TERBUKANYA MATA BATIN

TERBUKANYA MATA BATIN
Bab 269


__ADS_3

Hallo semua


Sebelumnya Author Mau ngucapin Selamat Hari Raya Idul Fitri Minal Aidzin Walfa Idzin Mohon Maaf Lahir Dan Batin.


Maaf ya author telat ngucapinnya.


Author juga minta maaf yang sebesar-besarnya karena tidak bisa up dalam waktu yang lama kerena memang kesibukan di RL menjelang lebaran.


๐Ÿ๐Ÿ๐ŸSelamat Membaca๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ


Setelah mendapat tempat kursus yang bagus akhirnya hari ini Naylpun memulai kursusnya dengan diantar oleh Adit.


Adit hanya melihat dari balik kaca saat Nayla memulai pelajaran memasaknya.


Dua jam pun berlalu akhirnya kelas memasak Naylapun usai.


"Gimana sayang, cape gak?" tanya Adit saat mereka sudah duduk manis didalam mobil.


"Gak cape kok malah asik" jawab Nayla sambil tersenyum lebar.


"Kayanya kamu seneng banget yang" Adit mengelus rambut Nayla dengan sebelah tangan sedangkan tangan yang satunya memegang stir.


Tanpa diminta Naylapun bercerita apa saja yang ia lakukan selama pelajaran memasak tadi.


Adit pun tersenyum bahagia mendengarkan cerita Nayla.


" Kalo gitu minggu kamu praktekin ya sayang dirumah, aku mau nyoba masakan kamu" ucap Adit penuh antusias.


"Tapi aku gak yakin Dit, kan baru beberapa kali aku belajar" elak Nayla


"Gak apa-apa sayang, biarpun itu gak enak pasti aku makan soalnya kamu pasti bikinnya dengan cinta kan" tutur Adit sambil tersenyum.


"Emmm..gimana ya Dit,aku ragu tar kalo gak enak kamu ketawain lagi" Nayla terus beralasan agar Adit tak memaksanya untuk masak.


Karena lapar akhirnya mereka pun singgah di warung mie ayam langganan Nayla.


Biarpun letaknya di pinggir jalan namun mie ayamnya sangatlah enak.


Setelah memesan makanan Naylapun nenatap kearah stasiun yang nampak ramai.


Adit yang sedari tadi memperhatikan Nayla tersenyum bahagia, tak pernah ia berpikir akan kembali bersama Nayla seperti orang yang baru pacaran.


Setelah selesai makan merekapun kembali melanjutkan perjalanan.


Namun saat melewati danau buatan yang ada di tengah perumahan Nayla meminta berhenti dan turun.


Setelah mencari tempat yang nyaman Aditpun menepikan mobilnya.


Nayla langsung melepas sabuk pengaman dan keluar dari dalam mobil.


Adit memperhatikan Nayla dari dalam mobil sebelum akhirnya ia pun ikut turun.


Nayla yang sedang merasa senang duduk santai di atas rumput sambil nenatap kearah danau.


"Sayang ...kamu kayanya hari ini seneng bangt" Adit langsung duduk disamping Nayla dan ikut menatap kearah danau.


"Iya...aku seneng banget Dit, makasih ya udah selalu ada buat aku" ucap Nayla sambil menatap wajah Adit.


"Iya sayang"


"Aku seneng kalo liat kamu seneng" balas Adit sambil mengecup sekilas kepala Nayla.


" Jangan gitu Adit, malu ihh ini kan lagi di tempat umum" Nayla pun tersipu malu.


"Gak apa-apa sayang kan kita dah halal, aku juga bawa foto copy buku nikah kita kok"


"Ihh bukan itu maksudnya, malu kalo ada yang liat Adit" tekan Nayla.


"Mulai saat ini jangan panggil aku Adit sayang,aku kan udah jadi suami kamu bukan pacar lagi" pinta Adit.

__ADS_1


"Lah trus aku manggil kamu apa dong?" tanya Nayla sambil menatap wajah Adit.


"Jangan cari gara-gara Nayla" Adit memperingati Nayla yang memang tanpa di sadarinya membuat Adit makin gemas.


"Cari gara-gara apa sih Dit?" tanya Nayla bingung.


"Udah lah yang, jadi pengen buru-buru pulang jadinya" Adit memalingkan wajahnya


"Kenapa jadi mau pulang sih Dit?" tanya Nayla bingung


"Jangan bahas lagi sayang kalo kamu masih mau disini" Adit tersenyum sambil menatap Nayla yang masih bingung.


"Ihh gak jelas sih kamu Dit" desis Nayla pelan.


"Bukan aku yang gak jelas sayang, kamunya aja yang gak ngerti juga" ucap Adit yang ternyata mendengar ucapan Nayla.


Nayla menatap kearah Adit sekilas dan nampak bingung namun beberapa saat kemudian Naylapun sudah kembali asik memandang indahnya danau disore hari.


Adit membiarkan Nayla asik dengan kegiatannya sore itu di danau.


Layaknya anak kecil Nayla meminta aneka macam makanan yang ada disana.


"Wahhh aku kenyang banget Dit, makasih ya udah dijajanin" ucap Nayla sambil tersenyum bahagia.


"Sama-sama sayang, sekarang kamu mau apa lagi"


"Gak ada, aku udah kenyang, sekarang pulang aja yuk" ajak Nayla.


Aditpun langsung menjalankan mobilnya perlahan-lahan, ia tau jika Nayla sangat suka jalan-jalan di tempat yang ramai.


Dan benar saja belum lama ia berjalan Nayla sudah minta berhenti lagi tepat didepan pedagang yang menjual kelinci.


"Ada apa sayang" tanya Adit pura-pura tak tahu.


Nayla menatap kearah Adit " Boleh gak kalo aku melihara kelinci" tanya Nayla ragu.


Adit pun kembali menepikan mobilnya lalu mengajak Nayla turun.


Nayla sangat bahagia saat Adit berhenti didepan penjual kelinci.


Nayla langsung berjongkok memilih kelinci yang lucu dan pilihannya jatuh pada kelinci berwarna abu-abu.


Setelah mendapatkan apa yang ia inginkan merekapun kembali melanjutkan perjalanan.


Begitu sampai dirumah Nayla langsung menaruh kelincinya di depan rumah.


"Sayang...ayo mandi dulu, inget ya kamu jangan terlalu perhatian sama kelinci kamu trus aku di cuekin" tegur Adit saat Nayla malah asik bermain dengan kelinci barunya dibanding dengan dirinya.


"Aishh masa kamu cemburu sama kelinci sih Dit" ejek Nayla


"Iya lah sayang, waktu itu kucing " ucap Adit mengingatkan Nayla pada si putih.


"Iya maaf, aku janji deh gak akan lebih perhatian lagi sama obet" jawab Nayla sambil mengelus bulu kelinci yg lembut dan tebal.


"Obet?"


"Obet siapa?" ulang Adit


"Kenalin dong, ini namanya obet" ucap Nayla sambil mengangkat kelinci berbulu coklat itu tinggi


"Astaga sayang, terserah kamu lah" ucap Adit pasrah


"Sekarang ayo mandi yang" Adit menarik tangan Nayla agar segera masuk.


Setelah selesai mandi Nayla langsung merebahkan diri di atas kasur begitu pun dengan Adit.


"Yang geser dikit dong, tar aku jatoh" ucap Adit


"Gak mau ahh sempit" Nayla langsung merentangkan lebar kedua tangan dan kakinya.

__ADS_1


Adit yang melihat ulah konyol istrinya langsung ingin menjahili Nayla.


"Kali kamu kaya gini aku tidur dimana sayang"


"Ya disana aja" tunjuk Nayla pada lantai kamarnya.


"Nay..mending kita tidur dibawah bareng aja"


"Biar gak ada yang jatoh" lanjut Adit


"Gak ahh kamu aja dibawah, aku diatas" tolak Nayla


Setelah berdebat akhirnya Aditpun tidur disamping Nayla.


Nayla yang memang sudah sangat mengantuk akhirnya tertidur lebih dahulu.


Adit memeluk Nayla dari belakang sambil sesekali mencium kepala Nayla yang beraroma shampo.


Tengah malam Nayla terbangun kerena terasa haus.


Dengan sangat hati-hati Nayla turun dari tempat tidur karena tak ingin mengganggu Adit yang tertidur dengan sangat lelapnya.


Nayla terpaksa turun kedapur kerena air dikamarnya habis dan ia lupa mengisinya.


Ada rasa sedikit aneh saat ia melintasi ruang tengah.


Naylapun berhenti sejenak ditangga terakhir lalu mengedarkan pandangannya mencoba mencari sesuatu yang membuatnya merasa tak nyaman.


"Ihh ada apa sih ini kok aku gak enak sih kaya ada yang liatin" ucap Nayla sendiri


Setelah beberapa menit ia tak melihat sesuatu yang aneh akhirnya ia pun lanjut menuju dapur.


setibanya di dapur ia langsung membuka lemari es dan mengambil satu botol air dingin dan meminumnya hingga habis.


Gummprankkk


Nayla yang terkejut langsung menjatuhkan botol yang ia pegang seketika itu juga jantungnya berdegup kencang.


"Suara apa ya tadi" ucap Nayla pelan


Nayla yang penasaran akhirnya mencoba mencari dari mana asal suara Itu.


Akhirnya Naylapun tiba di kandang kelincinya dan benar ternyata kelinci itu sedang meloncat-loncat seperti ada yang mengajak main.


Alangkah terkejutnya Nayla sesaat kemudian ia melihat ada sesosok anak kecil yang sedang asik bermain dengan obet.


"Hallo kamu siapa dek" tanya Nayla tanpa rasa takut


Sosok itu melihat kearah Nayla dah tersenyum manis.


"Ihh kamu cantik banget, kamu siapa" tanya Nayla lagi


Lagi-lagi sosok kecil itu tak menjawab.


Sosok itu seperti mengambang dan mundur hingga akhirnya hilang menembus tembok.


"Sayang lagi apa kamu disini" tegur Adit yang tiba-tiba sudah berdiri disamping Nayla.


"ehh itu tadi ada anak kecil cantik banget" jawab Nayla


"anak kecil? mana?" tanya Adit yang memang tak melihat sosok siapa-siapa di sana kecuali dirinya dan Nayla.


Setelah membujuk Nayla akhirnya mereka pun kembali kedalam kamar dan kembali melanjutkan tidur yang sempat terganggu.


Segini dulu ya up nya kita lanjut lagi besok.


Maaf kalau masih ada typo.


Sallam Maniss

__ADS_1


Amellajj/authorr


__ADS_2