TERBUKANYA MATA BATIN

TERBUKANYA MATA BATIN
Bab 294


__ADS_3

Selamat Membaca


Setelah kejadian tadi sore Nayla semakin mantap dengan keputusannya yaitu bercerai dari Adit.


Nayla pulang sangat larut karena acara berakhir jam 9 malam.


Tadinya ia berniat untuk tidak pulang namun ia harus segera menyiapkan semua berkas untuk perceraian dengan Adit.


Begitu sampai dirumah ternyata Adit belum tidur.


Ia duduk diruang tengah sambil menunggu Nayla pulang.


"Kok baru pulang jam segini sayang" tegur Adit saat Nayla melintasi ruang tengah.


"iya" jawab Nayla singkat.


"Nay aku mau ngomong sama kamu"Adit menarik tangan Nayla dan mengajaknya duduk di bangku ruang tengah.


Nayla yang memang malas untuk berdebat menurut saja saat Adit mengajaknya duduk.


"Nay aku mau jujur sama kamu"ucap Adit sambil menatap kearah Nayla.


"Gak usah Dit,aku dah tau kan tadi Dina dah cerita"tolak Nayla lalu hendak berdiri namun segera dicegah oleh Adit.


"Aku mau cerita semuanya Nay" ucap Adit lagi.


"Gak perlu Dit, aku ngalah aja buat kebahagiaan kamu" ucap Nayla dengan. air mata yang sudah siap meluncur.


"Apa maksudnya Nay?" tanya Adit seperti bingung.


"Aku bakal ngajuin surat gugatan cerai secepatnya Dit biar kamu puas dan gak perlu berbohong lagi" ucap Nayla yang langsung berlari menaiki tangga dan masuk kedalam kamar lalu menguncinya.


"Nayla aku gak mau cerai sama kamu" terdengar suara Adit yang berteriak dari bawah.


"Nayla kamu denger gak"


"Aku gak akan mau cerai dengan kamu"


Teriak Adit lagi namun kali ini lebih kencang.


Nayla yang mendengar teriakan Adit hanya bisa menangis diatas tempat tidur.


"Aku juga gak mau sebenarnya pisah dari kamu Dit,tapi hati aku sudah tak tahan lagi berkali-kali kamu nyakitin aku Dit" ucap Nayla ditengah-tengah tangisannya.


Tekad Nayla susah bulat ingin bercerai dengan Adit.


Cukup sudah kesabaran selama ini berkali-kali Adit selingkuh masih dapat ia maafkan namun kali ini Nayla sudah tak tahan.


Malam itu Nayla menangis sedih, terbayang kembali semua kenangan bersama Adit dari awal berjumpa, saat-saat Adit mendekatinya hingga akhirnya cinta mereka di uji dengan hadirnya orang ketiga.


Nayla pun terlelap dengan air mata yang masih basah dipipinya.


Saat pagi pun tiba Nayla terbangun dengan mata yang membengkak.

__ADS_1


Begitu melihat wajahnya di cermin Nayla langsung turun menuju dapur untuk mengambil air dingin.


Saat melintasi kamar Adit Nayla langsung bejalan sedikit cepat namun sialnya bertepatan dengan Adit yang baru keluar dari kamar.


Adit yang melihat Nayla langsung menarik tangan Nayla.


"Nay...aku gak mau cerai sama kamu" pinta Adit.


"Ya udah kamu bilang yang sebenarnya sama Dina kalau kamu dah punya istri yaitu aku" ucap Nayla


"Nay kasih aku waktu buat berfikir" ucap Adit


"Apa yang mau kamu pikirkan lagi Adit, aku istri kamu dan dia cuma masa lalu kamu" Nayla menjeda sebentar kata-katanya.


Ia menarik nafas dalam dan mencoba menguatkan dirinya.


"Kamu tinggal pilih masa depan kamu atau masa lalu kamu Dit"


"Kalau emang kamu milih masa lalu kamu, maka lepaskan aku, aku juga ingin bahagia Adit" ucap Nayla dengan air mata yang sudah tak dapat ia tahan lagi.


"Aku minta cerai adit, jika kamu gak mau maka aku yang akan menggugat kamu" ucap Nayla sambil melangkah menuju dapur dan segera mengambil air dingin lalu membawanya ke kamarnya.


Sementara itu dikamar bawah Adit nampak sedang termenung.


Mungkin saat ini ia sedang bingung harus memilih siapa Nayla atau Dina.


Aaahhhhhhh


Teriak Adit sambil membuang barang-barang yang ada didekatnya.


Ia berdiri dibawah guyuran air dari shower sambil menghadap tembok.


"Kenapa semua jadi berantakan gini sih, Nay andai kamu mau ngerti aku gak mau kehilangan kamu"


Ucapnya sambil memukul-mukul tembok yang tak bersalah.


Sementara itu Nayla langsung keluar rumah dan segera menuju salon Damra.


Begitu tiba di salon ia langsung memeluk Damra dan kembali menangis.


"Sabar Nay mungkin ini lebih bagus daripada loe disakitin terus sama dia" ucap Damra sambil mengelus punggung Nayla.


"Aku masih muda Ra masa dah jadi janda sih" tutur Nayla di sela isak tangisnya.


"Lah emang kenapa, status janda sih gak kenal tua apa muda Nay" balas Damra.


"iya tau" jawab Nayla sambil memajukan bibirnya.


"Biarpun loe janda dah ada yang nunggu Nay"


"Siapa?" tanya Nayla penasaran


"Pak polisi ganteng alias komandan Ryan"jawab Damra sedikit menggoda Nayla.

__ADS_1


"Ish kamu ma Ra, mana mau dia ama aku yang sebentar lagi jadi janda" ucap Nayla sambil menunduk dengan ekspresi wajah sedih.


"Assalamualaikum Neng geulis" tiba-tiba seseorang pria masuk.


Nayla yang hapal dengan suara itu langsung melihat kearah pintu.


Senyum nya mengembang saat tau siapa yang datang.


"Aa, kapan datang" Nayla langsung menghampiri Aa Iwan lalu mencium tangannya.


"Kemarin sore Nay, kenapa dah kangen banget ya sama Aa?" ejek Aa sambil tersenyum kearah Damra.


"Kumaha, gimana kabarnya adik Aa?" tiba-tiba wajah Nayla langsung berubah sendu.


"Ehh malah mau nangis ditanya kabar" ucap Aa yang pura-pura tidak tahu permasalahan antara Nayla dan Adit.


"Kurang baik Aa"jawab Nayla


"Ia Aa tau, udah gak usah sedih"


"Ngomong-ngomong Aa gak disuruh duduk ini" ucap Aa menyindir Damra dan Nayla.


"Hilih biasa juga langsung duduk" jawab Nayla yang terlebih dahulu duduk.


"Gak berubah ternyata, padahal dah nikah punya adik kaya gini amat ya" ucap Aa sambil duduk disamping Nayla sedangka Damra sibuk membuatkan kopi hitam untuk Aa.


"Aa, Nayla mau ke kota G lagi, Nay mau balik kaya orang biasa aja" Naylapun menyampaikan maksudnya yang ingin mata batin nya kembali tertutup agar tidak lagi melihat hal-hal ghaib yang kadang membuatnya ketakutan.


Nayla pun menceritakan permasalahannya dengan Adit dan niatnya yang ingin segera meminta cerai.


Aa nampak menarik nafas panjang.


"Tadi juga Aa dah ngobrol sama Adit,kayanya sih dia gak mau melepas dua-duanya" ucap Aa sambil meminum kopi yang Damra buat.


"Ishh jadi cowo kok Maruk gitu" timpal Damra yang nampak kesal.


Sementara itu Adit mempunyai rencana sendiri agar Nayla tak jadi menggugatnya.


Siang itu Adit pergi ke apotik milik temannya yang lumayan besar.


Entah obat apa yang dicarinya.


Setelah mendapat apa yang ia cari ia pun kembali ke tempat fitnesnya sambil memantau apa saja kegiatan Nayla.


"Sayang maafin aku, aku terpaksa berbuat ini,aku gak mau kamu ninggalin aku" ucap Adit sambil melihat kearah kantong kecil yang berisi obat yang tadi ia beli.


**Hallo semua sampai sini dulu ya up nya.


Maaf kalau sekarang Author jarang up karena kondisi Author yang lagi kurang sehat.


Buat teman-teman Reader atau para Author lainnya jaga kesehatan ya jangan lupa minum Vitamin.


Salam Manis

__ADS_1


Amelajj/Author**


__ADS_2