TERBUKANYA MATA BATIN

TERBUKANYA MATA BATIN
Bab 258


__ADS_3

Selamat Membaca


Akhirnya Naylapun mau berbicara dengan Adit dengan ditemani Damra.


Kini mereka berada disebuah kafe yang tak jauh dari salon milik Damra.


Nayla duduk disebelah Damra sedangkan Adit duduk didepan mereka.


Adit memesankan jus alpuket dengan banyak susu coklat untuk Nayla.


Adit menatap kearah Nayla namun sayang Nayla tak mau membalas menatap Adit,ia malah memalingkan wajahnya menatap keluar kafe.


"Sayang aku mau ngomong" ujar Adit pelan sambil berusaha meraih tangan Nayla.


"Ngomong aja sih, gak pake megang-megang juga"Nayla langsung menarik tangannya dan menyembunyikanny di bawah meja.


"Sayang jangan kaya gini, aku beneran minta maaf Nay" ujar Adit penuh sesal.


"Aku juga kan udah bilang kalo aku udah maafin kamu, tapi maaf aku belom bisa balik sama kamu" balas Nayla mulai kesal.


"Jangan gitu Nay, kasih aku kesempatan lagi buat memperbaiki segalanya" pinta Adit.


"Iya tapi gak saat ini Dit, aku aja masih sakit kehilangan anak kita, mungkin nanti aku gak tau kapan bisa nerima kamu lagi" Nayla kembali menangis, hatinya kembali terasa sakit saat bayangan Adit yang selalu membela Ina kembali melintas dalam ingatannya.


"Aku mau pulang Ra, gak mau disini"pinta Nayla yang tiba-tiba saja lemas dan tak kuat untuk berdiri.


"Kamu baik-baik aja Nay" Damra begitu khawatir yang melihat wajah Nayla tiba-tiba pucat.


"Sekarang aku baik-baik aja Ra, tapi kalo lebih-lama lagi aku gak tau Ra" ucap Nayla pelan.


"Ya udah kita pulang" Damra memapah Nayla kembali ke salon.


Sementara Adit menatap sedih kearah Nayla yang mulai menjauh.


"Kenapa kamu makin menjauh Nay, maafin aku, aku nyesel Nay" batin Adit sambil menatap kepergian Nayla.


Begitu tiba disalon Damra Nayla langsung menangis menumpahkan semua kekesalannya.


Damra hanya membiarkan Nayla menangis sepuasnya agar rasa kesal dan sedihnya sedikit berkurang.


Setelah puas Nayla menangis Damra mengambilkan sebotol air mineral dan memberikannya pada Nayla.


"Aku belum bisa nerima dia Ra"


"Ya udah kamu tenangin diri dulu Nay, nanti kalau kamu sudah tenang baru kita pikirin yang terbaik buat kamu sama Adit" Damra berusaha menenangkan Nayla.


Sementara itu Adit hanya merenung memikirkan apa yang sudah ia lakukan hingga membuat Nayla begitu membenci dirinya.


"Maafin aku Nay..." Adit mengusap kasar wajahnya.


Rasa menyesal kembali hinggap dalam hatinya.


Beberapa haripun berlalu Adit sengaja membiarkan Nayla asik sendiri dengan kesibukannya di salon ia hanya memantau dari kejauhan.


Naylapun menginap di salon Damra, ia tak mau kembali kerumahnya ia takut akan bertemu dengan Adit.

__ADS_1


Siang itu Rian datang kesalon membawa sepelastik kembang turi.


"Ini buat apa?" tanya Nayla bingung


"kita masak kembang turi Nay buat makan siang" ucap Damra yang langsung membersihkan bunga turi.


Nayla hanya memperhatikan Damra yang sedang membersihkan bunga turi lalu mencucinya hingga bersih.


Tak butuh waktu lama oseng kembang turi pun jadi.


Mereka makan bertiga.


Nayla mengunyah dengan sedikit ragu " kok gini rasanya ya Ra" saat sesendok oseng kembang turi masuk kedalam mulutnya.


"Kenapa Nay, kalo gak suka jangan dimakan, mending makan yang lain aja" ujar Rian yang langsung menyingkirkan kembang turi dari piring Nayla.


Nayla memperhatikan Rian yang sedang menyingkirkan kembang turi dari piringnya.


Ia kembali ingat pada Adit yang selalu menyuapinya saat makan ikan.


"Adit juga dulu sangat perhatian padaku namun sejak ia kembali bertemu mantannya ia selalu menomor duakan aku" batin Nayla.


Nayla langsung mengambil ayam goreng dan oseng kacang panjang sebagai lauk makannya.


Setelah selesai makan Rian pun pamit pulang.


Adit yang melihat Rian keluar dari salon Damra nampak begitu kesal.


Ia tau jika Rian semakin dekat dengan Nayla.


Sore itu Damra ijin keluar untuk membeli perlengkapan salon, Nayla tidak ikut karena merasa kurang enak badan.


Adit yang melihat Damra keluar langsung masuk kedalam salon dan mengunci pintunya.


Nayla yang sedang duduk santai sangat terkejut saat melihat Adit mengunci pintu.


"Mau apa kamu Dit,buka pintunya" teriak Nayla


"Nayy..aku tau kamu sangat membenci aku, tapi aku udah minta maaf Nay" ucap Adit sambil memasukan kunci kedalam saku celananya.


"Trus kamu mau apa Dit?" tanya Nayla yang mulai ketakutan saat Adit mendekatinya.


"Aku Kangen sama kamu Nay" ucap Adit semakin mendekat pada Nayla


"Tapi aku gak Dit" jawab Nayla cepat sambil berusaha menghindar dari Adit yang hendak memeluknya.


"Kamu jangan kurang ajar ya Dit" teriak Nayla


"Apanya yang kurang ajar Nay,kamu masih sah istri aku"bentak Adit yang sedikit kesal.


"Iya aku emang masih sah istri kamu secara tertulis Dit tapi kan kamu udah buang aku, apa kamu lupa" Nayla tersenyum sinis hatinya kembali terluka kala lagi dan lagi ingatan itu hadir.


"Aku gak buang kamu Nay" sangkal Adit


"Kamu sendiri yang udah nyuruh aku buat pulang kesini sendiri Dit, apa kamu lupa" lagi dan lagi air mata Nayla kembali mengalir.

__ADS_1


"Keluar Adit aku mohon"


"Jangan pernah sakitin aku lagi Dit"


Ucapan Nayla seakan mencubit hati Adit, dalam benaknya tak ada niatnya untuk menyakiti Gadis yang dengan susah payah ia dapatkan.


Adit yang sudah tak dapat mengontrol lagi emosinya memeluk paksa Nayla.


"Aku sangat kangen sama kamu Nay, tolong maafin aku" ucap Adit sambil mendekap Nayla erat.


"Aditt lepasinn aku gakk" Nayla terus meronta sambil memukul apa saja yang dapat ia pukul.


"Pukul aku sepuas kamu Nay biar kamu bisa maafin aku" ucap Adit sambil terus mendekap Nayla erat.


"Adittt gw gak bisa nafas, lepasinn gak tar gw gigit nih" ancam Nayla


"Gigit aja Nay mana yang kamu mau" tantang Adit.


Nayla langsung mengigit dada Adit sekuat mungkin.


"Aawww Nay kamu sih beneran gigit" Adit meringis sambil teruss mendekap Nayla.


"Lepasinn gak Ditt" ucap Nayla semakin kesal


Dugg


"Aaawww" Adit merintih saat Nayla menendang tulang kering kakinya.


"Sukurin" ucap Nayla saat ia berhasil lepas dari dekapan Adit.


"Sayang kenapa kamu makin bar-bar sihh" Adit memegangi kakinya yang sakit.


"Aku begini kan kamu yang buat" Nayla langsung berlari menaiki tangga lalu masuk kedalam kamar dan menguncinya.


Begitu di dalam kamar ia langsung menelpon Damra dan meminta tolong.


Saat ia sedirian didalam kamar ia terperanjat kaget saat melihat sosok Ina kembali hadir menghantuinya.


"Kamu mau apa lagi" ucap Nayla lantang tanpa merasa takut sedikit pun


Sosok itu pun kembali menangis melihat Nayla.


"Apa lagi sih kamu Na, gak dibukain pintu makanya gangguin gw mulu" teriak Nayla


"Pergiii gakk Na, gw gak takutt ama loe dan gw gak mau bantuin loe lagi" teriak Nayla sambil menutup wajahnya dengan bantal.


Tiba-tiba ponsel Nayla berbunyi ia pun segera mengangkatnya tanpa melihat siapa yang menelponnya.


Setelah ia menerima telpon yang ternyata dari Damra yang mengabarinya jika Adit sudah tak lagi ada disalon Naylapun melihat kearah sosok Ina tadi berdiri ternyata sosok itu telah pergi dan Naylapun menarik nafas lega.


**Hallo semuua sampai sini dulu ya buat hari ini lanjut besok lagi.


Jangan lupa like vote dan komennya biar authorr tambah semangat upnya.


Maaf kalo banyak typo yang bertebaran

__ADS_1


Salam Maniss


Amell Ajj/authorr**


__ADS_2