TERBUKANYA MATA BATIN

TERBUKANYA MATA BATIN
Bab 296


__ADS_3

Selamat Membaca


Dengan terpaksa Nayla harus berhujan-hujanan karena tak ingin lebih lama melihat Adit dan Dina.


Karena pakaian yang dikenakannya basah semua Naylapun berhenti di sebuah toko pakaian.


Setelah ia mengganti pakaiannya yang basah dengan yang kering sambil menunggu hujan reda Naylapun mampir disebuah kedai mie ayam.


Begitu hujan reda Naylapun melanjutkan perjalanannya.


Begitu tiba dirumah yang ia tuju Naylapun segera mengambil peralatan yang kemarin tertinggal.


Begitu selesai Naylapun langsung pamit pulang.


Begitu tiba di salon Nayla hanya diam masih jelas dalam ingatannya saat Adit dan Dina sedang asik makan berdua disebuah kafe.


Terlihat begitu mesra hingga ia pun merasa iri karena Adit sudah tidak pernah mengajaknya seperti dulu.


"Kenapa loe Nay, tadi dicariin sama Dika tuh, trus kenapa hp loe gak bisa dihubungin" tanya Damra pada Nayla yang terlihat sangat sedih.


"Lah kok pulang dari sana muka loe jadi murung gitu sih" tanya Damra yang penasaran.


Akhirnya Naylapun menceritakan apa yang ia lihat tadi pada Damra.


"Ohh kurang ajar banget ya si Adit, udah lah Nay loe pisah cepetan dari dia" Damra ikutan kesal mendengar cerita Nayla.


Malam itu Adit sudah berada dirumah sebelum Nayla pulang.


Ia kembali menaburkan obat kedalam air minum Nayla.


Setelah menaburkan obat Adit pun segera masuk kedalam kamarnya berpura-pura sudah tidur.


Nayla yang sengaja pulang larut malam begitu senang ketika melihat kamar Adit sudah redup yang berarti Adit sudah tidur.


Naylapun segera masuk kedalam kamarnya.


Setelah berganti dengan pakaian tidur Naylapun langsung meneguk air yang ada di atas meja dan tak lama kemudian ia pun tertidur dengan sangat lelapnya.


Adit yang merasa obatnya sudah bereaksi langsung keluar dari kamar dan segera menuju kamar Nayla.


Seakan Dewi keberuntungan berpihak kepadanya pintu kamar Nayla tidak terkunci hingga dengan leluasa ia masuk dan melihat Nayla sudah tertidur dengan lelapnya.


Aditpun mendekati tempat tidur Nayla. Begitu yakin Nayla sudah tertidur pulas perlahan Adit masuk kedalam selimut Nayla lalu melingkarkan tangannya di pinggang Nayla.


Adit yang semula hanya ingin tidur bersama dengan Nayla akhirnya sedikit demi sedikit nafsunya pun mulai naik ia pun melepaskan pakaian yang Nayla pakai dan dengan sangat bernafsu mencumbu tubuh istrinya yang tertidur lelap akibat obat tidur yang ia campur di air minum Nayla.


Setelah puas ia pun segera memakaikan kembali baju Nayla seperti semula lalu ia pun ikut tertidur pulas disamping Nayla.


Adit segera bangun dan keluar dari kamar Nayla sebelum subuh.


Ia takut aksinya ketahuan oleh Nayla.


Begitu didalam kamarnya ia tersenyum puas akhirnya ia pun dapat menyalurkan hasratnya selama ini kepada Nayla.


"Maafin aku Nay, aku gak mau berpisah sama kamu, aku berharap kamu bisa segera hamil sebelum kita bener-benar berpisah" Adit berbicara sendiri sambil memandang foto Nayla yang terpasang di dinding kamar mamanya itu.


Suara Adzan sudah terdengar Nayla pun membuka matanya perlahan.


Nayla sedikit meringis saat ia menggerakkan badannya.


"Aduhh kok badan aku pada sakit ya, apa karena kemarin kehujanan ya" pikir Nayla sambil duduk disamping tempat tidur nya.


Nayla pun berdiri hendak mencuci muka


Aaaww


Nayla kembali meringis menahan rasa sakit di area sensitifnya, iapun kembali duduk ditempat tidur sambil mengingat apa yang ia lakukan hingga badannya terasa sakit semua.


Sementara itu Adit yang memang sudah bangun berpura-pura tidak tahu apa yang terjadi dengan Nayla.

__ADS_1


Tok...tok.


Terdengar suara ketukan di pintu kamar Nayla.


"Sayang bagun udah subuh" teriak Adit dari balik pintu kamar.


"Iya aku udah bangun" jawab Nayla tanpa membuka pintu.


Dengan sedikit tertatih-tatih Nayla pun berjalan ke kamar mandi.


Karena merasa tidak enak badan akhirnya Naylapun menelpon Damra meminta ijin tidak datang ke salon.


Adit berpura-pura tidak tahu jika Nayla sedang sakit.


Ia duduk dengan santai dirumah tamu sambil membaca koran.


Adit berpura-pura bertanya pada Empok saat Empok melintas di depannya sambil membawa satu bungkus bubur ayam.


"Buat siapa bubur ayamnya pok" tanya Adit.


" Ini buat Nayla den, soalnya dia lagi demam katanya abis kehujanan kemarin" jawab Empok sambil berjalan ke arah tangga.


" Pok..." panggil Adit.


"Sini biar saya aja yang bawa ke kamar Nayla" Adit segera mengambil bungkusan dari tangan Empok dan segera membawa nya ke kamar Nayla.


Nayla langsung melihat kearah pintu saat terdengar suara pintu dibuka.


"Kok bukan Empok yang bawain" tanya Nayla kesal saat melihat wajah Adit.


"Kamu kenapa sayang, kata Empok kamu demam" ucap Adit sambil terus mendekati Nayla.


Nayla yang masih kesal langsung memalingkan wajahnya tak mau menatap Adit.


"Sayang sini aku suapinn ya buburnya" Adit duduk disamping Nayla.


Nayla yang diajak berbicara berpura-pura tuli tak mendengar apa pun yang Adit ucapkan.


"Aku dah kenyang, sana gih keluar" usir Nayla yang langsung merebahkan dirinya dan membelakangi Adit.


"Sayang jangan kaya gini, aku kangen sama kamu" Adit terus saja mengajak Nayla berbicara namun tak ada satupun pertanyaan Adit yang dijawab oleh Nayla.


Adit yang kesal akhirnya keluar juga dari kamar Nayla.


Begitu Adit keluar Nayla langsung mengunci kamarnya.


Nayla duduk termenung di kamarnya, ingatannya kembali pada saat-saat indah bersama Adit.


Namun saat ingatannya kembali pada pertemuannya dengan Ina dan beberapa mantan Adit hati Nayla terasa sangat sakit.


Tanpa terasa air mata nya mengalir


"Kenapa kamu tega Adit, aku kira kamu dah berubah tapi nyatanya apa"


"Berapa banyak sih mantan kamu Adit" ucap Nayla sambil memandang foto Adit si ponselnya.


Menjelang siang Ryan dan Damra pun datang untuk melihat keadaan Nayla.


Ada perasaan sedikit kesal dihati Adit saat melihat kedekatan Nayla dan Ryan.


"Makan dulu Nay apelnya, aku suapin ya" ucap Ryan lembut.


Nayla pun tersenyum manis lalu membuka mulutnya.


"Ada yang kebakaran Nih" ucap Damra sambil tersenyum.


Ryan yang mengerti sengaja tersenyum lembut kearah Nayla.


Saat Adit sedang sedikit kesal melihat kedekatan Nayla dan Ryan terdengar suara mobil berhenti didepan rumahnya.

__ADS_1


Aditpun segera keluar untuk melihat siapa yang bertamu.


Senyum Adit sedikit mengembang saat melihat Dina keluar dari dalam mobil lalu disusul oleh Dika.


"kok ditelpon gak diangkat sih?"Taya Dina begitu turun dari mobil.


" oh..maaf hp gw dikamar, tadi gw lagi nemenin Nayla soalnya dia lagi sakit" ucap Adit lalu mempersilahkan kedua tamunya untuk masuk.


"Sakit apa sepupu loe yang manis itu" tanya Dika


"Boleh gak gw liat" lanjut Dika sambil tersenyum.


"Jangan lagi ada temen-temennya disana" cegah Adit saat Dika hendak berdiri.


"Yang polisi itu, gak apa-apa gw siap bersaing kok buat dapetin sepupu loe" jawab Dika bersemangat.


Akhirnya mereka bertiga pun menaiki tangga menuju kamar Nayla.


"Udah Yan aku dah kenyang" tolak Nayla saat Ryan hendak kembali menyupinya.


Ryan pun mengambil satu lembar tissue lalu dengan sengaja mengelap bibir Nayla


Adit yang melihat Ryan menyentuh bibir Nayla nampak begitu kesal.


"Ishh Ryan jangan begitu dong kan banyak yang liatin nih" tegur Adit secara tidak langsung.


"Upss maaf, pada ngiri ya" jawab Ryan sambil menutup mulutnya dengan jari.


Dika dan Adit nampak begitu kesal melihat kedekatan Ryan dan Nayla.


Dina yang memperlihatkan kedua pria ini langsung merasa ada sesuatu yang aneh.


"Kalian pada kenapa sih, kan mas itu pacarnya Nayla kenapa pada iri sih" ucap Dina dan langsung membalikan badannya lalu menuruni tangga dan duduk diruang tamu.


Nampak sekali kekesalan diwajahnya.


"Ada apa sih sama mereka berdua" gerutu Dina sambil membolak-balik majalah yang ia pegang.


Sementara itu Ryan dan Damra nampak tersenyum puas saat melihat wajah Adit yang cemburu.


Sementara itu di ruang tengah Adit nampak sedang sibuk membujuk Dina yang sedang merajuk karena merasa diabaikan oleh Adit.


Awalnya Nayla merasa sangat cemburu melihat Adit yang begitu memperhatikan Dina namun lama-kelamaan ia mulai terbiasa dan Nayla pun sudah bertekad untuk melupakan Adit daripada ia harus merasa sakit hati terus menerus.


Dua hari kemudian Nayla pun sudah kembali sehat, ia yang sangat ingin kembali seperti dahulu dengan tidak sabar menghampiri rumah Aa.


Aa yang waktu itu baru saja bangun tidur begitu terkejut saat melihat kedatangan Nayla dirumahnya.


"Aiiass ada apa adik Aa yang manis pagi-pagi dah nyampe disini" ucap Aa menyambut kedatangan Nayla dirumahnya.


Nayla hanya tersenyum mendengar pertanyaan Aa Iwan.


"Aa kapan jadinya kita ke kota G?" tanya Nayla bersemangat.


"Kapan-kapan aja lah Nay, ngapain buru-buru" jawab Aa


Nayla hanya memasang wajah cemberut saat Aa terus menggodanya.


"Ya udah Minggu depan aja ya Nay, kalo sekarang Aa sibuk gak bisa" akhirnya Aa berbicara serius juga.


Nayla ya sudah mendapatkan kepastian akhirnya kembali ke salon dengan perasaan bahagia karena sebentar lagi ia akan kembali seperti dulu yang tak bisa melihat hal-hal ghaib.


**Hallo semua nya maaf Author jarang up lagi karena kondisi kesehatan Author yang sedang kurang baik.


Jangan lupa tetap tinggal kan jejak ya buat penyemangat Author dengan cara Like,Vote dan komen juga


Salam Manis


Amelajj/Authorr**

__ADS_1


__ADS_2