TERBUKANYA MATA BATIN

TERBUKANYA MATA BATIN
Bab 253


__ADS_3

Selamat Membaca


Malam itu Nayla bisa melupkan sejenak kesedihannya.


Sementar itu di kota Tasik Adit nampak sedang berpikir apa betul yang Nayla bilang jika Ina memasang susuk agar menarik perhatiannya.


Jika di ingat-ingat memang ia sedikit merasa aneh kenapa ia bisa begitu menurut dengan semua yang Ina minta dan mengacuhkan Nayla.


"Nay..lagi apa kamu di sana? maafin aku sayang"


Adit duduk diatas tempat tidurnya sambil memeluk boneka mickey yang biasa di peluk Nayla saat tidur.


"aku harus segera menyusulmu Nay" batin Adit sambil memandang foto pernikahan mereka yang terpajang didinding kamar mereka.


Sebenarnya Adit sangat rindu dengan Nayla namun ia tak mau jika harus ia duluan yang menghubungi Nayla rasa egoisnya terlalu tinggi hingga mengalahkan rasa rindunya pada sang istri.


Sementara itu Nayla yang mengira jika Adit sudah tak perduli lagi berusaha melupakan sejenak kesedihannya dengan bersenang -senang bersama Damra dan juga Rian.


Karena lelah Naylapun tertidur di kamar Damra yang terletak di lantai dua salonnya.


Saat tengah malam Nayla yang memang mempunyai kebiasaan minum tengah malam lupa membawa botol minum hingga mau tak mau ia pun harus turun ke lantai dasar untuk mengambil minum.


Saat menuruni tangga yang lumayan gelap karena hanya lampu depan saja yang di nyalakan samar-samar Nayla mendengar suara wanita menangis.


"Siapa di sana..." Nayla mememberanikan diri untuk mencari dimana suara itu berasal.


Ia terus menuruni tangga hingga akhirnya ia melihat sosok putih disalah satu sudut sedang menghadap tembok.


Jantung Nayla berdegup sangat kencang, lutut dan tangannya pun ikut bergetar saat sosok itu berbalik menghapnya.


"Kenapa kamu bohong Nay...."


"huk...huk..aku beneran tersiksa Nayla..."


Sosok itu menangis namun bukan air mata yang mengalir melainkan darah.


"Aaaahhh aku gak bohong Ina.." Nayla langsung menutup wajahnya dengan tangan


"Aaakuuu tersiiksaa Nayyyy..."


"Toooloonggg akuuuuu huu...huu" suara tangisan Ina terasa begitu mengerikan hingga Naylapun tak kuat lagi untuk berdirii


Ingin rasanya Nayla berteriak meminta tolong namun suaranya tertahan hanya sampai di tenggorokan.


"*aku gak takut..."


"Aku gak takutt*" batin Nayla berusaha menyemangati dirinya sendiri.


"Akuu dahh kasihh tauu Adiitt Na..tapi dia gak percaya, kamu datengin aja dia sihh" ucap Nayla dengan masih menutup wajahnya.


"Nayyy hanya kamu yang bisa nolongin aku..."


"Tolonggg akkuuuu" Sosok Ina dengan mengambang mendekati Nayla.


Nayla yang merasakan hawa dingin semakin mendekat merenggangkan sedikit tangannya dan " Aaww....jangan deketinn gw..." teriak Nayla ketakutan.


"Badan Nayla semakin gemetar saat sosok itu makin mendekat.


"Jangannn...."


"Jangannn ganggu aku Ina..."


"Aaaww...tooolongggg"

__ADS_1


Cklekkk dan tib-tiba saja semua lampu menyala.


Naylapun langsung terjatuh karena lemas.


"Berisik amat sih Nay udah malem juga" Sosok Damra yang memakai baju tidur putih dan rambut yang tergerai serta acak-acakan membuat Nayla kembali terkejut namun begitu mendengar suara Damra ia pun menarik nagas lega.


"Ya ampun Ra...loe udah kaya tante kunti aja dih" dengus Nayla kesal.


"Lah ada juga loe ngapain berisik amat malem-malem" ucap Damra tak mau kalah.


"Aku aus mau minum" jawab Nayla sambil berdiri.


Setelah meneguk habis air kemasan 600ml Naylapun kembali keatas.


Damra yang melihat Nayla meneguk habis sebotol minuman seakan tak percaya.


"Tuh anak udah kaya onta, ditaro dimana tuh air" guman Damra yang lalu mengikuti Nayla naik kelantai dua.


Begitu Damra masuk kedalam kamar ia melihat Nayla yang sedang memegangi dadanya.


"Kenapa loe?"tanyanya


"Jantung aku masih dek-dekan Ra ketemu ituan tadi" jawab Nayla


"Mending loe telp aa aja Nay trus cerita soal semuanya truss minta pendapat aa gimana"saran Damra.


"Iss kok aku gak kepikiran ya Ra sama si aa" dengan semangat Nayla mengambil ponselnya


Saat Nayla hendak menelfon aa tangan Damra langsung menahannya


"Iihh kenapa sih Ra" Nayla menatap wajah Damra


"Ehh neng besok aja, liat tuh jam berapa kasian si aa nya keganggu" ujar Damra.


Pagi pun tiba Damra yang sudah bangun dari tadi langsung membuat sarapan buat Nayla dan dirinya.


Nayla yang masih mengantuk memaksa membuka matanya dan mencari keberadaan Damra.


Dengan langkah gontai Nayla menuruni tangga, saat berada ditengah tangga ia melihat Damra sedang membuat nasi goreng.


Naylapun duduk ditengah-tengah tangga samvil memperhatikan Damra.


"Ra ..aku mau nasgornya pake telor ceplok ya"teriak Nayla dari tangga.


"Siiap nyonya"jawab Damra sambil tertawa.


Naylapun turun kelantai satu menemui Damra.


Dengan santai Nayla meminum kopi susu yang ada diatas meja kecil.


"Nay..itu kopi, punya loe susu coklat nohh"tunjuk Damra pada gelas susu yang berwarna coklat.


"Mauu kopi juga Ra.."


"Ihh kaya punya anak gw"


"Biarinn" Nayla menggelembungkan pipinya.


Setelah nasi goreng buatan Damra jadi merekapun memakannya satu piring berdua sesuai keinginan Nayla.


Mereka makan dengan sangat ramai karena semua serba rebutan hingga akhirnya hanya menyisakan satu iris sosis.


"Buat kamu aja Ra aku dah kenyang" Nayla mendorong irisan sosis kearah Damra

__ADS_1


"Gakk ahh buat loe aja" Kini giliran Damra yang mendorong irisan sosis itu kearah Nayla


"Gakk buat loe aja" ujar Damra


" Gak mauu buat kamu aja" balas Nayla


Mungkin jika saja sosis itu bisa bicara dia kan berteriak minta tolong karena didorong sana lalu didorong sini oleh Nayla dan Damra.


Hari itu mereka tidak buka salon karena rencananya Rian mengajak mereka liburan.


Damra yang memang kurang piknik sangat senang saat Rian mengajaknya ke pantai.


Berbeda dengan Nayla sebenarnya ia sangat enggan pergi dengan Rian apalagi setelah Rian secara terang-terangan bilang suka padanya, namun demi membahagiakan Damra ia pun akhirnya menyetujui ikut.


Jam 9 pas mobik Rian sudah terparkir manis didepan salon Damra.


Rian mengetuk-ngetuk pintu salon yang masih terkunci dari dalam.


Damra dan Nayla yang sedang asik menonton televisi langsung mengecilkan volume tv saat mendengar suara ketukan yang lumayan kencang.


"Loe tunggu sini aja biar gw yang buka" ujar Damra yang lalu langsung berdiri dan menuju pintu.


"Wahhh Riaan loe keren bangettt" terdengar suara Damra yang memuji Rian


Karena penasaran Naylapun bersembunyi dari balik lemari, ia mengintip kearah pintu depan dan melihat Rian yang sedang berbicara pada Damra dan ada satu orang pria lagi yanf Nayla tidak kenal.


Rian yang sekilas melihat ujung kepala Nayla nampak tersenyum kearah persembunyian Nayla.


"Rian senyum ama siapa ya? masa ama aku sih, emang dia liat aku ngintip apa" batin Nayla sambil memegangi dadanya yang berdebar-debar.


Tanpa Nayla sadari Damra sudah berdiri didepannya dan..


Dooorr


Nayla langsung terbentur pinggiran lemari


"Aduhhh" Nayla meringis sambil memegangi kepalanya yang terbentur.


"kamu mah jail amat si Ra, benjolkan"


"Lagian pake ngumpet segala, kalo mau liat ya samperin aja" ucap Damra


"Aku baru sadar Ra, ketemu hantu sama ketemu ama orang yang bilang suka ama kamu tuh rasanya sama" ujar Nayla


" Sama apanya Nay?" tanya Damra penasaran


"Sama-sama dek-dekan" jawab Nayla


"Maksudnya?"Damra tak paham


"Ketemu hantu dek-dekan ya Ra, terus ketemu ama cowo yang....sama dek-dekan juga" ujar Nayla menjelaskan.


"Ohh...loe udah suka ya ama Riann, baguslah ada kemajuan"


"Ya gakk lah Ra, aku masih istri Adit" sangkal Nayla.


"Ya sudahlahhh Nay biar waktu aja yang menjawab" Damra lalu melengos pergi kearah dapur untuk membuatkan minuman buat Rian dan temannya.


**Hallo semua maaf ya aku baru bisa up malem karena tadi aku sibuk di RL.


Jangan Lupa tinggalin jejaknya ya Like,vote dan komennya juga.


Salam Maniss

__ADS_1


Amellajj/authorr**


__ADS_2