TERBUKANYA MATA BATIN

TERBUKANYA MATA BATIN
Bab 266


__ADS_3

🌻🌻🌻Selamat Membaca🌻🌻🌻


Setelah hampir dua jam lamanya Nayla tak sadarkan diri akhirnya ia pun membuka matanya perlahan.


Adit yang melihat Nayla telah sadar langsung duduk disamping Nayla.


"Alhamdulillah kamu dah sadar sayang" ucap Adit sambil membantu Nayla yang berusaha untuk duduk.


"Mana Papa aku Dit?" tanya Nayla dengan suara pelan.


"Nay. .papa udah tenang di sana, belajar iklas ya sayang" Adit mengelus rambut Nayla dan merapikannya.


Huk...huk..


"Pahh sekarang Nay sendirian"


"Kenapa Papa tega sama Nay" tangis Nayla kembali pecah sambil meremas kencang selimutnya.


Nayla terus menangis hingga suaranya hampir habis.


Adit berusaha menenangkan Nayla, ia membujuk Nayla agar berhenti menangis dan mau makan namun usahanya sia-sia Nayla terus menangis hingga suaranya pun hilang.


"Aditt aku mau sendiri" pinta Nayla sambil menghapus air matanya.


"Sayang aku gak mau kamu sendirian" Adit menolak keluar walaupun Nayla mengusirnya


"Tapi aku juga gak mau ditemenin Dit" sentak Nayla mulai kesal.


"Ya udah aku keluar sayang, tapi pintu kamarnya di buka ya" pinta Adit sambil berjalan keluar dan duduk tak jauh dari pintu agar dapat mengawasi Nayla.


Nayla tak menjawab ucapan Adit ia menundukan kepalanya dan menyembunyikannya diantara lulutnya yang luka.


Pah...Papah...


Air matanya mengalir deras saat potongan-potongan ingatan saat bersama Papanya meintas dalam benaknya.


"Kenapa semuanya ninggalin Nay"


"kemarin Mama"


"Lalu calon anakku"


"Sekarang Papa"


"Apa salah Nay ya Allah, kenapa engkau mengambil semua orang yang Nay sayang " Nayla menengadahkan kepalanya keatas seakan sedang berbicara dengan Tuhan.


Adit ikut menangis melihat Nayla yang begitu terpuruk seakan kehilangan semangat hidup.


Tia pun sampai dikediaman orang tuanya, Ia menangis dan langsung memeluk Nayla yang masih termenung di kamarnya.

__ADS_1


"Kaka.." Tia nenguncang bahu Nayla namun tetap saja Nayla tak mengubrisnya bahkan melihat siapa yang datang pun tidak, ia hanya termenung dengan tatapan kosong menatap jendela kamarnya yang memang sengaja belum ia tutup.


Tia yang melihat jendela terbuka langsung berdiri dan menuju jendela, namun saat ia hendak menutupnya Nayla langsung melarang"Jangan ditutup jendelanya, aku mau melihat Papa datang" ucap Nayla tanpa berkedip.


"Kaka istigfar ihh jangan gitu ka, kasian Papa disana" Tia langsung menutup jendela dan memeluk kakanya erat.


Ia mengerti kenapa Kakanya begitu terpukul dengan kejadian ini selain ia baru saja kehilangan calon bayinya kini ia juga harus kehilangan Papa yang sangat begitu melindunginya hingga dulu Tia sempat berpikir jika ia hanya anak pungut sebab perlakuan papa dan mamanya sangat berbeda pada Nayla.


Namun seiringnya waktu Tia pun sadar dan ia mengerti apa penyebabnya.


"Kak Nay...kaka gak sendirian ada Tia sama aa Adit yang akan selalu jaga in kaka" ujar Tia sambil mendekap erat tubuh Nayla.


"keluar dek, aku mau sendiri" ucap Nayla pelan


"Gak kaka, aku gak mau biarin Kaka Nay terus sedih, kaka gak mau main sama anak aku?" Tia berusaha mengalihkan pembicaraan agar Nayla bisa sedikit lupa dan tak bersedih.


"Apa?" Nayla menoleh ke arah Tia


"Iya ..anak aku keponakan kaka" ujar Tia


"Dia lucu loh kaka"


"Sebentar ya kaka aku ambil dulu tadi sama Ayahnya" Tia berjalan keluar.


Tak lama kemudian Tia kembali masuk dengan menggendong seorang anak kecil dengan pipi yang gembul.


"Hallo uwa, ini Denis" ucap Tia sambil menirukan suara anak kecil.


"Boleh kaka gendong Tia?"


"Ya boleh dong, Denis mau kan di gendong uwa Nay" Tia menyerahkan Denis yang digendongnya pada Nayla.


Awalnya Denis menangis namun setelah di bujuk akhirnya Denis pun mau bermain bersma Nayla.


Malam semakin larut, setelah acara pengajian semua nampak sibuk membersihkan rumah, namun tidak dengan Nayla.


Saat semua orang sibuk tanpa ada yang menyadari Nayla pergi ke pancuran yang ada dibelakang rumah.


Nayla duduk diatas sebuah batu besar yang terdapat disana sambil memandangi air yang mengalir dibawahnya.


"Pah...Nay ngerasa sendirian,kenapa papa sama mama tega ninggalin Nay"Nayla kembali menangis sambil melempar batu-batu kecil kesembarang arah.


Aaawww


Nayla mendengar suara orang kesakitan, dengan sekali hentakan ia pun turun dari batu dan mencari asal suara.


"Hallo ada orang gak disini" Nayla terus mencari asal suara yang sempat ia dengar beberapa kali.


"Gak ada siapa-siapa, apa aku salah denger ya" Nayla semakin penasaran ia pun mencoba menajamkan pendengarannya namun tetap saja suara itu tak terdengar lagi.

__ADS_1


"Ahh bodo lah" Akhirnya Naylapun kembali duduk di batu yang lebih kecil


Belum lama ia duduk tiba-tiba pohon rimbang yang ada disudut rumahnya bergerak-gerak.


Bulu kuduk Nayla langsung berdiri, hawa yang kini ia rasakan pun berbeda.


Karena penasaran ia pun kembali melemparkan sebuah batu kecil kearah pohon rimbang.


Mata Nayla langsung melihat sosok hitam tinggi sedang memandang kearahnya.


"Waaa....ada jinnnn" Nayla langsung berlari masuk kedalam rumah namun sial ia lupa jika kakinya basah dan ia pun terpeleset.


gubrakkk


Aaawww


"Aduhh sakit banget sihh" Nayla jatuh terduduk seketika itu juga bokongnya terasa sakit.


Adit yang mendengar suara gaduh dari arah dapur langsung bergegas melihat ada apa,dan alangkah terkejutnya Adit saat melihat Nayla sudah terduduk sambil meringis menahan sakit.


"Sayang kamu kenapa?" Adit langsung menghampiri Nayla dan membantunya berdiri.


Nampak cairan merah kembali terlihat di kain perban yang menempel di lutut Nayla.


Dengan sedikit meringis dan di bantu Adit Nayla pun berjalan menuju kamarnya.


Setelah mendudukan Nayla dikasur Adit kembali mengambil kotak P3k dan kembali membersihkan luka Nayla.


Setelah mengganti perban Adit pun memaksa Nayla untuk beristirahat.


Naylapun menurut, ia memejamkan matanya dan tak lama kemudian ia pun tertidur.


"Sayang kamu yang kuat ya"


"Aku akan selalu jagin kamu Nay"


Adit mengecup sekilas kening Nayla lalu ia pun membaringkan tubuhnya di samping Nayla.


Adit memandang wajah Nayla yang tertidur dan mengelus pipi Nayla.


" Love you sayang, maafin aku yang udah buat kamu kaya gini sayang, aku janji mulai saat ini aku akan selalu jagain kamu" Adit melingkarkan tangannya di pinggang Nayla namun belum sempat ia terlelap Nayla kembali memanggil -manggil papanya.


Adit pun langsung mengelus-elus kepala Nayla dan tak lama kemudian Nayla kembali terlelap.


Haii semua maaf aku baru bisa up lagi karena kesibukan di RL.


Maaf juga buat semua yang menunggu kelanjutan Adit dan Nayla terpaksa sekarang aku upnya dua hari sekali, tapi jika aku ada waktu senggang aku usahakan untuk up.


Maksih buat kalian yang masih setia dan buat author lain tinggalkan jejak biar aku bisa feedback ke novel kalian.

__ADS_1


Salam Maniss


Amellajj//author


__ADS_2