
Haiii para reader author mohon maaf jika masih banyak typo bertebaran.
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian dengan Like,Rate n Vote dan juga kritsarnya sebagai dukungan buat author
Happy Reading
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Hubungan Nayla dan Adit sudah kembali menghangat bahkan kini Adit terkesan sedikit protektif.
Memang kini Nayla sudah terbiasa dengan teman-teman astral Adit jadi dia sudah tidak mempunyai rasa takut lagi pada kedua mahluk itu.
"kamu jadi Nay pergi je Jaya Giri bareng temen-temen kamu?" wajah Adit nampak tidak begitu senang
"jadi Dit"
"aku ikut yah"Adit menawarkan diri agar dapat mengawasi Nayla
"katanya kamu mau pulkam"
"gak jadi,aku ikut kamu aja kemping"
Nayla nampak berpikir namun belum sempat dia menjawab Adit sudah memberinya ultimatum "kalau aku gak ikut kamu juga gak boleh pergi Nay"
Nayla tertegun tak percaya "ihh kok kamu jadi gitu sih Dit"protes Nayla tak terima
"kenapa?emangnya salah ya kalau aku ikut?"tanyanya dengan raut wajah curiga
"atau...."belum sempat Adit melanjutkan ucapannya Nayla langsung memotong ucapan Adit dengan ketusnya "atau apa...?"
"atau kamu punya selingkuhan dikelompok itu makanya kamu gak mau aku ikut kan"lanjutnya curiga
"ishh apa sih Dit,kalau mau sih dari sebelum kenal ama kamu dit aku udah jadian ama salah satu dari mereka"jawab Nayla semakin ketus tak mau kalah
__ADS_1
Akhirnya setelah melalui perdebatan Aditpun ikut.
Tibalah hari keberangkatan semua sudah siap tadinya mereka ingin kemping mewah dengan membawa mobil pribadi namun setelah rundingan kebayakan tidak setuju alhasil jadilah mereka naik bus jurusan kota "B"
Setelah beberapa kali naik turun angkot akhirnya mereka pun sampai di Jaya Giri setelah hari mulai gelap.
Setelah mengisi perut dengan makanan yang dijajakan dipinggir jalan merekapun melanjutkan perjalanan.
Karena hari sudah mulai gelap akhirnya merekapun mendirikan tenda ketika sudah menemukan Selter pertama.
Adit begitu cepat akrab dengan teman-teman kemping Nayla,kini mereka sedang menpersiapkan makan malam,walau hanya dengan makan nasi aron dan ikan asin namun terasa begitu nikmat.
Malam ini Adit berjaga dari jam 9 malam sampai jam 12 setelah itu bergantian dengan yang lain.
"ehh anak bawang loe tidur aja gih ni udah malem" teriak Badre dari luar tenda
"iya Dre,belom ngantuk gw"
aku pun mencoba memejamkan mataku namun sialnya justru dengan mata yang terpejam aku melihat sosok wanita sedang duduk diatas pohon depan tendaku.
"Dogol...Badre gw takut"teriakku tanpa sadar
"loe kenapa Nay"tanya Dogol yang memang kebetulan duduk didepan tendaku.
"itu....itu ada..."aku tak dapat melanjutkan kata-kataku karena kaget dan takut sosok itu terbang dari satu pohon ke pohon yang lain
"Nay...buka matanya,kamu liat apa"tanya Adit mulai kawatir
"ah...... tolong"teriak Nayla tanpa sadar sambil mencekik lehernya sendiri
Badre dan Dogol menahan tangan Nayla sekuat tenaga, entah kekuatan dari mana Nayla berhasil membuat kedua orang pria itu sedikit terpental.
"buset tenaga loe tenaga kuli ya Nay"teriak Dogol yang belum sadar jika Nayla diganggu oleh mahluk halus penunggu selter itu.
__ADS_1
Adit dan Ali berusaha mengusir sosok yang mengganggu Nayla,dengan sedikit kesabaran akhirnya Nayla pun tersadar.
"aduhhh ada apa sih kok badan gw sakit semua"tanya Nayla dengan suara lemah
"gak ada apa-apa cuma loe aja tidur kelamaan jadinya lemes cuy"jawab Ali ngasal
Nayla melirik jam dipergelangan tangannya "masa tidur baru mau 3 jam udah dibilang lama sih "protes Nayla
mereka pun tertawa bersamaan.
"apa yang lucu?" nampak wajah Nayla bertambah bingung karena tak tahu apa yang mereka tertawakan
Adit menyeduh minuman jahe instan buat Nayla lalu menyodorkannya "ni minum biar badan kamu sedikit hangat"
tanpa sungkan Naylapun mengambil gelas yang ditangan Adit lalu meminumnya sedikit demi sedikit.
"wiiih asik banget ya yang sekarang punya pacar dimanjain"ucap Badre menggoda Nayla
"padahal dulu dia yang sering kita kerjain ya Gol,kita suruh masak,bikinin kopi" lanjut Badre
Adit yang mendengar celotehan teman-temab Nayla yang menggodanya hanya tersenyum.
Namun hal itu tak berlangsung lama tiba-tiba mereka langsung diam
"ehh loe pada kenapa kok langsung pada diem"tanya Nayla bingung karena mereka semua menunduk hanya Adit yang masih mengangkat kepalanya.
"ada apa sih Dit?"tanya Nayla namun belum sempat Adit menjawab mereka semua langsung lari tak beraturan memasuki tenda siapa saja,dan tak lama kemudian tenda itu pun rubuh dan sobek karena ulah mereka.
Mereka jatuh bertumpuk-tumpuk.
Nayla yang melihat hal itu tambah merasa bingung namun hanya sesaat,seperti ada yang memberitahu tiba-tiba mata Nayla tertuju pada sebuah pohon besar yang berada disebelah kanan tenda Nayla.
Seketika itu juga Nayla langsung menutup kedua matanya karena takut,Adit langsung memeluk Nayla mendekapnya berusaha memberi ketenangan pada Nayla.
__ADS_1