang lalu ia pun langsung turun dan membantu Adit.


Nayla nampak panik saat melihat Adit beberapa kali terkena pukulan dan tendangan.


Nampak ada sedikit darah yang mengalir dari sudut bibir Adit.


"Lis..itu Adit berdarah..kita tolongin yukk" Nayla nampak sibuk mencari sesuatu untuk ia pakai sebagai senjata untuk membantu suaminya.


"Teh Nay tadi kata aa kita disuruh ngumpet, udah sini kita ngumpet aja" Lilis menarik tangan Nayla agar bersembunyi diantara jok tengah dan belakang.


"Tapi Lis itu Adit berdarahhh" Nayla sedikit meringis saat melihat suami nya terkena pukulan salah seorang preman anak buah Anto.


Anto keluar dari persembunyiannya, ia melangkah mendekati mobil Nayla.


tok....tokk


tok....tokkk


"Buka pintunya sayang"


Nayla langsung memegang tangan Lilis erat saat mendengar suara pria yang berdiri diluar mobil.


" Teh..sigana teh itu suara Anto" ujar Lilis


"Iya.."


"Lis ..aku takutt" nampak wajah Nayla sedikit cemas apa lagi saat Anto mencoba melihat kedalam mobil.


"Buka Nay pintunya kalo gak aku pecahinn kacanya" ancam Anto


"Jangan dengerin teh, ada aa Adit ini diluar" ujar Lilis


Naylapun mengangguk.


Adit berusaha menuju mobil saat melihat ada seorang pria yang menggedor pintu mobilnya.


"Haii siapa kamu?" teriak Adit yang berusaha berlari menuju mobil namun dihalangi oleh pria berbadan kekar.


Anto beberapa kali berusaha memecahkan kaca mobil dengan sebuah batu besar yang kebetulan ada didekat situ.


"Keluarlah Nay atau kamu betul-betul ingin aku ngancurin kaca mobil kamu" teriak Anto dari luar.

__ADS_1


Nayla dan Lilis nampak panik saat kaca mobil bagian samping mulai retak dan akhirrnya


prannnkkk....


Dengan Sebuah hantaman yang cukup kuat akhirnya kaca mobil itu pun hancur menjadi kecil-kecil.


Tangan Anto langsung masuk dan membuka kunci mobil.


Nayla dan Lilis yang panik langsung berusaha keluar lewat pintu samping namun Anto keburu naik dan mengahadang kedua gadis itu.


"Hallo sayang...aku rasa sudah cukup bermainnya" Anto langsung manarik paksa tangan Nayla dan memaksanya turun.


"Aa Anto lepasin teh Nay" Lilis berusaha menolong kaka iparnya dengan memukuli Anto sekenanya.


Anto yang sudah kesal akhirnya berlaku kasar juga terhadap Lilis


Plakk


Ahhhh


Sebuah tamparan lumayan keras mendarat dipipi Lilis yang putih.


Nayla yang melihat hal itu langsung menggigit tangan Anto yang mencekal tangannya.


Ahhh


Anto memekik kesakitan dan melepaskan cekalannya saat tangannya di gigit Nayla.


Nayla langsung memeluk Lilis yang sedikit meringiss saat merasakan panas dipipinya akibat tamparan Anto.


"Liss.." Nayla langsung menghapus darah yang sedikit mengalir dari sudut bibir Lilis.


Ingin rasanya ia marah pada mahluk didepannya ini namun apa daya ia pun kini takut.


"Kamu mau turun atau aku yang paksa kamu" ancam Anto.


"Gak mau..." tolak Nayla saat tangan Anto menyambar tangan Nayla dan menariknya turun.


"Lepasiiin..Adit tolongg" teriak Nayla saat Anto berhasil memaksanya turun


Lilis menahan sebelah tangan Nayla dan menariknya agar tak turun sedangkan Anto menarik yang satunya lagi memaksa turun.


Anto yang sudah sangat kesal dan emosi langsung naik dan menggores tangan Lilis dengan pisau belati yang ia bawa.


Aaahhh...


Lilis langsung melepaskan pegangannya di tangan Nayla saat merasakan perih ditangannya.


Nayla langsung menangis saat melihat darah mengalir dari tangan Lilis.


"Liss...." air mata Nayla mengalir begitu saja saat melihat luka ditangan Lilis.


"Ayo turunn " paksa Anto yang langsung membopong Nayla


"Aa tolongin teh Nay" teriak Lilis sambil memegang tangannya yang terluka.


Mata Adit membelalak lebar saat melihat ada darah yang mengalir dari tangan Lilis dan ia pun sangat marah saat melihat Nayla yang di bopong layaknya karung beras.


"Heii lepasiin istri gw" teriak Adit sambil terus melawan preman yang sedari tadi berjibaku dengannya.


Anto yang tak mengubris teriakan Adit langsung membawa Nayla menuju mobilnya.


"Lepasinnn gw To..lepasinnn ihhh" Nayla terus berusaha melawan dengan berbagai cara dari memukul, menendang dan menggigitpun sudah ia lakukan.


Namun entah karena sudah tak mempunyai rasa sakit atau tak ia rasakan Anto langsung membuka pintu mobil bagian depan dan menurunkan Nayla.


"Diam atau pisau ini yang akan bicara sayang" ancam Adit sambil memperlihatkan pisau kecil yang tadi ia pakai untuk melukai Nayla.


"Lepasinn gw To" Nayla memasang wajah memelas namun Anto tak menggubrisnya.


Saat Anto berputar hendak menuju pintu supir Nayla berusaha kabur, namun ia kalah cepat dengan Anto.


Saat tangannya hendak membuka pintu Anto sudah keburu menarik tangannya lalu mengunci otomatis pintu mobilnya.


"Adiiitt tolongg..." teriak Nayla dari dalam mobill


"Diamm Nayla..." bentak Anto yang langsung menstater mobilnya dan menjauh dari Adit dan Dedi yang sedang melawan anak buah Anto.


"Kamu mau bawa aku kemana To" teriak Nayla sambil menarik-narik tangan Anto agar pria itu tak konsetrasi mengendarai mobilnya.


"Diamm Nayla,kamu mau kita celaka" bentak Anto

__ADS_1


"Turunin gw disini To" teriak Nayla lagi tak menggubris perkataan Anto.


"Nay...jangan bikin aku berlaku kasar" ujar Anto yang menarik tangan Nayla.


"Anto lepasiin gw..." Nayla makin tak mau diam ia menarik paksa stir mobil hingga mobil sedikit oleng karena hilang kendali.


Anto pun langsung ngerem mendadak hingga kepala Nayla terbentur dasbord mobil.


Aaawww


"Aduhh" Nayla memegang keningnya yang sedikit berdenyut.


"Udah aku bilang Nay, diam atau kita akan celaka" Bentak Anto


" Akuu gak mau diem, aku mau kamu balikin aku ketempat Adiiittt" teriak Nayla tak mau kalah.


Anto mengepalkan tangannya berusaha menahan emosinya.


Nayla berusaha membuka pintu mobil namun usahanya sia-sia.


Anto sudah tidak tahan lagi ia pun mengambil tali dan mengikat kedua tangan Nayla


"Lepasinn gak.." bentak Nayla


"Anto.."


"Lepasinn gwww"


"Dasar sakit jiwa loe"


Nayla mengumpat Anto dengan kata-kata kasar


"Bisa diem gak Nay" bentak Anto


"Gakk.."


"Gw gak bisa diemm berengsekkk" maki Nayla


"Naayylaa..." bentak Anto dengan suara menggelegar


Naylapun langsung diam nyalinya yang tadi ada kini tiba-tiba hilang entah kemana.


Anto menatap Nayla tajam


"Mati gw..dia ngeliatinnya serem amat" batin Nayla


ahh emmm


Anto langsung mencium kasar bibir Nayla


eemmmm


Ingin rasanya ia memukul Anto apa daya kedua tangannya terikat.


Ia hanya bisa menangis berharap Adit menolongnya.


gw gak boleh keliatan lemah dimata Anto" batin Nayla


Setelah puas mencium bibir Nayla Anto pun tersenyum.


"kalo kamu nurut Nay semua akan baik-baik saja" ucap Anto sambil mengelus kepala Nayla dan tersenyum.


Anto pun tersenyum saat melihat Nayla yang memalingkan wajahnya.


Anto pun kembali melajukan mobilnya.


Entahlah kali ini ia akan dibawa kemana oleh pria menyeramkan disampingnya ini.


Sepanjang dalam perjalan Nayla memikirkan cara agar ia dapat melarikan diri dari cengkraman Anto.


Hallo semua maaf kemarin aku gak bisa up karena karena kurang enak badan.


Sebenarnya hari ini juga masih kurang vit tapi aku paksain dikit-dikit biar gak boring dirumah.


Jangan lupa tab tanda like dan juga vote ya biar aku makin semangattt


Maaf ya masih banyak typo


Salam Maniss


Amellajj/authorr

__ADS_1


__ADS_2