
Selamat Membaca
Beberapa hari berlalu sejak kepulangan mereka dari kota G.
Nayla sudah jarang melihat sosok ghoib namun tidak untuk Damra.
Entah apa yang dilakukan Abah sama aa kepada Damra saat disana yang jelas saat ini Damra dapat melihat sosok astral lebih sering dibanding Nayla.
Hari ini rencananya Nayla ingin melihat ruko pemberian Adit ditemani oleh Damra.
Radit yang sudah berumur 6 bulan pun diajak.
Dengan menggunakan motor mereka pun sampai di ruko.
Nayla sedikit mematung kala ingatan nya kembali pada saat ia pertama kali datang kesana bersama Adit.
Damra yang melihat Nayla langsung mengerti apa yang sedang ada dalam pikiran Nayla.
"Nay..loe gak apa-apa kan?" selidik Damra.
"ahh iya aku gak apa-apa Ra" ucapa Nayla sedikit gugup.
"Kalo loe ngerasa kurang nyaman kita balik aja" ujar Damra.
"Gak apa-apa kita masuk aja" Nayla pun langsung bergegas membuka rolling door dan mendorong nya.
Begitu pintu dibuka bau tempat yang lama tak dipakai pun menyeruak menyapa penciuman Nayla .
"Besok aku mau nyuruh orang buat bersih-bersih"
"Kira-kira siapa ya Ra yang mau?" tanya Nayla dengan raut wajah seperti sedang berpikir.
"Gak tau gw,tar deh gw tanya-tanya siapa tau si Bejo mau"jawab Damra sambil menggendong Radit.
Prakkk
tiba-tiba saja kaleng cat yang berada dipojokan jatuh dan tumpah.
"paling juga angin"batin Nayla.
Namun berbeda dengan yang dilihat Damra.
Seketika itu juga wajahnya pucat.
Nayla yang langsung menyadiri langsung bertanya "kamu liat apa Ra?" tanya Nyala penasaran.
"Ada anak kecil Nay dia kayanya marah deh"ucap Damra.
Naylapun ingat waktu dulu ia datang bersama Adit ia juga melihat sosok anak kecil yang dimaksud Damra.
"Ayo Ra kita pulang aja,aku takut Radit kenapa-napa lagi" ajak Nayla bergegas keluar dari ruko yang rencananya akan ia jadikan toko kue.
Mereka pun segera kembali menutup pintu dan menguncinya lalu pergi meninggalkan tempat itu.
Begitu tiba disalon Damra, Nyala langsung turun dan masuk kedalam salon karena ia tak sengaja melihat ada motor Adit ditempat fitnesnya.
Nayla langsung masuk kekamar Damra dan mengunci pintunya.
Memang beberapa hari ini Nayla selalu ketakutan jika bertemu dengan mantan suaminya itu.
__ADS_1
Terlebih terakhir kali bertemu Adit berniat membawa Radit menginap dengan nya selama beberapa hari.
Jantung Nayla berdegup kencang saat mendengar suara langkah kaki menaiki tangga.
Terlebih lagi tadi ia sempat mendengar percakapan Adit dan Damra.
Dan benar saja tak lama kemudian terdengar suara ketukan dipintu.
"Nayla buka pintunya aku mau bertemu Radit Nay" teriak Adit dari balik pintu.
"Gak mau,kamu mendingan pergi deh Dit aku mau istirahat sama Radit" sahut Nayla tanpa membuka pintu.
"Nay cepet buka pintunya kalo kamu gak mau buka aku dobrak ya"teriak Adit mengancam.
Nayla yang ketakutan pun langsung mengambil ponselnya dan menghubungi Ryan untuk meminta pertolongan.
Adit yang memang sudah berambisi terus saja mengetuk pintu dengan kencang hingga Radit yang tadinya tertidur akhirnya terbangun dan menangis.
Karena lama menunggu Ryan datang akhirnya Naylapun membuka pintu saat terdengar suara perdebatan antara Adit dan Damra.
"Kamu Kenapa sih Dit selalu ganggu aku,kita sekarang udah pisah Dit dan itu juga karena salah kamu" ucap Nayla kesal begitu ia membuka pintu.
"Nayla aku mau kira rujuk, aku gak bisa liat kamu sama laki-laki lain" jawab Adit sambil menerobos masuk dan sedikit mendorong tubuh Nayla hingga Naylapun mundur beberapa langkah.
"Aditttt" teriak Damra yang marah sambil menarik tubuh Adit sekuat tenaga karenanya Adit berlaku kasar apalagi hampir membuat Nayla terjatuh bersama Radit.
"Damra lebih baik kamu gak usah ikut campur urusan aku sama Nayla" jawab Adit sambil menepis tangan Damra dari bahunya.
"Enak aja, loe yang gak usah ganggu Nayla lagi, nikmati aja hidup loe sama orang yang lu cintai, kan loe yang milih dia" teriak Damra tak mau kalah.
"Ra tolong aku,suruh dia pergi,aku takut Ra" pinta Nayla ketakutan.
"Tenang aja Nay kita teriak aja yang kenceng biar orang-orang pada dateng"
"Nay tolong pikirin lagi permintaan aku tadi" teriak Adit sambil menuruni tangga.
Untung saja Radit tidak menangis lagi ia asik mengigit mainan yang ia pegang.
Damra langsung mengambil Radit dari gendongan Nayla lalu menarik Nayla agar duduk diatas kasur.
"Aku harus gimana Ra,aku takut sam dia"ucap Nayla sambil terisak.
"Sabar Nay, kalo menurut gw mendingan loe buru-buru nikah sama Ryan biar ada yang jagain loe" ucap Damra sambil mengelus punggung Nayla.
Sejenak Nayla terdiam, ia nampak sedang memikirkan sesuatu.
"Assalamualaikum sayang,kamu gak apa-apa kan" Ucap Ryan yang entah kapan datangnya tiba-tiba saja sudah berdiri didepan pintu.
Nayla yang tadinya tertunduk langsung mengajak kepalanya dan melihat kehadiran Ryan.
Nayla langsung menghambur memeluk Ryan sambil menangis.
Sesaat Ryan terkejut karena tak biasanya Nayla seperti itu.
"Nay...tenang dulu ya gak apa-apa sekarang ada aku" bisik Ryan sambil membalas pelukan Nayla lembut.
"Aku takut Yan sama Adit,apalagi dia minta rujuk sama aku" ucap Nayla disela-sela tangisannya.
"Ayo duduk dulu kita ngobrolnya biar kau rilex dulu sayang" Ryan menarik tangan Nayla lembut lalu mengajaknya duduk disamping Damra.
__ADS_1
Damrapun menceritakan apa yang baru saja terjadi pada Nayla.
"Kalau kamu setuju dan yakin sama aku Nay,aku ingin segera menikahimu"
"Aku ingin selalu bisa menjaga dan melindungi kamu sama Radit"
"Nayla maukah kamu menikah dengan aku" ucap Ryan sambil berlutut dihadapan Nayla.
"Lah itu ceritanya loe lagi ngelamar ya Yan"celetuk Damra tiba-tiba sambil tertawa.
"Astaga Ra, kenapa loe jadi ngerusak suasan sih" desis Ryan yang sedikit kesal dengan ulah Damra.
"Kan tadi gw mau ngomong apa jadi lupa" ucap Ryan yang kesal namun tak lama kemudian ia pun tertawa.
Naylapun ikut tersenyum mendengar perdebatan antara Damra dan Ryan.
"Udah jawab aja Nay"
"Mau gak loe kawin ama si Ryan" celetuk Damra sambil tertawa.
"Ini gak serius kan?" tanya Nayla tiba-tiba.
Ryan dan Damra pun saling tatap kebingungan.
Akhirnya mereka pun tertawa bersamaan saat menyadari ternyata dari tadi Nayla menganggap perkataan Ryan hanya sekedar bercanda.
"Aku serius Nayla" kini tatapan Ryan menjadi serius.
Ia menatap dalam mata Nayla " aku sungguh-sungguh Nayla ingin segera menikahi kamu" Ryan mengambil tangan Nayla dan menggenggamnya.
"Iya Ryan aku mau segera menikah sama kamu"
"Aku mau kamu jadi imam aku yang bisa melindungi aku sama Radit" jawab Nayla sambil tertunduk malu.
"Alhamdulillah kita jalan-jalan lagi" ucap Damra memecah kesunyian.
Kini gantian Nayla dan Ryan yang tertawa bersamaan saat mendengar perkataan Damra.
"Lah ngapain liatin gw kaya gitu,kan beneran kita mau kejawa" lanjut Damra sambil tersenyum.
"Iya hari Jumat sore nanti kita berangkat" jawab Ryan sambil tersenyum.
"Berarti dua hari lagi dong"
"Asikk jalan-jalan lagi" sorak Damra seperti anak kecil.
Hallo semua maaf Author baru up lagi.
semoga kalian masih setia y nungu up nya.
Tetap dukung author ya caranya :
Like
Rate
Komen
kalau ada yang mau kasih bunga atau vote juga boleh.
__ADS_1
Salam Maniss
Amellajj/author